Dewa Olympus Vs Saint Athena

Dewa Olympus Vs Saint Athena
Gerbang Emas


__ADS_3

Sebelumnya, seluruh Saint memasuki cahaya yang ada pada jalur dimensi para Dewa


//Scene di gerbang masuk, Mount Olympus//


Seiya sampai di Mount Olympus. Seiya tiba-tiba sadar didepan sebuah gerbang besar.


Seiya: "Di-dimana ini??"


(Seiya mencoba berdiri)


Seiya: "Tempat ini sangat terang ... Apa ini di Mount Olympus??"


(Seiya melihat gerbang besar didepannya)


Seiya: "Gerbang apa ini?? Berwarna emas dan sangat besar ..."


????: "Selamat datang di Olympus ..."


Seiya terkejut mendengar suara seseorang. Seiya bersiap siaga


Seiya: "Siapa disana?!"


????: "Mengapa kau berbicara dengan nada seperti itu?"


Seiya: "Huh??"


(Tiba-tiba muncul 3 orang dihadapan Seiya)


Seiya: "Siapa kalian?!"


????: "Kami adalah Horae ... Perwujudan 3 simbol, sekaligus penjaga gerbang ini"


Seiya: "Horae?? ..."


????: "Namaku adalah Eunomia, perwujudan dari kebaikan, simbol dari rumput"


????: "Namaku adalah Eirene, perwujudan dari kedamaian, simbol dari musim semi"


????: "Namaku adalah Dike, perwujudan dari keadilan, simbol penegak keadilan"


*Note: Horae ini berpenampilan sebagai wanita, memakai baju khas orang yunani kuno dan juga memakai semacam kerudung (entah apa sebutan di mereka)


Dike: "Sepertinya kau bukanlah seorang dewa"


Eirene: "Siapa dirimu? Bagaimana kau bisa kemari?"


Seiya: "Aku adalah Saint Athena, Pegasus Seiya"


Eunomia: "Saint Athena?? ..."


Eirene: "Jadi kau adalah pasukan dari Athena ya ..."


Dike: "Apa tujuanmu datang kemari??"


Seiya: "Aku kemari untuk menyelesaikan urusan dengan para Dewa Olympus"


Dike: "Jadi begitu ya ..."


Seiya: "Apa kalian bermaksud untuk menghalangiku??!"


Eunomia: "Tentu bukan"


Seiya: "Huh??"


Eirene: "Kami tidak mematuhi perintah siapa pun, kami hanya sebuah eksistensi di Mount Olympus ini"


Dike: "Kami hanya menemui setiap orang yang akan memasuki Mount Olympus ini"


(Seiya menyadari sesuatu)


Seiya: "Benar juga, dimana yang lainnya??"


Eirene: "Mereka ada disini, disekitarmu"


Seiya: "Tidak mungkin, aku tidak melihat siapapun lagi"


Eunomia: "Rasakanlah kembali"


Seiya: "???"


(Seiya berkonsentrasi dengan cosmonya)


Seiya: "?!! ... Kau benar, aku merasakan cosmo mereka semua disini!, Tetapi mengapa aku tidak bisa melihat mereka??"


Dike: "Mereka berada pada dimensi yang berbeda ... Masing-masing dari mereka akan menemui eksistensi dari kami bertiga didepan gerbang ini"


Seiya: "Apa?!"


(Seiya menatap ketiga Horae tersebut dengan serius)


Seiya: "Lalu apa tujuan kalian menemuiku??"

__ADS_1


Dike: "Kami hanya memastikan, seperti apa diri kalian"


Seiya: "Memastikan??"


Eunomia: "Itu benar. Untuk memasuki Mount Olympus, kalian harus melalui gerbang ini"


Eirene: "Terkecuali para Dewa, mereka bisa langsung masuk kedalam"


Seiya: "Lalu mengapa gerbang ini tertutup? Bagaimana caraku untuk masuk?"


Dike: "Kau tidak boleh memiliki keraguan di hatimu"


Seiya: "Tidak boleh ada keraguan dalam hatiku??"


Eunomia: "Itu benar, hanya itulah satu-satunya cara melewati gerbang ini"


Eirene: "Jika terdapat keraguan sedikit saja dalam dirimu, gerbang ini tidak akan bisa terbuka"


Dike: "Jika kau tidak bisa masuk, kau punya 2 pilihan ... Kembali ke tempat asalmu, atau berada didepan gerbang ini selamanya"


Seiya: "Apa katamu?!!"


Eirene: "Bukan hanya itu, jika kau kembali ke tempat asalmu, kau tidak akan bisa kemari lagi, "Surga" akan menolakmu ... Kesempatanmu hanya sekali"


Seiya: "Jika aku tidak berhasil, maka aku tidak dapat melindungi Athena"


(Seiya dengan wajah agak kesal)


Seiya: "Tenanglah ... Aku telah membulatkan tekadku kemari, aku pasti bisa"


Seiya berjalan mendekati gerbang. Seiya menutup matanya dan berkonsntrasi. Lalu Seiya membuka matanya, tetapi sayangnya gerbang tersebut masih tidak terbuka


Seiya: "Kenapa?! ... Kenapa gerbang ini masih tidak terbuka?!!"


(Para Horae menatap Seiya)


Seiya: "Tchh!!"


Eunomia: "Ini membuktikan bahwa masih ada keraguan dalam dirimu"


Seiya: "Tidak mungkin, aku telah membulatkan tekadku kemari"


Eirene: "Sudah kukatakan sebelumnya, keraguan sedikit saja akan berpengaruh"


(Seiya kesal)


Dike: "Sayang sekali, kau tidak bisa masuk"


Seiya: "Aku tidak bisa hanya berada disini ..."


Seiya: "Aku harus bertarung bersama Athena!!!"


Seiya yang emosi langsung berlari menuju gerbang tersebut dan mencoba menyerangnya dengan jurusnya


Seiya: "*PEGASUS SUISEI KEN*!!!"


(Serangan Seiya mengenai gerbang tersebut)


Seiya: "Terbukalah!!"


(Lalu serangan Seiya berbalik kembali kepadanya)


Seiya: "Apa?!!"


(Seiya terkena serangannya kembali, lalu dia terpental kebelakang)


Seiya: "Ghh!! ... Gerbang ini sangat kuat, mirip seperti tembok ratapan, atau bahkan lebih kuat lagi"


Dike: "Sudah kami bilang sebelumnya, gerbang ini hanya akan terbuka berdasarkan keyakinanmu ... Mencoba menghancurkannya dengan kekuatan tidak akan berhasil"


Seiya: "Diam kau ... Aku harus melewati gerbang ini, dan bertarung bersama Athena ..."


Seiya mencoba berjalan mendekati gerbang itu kembali. Seiya menatap gerbang itu dengan wajah serius


Dike: "Itu percuma saja, manusia"


Eunomia: "Kami tau bahwa masih ada keraguan dalam dirimu"


Seiya: "..."


Eirene: "Jika begitu biar kutanya, ... Apakah kau meragukan Athena?"


Seiya: "Itu tidak mungkin, aku sangat yakin terhadap Saori-san"


Eirene: "Lalu, bagaimana dengan dirimu sendiri? Apa kau yakin terhadap dirimu sendiri?"


Seiya: "Sudah kubilang, aku sudah membulatkan tekadku untuk datang kemari"


Eirene: "Atau jangan-jangan ... Kau meragukan temanmu sendiri??"


(Raut wajah Seiya berubah)

__ADS_1


Eirene: "Apa kau tidak mempercayai mereka? Apa kau tidak percaya terhadap kekuatan mereka untuk pertempuran ini?"


Seiya: "Itu salah! ..."


Dike: "Tapi itulah kenyataannya"


Seiya: "?!!"


Dike: "Hatimu sendiri seperti berkata 'aku akan bertarung' ... Kata-kata itu membutikan bahwa kau hanya yakin terhadap dirimu sendiri, kau yakin mampu bertempur sendirian"


Seiya: "Itu tidak benar ..."


Dike: "Akan kuingatkan kembali ... Semua teman-temanmu, masing-masing dari mereka harus mempunyai keyakinan masing-masing ... Untuk memasuki "Surga", kau tidak bisa meminta bantuan orang lain, kau hanya bisa melakukannya dengan dirimu sendiri!"


(Seiya agak tersentak)


Dike: "Disini, bukan dilihat dari seberapa besar kekuatanmu, tetapi seberapa besar keyakinanmu"


(Dike menatap Seiya)


Dike: "Jadi, apa kau masih meragukan teman-temanmu?? ... Kau tidak akan bisa membantu mereka, ataupun sebaliknya di gerbang masuk ini"


Seiya berpikir. Lalu Seiya berjalan mendekati gerbang itu kembali dengan wajah tertunduk. Seiya berdiam diri sebentar, lalu Seiya menaikan kembali wajahnya dan menatap Gerbang.


Dike: "(Apa yang akan kau lakukan, tidak mudah menghapus keraguan di hati)"


(Seiya tersenyum)


Dike: "Huh??"


Seiya: "Pyuhh ... Kau benar"


Dike: "??"


Seiya: "Aku terlalu yakin bahwa aku dapat bertarung dengan kekuatanku saja, sehingga aku tidak mempercayai teman-temanku"


Eirene: "..."


Seiya: "Tapi! ..."


Eirene: "Huh??!"


Seiya: "Kakakku sendiri sangat mempercayaiku, dialah yang membuat seperti ini ... Tidak, bukan hanya kakakku, berkat teman-temanku lah aku dapat sampai kemari. Merekalah kekuatanku yang sebenarnya!"


Untuk beberapa saat, Seiya mengingat kembali masa lalunya. Disaat pertarungan di Sanctuary, pertarungan dengan Poseidon, dan pertarungan dengan Hades. Seluruh pertarungan tersebut Seiya lakukan bersama teman-temannya


Eunomia: "Apa yang kau pikirkan? Apa kau yakin mereka bisa melewati gerbang ini?"


Seiya: "Mereka pasti bisa"


Eunomia: "???"


Seiya: "Jadi ..."


(Para Horae menunggu perkataan Seiya)


Seiya: "... Aku percaya kepada mereka"


Tiba-tiba Gerbang Emas tersebut terbuka. Para Horae tersebut kaget dan tidak percaya akan apa yang terjadi.


Eunomia: "!!"


Eirene: "Ini!"


Dike: "Dia! ... Bagaimana bisa?!"


(Seiya tersenyum menatap Gerbang tersebut terbuka)


Dike: "Aku tidak percaya ini"


Eirene: "Dia mampu menghilangkan keraguan dalam hatinya semudah itu"


Eunomia: "Inilah bukti, bukti bahwa dia pantas"


(Seiya menatap bagian dibalik pintu gerbang tersebut, terlihat cahaya yang sangat terang)


Seiya: "Cahaya dibalik gerbang ini ..."


Eunomia: "Itu benar, itulah tujuanmu"


Seiya: "Apa kalian akan membiarkan aku lewat begitu saja?"


Eirene: "Tentu saja"


Dike: "Tugas kami hanyalah mengamati, tidak lebih"


Seiya: "Heh"


(Seiya berjalan memasuki gerbang tersebut)


Seiya: "(Aku akan segera datang ... Saori-san ... Kalian semua)"

__ADS_1


🔹Seiya berhasil melewati tes pertamanya ... Seiya mulai memasuki Mount Olympus ... Menuju pertempuran


▪️▪️▪️ To Be Continue


__ADS_2