
//Scene di jalan menuju Kuil Aphrodite, Mount Olympus//
Milo sedang berhadapan dengan Angel, Aeneas. Mereka hanya saling adu pukulan saja
Milo: "Hee, jadi ini kekuatan Angel, lumayan juga"
Aeneas: "Yang tertinggi dari seluruh Saint, Gold Saint ... Kekuatanmu tidak buruk"
Milo: "Apa pemanasannya sudah cukup?? ..."
Aeneas: "Ya, saatnya pertarungan sesungguhnya"
Milo: "Yosh, ..."
(Milo dan Aeneas menaikan kembali kekuatannya)
Aeneas: "Sebelumnya temanmu pergi terlebih dahulu untuk menuju Kuil Aphrodite-sama ... Apa kau yakin dia akan baik-baik saja?, dia melakukan kesalahan dengan melawan Aphrodite-sama sendirian"
Milo: "Entahlah ..."
Aeneas: "???"
Milo: "Aku hanya bisa berharap saja, tapi terkadang dia juga bisa diandalkan, sama seperti yang dia lakukan sebelumnya"
Aeneas: "Kalian manusia hanya bertarung diatas kata 'Harapan', itu tidak masuk akal"
Milo: "Ya itu benar, kami memang begitu, biasakanlah dirimu"
Milo menunjukan Kuku panjangnya, Aeneas memegang sebuah pedang, mereka maju untuk saling menyerang
//Scene di Kuil Aphrodite, Mount Olympus//
Aphrodite masuk ke dalam kuil, dia menghadapi pasukan Melodios
*Note: "G. Aphrodite" itu Godddes Aphrodite, kalo "Aphrodite" aja itu Pisces Aphrodite ... Biar gak ketuker oke
????: "Aphrodite-sama, apakah aku harus turun tangan langsung?"
G. Aphrodite: "Belum, Diva ... Sementara kita lihat dulu"
Diva: "Baiklah, Aphrodite-sama"
*Note: Diva ini semacam pemimpin pasukan Melodios, tangan kanannya Dewi Aphrodite
Aphrodite: "Ayo kita mulai"
(Aphrodite melemparkan banyak mawar merah)
Aphrodite: "*ROYAL DEMON ROSE*"
Melodios: "Pasukan yang memakai Harpa, mainkan!"
__ADS_1
(Beberapa Melodios memainkan Harpa)
Melodios: "*CONSTANT MELODY*"
*Note: Disini terdapat 2 Melodios yang memainkan Harpa, posisi mereka disamping Dewi Aphrodite ... Bagi yang gak tau alat musik Harpa, cari saja di Google oke :)
Terlihat sebuah gelombang dari Harpa yang dimainkan tersebut, gelombang tersebut bagaikan perisai, gelombang tersebut menghentikan Demon Rose Aphrodite
Aphrodite: "Hoo, jadi alat musik yang itu berfungsi sebagai pelindung ... Baiklah, bagaimana dengan ini!"
Aphrodite kembali melemparkan Mawar Merah ke arah Mawar Merah yang berhasil ditahan gelombang tersebut. Mawar Merah yang saling beradu itu membuat kelopak-kelopak bunganya tersebar dan menghalangi pandangan para Melodios.
Melodios: "Aku tidak bisa melihat dia!"
Aphrodite: "Kita coba dengan ini!"
(Para Melodios sedikit terkejut)
Aphrodite: "*PIRANHA ROSE*!"
Melodios: "Sial!"
(Mawar hitam Aphrodite berhasil menembus gelombang pertahanannya)
Aphrodite: "Sepertinya jika kalian tidak tau arah serangannya, perisai gelombang itu dapat ditembus ... Belum lagi, mawar hitam berbeda dari mawar merah, mawar hitam lebih berat"
Melodios: "Pasukan yang memakai Sprinx, mainkan!"
Melodios: "*DIRECT IMPULS*!"
*Note: Sprinx itu alat musik berbentuk pipa, yang ditempelkan berjajar. Cara memainkannya ditiup, untuk gambar cek google saja :)
Terlihat juga sebuah gelombang keluar dari Sprinx yang dimainkan para Melodios. Ini berbeda dengan gelombang dari Harpa yang sifatnya menyebar, gelombang dari Sprinx itu sifatnya terfokus lurus, gelombang dari Sprinx ini mengarah lurus kepada masing-masing Mawar Hitam Aphrodite.
Aphrodite: "Apa?!"
(Gelombang tersebut berhasil membalikan Mawar Hitam Aphrodite)
Aphrodite: "Jadi begitu ya, alat musik yang itu berfungsi untuk menyerang"
*Note: Jumlah Melodios yang memakai Sprinx ada 20 orang, jumlahnya sama dengan Melodios yang mamakai Lyra
Aphrodite: "Hmm, sepertinya ini lebih sulit dari yang kubayangkan"
Melodios: "Kalian yang memakai Lyra bersiaplah"
Aphrodite: "Aku butuh kekuatan yang lebih lagi ... Baiklah, akan kucoba itu ..."
//Scene di jalan menuju Kuil Apollo, Mount Olympus//
Seiya, Jabu, Camus dan 10 orang Saint sedang berlari menuju Kuil Apollo
__ADS_1
Jabu: "Apa Kuil Matahari masih jauh?"
Camus: "Seharusnya kita hampir sampai"
Jabu: "Aku harap disana tidak terlalu panas tempatnya"
(Jabu agak heran melihat Seiya)
Jabu: "Oy Seiya, apa kau baik-baik saja? Kau tidak berbicara dari tadi ..."
(Seiya hanya fokus berlari)
Jabu: "Bicaralah sedikit"
Camus: "Apa ini karena Apollo?? Kau sangat serius saat berbicara tentangnya"
Seiya: "Ada sesuatu yang harus kuselesaikan dengannya"
Jabu: "Seiya ..."
Camus: "Seiya, bersemangat boleh, tetapi kau juga harus tenang ... Kekuatan terpenting dari seseorang yang kuat adalah ketenangannya"
(Seiya menjawab dengan serius)
Seiya: "Ya, aku mengerti"
(Camus tersenyum)
Jabu: "Awas semuanya!!"
Tiba-tiba sebuah dinding api berada didepan Seiya dan yang lainnya. Api tersebut menghalangi jalan mereka
Jabu: "Hampir saja ..."
Seiya: "Darimana asal api ini??"
Camus: "Huh??"
(Terlihat beberapa orang disisi lain, dibalik api tersebut)
Camus: "Jadi kalian ya ..."
Seiya: "Siapa kalian?!"
????: "Kami adalah Helios, pasukan dari Apollo-sama"
Jabu: "!!!"
(Raut wajah Seiya menjadi sangat serius)
🔹Seiya, Jabu, Camus & Beberapa Saint menuju ke Kuil Apollo ... Ditengah jalan mereka dihadang oleh 5 orang pasukan Apollo, Helios ... Semuanya bersiap bertempur
__ADS_1
▪️▪️▪️ To Be Continue