
Pertempuran semakin dekat ... Athena melawan Olympus. Pertempuran yang akan menentukan nasib dari umat manusia. Semuanya tengah bersiap untuk itu.
//Scene di kuil Ares, Mount Olympus//
Disini Ares terlihat sedang duduk didalam kuilnya dengan kondisi ruangan yang gelap, dia sedang berbicara dengan Phobos.
Phobos: "Ayah, sebentar lagi Athena dan para Saintnya akan datang ke Olympus, bagaimana menurutmu?"
Ares: "Itu bukanlah masalah besar, mereka hanya manusia, mereka tidak ada apa-apanya dihadapan kita, para Dewa"
Phobos: "Itu benar, mereka akan menyadari bahwa sebuah kesalahan untuk menentang Surga"
Ares: "Itulah yang akan mereka rasakan ... Ngomong-ngomong, apa dia sudah kembali?"
Phobos: "Ya, dia sudah selesai mengawasi"
(Seseorang datang ke dalam kuil Ares)
Phobos: "Heh"
????: "Aku telah kembali, Ayah"
Ares: "Akhirnya kau kembali, Deimos"
Deimos: "Aku telah mendapat gambaran tentang kekuatan Athena dan pasukannya"
Phobos: "Hoo, bagaimana menurutmu?"
Deimos: "Mereka cukup hebat, mereka berhasil menghabisi para Berserker yang kita kirim ke Sanctuary, dan juga 2 Fallen-Angel"
Ares: "Begitu ya ..."
Phobos: "Saat itu aku mempunyai kesempatan untuk menghabisi Athena, sayangnya Achilles datang menghalangiku"
Deimos: "Ayah, sepertinya kita tidak bisa meremehkan mereka, kita sudah tau apa yang terjadi pada Poseidon dan Hades sebelumnya"
Ares: "Iya, aku tau itu. Tapi itu tidak berarti apa-apa, mereka yang menentang dewa akan dilenyapkan, itulah takdir mereka"
(2 orang lainnya datang kedalam ruangan)
Deimos: "...."
Phobos: "Heh"
Ares: "Kita akan tunjukan pada mereka, apa arti ketakutan yang sebenarnya"
Keempat pemimpin utama pasukan Berserker berdiri dihadapan Ares.
Deimos: "Baik!"
Phobos: "Tentu saja!"
Enyo: "Akan kulakukan!"
Anteros: "Dimengerti!"
(Ares tersenyum jahat)
Ares: "Athena akan hancur seketika, karena dia bukanlah siapa-siapa"
Ares menatap ke tengah atas ruangannya. Ditengah atas ruangannya terpajang sebuah armor, dan ternyata itu adalah Kamui. Terlihat 3 Kamui dipajang disana, dan salah satunya adalah Kamui milik Athena.
//Scene di Kuil Hermes, Mount Olympus//
Hermes terlihat sedang duduk bermeditasi di kuilnya. Jiwa Hermes terlihat berada disebuah dimensi alam sadar para Dewa. Tiba-tiba Hermes merasakan sesuatu
*scene di dimensi lain, dimensi alam bawah sadar dewa
Hermes: "...."
(Hermes melihat ke depan)
Hermes: "Siapa disana??"
????: "Maaf mengganggu anda"
Hermes: "Siapa kau? Bagaimana bisa kau berada di dimensi ini?"
????: "Aku adalah Saint Athena, Virgo Shaka"
(Terlihat Shaka dan Hermes saling duduk berhadapan)
Hermes: "Saint Athena? ... Apa yang diinginkan manusia sepertimu kepadaku? Apa kau ingin meminta pengampunan??"
Shaka: "Aku ingin berbicara dengan anda"
Hermes: "Berbicara?? ..."
Shaka: "Anda adalah Dewa Pengantar Pesan, aku ingin memberikan sebuah pesan"
*Note: Atau, Hermes bisa disebut Dewa Pengantar Wahyu pada Mitologi Yunani
Hermes: "Pesan?? ... Kau manusia ingin memberi pesan kepada kami para Dewa?"
Shaka: "Tidak, ini bukan diantara manusia dan Dewa, tetapi diantara Kami dan Anda semua"
Hermes: "Hoo, ... Jadi kau akan berbicara berdasarkan pengetahuan yang kau miliki? ... Itu percuma saja, pengetahuanmu berbeda dengan pengetahuan kami para dewa"
Shaka: "Benarkah begitu? ... "
Hermes: "???"
Shaka: "Kami manusia, akan menunjukan sesuatu yang melebihi pemahaman kalian"
Hermes: "Itu tidak mungkin, tidak ada sesuatu yang melebihi pengetahuan para Dewa"
Shaka: "Kata 'tidak mungkin' hanyalah sebuah sebuah pembatas bagi seseorang, dengan mengabaikan kata itu, seseorang bisa mencapai sesuatu yang lebih tinggi ... 'Melampaui batasan', itulah yang akan kalian semua Para Dewa lihat"
Hermes: "Manusia akan tetap menjadi manusia, itu sebuah ketetapan"
Shaka: "Itu benar, manusia akan tetap menjadi manusia, tapi ... Keberadaan kami itu ada, dan kami akan menunjukan diri kami ... Bersiaplah, itulah pesan kami"
Hermes: "...."
Pembicaraan selesai, Jiwa Shaka pergi dan menghilang dari pandangan Hermes. Hermes berhenti bermeditasi. Dan scene kembali kedunia nyata.
*note: maksudnya kembali ke kenyataan di kuil Hermes
Hermes mengingat pesan yang disampaikan Hyperion
[Flashback-begin]
//Scene di aula utama, Mount Olympus//
Para Dewa Olympus sedang berkumpul disana, lalu tibalah Hyperion di Aula Utama. Terlihat juga para Angel dan para pasukan Dewa Olympus lainnya mengawasi Hyperion di aula tersebut.
(Para Dewa Olympus menatap Hyperion dengan serius)
Dionysus: "Hyperion ..."
Aphrodite: "Titan ..."
Hephaestus: "Tchh"
Demeter: "Akhirnya kau disini"
Ares: "..."
(Hyperion berbicara dengan santai)
Hyperion: "Salam dariku, para Dewa Olympus sekalian"
Hephaestus: "Apa maksud kedatanganmu kemari sebenarnya?!"
Hyperion: "Apa begitu caramu memberi salam kepada leluhurmu?? "
(Hephaestus sedikit emosi)
Hyperion: "Aku membawa pesan dari Chronos kepada kalian semua"
__ADS_1
Artemis: "Bisakah kami mempercayaimu?"
Dionysus: "Itu benar, tidak ada satu pun dari para Titan yang dapat dipercaya!"
Hephaestus: "Sebuah kesalahan dengan kau yang datang kemari!"
Hyperion: "Hoo, jadi apa yang akan kau lakukan?"
Hephaestus: "Tentu saja ...!"
Hephaestus meningkatkan kekuatannya, dan dia memegang sebuah senjata, kapak bermotif api
Hephaestus: "Bersiaplah Hyperion!"
Hyperion: "Heh"
(Tiba-tiba sebuah dinding besar berbentuk bulu merak menghalangi Hephaestus)
Hephaestus: "?!"
Hera: "Tenanglah! Hephaestus!"
Hephaestus: "Ghh ... Baiklah Ibu"
Zeus: "Jadi, bisa kau jelaskan apa yang ingin disampaikannya?"
Hyperion: "Sesuai keinginan anda, Dewa langit yang agung"
(Semua Dewa Olympus tegang menunggu penjelasan Hyperion)
Hyperion: "Chronos berencana menciptakan ulang dunia ini, menjadi dunia yang ideal ..."
(Semua Dewa Olympus terkejut mendengarnya)
Hermes: "Menciptakan ulang dunia, katamu?? ..."
Artemis: "Menjadi dunia ideal?"
Hyperion: "Itu benar, itulah yang akan kami lakukan"
Dionysus: "Kau tidak sedang bercanda bukan?"
(Hyperion tersenyum)
Hephaestus: "Kau tidak menipu kami bukan?! Kami telah memenjarakan kalian di Tartarus selama ini, bukankah ini saat yang tepat bagi kalian untuk membalaskan dendam kalian?!"
Hyperion: "Dendam? Itu pemikiran kuno, sekarang Chronos lah yang akan memulai segalanya"
Aphrodite: "Oh iya, ada satu hal yang membuatku penasaran ... Bagaimana cara Chronos terlepas dari segel petir ayah??"
Hyperion: "Hanya Chronos lah yang tau, bahkan kami para Titan pun tidak tau bagaimana"
Ares: "...."
Hyperion: "Tapi itu tidak penting, yang terpenting adalah sekarang"
Demeter: "Apa semuanya sesederhana itu?"
Hyperion: "Tentu saja tidak ..."
Demeter: "???"
Hyperion: "Kami ingin kalian para Dewa Olympus untuk membantu"
Apollo: "Membantu??"
Hyperion: "Kami ingin kalian membereskan para manusia itu"
Apollo: "Sejak awal kami memang akan memberi hukuman kepada mereka"
Hyperion: "Tidak, bukan hukuman ... Tapi, penghancuran!"
(Apollo terkejut)
Hyperion: "Hancurkan mereka! Musnahkan mereka!"
Apollo: "Apa?! Itu bukanlah prinsip kami"
Hermes: "Itu melanggar prinsip kami"
Hyperion: "Untuk menciptakan dunia ideal, kita perlu memusnahkan segala sesuatu yang bertentangan bukan? ... Contohnya mereka yang menentang para Dewa"
(Hyperion tersenyum dingin)
Artemis: "Kau tidak bisa membuat kami melanggar prinsip kami sendiri"
Hyperion: "Heh, semua tergantung pada anda bukan? ... Putra dari Chronos ..."
(Hyperion dan Zeus saling bertatapan)
Hermes: "(Ayah ...)"
Zeus: "Semua yang bersalah harus dihukum, itulah prinsip kami"
Hyperion: "Heh"
Zeus: "Para manusia itu biarkan kami yang mengurusnya, kalian para Titan tidak perlu ikut campur"
Hyperion: "Baiklah, Dewa langit yang agung, kami serahkan ini kepada kalian para Dewa Olympus, kami akan menunggu ... Kami harap, kalian tidak melakukan yang tidak tidak, atau entah apa yang akan kami lakukan selanjutnya ..."
(Semua Dewa Olympus menanggapinya dengan sangat serius)
Setelah itu, terlihat lubang dimensi dibelakang Hyperion, dia masuk kedalamnya dan pergi dari Olympus. Semua Dewa Olympus tengah berpikir masing-masing.
Hephaestus: "Kita akan membantu para Titan?! Ini benar-benar memuakan!"
Dionysus: "Tenangkan dirimu, Hephaestus"
Aphrodite: "Apa ini akan baik-baik saja??"
Ares: "Sekarang sudah berbeda dengan dulu, perintah dari Ayah adalah keadilan"
(Apollo menatap Ares)
Hera: "Pada akhirnya semua selalu tidak terduga"
Demeter: "Apakah yang kita lakukan adalah benar??"
(Hermes memikirkan perkataan Demeter)
[Flashback-End]
*Scene kembali ke waktu sekarang, Hermes dikuilnya
(Hermes sedang berpikir)
Hermes: "(Benar atau salah, itulah selalu menjadi dasar pemikiranku ... Tapi, untuk pertama kalinya aku tidak tau apakah ini benar atau salah)"
(Hermes melihat ke sebuah patung seseorang di kuilnya)
Hermes: "Menurutmu, apakah yang kulakukan ini adalah benar? ... Bibi Metis ..."
//Scene di Kuil Athena, Sanctuary//
Keesokan harinya, setelah pertarungan dengan para Berserker, semua Saint berkumpul di Kuil Athena. Disana Athena & Aiolos berdampingan memimpin persiapan didepan para Saint.
Aiolos: "Waktunya telah tiba, pertarungan yang menentukan nasib umat manusia"
Athena: "Semuanya, kita akan pergi ke Mount Olympus. Disana lah tujuan kita"
*beberapa Saint bicara berbisik-bisik
Jabu: "Mount Olympus ya ..."
Shun: "Tempat tinggal para Dewa ..."
Shiryu: "Ini semua akan berbeda dari pertarungan dengan Poseidon dan Hades ..."
Ikki: "10 Dewa Olympus ya ... Kita harus menggunakan semua yang kita punya"
__ADS_1
Kiki: "Apakah kita akan menang??"
(Kiki terlihat ragu)
Marin: "Tenanglah Kiki, kondisi kita berbeda sekarang ... Lihatlah sekitarmu"
Kiki melihat seluruh pasukan Saint yang berbaris disana. Dibarisan terdepan terlihat semua Gold Saint berdiri disana.
Kiki: "Sekarang semua Gold Saint ada disini, bahkan Shaina-san menjadi Gold Saint ke-13, pasukan kita semakin kuat"
Mu: "Bukan itu yang terpenting ..."
Kiki: "Huh??"
Mu: "Kali ini kita semua bersatu, semuanya bertarung untuk satu tujuan ... Demi umat manusia ... Perasaan itulah yang membuat kita kuat"
Kiki: "Begitu ya ..."
Mu: "Kiki, keberadaanmu juga penting disini, kau akan membantu kami dalam pertarungan"
Kiki: "Apa kau yakin aku dapat membantu, aku hanya anak kecil, aku tidak sekuat kalian semua"
(Kiki berbicara dengan ragu)
Mu: "Tentu saja kau bisa"
Kiki: "???"
Mu: "Kau telah membuktikannya sebelumnya, kami para Gold Saint sangat berterima kasih padamu"
Kiki: "Mu-sama ..."
Mu: "Percaya dirilah, Kiki"
Kiki: "Baik! Mu-sama"
*scene yang lain sedang saling berbicara
Milo: "Olympus ... Tidak kusangka pertempuran ini akan terjadi"
Camus: "Apa kau takut, Milo??"
Milo: "Jangan bercanda, aku hanya takut jika diriku sampai menyerah"
Dohko: "Kalian tidak perlu berpura-pura, lebih baik kalian mundur sebelum menyesal"
Shura: "Heh, mundur?? Aku sudah mengasah pedangku, akan sangat disayangkan jika tidak kugunakan"
Aphrodite: "Mount Olympus ya ... Aku ingin sekali bertemu dengan Dewi kecantikan, aku ingin melihat dirinya secara langsung"
Deathmask: "Bukankah namanya sama denganmu Aphrodite?? ... Jangan sampai dia memanggil dirinya sendiri"
Aldebaran: "Hahaha, sudah lama aku tidak melihat pemandangan seperti ini"
Shaka: "Hmph ..."
Aiolia: "Ya, akhirnya semua Gold Saint bisa bertarung bersama ... Benarkan, Saga? ..."
Saga: "Aiolia ..."
Aiolia: "Tidak peduli apapun yang terjadi di masa lalu, yang terpenting adalah sekarang"
(Semua Gold Saint tersenyum)
Athena & Aiolos tersenyum
Athena: "(Kalian ...)"
Aiolos: "Ayo semuanya! ..."
????: "Jangan lupakan aku! ..."
Semuanya terkejut mendengar seseorang. Seseorang tersebut berdiri didepan tangga di Kuil Athena.
(Semuanya tersenyum)
Kiki: "Whaa ..."
Shiryu: "Heh"
Ikki: "Akhirnya ..."
Shun: "Seiya!"
Terlihat Seiya yang membawa Box Pegasus berada disana, didampingi oleh Seika
*Note: Disini Cloth Pegasusnya Cloth versi biasa, V3.
Shaina: "Seiya ..."
Marin: "Syukurlah ..."
Athena: "(Seiya ...)"
(Seiya berjalan menuju Athena)
Seiya: "Saori-san, kau tidak melupakanku bukan? ... Aku juga akan ikut bertempur!"
Athena: "Kau sudah baikan Seiya?"
Seiya: "Tentu saja, ini berkat Kakakku, dia yang telah merawatku"
(Seika tersenyum)
Athena: "Apa ini tidak apa-apa Seika? Kali ini Seiya akan berada dalam pertempuran yang sangat berbahaya"
Seika: "Tidak apa-apa, aku sudah banyak berbicara dengannya sebelumnya"
(Athena menatap Seika)
Seika: "Seiya adalah seorang ksatria, dia bertempur untuk keadilan, aku tidak bisa menghalangi takdirnya ... Tapi tetap saja, sebagai Kakak, aku juga khawatir kepadanya"
Seiya: "Kakak ..."
Seika: "Namun, aku percaya kepadanya ... Seiya pasti akan berhasil"
Seiya: "Aku berjanji akan memenangkan pertempuran ini, untuk kita semua"
(Seiya berbicara dengan lantang kepada Seika)
Athena: "Seiya ... Terima kasih"
(Seiya menundukan kepalanya)
Disaat mereka sedang berbicara, tiba-tiba saja terlihat sebuah petir dilangit, diatas Sanctuary.
Seiya: "Huh?"
Aiolos: "Itu ..."
Athena: "Itu adalah pertanda dari surga kepada kita"
(Seiya tersenyum)
Seiya: "Heh, Aku tidak peduli itu, aku akan terus maju!"
Aiolos: "Hmph"
Athena: "Seiya ..."
Seiya: "Saori-san ..."
(Seiya menganggukan kepalanya)
Athena: "Ayo semuanya! ... Kita pergi menuju Mount Olympus"
Saint: "Ya!!!"
🔸Athena dan Para Saint pergi menuju "Surga", Mount Olympus ... Menuju pertempuran akhir ... Surga yang tidak seperti namanya, semuanya tidak akan seperti yang mereka kira ... Segalanya akan ditentukan kali ini
__ADS_1
▪️▪️▪️ To Be Continue