Dewa Olympus Vs Saint Athena

Dewa Olympus Vs Saint Athena
pasukan tumpur


__ADS_3

//Scene di jalan menuju Kuil Hephaestus, Mount Olympus//


Shiryu, Shura, Deathmask sedang menuju ke Kuil Hephaestus.


Shiryu: "Shura ..."


Shura: "Ada apa Shiryu?"


Shiryu: "Mengapa kau ingin menghadapi Hephaestus?"


Shura: "Dia adalah dewa yang membuat senjata-senjata kuat, aku akan mengalahkan semua senjata miliknya, dengan Excalibur ku"


Deathmask: "Heh, kuharap senjata miliknya tidak merepotkan"


Shiryu: "Deathmask, karena kau tidak memiliki senjata, kau jadi support saja"


Deathmask: "Apa katamu?!"


(Deathmask berbicara dengan kesal)


Deathmask: "Kau kira aku tidak mampu bertarung secara langsung?!"


Shiryu: "Aku hanya menawarkan saja, sebelum kau menyesal"


Deathmask: "Akan kubuat kau kau menarik kata-katamu kembali"


Shiryu: "Hee, apa benar begitu??"


Deathmask: "Shiryu sialan kau, akan kutunjukan sesuatu yang menarik, setelah itu -"


(Tiba-tiba sebuah panah besar mengarah kepada mereka)


Shura: "Awas kalian!!"


Shiryu: "Ughhh!"


Deathmask: "Apa?!!"


(Mereka bertiga berhasil menghindari panah


tersebut)


Shiryu: "Panah yang sangat besar"


Deathmask: "Oy oy, ini masih belum sampai di Kuil Hephaestus ... Apa mereka menyergap dari sini??"


Shura: "Sepertinya bukan begitu ... Lihatlah diatas pilar itu"


Shura menunjuk ke arah diatas sebuah pilar didepan mereka. Dan terlihat sebuah Ballista besar diatas pilar tersebut


*Note: Ballista ini senjata jarak jauh. Bentuknya seperti Crossbow, tapi versi besarnya ... Untuk gambar, cek mbah Google saja oke


Shiryu: "Ballista?? Besar sekali"


Shura: "Ballista itulah yang tadi menembakan panah ini"


Deathmask: "Aku tidak melihat orang diatas sana ..."


Shura: "Sepertinya senjata itu menembak secara otomatis"


Shiryu: "Otomatis katamu?"


Shura: "Ya, bisa saja kehadiran kita kemari memicu senjata tersebut aktif, bisa saja melalui Cosmo milik kita"


Shiryu: "Jadi begitu ya"


Shura: "Mulai sekarang, kita harus berhati-hati, bisa aja ada banyak jebakan sepanjang jalan ini"


Deathmask: "Heh, ini tidak membuatku takut"


Tanpa sengaja, Deathmask menginjak keramik yang merupakan tombol pemicu aktifnya jebakan


Deathmask: "Are ..."


(Deathmask mengeluarkan keringat dingin)


Deathmask: "Sepertinya ini tidak baik ..."


(Muncul beberapa patung terbang bersayap memegang busur, patung itu terbang disekitar mereka)


Shiryu: "Ya ... Ini buruk"


Mereka bertiga lari secepat-cepatnya kabur dari kejaran patung-patung tersebut


Shiryu: "Kenapa kau tidak pernah mendengar, Deathmask?!!"


Deathmask: "Berisik, tombol sialan itu hanya kebetulan terinjak olehku"

__ADS_1


Shura: "..."


Shiryu: "Shura, mengapa kita harus lari, kenapa tidak kita serang saja? "


Shura: "Lihatlah mereka, mereka terbang cukup tinggi, dan juga gerakan mereka sangat cepat ... Kita tidak akan mudah mengenai mereka"


Shiryu: "Lalu kita harus apa?"


Shura: "Pertama kita harus cari tempat berlindung"


(Shura melihat sebuah batu besar didepan mereka)


Shura: "Disana, kita berlindung disana"


(Mereka bertiga berlari ke arah batu dan bersembunyi dibaliknya)


Shiryu: "Yosh, kita bisa berlindung sementara"


Shura: "Tapi ini tidak akan bertahan lama, mereka terus menyerang batu ini"


Deathmask: "Sepertinya aku lebih cocok menjadi support"


Shiryu: "Bukankah kau tadi bilang kau akan bertarung secara langsung"


(Shiryu terpikirkan sebuah ide)


Shiryu: "Aku punya ide, dengarkan"


Shiryu menjelaskan idenya kepada Shura & Deathmask. Sementara para patung itu terus menyerang batu tempat mereka bersembunyi


Shiryu: "Ayo, Deathmask!"


Deathmask: "Tchh, merepotkan!"


(Shiryu & Deathmask mengangkat batu itu ke langit)


Shiryu: "Shura!"


Shura: "*JUMPING STONE*!"


Shura menyerang ke arah atas, menyerang batu besar tersebut. Tendangan Shura membuat batu tersebut menjadi serpihan-serpihan kecil. Serpihan-serpihan batu tersebut mengarah kepada patung-patung tersebut, dan patung-patung tersebut hancur


Shiryu: "Berhasil"


Shura: "Tidak buruk juga, Shiryu"


Shiryu: "Anggap saja kau melakukan tugas sebagai seorang Support"


Deathmask: "Lihat saja, nanti kau akan berterima kasih padaku"


Shiryu: "Heh"


Terlihat pasukan Saint datang menyusul mereka


Saint: "Oyy ..."


(Mereka berlari terengah-engah)


Saint: "Bisakah kalian tidak meninggalkan kami dibelakang?"


Shura: "Kalian harus lebih cepat dalam berlari, aku akan meninggalkan kalian yang tertinggal"


Saint: "Eeeee ..."


Shiryu: "Tapi sisi baiknya, kami sudah membersihkan beberapa penghalang"


Deathmask: "Kalian harus banyak latihan lagi"


Shiryu: "Setidaknya mereka tidak mengacau ..."


Deathmask: "Huh?!!"


(Deathmask ke trigger kata-kata Shiryu)


Shura: "Sekarang saatnya kita lanjut, Kuil Hephaestus sudah dekat"


Shiryu: "Ya"


Shura: "Ayo!"


Saint: "Ya!!"


Semuanya melanjutkan perjalanan mereka menuju Kuil Hephaestus


//Scene di depan Kuil Hephaestus, Mount Olympus//


Hephaestus sedang duduk-duduk didepan Kuilnya.

__ADS_1


Hephaestus: "Saint Athena ya ..."


(Hephaestus berbicara sendiri)


Hephaestus: "Apa mereka bisa sampai kemari ...??"


(Terdengar sebuah langkah kaki)


Hephaestus: "Huh??"


(Lalu terlihat beberapa orang didepan gerbang masuk Kuil)


Hephaestus: "Hoo, kalian bisa sampai kesini ya ... Saint Athena ..."


Para Saint sampai dengan nafas terengah-engah


Shiryu: "Huff ... Huff ... Ternyata tidak semudah yang kubayangkan"


Deathmask: "Huff ... Dewa sialan, kau menempatkan jebakan disepanjang jalan menuju kemari! "


Hephaestus: "Kupuji kalian karena telah sampai kemari"


Deathmask: "Awas kau Dewa, kau akan membayarnya!"


(Deathmask berbicara sambil menatap Hephaestus dengan kesal)


Shiryu: "Kuilnya ini sudah seperti benteng tempur saja"


Shura: "Huh??"


(Shura menatap Hephaestus dengan kebingungan)


Shura: "Kau, kau hanya sendirian??"


Hephaestus: "Apa kalian masuk tanpa rencana??"


Tiba-tiba Para Saint dikepung oleh pasukan Hephaestus dari arah depan dan belakang mereka


Shura: "?!!"


Deathmask: "Apa?!"


Shiryu: "Gawat!"


Hephaestus: "Perkenalkan, mereka adalah pasukanku tempurku, Hoplites"


*Note: Hoplites ini penampilannya benar-benar seperti pasukan tempur, memakai armor perunggu, helm perunggu, tombak/pedang, dan perisai. Jumlahnya 60 orang


Shiryu: "Tidak kusangka kita akan dikepung seperti ini"


Hephaestus: "Menyerahlah, jumlah kalian hanya 13 orang ... Jumlah kami 4 kali lipat dari kalian, kalian jelas kalah jumlah"


Shura: "Jumlah bukanlah masalah, akan kulawan semua dari kalian"


Shiryu: "Sudah kuduga"


Deathmask: "Baiklah, apa rencananya?"


Shura: "Rencananya hanya satu ... Menyerang!!"


(Tiba-tiba Shura maju menyerang Hoplites dari depan)


Deathmask: "Oyy ...!"


Shiryu: "Bersiap menyerang, Deathmask!"


(Shiryu berlari menyerang Hoplites yang ada dibelakang para Saint)


Deathmask: "Kau juga?!!"


(Deathmask menarik nafas dalam)


Deathmask: "Dasar kalian ini, selalu berpikir lurus ..."


Deathmask mengangkat jari telunjuknya. Disekitar jarinya terlihat aura-aura roh berwarna biru. Aura biru tersebut mengelilingi jari Deathmask. Deathmask pun bersiap dengan kuda-kuda menyerang


*Note: Tau kan aura Sekishiki Meikai Ha, nah bentuk auranya kayak gitu


Deathmask: "Jangan sampai mati kalian!"


Shura: "Hmph"


Shiryu: "Tentu saja!"


🔹Para Saint sampai di Kuil Hephaestus ... Para Saint berhadapan dengan Hoplites ... Shura dan Shiryu maju terlebih dahulu ... Mereka menyerang dengan keyakinan


▪️▪️▪️ To Be Continue

__ADS_1


__ADS_2