
//Scene di jalan menuju Kuil Hephaestus, Mount Olympus//
Shiryu, Shura, Deathmask sedang menuju ke Kuil Hephaestus.
Shiryu: "Shura ..."
Shura: "Ada apa Shiryu?"
Shiryu: "Mengapa kau ingin menghadapi Hephaestus?"
Shura: "Dia adalah dewa yang membuat senjata-senjata kuat, aku akan mengalahkan semua senjata miliknya, dengan Excalibur ku"
Deathmask: "Heh, kuharap senjata miliknya tidak merepotkan"
Shiryu: "Deathmask, karena kau tidak memiliki senjata, kau jadi support saja"
Deathmask: "Apa katamu?!"
(Deathmask berbicara dengan kesal)
Deathmask: "Kau kira aku tidak mampu bertarung secara langsung?!"
Shiryu: "Aku hanya menawarkan saja, sebelum kau menyesal"
Deathmask: "Akan kubuat kau kau menarik kata-katamu kembali"
Shiryu: "Hee, apa benar begitu??"
Deathmask: "Shiryu sialan kau, akan kutunjukan sesuatu yang menarik, setelah itu -"
(Tiba-tiba sebuah panah besar mengarah kepada mereka)
Shura: "Awas kalian!!"
Shiryu: "Ughhh!"
Deathmask: "Apa?!!"
(Mereka bertiga berhasil menghindari panah
tersebut)
Shiryu: "Panah yang sangat besar"
Deathmask: "Oy oy, ini masih belum sampai di Kuil Hephaestus ... Apa mereka menyergap dari sini??"
Shura: "Sepertinya bukan begitu ... Lihatlah diatas pilar itu"
Shura menunjuk ke arah diatas sebuah pilar didepan mereka. Dan terlihat sebuah Ballista besar diatas pilar tersebut
*Note: Ballista ini senjata jarak jauh. Bentuknya seperti Crossbow, tapi versi besarnya ... Untuk gambar, cek mbah Google saja oke
Shiryu: "Ballista?? Besar sekali"
Shura: "Ballista itulah yang tadi menembakan panah ini"
Deathmask: "Aku tidak melihat orang diatas sana ..."
Shura: "Sepertinya senjata itu menembak secara otomatis"
Shiryu: "Otomatis katamu?"
Shura: "Ya, bisa saja kehadiran kita kemari memicu senjata tersebut aktif, bisa saja melalui Cosmo milik kita"
Shiryu: "Jadi begitu ya"
Shura: "Mulai sekarang, kita harus berhati-hati, bisa aja ada banyak jebakan sepanjang jalan ini"
Deathmask: "Heh, ini tidak membuatku takut"
Tanpa sengaja, Deathmask menginjak keramik yang merupakan tombol pemicu aktifnya jebakan
Deathmask: "Are ..."
(Deathmask mengeluarkan keringat dingin)
Deathmask: "Sepertinya ini tidak baik ..."
(Muncul beberapa patung terbang bersayap memegang busur, patung itu terbang disekitar mereka)
Shiryu: "Ya ... Ini buruk"
Mereka bertiga lari secepat-cepatnya kabur dari kejaran patung-patung tersebut
Shiryu: "Kenapa kau tidak pernah mendengar, Deathmask?!!"
Deathmask: "Berisik, tombol sialan itu hanya kebetulan terinjak olehku"
__ADS_1
Shura: "..."
Shiryu: "Shura, mengapa kita harus lari, kenapa tidak kita serang saja? "
Shura: "Lihatlah mereka, mereka terbang cukup tinggi, dan juga gerakan mereka sangat cepat ... Kita tidak akan mudah mengenai mereka"
Shiryu: "Lalu kita harus apa?"
Shura: "Pertama kita harus cari tempat berlindung"
(Shura melihat sebuah batu besar didepan mereka)
Shura: "Disana, kita berlindung disana"
(Mereka bertiga berlari ke arah batu dan bersembunyi dibaliknya)
Shiryu: "Yosh, kita bisa berlindung sementara"
Shura: "Tapi ini tidak akan bertahan lama, mereka terus menyerang batu ini"
Deathmask: "Sepertinya aku lebih cocok menjadi support"
Shiryu: "Bukankah kau tadi bilang kau akan bertarung secara langsung"
(Shiryu terpikirkan sebuah ide)
Shiryu: "Aku punya ide, dengarkan"
Shiryu menjelaskan idenya kepada Shura & Deathmask. Sementara para patung itu terus menyerang batu tempat mereka bersembunyi
Shiryu: "Ayo, Deathmask!"
Deathmask: "Tchh, merepotkan!"
(Shiryu & Deathmask mengangkat batu itu ke langit)
Shiryu: "Shura!"
Shura: "*JUMPING STONE*!"
Shura menyerang ke arah atas, menyerang batu besar tersebut. Tendangan Shura membuat batu tersebut menjadi serpihan-serpihan kecil. Serpihan-serpihan batu tersebut mengarah kepada patung-patung tersebut, dan patung-patung tersebut hancur
Shiryu: "Berhasil"
Shura: "Tidak buruk juga, Shiryu"
Shiryu: "Anggap saja kau melakukan tugas sebagai seorang Support"
Deathmask: "Lihat saja, nanti kau akan berterima kasih padaku"
Shiryu: "Heh"
Terlihat pasukan Saint datang menyusul mereka
Saint: "Oyy ..."
(Mereka berlari terengah-engah)
Saint: "Bisakah kalian tidak meninggalkan kami dibelakang?"
Shura: "Kalian harus lebih cepat dalam berlari, aku akan meninggalkan kalian yang tertinggal"
Saint: "Eeeee ..."
Shiryu: "Tapi sisi baiknya, kami sudah membersihkan beberapa penghalang"
Deathmask: "Kalian harus banyak latihan lagi"
Shiryu: "Setidaknya mereka tidak mengacau ..."
Deathmask: "Huh?!!"
(Deathmask ke trigger kata-kata Shiryu)
Shura: "Sekarang saatnya kita lanjut, Kuil Hephaestus sudah dekat"
Shiryu: "Ya"
Shura: "Ayo!"
Saint: "Ya!!"
Semuanya melanjutkan perjalanan mereka menuju Kuil Hephaestus
//Scene di depan Kuil Hephaestus, Mount Olympus//
Hephaestus sedang duduk-duduk didepan Kuilnya.
__ADS_1
Hephaestus: "Saint Athena ya ..."
(Hephaestus berbicara sendiri)
Hephaestus: "Apa mereka bisa sampai kemari ...??"
(Terdengar sebuah langkah kaki)
Hephaestus: "Huh??"
(Lalu terlihat beberapa orang didepan gerbang masuk Kuil)
Hephaestus: "Hoo, kalian bisa sampai kesini ya ... Saint Athena ..."
Para Saint sampai dengan nafas terengah-engah
Shiryu: "Huff ... Huff ... Ternyata tidak semudah yang kubayangkan"
Deathmask: "Huff ... Dewa sialan, kau menempatkan jebakan disepanjang jalan menuju kemari! "
Hephaestus: "Kupuji kalian karena telah sampai kemari"
Deathmask: "Awas kau Dewa, kau akan membayarnya!"
(Deathmask berbicara sambil menatap Hephaestus dengan kesal)
Shiryu: "Kuilnya ini sudah seperti benteng tempur saja"
Shura: "Huh??"
(Shura menatap Hephaestus dengan kebingungan)
Shura: "Kau, kau hanya sendirian??"
Hephaestus: "Apa kalian masuk tanpa rencana??"
Tiba-tiba Para Saint dikepung oleh pasukan Hephaestus dari arah depan dan belakang mereka
Shura: "?!!"
Deathmask: "Apa?!"
Shiryu: "Gawat!"
Hephaestus: "Perkenalkan, mereka adalah pasukanku tempurku, Hoplites"
*Note: Hoplites ini penampilannya benar-benar seperti pasukan tempur, memakai armor perunggu, helm perunggu, tombak/pedang, dan perisai. Jumlahnya 60 orang
Shiryu: "Tidak kusangka kita akan dikepung seperti ini"
Hephaestus: "Menyerahlah, jumlah kalian hanya 13 orang ... Jumlah kami 4 kali lipat dari kalian, kalian jelas kalah jumlah"
Shura: "Jumlah bukanlah masalah, akan kulawan semua dari kalian"
Shiryu: "Sudah kuduga"
Deathmask: "Baiklah, apa rencananya?"
Shura: "Rencananya hanya satu ... Menyerang!!"
(Tiba-tiba Shura maju menyerang Hoplites dari depan)
Deathmask: "Oyy ...!"
Shiryu: "Bersiap menyerang, Deathmask!"
(Shiryu berlari menyerang Hoplites yang ada dibelakang para Saint)
Deathmask: "Kau juga?!!"
(Deathmask menarik nafas dalam)
Deathmask: "Dasar kalian ini, selalu berpikir lurus ..."
Deathmask mengangkat jari telunjuknya. Disekitar jarinya terlihat aura-aura roh berwarna biru. Aura biru tersebut mengelilingi jari Deathmask. Deathmask pun bersiap dengan kuda-kuda menyerang
*Note: Tau kan aura Sekishiki Meikai Ha, nah bentuk auranya kayak gitu
Deathmask: "Jangan sampai mati kalian!"
Shura: "Hmph"
Shiryu: "Tentu saja!"
🔹Para Saint sampai di Kuil Hephaestus ... Para Saint berhadapan dengan Hoplites ... Shura dan Shiryu maju terlebih dahulu ... Mereka menyerang dengan keyakinan
▪️▪️▪️ To Be Continue
__ADS_1