
MMMPPHHH... MMMPPPHHHH...
"Bagaimana caranya aku bisa lepas dari sini?" pikir ku.
Sudah semalaman aku diikat di kamar ini, tapi tidak ada satu orangpun yang tahu. Aku bingung harus bagaimana... Aku tidak bisa bergerak sama sekali, bahkan aku tidak bisa menggaruk tubuhku yang gatal. Aku sudah coba berbagai macam cara, namun tidak ada satupun yang berhasil.
Aku menangis teringat papah ku, pasti sekarang dia sangat mengkhawatirkan ku...
Apakah aku bisa lepas dari sini??
Tiba-tiba sosok itu datang dan menemui ku, dia tertawa melihat kondisiku. Aku benar-benar merasa ketakutan, bagaimana kalau aku mati disini? Bagaimana kalau aku dibunuh oleh setan? Aku tidak ingin berdiam diri saja dan pasrah!
Aku berusaha terus menggerakkan tangan ku dan melepas ikatan ini...
Dia terus memperhatikan ku dan kembali tertawa karena aku gagal lagi...
"Percuma saja Maya! Kamu tidak akan bisa lepas dari sini! Kamu akan mati ditangan ku!" kata nya.
Aku menggeleng-gelengkan kepalaku dan berusaha berdiri. Tapi lagi-lagi aku terjatuh ke lantai.
"Lebih baik kamu diam! Karena itu semua percuma saja..!"
Lalu kilat muncul mengagetkan kami, setelah itu muncul suara petir yang menggelegar disertai angin yang kencang dan bunyi gledek.
JEEEGGGEEEERRRRR.... JEEEGGGEEEERRRRR... GRRUUUDDUKK GRRUUUDDUKK...
Hujan pun turun dengan derasnya..
Aku berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar aku dapat bebas dari sini..
Aku tidak ingin mati di tangan syaiton itu..!
"YA ALLAH HAMBA MEMOHON KEPADA MU, HAMBA INGIN KELUAR DARI TEMPAT INI..
BANTULAH HAMBA YA ALLAH. TAPI, JIKA INI MEMANG SUDAH TAKDIR MU, DAN HAMBA HARUS MENINGGAL DISINI, TIDAK MENGAPA YA ALLAH."
Aku kembali mengeluarkan air mataku, suara petir semakin kencang dan menakutkan.
Bukan hanya aku yang takut, syaiton itu pun juga ketakutan mendengar suaranya..
Aku tersenyum, ternyata kuasa Allah benar-benar hebat..
Bahkan semua makhluk takut atas kuasa mu itu.
Lalu, muncul sosok makhluk halus yang lain dari jendela. Dia sepertinya Marina, sosok yang selalu menemani ku selama ini..
Dia melihatku dan kemudian menghampiri sosok disampingku.
Mereka saling bertatapan dengan mata yang sama-sama melotot dan wajah yang seram..
Apakah ini adalah cara yang dilakukan oleh Allah untuk menolong ku?
Tiba-tiba saja ikatan di tanganku meregang, aku pun dapat sedikit menggerakkan tanganku.
Akhirnya tangan ku dapat lepas dari ikatan itu, lalu aku membuka kain yang menyumpal mulutku dan ku lempar kearah sosok itu..
Dia menengok ke arah ku seperti kaget karena aku dapat lepas.
"Aku gak akan nyerah! Aku gak mau mati di tangan kamu!" teriak ku sambil menunjuk ke sosok itu.
HAAAAAKKKKHHHHH....
Sosok itu berteriak kencang sekali dan membuat telingaku sakit, aku menutup telingaku.
Seisi kamar ini berjatuhan dan ruangan ini bergoyang karena teriakan nya..
Marina terlempar keluar jendela dan sepertinya terjatuh kebawah.
Dia lalu mengarahkan mulutnya ke arahku dan berteriak lebih kencang lagi.
HHHAAAAAKKKHHHHH....!!!!
Aku terdorong dan menabrak dinding kamar itu, aku muntah darah dan merasa sangat lemas sekali..
__ADS_1
Aku terjatuh dan duduk lemas.
Dia berjalan ke arahku sambil tertawa kencang, petir di luar semakin menggelegar dan angin semakin kencang bertiup.
"KAMU AKAN MATI...!!!!"
"KAMU SUDAH MEREBUT CINTA PERTAMA KU! KINI KAMU AKAN MERASAKAN AKIBATNYA...!!!"
"Uhuk.. uhuk.. uhuk.. ap.. apa mak.. sud.. kamu..?"
"Kamu yang sudah membuat harapan ku untuk memiliki Firman sirna! Kamu adalah orang yang paling ku benci di dunia ini..! Mati kamu Maya..!!!"
Dia terbang ke arahku dengan tangan maju kedepan dan mulut terbuka.
Dia seram sekali, aura kemarahan nya sangat besar.. Tapi aku tidak mengerti apa maksudnya?
Dia coba mencekik leherku, namun dia terpental kebelakang dan terjatuh ke lantai.
"Apa yang terjadi?" kata nya.
"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah atas perlindungan mu." batin ku.
"Jangan senang dulu Maya..! Aku pastikan kamu akan mati sekarang juga..!!"
Dia bangkit kembali dan coba menghampiri ku.. Ternyata Marina datang kembali dan mendorong sosok itu sampai menembus tembok dan keluar dari kamar ini..
Marina tersenyum ke arahku dan pergi dari tempat ini.
Aku berusaha bangkit walau rasanya tubuhku sakit sekali.. Kepala ku terasa sangat pusing, lalu pandangan ku mulai kabur dan tak lama kemudian aku pingsan...
TUUTTT... TUUTTT... TUUTTT...
"Bagaimana ini dok, kondisi pasien semakin lemah?"
"Kita harus terus berusaha sus, insyaallah pasien dapat selamat..!!"
******
Hah? Itu kan aku waktu kecil...
"Hiikkss.. hiikkss.. pah sakit pah.. hiks.. hiks.."
"Kamu tenang ya sayang, ada papah disini! Sini papah obatin luka kamu ya.."
"Aw.. Sakit pah hiks.. hiks.."
"Anak papah kan kuat! Tahan ya sayang..!"
"Iya pah. Tapi pelan-pelan ya pah.."
"Iya sayang."
"Wah pah, udah gak sakit lagi kaki aku.."
"Nah, sekarang kamu main lagi sana sama teman-teman kamu..! Kasihan mereka tuh nungguin kamu.."
"Iya pah, aku lanjut main ya.."
"Iya sayang, tapi kali ini hati-hati ya...!!!"
Anak kecil itu tersenyum kepada papah nya, dia bertemu dengan temannya dan kembali bermain bersama..
Mereka bersepeda memutari taman sambil menyanyi dan tertawa..
"Hahaha.. Asik ya main sepeda sama kalian begini."
"Iya, kan aku pernah bilang kalau main bareng-bareng tuh seru..!!"
"Iya, aku nyesel selama ini hanya diam di rumah.. Padahal di luar itu asik banget..!"
Mereka terus menikmati bersepeda sampai sore hari.. Lalu anak itu pulang karena hari sudah sore, dia berpamitan kepada teman-temannya dan mengayuh sepeda nya.
"Pah, aku pulang..!!"
__ADS_1
"Eh anak papah udah pulang."
Anak itu berlari dan menghampiri papahnya, dia memeluk papah nya sangat erat dan tidak mau melepaskannya.
"Sayang, kalau kamu gak mau lepas pelukannya, nanti papah gabisa nafas.."
"Hehe.. Iya maaf pah, aku sayang banget soalnya sama papah.."
Anak itu melepaskan pelukannya dan tersenyum menatap wajah ayahnya..
"Papah juga sayyyyaaaanngggg banget sama kamu..!!"
*********
Aku mulai dapat membuka mata ku sedikit..
"Dok, pasien sudah sadar..!"
"Alhamdulillah, ini semua berkat mukjizat dari Allah."
"Iya dok, padahal sebelumnya pasien sudah hampir kehilangan nyawanya."
Aku melihat ke arah kiri, ada seorang dokter dan suster disana.
"Dok.. Saya kenapa bisa ada disini?" tanya ku pelan.
"Kamu jangan banyak bicara dulu ya..! Kondisi mu masih belum pulih benar..! Jadi kamu harus istirahat dulu ya..!!"
"Tapi dok, siapa yang membawa saya kesini?" tanya ku.
"Ada seorang laki-laki dan 3 orang perempuan yang membawa mu tadi.."
"Hah? Siapa mereka?" batin ku.
"Dok, saya boleh bertemu sama mereka?" tanya ku.
"Baiklah, kamu boleh ketemu mereka.."
"Sus, tolong panggilkan mereka dan suruh masuk kesini ya..!!"
"Baik dok.."
Suster itu keluar dan menemui 4 orang di depan ruangan ku.
"Bagaimana dengan keadaan Maya sus?"
"Alhamdulillah, pasien baik-baik saja dan sekarang ia sudah sadar.."
"Alhamdulillah.."
"Iya, lalu pasien meminta untuk bertemu dengan kalian."
"Baik sus, kalau gitu kami masuk ya.."
"Silahkan..!!"
Mereka membuka pintu dan masuk kedalam..
"Hai Maya..!!"
Aku menoleh kearah suara yang memanggil namaku itu..
Dan aku terkejut melihatnya.. Apakah ini benar dia??
*****
وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ باِللهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. [Al A’raf : 200].
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1