Dia Ada Disini

Dia Ada Disini
Bab 33. Orderan dari alam baka


__ADS_3

Semenjak kejadian di bioskop, aku selalu dihantui rasa takut akan hantu-hantu disekitar ku. Aku pun meminta pada kakek untuk menghilangkan indra keenam yang ada dalam diriku.


Kakek menyetujui itu, ia membawa ku ke tempat temannya yang dibilang orang pintar. Temannya itu pun memulai aksinya.


Saat aku sedang melakukan ritual, hantu Marina datang menemui ku.


Ia membujuk agar aku membatalkan ritual itu, karena ia yakin aku pasti bisa melewati semua cobaan ini. Tapi, aku sudah yakin dengan keputusan ku untuk menghilangkan indra keenam ku..


Aku sudah lelah dengan semua yang terjadi belakangan ini, dan dia pun juga mengatakan bahwa melakukan ritual ini akan ada resikonya.


Aku tidak peduli apapun itu yang penting aku bisa hidup tenang tanpa diganggu oleh makhluk-makhluk halus.. Marina merasa tersinggung dengan perkataan ku, ia pun menghilang dan berjanji tidak akan lagi menampakkan diri di hadapan ku.


Aku menyesal telah mengatakan itu, namun kakek dan temannya meminta ku untuk fokus dengan ritual ini.


*******


Berminggu-minggu telah berlalu, aku kini menjalani hidup sebagai seorang penjual online.. Aku senang akhirnya bisa menjalani hidup dengan tenang.


Suatu hari, aku mendapat sebuah pesanan dari seseorang bernama Fahrian. Ia memesan dua buah barang dan meminta metode pembayaran lewat cod.


Aku pun menurutinya, padahal sebelumnya aku tidak pernah mau diajak cod.. Tapi kali ini aku dengan cepat langsung menjawab iya.


Aku pun menyiapkan barang yang dipesan oleh nya, kebetulan juga lokasi yang diminta dekat dari rumahku jadi aku harus buru-buru terlebih lagi ia meminta bertemu sekarang juga..


Setelah selesai, aku meminta pada pak Panca untuk mengantar ku ke lokasi cod.. Sebelum berangkat, ban mobil ku tiba-tiba kempes saat diperiksa oleh pak Panca.


Akhirnya pak Panca pun mengganti ban terlebih dahulu, aku mengabarkan pada Fahrian untuk menunggu dulu.


Setelah selesai, kami pun berangkat.. Namun di jalan, pak Panca menyenggol sebuah motor hingga membuat pengendara motor itu terjatuh dan tertindih oleh motornya sendiri.


Orang itu terluka dan meminta pertanggung jawaban pak Panca. Akhirnya aku meminta orang-orang menolongnya dan menaikkan nya ke mobil ku untuk dibawa ke rumah sakit.


Saat di rumah sakit, orang itu malah mengatakan jika ia baik-baik saja dan ingin pulang.. Ia hanya meminta uang padaku agar ia tidak melaporkan kami ke polisi.


Aku pun memberikan dia uang dan ia langsung pergi dengan cepat tanpa kesakitan sedikit pun.


Kami pun kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan.. Akhirnya kami sampai di tempat cod.


"Pak, bapak tunggu disini ya.." pinta ku pada pak Panca.


"Baik non.." jawab pak Panca.


Aku pun turun dari mobil dan berjalan ke arah taman, aku menunggu Fahrian disana..


Sudah 10 menit lebih aku menunggu namun Fahrian tak kunjung datang, aku coba mengecek handphone ku dan menanyakan padanya. Dia membalas "tunggu", aku pun kembali menunggu nya..


Kemudian ada angin sejuk yang bertiup disekitar leher ku, aku merinding dan melihat ke sekeliling.. Tidak ada satupun pohon yang bergerak, lalu darimana angin ini berasal?


Tiba-tiba aku merasa ada seseorang di belakang ku, aku pun menoleh kebelakang.. Namun tidak ada siapa-siapa disana, aku semakin merinding karena angin itu semakin kencang terasa di leherku.


Saat aku menoleh kembali kedepan, aku kaget karena tiba-tiba ada seorang laki-laki pucat yang sedang menatap ku.


"Kamu Fahrian?" tanyaku.


"Ya, kamu Maya kan?" kata dia.


"Iya bener, syukur deh kamu udah dateng.. Ini pesanan kamu.." kata ku.


Aku menyerahkan barang yang ia pesan dan ia pun mengambilnya.. Aku sempat menyentuh tangannya sedikit, tangannya sangat dingin dan juga pucat.

__ADS_1


Ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan dompetnya lalu mengambil uang darisana..


"Ini uang nya.." kata dia.


"Makasih.." kata ku tersenyum.


Dia tetap dengan ekspresi datar sambil menatapku..


"Gak dihitung dulu? Siapa tau aku salah.." tanya dia.


"Gak usah aku percaya kok.." kata ku.


"Itung dulu..!!" kata dia.


Aku pun menghitung uangnya dan uang tersebut pas.


"Pas kok.." kata ku.


"Baguslah, besok-besok kita ketemuan lagi yaa.." kata dia.


"Kamu mau beli barang lagi?" tanyaku.


"Mungkin, tapi belum tau kapan.." jawab dia.


"Oh yaudah kabarin aja kalo mau beli.." kata ku.


"Baik.. Hei, kamu cantik!" kata dia.


Aku terkejut saat dia mengatakan itu, hatiku terasa berdebar-debar dan aku tidak bisa berhenti memandangi wajahnya.


"Kenapa?" tanya dia.


"Eh gapapa kok.. Oiya, kamu kenapa bayarnya cod? Padahal kan aku gak kasih pilihan cod.." tanya ku.


"Gila, dia ngegombal tapi wajahnya datar banget gak ada senyum-senyum nya.." batin ku.


"Ah bisa aja.." kata ku.


"Yaudah ya aku pergi dulu, sekali lagi makasih.." kata dia.


"Iya sama-sama.." kata ku.


Dia pun pergi dengan pelan, aku pun juga begitu.. Aku penasaran dengan orang itu, aku pun menoleh dan ternyata orang itu sudah tidak ada.


"Kok gak ada sih? Perasaan tadi dia jalannya pelan, terus juga disini gak ada belokan.." batin ku.


Aku tidak memperdulikan itu, aku pun kembali ke tempat pak Panca.


"Udah selesai non?" tanya pak Panca.


"Sudah pak, ayo pulang!" jawab ku.


"Baik non.." kata pak Panca.


Aku membuka pintu mobil, namun sebelum aku masuk ke mobil, aku melihat ke arah tempat tadi.. Dan aku begitu terkejut saat menyadari bahwa itu adalah kuburan.


"Hah kok kuburan?" kata ku kaget.


"Kenapa non? Kan emang bener ini kuburan.." tanya pak Panca.

__ADS_1


"Enggak pak, tadi tuh disini taman..!!" jawab ku.


"Taman gimana sih non, orang jelas-jelas daritadi juga kuburan yang ada disini.. Makanya saya aneh kok non mau cod di kuburan.." kata pak Panca.


#kilas#


"*Pak, bapak tunggu disini ya.." pinta ku pada pak Panca.


"Baik non.." jawab pak Panca.


Aku pun turun dari mobil dan berjalan ke arah taman, aku menunggu Fahrian disana..


"Kok non Maya cod di kuburan ya? Aneh banget.." batin pak Panca*.


#balik#


Aku pun panik dan mengecek tas ku.. Aku memeriksa dompet ku dan ternyata uang yang tadi diberikan orang itu berubah menjadi daun kering.


"Kok daun sih?" kata ku heran.


"Non, sebenarnya non cod sama siapa sih kok bayar nya pake daun?" tanya pak Panca.


"Sama orang lah pak! Tadi tuh ini uang bukan daun, tapi kenapa sekarang jadi daun ya?" jawab ku.


"Mana saya tau non.." kata pak Panca.


"Pak, temenin saya balik kesana yuk..!!" kata ku.


"Mau ngapain non?" tanya pak Panca.


"Aku mau ngecek aja.." jawab ku.


"Baik non.." kata pak Panca.


Aku dan pak Panca pun kembali ke tempat itu, dan ternyata benar ini adalah kuburan.. Dan tempat aku menunggu tadi adalah persis disamping kuburan lama yang tak terawat.


Aku melihat kotak barang yang tadi aku berikan pada Fahrian tergeletak di atas kuburan yang masih baru.. Aku pun mendekati nya dan mengambilnya.


"Pak, ini kan barang aku yang tadi.." kata ku.


"Iya non bener, kenapa bisa ada disitu?" tanya pak Panca.


"Aku gak tau pak.." jawab ku.


Aku membuka kotak nya dan melihat isi nya, aku sangat kaget saat melihat tulang belulang di dalamnya.. Aku pun melempar kotak itu dan tanpa sengaja menyenggol nisan kuburan itu.


Nisan itu pun terjatuh dan aku masih merasa takut dengan apa yang kulihat tadi.


"Non, nisan nya jatuh tuh.." kata pak Panca.


"Iya pak aku tau, tolong benerin dong pak.." kata ku.


Pak Panca pun menancapkan kembali nisan itu diatas kuburan, sekilas aku melihat nama yang tertulis di nisan itu.


"Rian? Apa jangan-jangan..??" batin ku.


"Pak, boleh tolong diliat gak itu nama yang ada nisan nya apa?" pinta ku.


"Fahrian non.." jawab pak Panca.

__ADS_1


Sontak aku kaget dan langsung pingsan disana, aku tidak menyangka bahwa yang memesan barang ku adalah hantu.


Selesai...


__ADS_2