Dia Ada Disini

Dia Ada Disini
Bab 32. Sosok berbaju merah


__ADS_3

Saat sampai di rumah, aku menceritakan kejadian yang kualami tadi ke kakekku. Dia pun memberitahu padaku kalau aku harus hati-hati.. Dan dia juga mengatakan bahwa Blacky adalah milik sosok yang kulihat tadi..


Aku bingung harus melakukan apa, aku takut kalau suatu saat sosok itu melukai ku ataupun keluarga ku.. Tapi, aku juga tidak mau kehilangan Blacky..


Aku pun meminta saran kepada kakekku, dia pun menyarankan agar aku selalu berhati-hati dalam merawat Blacky, aku tidak boleh membuat Blacky tersakiti.


Malam harinya, aku meminta izin untuk pergi membeli nasi goreng di depan komplek.. Papah ku pun memberi izin.


Saat aku ingin berjalan, Blacky berlari menghampiri ku dan mengendus-endus kaki ku.. Karena aku tau dia ingin ikut, aku pun menggendong nya dan mengajaknya ke depan komplek.


Saat melewati tempat aku bertemu dengan Blacky, bulu kuduk ku berdiri dan aku merasa ada yang sedang memperhatikan ku.. Tiba-tiba saja, Blacky melompat dari tangan ku lalu berlari ke arah pohon mangga yang besar.


Aku mengikutinya dan coba mencari tau apa yang membuat Blacky turun dari gendongan ku.


Aku melihat Blacky sedang duduk sambil mendongak ke atas, karena penasaran aku pun melihat ke atas pohon.. Aku begitu terkejut ketika melihat sosok berbaju merah itu sedang duduk di batang pohon sambil menggoyangkan kakinya dan tertawa saat melihat ku.


Aku ingin sekali berlari karena takut, tapi aku tidak mungkin meninggalkan Blacky disini. Pasti nanti dia mencari-cari aku..


Setelah itu, sosok berbaju merah itu pun menghilang.. Dan Blacky menghampiri ku lalu melompat ke tubuh ku. Aku pun melanjutkan perjalanan sambil menggendong Blacky.


Saat sampai disana, ternyata ramai yang sedang mengantri untuk membeli nasi goreng.. Aku pun memesan lalu menunggu di samping gerobaknya karena kursi disana sudah penuh.


"Gak mau nunggu disana aja?" ucap seorang yang mengagetkan ku.


Aku menoleh dan melihat bahwa orang itu adalah Virgo..


"Virgo? Kamu ada disini juga.." kata ku.


"Iya, aku sering beli nasi goreng disini.. Karena rasanya enak.." kata Virgo.


"Kalo gitu sama dong, aku juga sering beli disini.. Tapi kok kita gak pernah ketemu ya?" kata ku.


"Mungkin aja pas aku beli kamu udah beli duluan, atau sebaliknya.." kata Virgo.


"Iya ya, berarti sekarang lagi pas dong kita pengen belinya.." kata ku.


"Haha.." tawa Virgo.


"Kamu sendiri?" tanya ku.


"Iya sendiri, aku mah gak punya pacar atau sahabat yang bisa diajak beli nasi goreng disini.. Gak kayak kamu.." jawab Virgo.


"Kamu iri karena aku beli nasi goreng bawa kucing?" tanya ku.


"Enggak bukan kucing yang aku maksud, tapi temen cewek kamu tuh.." jawab Virgo.


"Hah?" Aku kaget dan langsung mencari-cari siapa yang dimaksud oleh Virgo.


Aku tidak melihat ada orang sama sekali di dekat ku.


"Maksud kamu apa sih? Aku gak sama temen cewek.." tanya ku.

__ADS_1


"Itu yang lagi duduk di atas tembok, gak sopan banget sih duduk disana..!!" jawab Virgo.


Aku langsung melihat ke atas, dan betapa terkejutnya aku ketika melihat sosok berbaju merah itu lagi. Blacky pun juga langsung turun dari gendongan ku lalu lompat ke atas dan duduk di samping sosok itu.


"Ohh.. Kucing itu ternyata punya nya temen kamu ya.." kata Virgo.


"Vir, dia bukan temen aku.. Aku juga gak kenal dia siapa.. Tapi, kok kamu bisa liat dia sih?" kata ku.


"Oh bukan ya, sorry-sorry,,!! Aku pikir dia temen kamu soalnya daritadi dia ngeliatin kamu mulu.." kata Virgo.


"Vir, kamu beneran bisa liat dia?" tanya ku.


"Ya iyalah, orang jelas nyata begitu..!!" jawab Virgo.


"Misi mas, ini pesanannya.." potong tukang nasi goreng itu.


"Oh iya makasih, ini uangnya yaa.." kata Virgo.


"Vir, aku gak nyangka ternyata kamu punya indra keenam.." kata ku.


"Enggak aku gak punya begituan, aku cuma iseng aja buka mata batin aku.." kata Virgo.


"Kenapa kamu ngelakuin itu?" tanya ku.


"Karena aku gak punya teman di dunia nyata, jadinya aku berpikir untuk berteman dengan mereka.. Dan nyata nya mereka lebih baik daripada manusia.." jawab Virgo.


"Aku aja ketakutan selalu diteror sama mereka, aku juga berpikir buat hilangin indra keenam aku.. Eh kamu malah buka mata batin.." kata ku.


"Iya hati-hati..!!" kata ku.


"Loh, yang harus hati-hati tuh kamu! Liat noh dia ngawasin kamu terus.. Salah-salah kamu bisa celaka loh..!!" kata Virgo.


"Ih jangan nakutin aku dong..!!" kata ku.


"Haha iya maaf, tapi serius hati-hati ya..!!" kata Virgo.


"Iya, udah sana pulang..!!" kata ku.


"Ok," kata Virgo.


Virgo menjalankan motornya, sedangkan aku masih menunggu pesanan ku diantarkan. Tiba-tiba saja Blacky kembali menghampiri ku, ternyata sosok itu sudah tidak ada di atas tembok.


Tidak lama kemudian, pesanan ku sudah selesai dibuat.. Aku pun membayarnya dan langsung berjalan pulang.


********


Keesokan harinya, aku pergi ke kampus.. Namun ternyata kampus ditutup karena pihak polisi sedang melakukan penyelidikan terkait kematian satpam dan Faris kemarin.


Aku pun memutuskan untuk kembali pulang, namun Virgo menyapa ku dari atas motornya.


"Hai Maya!" sapa Virgo.

__ADS_1


"Hai Vir! Kamu kok disini?" tanya ku.


"Iya, aku gak tau kalau kampus ditutup makanya aku kesini.." jawab Virgo.


"Sama, aku juga gak tau.." kata ku.


"Kita sama mulu ya dari semalam.." kata Virgo.


"Haha bisa aja.." kata ku.


"Yaudah, mendingan sekarang kita jalan-jalan..!! Mau gak?" kata Virgo.


"Mmm... Boleh. Daripada aku gabut di rumah.." kata ku.


"Yaudah ayo naik..!!" kata Virgo.


Aku pun naik ke atas motor Virgo, lalu kami pergi dari kampus. Ternyata, Virgo mengajak ku ke bioskop.


"Kamu mau ajak aku nonton?" tanya ku.


"Iya dong kan aku bawa kamu ke bioskop, masa kita mau ngedugem." jawab Virgo.


"Haha lucu banget.." ledek ku.


"Yaudah ayo masuk..!!" ajak Virgo.


"Tapi, kita mau nonton film apa?" tanya ku.


"Film horor, kebetulan lagi ada film horor yang bagus.." jawab Virgo.


"Kamu suka nonton horor ya? Emangnya gak takut gitu?" tanya ku.


"Iya suka, buat apa takut? Kan aku udah sering ketemu sama yang asli.." jawab Virgo.


"Aku walaupun begitu tetap aja takut.." kata ku.


"Wajar lah, kamu kan penakut.." kata Virgo.


"Ih enak aja, enggak sih..!!" kata ku.


Kami pun membeli tiket lalu masuk ke dalam studio, ternyata hanya ada sekitar 15 orang saja disana.. Kami duduk di bangku barisan keempat.


Tak lama kemudian, film nya pun mulai.. Aku tidak berani menontonnya, aku pun memejamkan mata ku.


Begitu aku tau film nya sudah selesai, aku membuka mata ku dan melihat sekeliling.. Aku kaget karena hanya ada aku dan Virgo di ruangan ini.


"Vir, kok tinggal kita berdua sih? Yang lain pada kemana?" tanya ku.


"Gak tau, tadi ngilang gitu aja pas film nya lagi mulai.." jawab Virgo.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2