
Marina yang menyamar menjadi aku telah sampai disana, dia melihat papah ku sedang diseret oleh sosok berbaju putih..
"Lepaskan dia..!!" teriak Marina.
Sosok itu berhenti dan menoleh kebelakang..
Dia menatap Marina dengan tajam dan berkata..
"Mau apa kau,,??!!"
"Lepaskan papah,,!!" teriak Marina.
"May, Maya.. Cepat kamu pergi dari sini nak,,!! Papah tidak mau kamu celaka..!!" kata papah ku.
"Tidak pah, aku akan membebaskan papah..!!" jawab Marina.
"Coba saja kalau kau bisa..!!" kata sosok itu.
Marina berlari menghampiri papah, sosok itu langsung melepas papah ku dan menghadang Marina.
Dia mendorong Marina dengan kencang sehingga Marina terjatuh ke lantai..
"Maya..!!" teriak papah.
"Hahahaha... Baru segitu saja kau sudah jatuh,,!! Dasar lemah..!! Hahahaha..." kata sosok itu.
"Aku belum kalah..!!" kata Marina.
Marina bangkit dan menyerang sosok itu dengan kekuatan nya..
Sosok itu terhempas dan jatuh ke lantai.
"Siapa kau sebenarnya,,??" tanya sosok itu.
Marina sadar apa yang sudah ia lakukan membuat sosok itu curiga.. Dia pun tidak peduli dengan pertanyaan sosok itu, dia kembali menyerang nya dengan mengangkat tubuh sosok itu ke udara.. Dia mengeluarkan kekuatan nya dan coba membakar sosok itu.
"Aaaaaaaaa.." teriak sosok itu.
Namun, sosok itu justru tidak mengalami apa-apa.. Dia malah tertawa dan mendorong Marina dengan kekuatan nya.
"Hahahaha...!!! Ini tidak ada apa-apa nya! Sekarang kau rasakan ini..!!"
Marina terjatuh lagi ke lantai..
Sosok itu menghampiri Marina lalu mencoba membongkar kedok Marina..
"Sekarang aku akan mengetahui siapa kamu.."
Sosok itu mengarahkan tangannya ke atas kepala Marina dan menyerap energi Marina.
"Aaaaaaaaa... Sakit..!!" teriak Marina.
Lama-kelamaan wajah Marina kembali dan papah serta sosok itu terkejut.
"Hah? Ternyata kau juga sepertiku? Pantas saja kau memiliki kekuatan." kata sosok itu.
"Apa yang terjadi? Kenapa Maya jadi seperti itu..??" tanya papah.
"Bodoh! Dia bukan Maya! Dia adalah roh yang menyamar sebagai Maya..!!" jawab sosok itu.
"Aku memang bukan Maya,,!! Tapi aku tetap akan menyelamatkan om Haris..!!" kata Marina.
Marina berdiri dan menatap sosok itu.
Belum sempat Marina bicara, sosok itu langsung berteriak sangat kencang..
"HAAAAAKKKKHHHHH...!!!"
Marina yang tidak dapat menahan kekuatan sosok itu, langsung terpental ke belakang dan terlempar keluar rumah..
"Hahahaha... Hahaha..!!" tawa sosok itu.
Dia pun membawa kembali papah.
****
Firman sampai di rumahku dan langsung masuk kedalam.. Dia melihat satpam, supir dan juga pembantu ku tak sadarkan diri dan terikat di pohon. Namun Firman lebih memilih menyelamatkan papah ku lebih dulu, dia pun masuk ke rumah ku dan naik keatas.
"Om Haris..!! Om dimana,,??" teriak Firman.
Dia sampai di depan kamarku dan melihat banyak darah berceceran di sana..
__ADS_1
"Apa yang sudah terjadi..??" batin Firman.
"Om Haris..!!!" teriak Firman lagi.
Firman terkejut karena seseorang menyolek nya dari belakang, dia pun berbalik dan melihat sosok arwah dihadapan nya..
"Siapa kamu..?? Apa kamu yang sudah mencelakakan om Haris..??" tanya Firman.
"Tenang dulu,,!! Aku ini sahabat Maya.. Aku juga ingin menolong papah Maya..!" jawab Marina.
"Ohh.. Maaf aku udah salah paham..!!"
"Iyaa.. Sekarang itu harus ke gudang..!! Papah Maya dibawa kesana."
"Baiklah, ayo!"
Firman dan Marina menuju ke arah gudang di rumahku.
Mereka sampai disana, mereka prihatin melihat kondisi papah yang sudah sangat parah.. Tapi sosok itu masih terus menghajar papah.
"Hentikan..!!" teriak Firman.
Sosok itu terkejut dan melihat ke arah Firman.
"Jangan sakiti om Haris lagi..!!" sambung Firman.
Firman masuk kedalam namun dia terdorong lagi keluar, nampaknya sosok itu sudah menghalangi siapa saja yang ingin masuk dengan kekuatan nya.
"Sial, bagaimana kita bisa menolong om Haris kalau begini?" tanya Firman pada Marina.
"Tenang dulu, kita berfikir dahulu!" jawab Marina.
Sosok itu berteriak lagi.
"HAAAAAKKKKHHHHH...!!!!"
Firman pun langsung terdorong dan terpentok tembok lalu pingsan, sedangkan Marina kembali terlempar keluar.
"Hahahaha... Ahahahaha..." tawa sosok itu.
****
Aku masih merasa gelisah, aku tidak bisa hanya berdiam diri disini. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi secara diam-diam, aku berhasil mengelabui suster di ruangan ku dan aku pun dapat keluar dari sana.
"Pak, kita ke jalan Rajawali..!!"
Sesampainya aku dirumah, aku langsung dengan cepat masuk dan menuju lantai atas. Aku begitu terkejut melihat darah berceceran di lantai. Aku pun mengikuti jejak darah itu, hingga aku sampai di depan gudang. Aku melihat Firman terduduk pingsan disana, aku pun coba menyadarkan nya..
"Fir, Firman bangun..!!" kata ku sambil menggoyangkan tubuh Firman.
Firman pun tersadar namun masih sangat lemas.
"Uhuk uhuk.. May.. Maya? Kenapa kamu bisa ada disini,,?? Uhuk uhuk.." tanya Firman.
"Nanti aku jelasin ke kamu, sekarang tolong kasih tahu aku, dimana papah?" jawab ku.
"Uhuk uhuk... Om Haris dibawa oleh sosok seram ke lantai 3.." kata Firman.
Aku berdiri dan langsung pergi ke lantai 3 meninggalkan Firman yang masih terduduk disana.
Aku melihat papah sedang diseret oleh sosok yang memiliki aura dendam sangat besar.
"Tolong.. Lepaskan saya,,!! Jangan bunuh saya..!!" kata papah lemas.
Aku semakin sedih melihat kondisi papah dan mendengar perkataan papah itu, namun sosok itu tidak memperdulikan nya.. Dia justru terus menyeret tubuh papah.
"Berhenti...!!!" teriak ku.
Flashback end...
Aku mencoba berdiri kembali dan mengejar sosok itu, tapi tubuhku masih lemah dan aku terjatuh lagi.
"Aku gak boleh nyerah! Aku harus tolong papah!" kata ku.
Aku mengerahkan seluruh tenaga ku dan akhirnya aku berhasil berdiri walau masih terasa sakit di tubuhku.
Aku berusaha berjalan sambil memegangi perut ku yang sakit..
Aku pun berhasil melihat kembali papah, dia sedang duduk di lantai dengan tangannya di ikat di kursi.
Aku langsung menghampiri papah, namun langkah ku terhenti ketika papah menoleh dan berteriak.
__ADS_1
"Jangan mendekat..!!"
Aku tidak mengerti apa maksud papah, yang ada dalam pikiran ku hanya menyelamatkan papah. Sehingga aku pun tidak mendengarkan perkataan papah dan terus berjalan mendekati papah.
"Maya! Sudah papah bilang jangan mendekat..!!" teriak papah lagi.
Aku kembali menghentikan langkah ku.
"Kenapa pah,,??" tanya ku.
"Kamu tidak boleh kesini..!!" perintah papah.
"Pergi dari sini Maya..!!" sambung papah.
"Enggak, aku gak mungkin ninggalin papah! Aku akan nyelamatin papah! Papah tenang yaa.." kata ku.
"Tidak May!!!" teriak papah.
Aku berjalan dan tanpa sadar aku langsung terhempas dan hampir jatuh dari lantai 3, kini aku berada di ujung balkon rumah ku. Aku berpegangan pada tiang penyangga, aku benar-benar ketakutan.
"Hahahaha... Hahahaha... Menyenangkan sekali melihat dua orang yang saling menyayangi, kini menderita..!! Hahahaha.." kata sosok itu.
"Tolong.. Jangan bunuh dia,,!! Bunuh saja aku kalau kau mau..!!" kata papah.
"Dasar bodoh! Mana mungkin aku hanya membunuh mu saja, aku akan membunuh kalian berdua..!! Hahahaha.."
Aku sudah tidak kuat lagi menahan pegangan ku, aku melihat kebawah dan semakin merasa takut karena aku juga takut ketinggian.
"Tolong...!!!" teriak ku.
"Maya, kamu bertahan nak! Papah akan menyelamatkan kamu!" kata papah.
"Hahahaha... Bagaimana kau akan menyelamatkan dia Haris? Sedangkan kau saja sedang terikat."
"Lepaskan saya! Tolong, saya hanya ingin menolong anak saya.. Setelah itu, kau boleh membunuh saya..!" pinta papah.
"Hahahaha.. Tidak akan!"
Sosok itu justru mengeluarkan kekuatan nya dan membuat tiang penyangga itu hancur. Aku pun tidak memiliki pegangan lagi, aku terjatuh.
"Aaaaaaaaa..!!" teriak ku.
"Mayaaaa...!!!" teriak papah.
Aku kaget karena tubuhku tidak menyentuh aspal, aku melayang di atas nya dan tubuh ku berdiri sendiri.
"Bagaimana ini bisa terjadi..??" batin ku.
Aku melihat Marina tersenyum dari balik pohon, akhirnya aku mengetahui dia yang melakukan itu.
Aku kembali masuk kedalam dan menghampiri papah.
Sosok itu kini mendekati papah dan menarik kursinya ke arah balkon, papah pun ikut terseret oleh kursi itu.
"Sekarang giliran mu jatuh kebawah sana Haris..!!"
"Hei..!!" panggil seseorang.
Sosok itu terkejut dan menoleh kebelakang, ia melihat Firman disana.
"Kau lagi, mau apa kau?" tanya sosok itu.
"Lepaskan om Haris! Atau aku akan memasukkan mu kedalam cincin ini..!!" jawab Firman.
"Memangnya kau pikir aku takut dengan cincin itu,,??!! Apa yang cincin itu bisa lakukan..??"
"Kau mau tahu? Baiklah akan aku tunjukkan.."
Firman mengepal dan menaikan tangannya, dia menggosok cincin di jarinya itu..
"Bismillahirrahmanirrahim.. Masuklah kau kedalam sini..!!" teriak Firman.
Dengan cepat cincin itu menghisap sosok itu hingga masuk kedalamnya.
"Aaaaaaaaa... Awas kalian..!!" teriak sosok itu.
Setelah berhasil masuk, Firman menurunkan tangannya dan menghampiri papah lalu melepaskan ikatannya..
Bersambung...
Jangan lupa like nya ya semua...
__ADS_1
makasih...