
"Tolong.. Tolong jangan bunuh saya..." ucap papah ku.
Sosok itu terus menyeret tubuh papah di lantai sehingga darah papah berceceran dimana-mana.
"Berhenti...!!!" teriak ku ketika melihat papah sedang diseret sosok itu.
Aku berlari dan menghampiri papah..
"Lepasin papah aku...!!!" kata ku.
Sosok itu hanya melirik, dia kembali membawa papah entah menuju kemana.. Aku semakin kesal dan menarik kaki papah.
"Lepaskan tanganmu dari dia..!!" kata sosok itu.
"Enggak! Justru kamu yang harus melepaskan tanganmu itu dari papah ku..!!" balas ku.
Dia sepertinya kesal dan berteriak..
"Lepaskan atau kakinya akan putus...!!!"
Aku takut dengan ancamannya, aku tidak mau kaki papah ku sendiri putus karena ku.. Aku pun melepaskan tanganku dan membiarkan sosok itu membawa papah..
"Tolong May.. Tolong papah..!!" teriak papah ku.
Aku sedih karena tidak dapat menolong papahku. Aku mengikuti sosok itu..
Sepertinya dia tahu bahwa aku mengikutinya, dia pun menghilang dan papah ku dibiarkan berbaring di lantai begitu saja..
Aku langsung menghampiri papah ku dan coba membawanya pergi dari sini.. Tapi sosok itu menarik ku dari belakang, dia melempar ku sehingga kepalaku terbentur tembok dan berdarah..
"Aduhhh..." rintih ku.
"Maya.. Kamu lebih baik pergi dari sini sayang..!!" kata papah ku.
"Enggak pah, aku gak akan ninggalin papah..!!" jawab ku.
Aku berusaha berdiri sambil memegangi kepalaku. Belum sempurna aku berdiri, sosok itu sudah memegang pundak ku dan mengangkat ku ke atas..
"Tidak, tolong jangan apa-apa kan anak saya..!! Bawa saja saya, lepaskan dia..!!" kata papah ku.
Sosok itu pun melepaskan tangannya hingga membuat ku jatuh tersungkur di lantai, dia dengan cepat menyeret papah ku..
"Papaaaahhh..." teriak ku.
Sebelumnya...
"Kamu gapapa kan,,??" tanya Firman.
"Aku gapapa Fir.." jawab ku.
Dokter masuk ke ruangan ku dan memeriksa kondisiku..
"Bagaimana dok?" tanya Firman.
"Kondisinya sudah membaik, tapi sebaiknya pasien jangan dulu dibawa keluar.." jawab dokter.
"Iya dok, saya minta maaf.." kata Firman.
"Kalau begitu saya permisi dulu, kalau terjadi apa-apa dengan pasien, panggil saya!"
"Baik dok."
Dokter pun keluar dari ruangan ku.
"May, kamu istirahat yaa.. Aku mau keluar sebentar.." kata Firman.
"Iya Fir. Makasih ya udah nolong aku.." kata ku.
"Sama-sama."
Firman mengelus kepalaku lalu keluar dari ruangan ku..
Aku senang karena masalah ini sudah selesai, aku berharap semoga tidak akan ada lagi masalah yang datang..
Tiba-tiba Marina muncul disamping ku..
"Hai Maya.." sapa nya.
"Hai.." jawab ku.
"Kamu udah baikan..??"
"Udah kok, ini semua juga berkat kamu.. Makasih ya.."
"Ini semua bukan karena aku May, tapi Tuhan. Aku cuma berusaha aja menolong kamu.."
__ADS_1
"Iya Mar.."
"Tapi May, ada kabar buruk yang ingin ku sampaikan.."
"Apa itu Marina?"
"Papah kamu..."
"Papah aku kenapa,,?? Jawab Mar..!!"
"Papah kamu sedang dalam bahaya May.."
"Apa? Apa yang terjadi sama papah aku..??"
"Ada roh yang penuh aura dendam ingin membunuh papah mu May.."
"Siapa dia..??"
"Aku tidak tahu May, hanya papah kamu dan dia yang tahu masalahnya.."
"Aku harus menolong papah.. Aku harus pulang sekarang..!!"
Aku berusaha mencabut infus itu dan berdiri namun tindakan ku dihentikan oleh Marina..
"Jangan May! Kamu belum pulih benar..!!"
"Tapi Mar, aku harus selamatin papah! Aku gak mau papah kenapa-kenapa..!!"
"Iya aku tau May, tapi kalau kamu memaksa kesana.. Yang ada kamu bisa celaka.."
"Terus aku harus gimana..??"
"Biar aku yang menyelamatkan papah kamu.."
"Gimana caranya..??"
"Dengan menjadi kamu.."
Marina merubah dirinya menjadi seperti diriku..
"Kamu mirip banget sama aku Mar.."
"Iya dong May.. Dengan begini aku bisa nolong papah kamu!"
"Terimakasih Mar, aku harap kamu bisa menolong papah.."
"Baik Mar.."
Marina pergi dari ruangan ku.. Lalu Firman kembali membawa makanan..
"Taraaa,,!! Aku bawain makanan nih buat kamu, makan dulu yaa.." kata Firman.
"..." Aku tidak menjawab karena masih kepikiran papah ku.
"Kok diem aja sih May? Yaudah aku bukain dulu yaa.." kata Firman.
"Aku suapin yaa.." lanjut Firman.
Aku membuka mulutku karena melihat sendok sudah ada di depan mulutku.
"Kenapa sih kamu?" tanya Firman.
"Kepikiran papah..." jawab ku.
"Oh iya, aku lupa kabarin om Haris. Sebentar ya aku telpon dia.."
Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi..
"Yah, gak aktif May.."
"Aku takut dia kenapa-kenapa.."
"Emangnya kenapa sama om Haris?"
"Tadi teman ghaib ku datang, dia memberitahu ku kalau papah dalam bahaya.."
"Apa? Kalau gitu, biar aku yang kesana menyelamatkan om Haris.."
"Aku ikut Fir..."
"Enggak May, kamu disini aja yaa.."
"Tapi Fir.."
"Udah nurut aja! Aku pergi sekarang yaa.."
__ADS_1
Firman pun keluar dari kamarku dan meletakkan bubur tadi di meja.
Aku tidak bisa tenang karena terus kepikiran papah ku, akhirnya aku pun memutuskan untuk menyusul mereka ke Jakarta.. Aku mengendap-endap keluar dari ruangan ku, tapi ternyata ada suster yang berjaga di depan pintu.. Dia pun meminta ku untuk kembali dan memasang lagi infus itu..
Tiba-tiba aku terasa sangat ngantuk, aku pun memejamkan mataku dan tertidur..
Flashback
"Huhuhuhu.... Hiks hiks... Huhuhu..."
Papah ku yang sedang lewat depan kamarku, mendengar suara tangisan dari dalam kamarku..
"Maya, kamu udah pulang sayang? Kenapa kamu nangis?" tanya papah ku.
Ia pun membuka pintu kamarku dan masuk kedalam.. Ia melihat seorang wanita sedang berbaring di atas kasur menghadap ke tembok sambil menangis..
"Huhuhuhu..."
Papah ku pun menghampiri wanita itu..
"Kamu kenapa Maya? Cerita dong sama papah..!!" kata papah ku.
"Huhuhuhu.."
Wanita itu tidak menjawab, dia hanya terus menangis.. Papah ku pun mendekat dan mengelus wanita itu..
Dia menghentikan tangisannya lalu perlahan membalikkan tubuhnya..
"Harissss...!!!"
"Aaaaaaaaa..!! Si.. Si.. Siapa kamu,,?? Kenapa kamu ada di kamar anak saya?" tanya papah ku.
Wanita itu berubah menjadi sangat seram lalu menatap papah ku..
"Aku sadar aku tidak bisa membunuh anakmu, karena ada kekuatan yang melindunginya.. Tapi aku bisa membunuhmu Haris..!!"
"Sebenarnya kamu ini siapa,,?? Kenapa kamu ingin membunuh saya..??"
"Ini aku Harissss... Selingkuhan mu yang kau bunuh karena kamu tidak mau kebusukan mu diketahui oleh istrimu..!!"
"Apa? Ti.. Tidak mungkin..!!"
"Kenapa Haris? Kamu terkejut kalau aku ada disini,,?? Apa kamu tidak tahu, selama ini aku selalu mengawasi kau dan keluargamu..!!"
"Aku harus pergi dari sini..!!" batin papah.
Papah ku berlari menuju pintu dan berusaha keluar, namun pintu itu terkunci sehingga papah tidak bisa keluar..
"Kenapa ini,,?? Perasaan tadi aku tidak mengunci pintu ini.." batin papah.
"Hahahaha... Ahahahaha... Mau kemana kamu Haris,,?? Kali ini kamu tidak akan lepas dari aku..!!" teriak sosok itu.
"Tolong.. Tolong ampuni saya..!! Saya benar-benar tidak berniat membunuh kamu, itu semua kecelakaan..!!"
"Kau pikir aku percaya dengan kata-kata mu..??!! Mati kau Harissss..!!"
"Aaaaaaaaa..."
Sosok itu mencekik leher papah dan mengangkat nya keatas lalu menjatuhkan nya kebawah dengan keras..
"Awww..."
"Itu belum seberapa Haris, kau harus merasakan apa yang aku rasakan..!!"
Dia kembali mengangkat tubuh papah ku, lalu melemparnya ke cermin ku..
"Aaawwww... Ampun..!!"
"Hahahaha.. Aku tidak akan mengampuni mu..!!"
Kemudian sosok itu menarik tubuh papah ku dan membawanya ke kamar mandi, dia memasukkan kepala papah ke dalam bak mandi dan menekannya.
Setelah puas, dia menarik kepala papah dan menjatuhkan nya ke lantai.. Dia menyeret tubuh papah yang sudah lemah keluar dari kamar ku.
Marina yang menyamar menjadi aku telah sampai disana, dia melihat papah ku sedang diseret oleh sosok berbaju putih..
"Lepaskan dia..!!" teriak Marina.
Bersambung...
*****
Jangan lupa berikan like dan rate 5 yaa.. Lalu tinggalkan jejak di kolom komentar yaa..
Jangan lupa juga pencet tombol vote nya dan tambahkan cerita ini ke novel favorit kalian..
__ADS_1
Terimakasih 😊😊