
Besok paginya, aku membawa kucing baru ku ke kampus.. Entah mengapa aku ingin sekali membawanya bersama ku.
Sesampainya di kampus, orang-orang langsung memperhatikan ku.. Sepertinya mereka merasa risih karena aku membawa kucing.
"Maaf neng, gak boleh bawa kucing ke dalam..!!" kata satpam kampus.
"Tapi pak, aku gak bisa ninggalin dia disini.. Nanti kalo dia kabur atau diambil orang gimana?" kata ku.
"Tenang aja neng, saya akan jaga kucing eneng..!!" kata satpam.
"Beneran pak? Saya gak ngerepotin bapak?" tanya ku.
"Iya neng, taruh aja kucing nya disitu! Terus di ikat biar gak kabur.." kata satpam.
"Baik pak, terimakasih ya.." kata ku.
Aku pun mengikat Blacky di samping pos satpam. Oiya sekedar info, aku menamakan kucing hitam itu Blacky.
Setelah itu, aku masuk ke kampus..
Di dalam, aku melihat lagi mahasiswi yang mirip Laras.. Aku pun menghampiri nya.
"Tunggu!" panggil ku.
Dia menoleh ke arahku, aku semakin yakin dia ini adalah Laras..
"Kenapa ya?" tanya nya.
"Kamu Laras kan? Ini aku Maya temen kamu..!!" kata ku.
"Laras? Maya? Siapa ya aku gak kenal nama-nama itu.." kata nya.
"Nama kamu Laras kan?" tanya ku.
"Bukan.. Nama aku Sonya!" jawab nya.
"Gak mungkin,,!! Wajah kamu mirip banget sama Laras! Pasti kamu Laras!" kata ku.
"Apaansi kamu? Aku gak kenal siapa kamu! Kenapa tiba-tiba bilang aku itu Laras?" kata dia.
"Karena wajah kamu persis sama Laras teman aku..!!" kata ku.
"Udah ah,,!! Aku mah masuk kelas!" kata nya.
Orang itu berjalan menuju kelasnya, aku masih bingung kenapa dia tidak mau mengaku kalau dia adalah Laras? Padahal aku yakin banget dia itu Laras!
Aku pun masuk ke kelasku. Lalu, tiba-tiba saja ada teriakan dari luar kampus.
"Aaaaaaaaa..!!"
Orang-orang yang mendengar itu langsung berlari menuju asal suara, karena penasaran aku pun ikut keluar.
Semuanya langsung mengerumuni pos satpam, aku semakin penasaran apa yang sebenarnya terjadi? Aku coba mendekat untuk melihat lebih jelas.
Akhirnya terlihat sekilas seseorang tergeletak dengan luka yang cukup parah, banyak darah ditubuhnya. Aku coba lebih dekat lagi untuk memastikan siapa orang yang terluka itu..
__ADS_1
Aku kaget ketika melihat satpam kampus yang tergeletak disana.. Aku tidak percaya ini bisa terjadi padanya, siapa yang membuatnya seperti ini? Aku langsung melihat ke tempat Blacky di ikat tadi.. Ternyata Blacky sudah tidak ada disana.. Apa dia yang sudah melakukan ini?
Kemudian, pak satpam dinyatakan meninggal karena sudah tidak ada denyut nadinya. Jasadnya langsung dibawa ke rumah sakit oleh mobil ambulance..
Sedangkan aku dan yang lainnya kembali ke kampus, tragedi ini membuat para mahasiswa dan mahasiswi disini ketakutan.. Mereka tidak mau hal itu terjadi juga pada mereka kelak, mereka pun beramai-ramai menuju rektorat.
Aku melihat wanita yang mirip Laras lagi, dia seperti kebingungan dan juga ketakutan.. Mungkin karena tragedi tadi. Aku pun menghampirinya, namun Virgo lebih dulu menyapa ku.
"Hai Maya!" sapa Virgo.
"Eh, hai Vir!" sapa ku balik.
"Kamu tadi liat kondisi pak satpam?" tanya Virgo.
"Iya aku liat, kasian banget ya pak satpam.. Dia meninggal secara tragis, bahkan kita gak tau apa yang menyebabkan dia meninggal.." kata ku.
"Aku tau kok apa penyebabnya.." kata Virgo.
"Serius? Apa?" tanya ku.
"Sudah ajalnya.." jawab Virgo sambil tersenyum.
"Ih, itu mah aku juga tau..!!" kata ku kesal.
"Bener kan itu penyebabnya.." kata Virgo.
"Iya bener, tapi maksud aku tuh dia meninggal karena apa?" kata ku.
"Kalo itu aku gak tau.." kata Virgo.
"Nyariin siapa?" tanya Virgo.
"Emm.. Anu.. Kamu kenal gak sama Sonya?" tanya ku.
"Sonya anak ekonomi? Kenal lah dia kan pacarnya Faris.." jawab Virgo.
"Oh jadi dia pacarnya cowok ngeselin itu.." batin ku.
"Kenapa May?" tanya Virgo.
"Enggak kok, cuma nanya aja.." jawab ku.
"Oiya, tadi aku liat ada kucing hitam lari ke ruangan belakang kampus.. Aku baru tau ada kucing disini.." kata Virgo.
"Kucing hitam? Jangan-jangan itu Blacky lagi.. Aku harus kejar dia..!!" batin ku.
"Emm.. Vir, aku pergi dulu ya.." kata ku.
"Iya oke," kata Virgo.
Aku langsung berjalan cepat menuju belakang kampus, aku yakin pasti Blacky tau apa yang terjadi sama satpam itu..
Sesampainya disana, aku tidak melihat tanda-tanda Blacky ada disini..
"Blacky.. Blacky..!!" panggil ku.
__ADS_1
"Miauw..." suara kucing.
Blacky menghampiri ku dengan suara menggemaskan nya yang khas.. Dia mengendus-endus kaki ku. Karena gemas, aku langsung menggendong nya.
"Blacky kamu kemana aja sih? Aku kan nyariin kamu daritadi.." kata ku.
"Miauw.. Miauw.." dia hanya membalas dengan eongan.
Aku membawa Blacky kedalam kampus, di jalan aku bertemu dengan cowok ngeselin itu.
"Hahaha, Maya Maya.. Lu kaya anak SD aja masih mainin kucing.. Hahahahaha..!!" ledek Faris.
"Suka-suka aku dong..!!" jawab ku.
"Eh songong banget lu! Mau gua paksa minum sambel lagi? Atau gua kurung di gudang lagi?" ancam Faris.
Aku mengabaikannya dan kembali berjalan, namun dia menghadang ku dan mengambil paksa Blacky dari tangan ku.
"Ih balikin Blacky..!!" pinta ku.
"Denger ya, kucing tuh gak boleh masuk ke kampus ini! Ada di peraturan kampus, lu gak baca apa?" kata Faris.
"Ya tapi balikin sini! Biar aku yang bawa Blacky keluar.." kata ku.
"Blacky? Namanya Blacky? Hahaha..." Faris tertawa lepas.
"Ih emangnya kenapa kalo namanya Blacky?" tanya ku.
"Gapapa, lucu aja.. Udah gua mau bawa kucing ini keluar, terus gua buang dia di jalanan.." jawab Faris.
"Eh jangan..!!" kata ku.
Faris tidak memperdulikan nya, dia tetap membawa Blacky pergi dari sini.. Aku pun berlari mengejarnya.
"Balikin kucing aku..!!" teriak seseorang berbaju merah.
"Eh, siapa lu?" tanya Faris.
"Balikin kucing aku..!!"
"Gila kali ya lu! Ditanya bukannya jawab malah ngulang omongan yang tadi! Dasar stres..!!" kata Faris.
Aku yang melihat itu hanya terdiam sekaligus ketakutan karena sosok itu adalah sosok yang aku temui di semak-semak kemarin.
Faris melanjutkan perjalanan nya keluar kampus, aku juga mengikuti nya dan berusaha mengambil Blacky dari tangan nya..
Saat Faris ingin melempar Blacky ke jalan raya, sebuah truk air melaju dengan kecepatan tinggi dan tidak terkendali. Truk itu oleng ke arah Faris dan menabrak Faris, tubuhnya terpental lalu terguling ke tengah jalan. Karena tidak melihat, sebuah mobil terus melaju dan melindas tubuh Faris.
Aku hanya bisa diam sambil menutup mataku, aku tidak menyangka bisa melihat kejadian buruk seperti ini 2 kali dalam 1 jam.
Di sebrang jalan, aku melihat sosok itu menatap ke arahku.. Aku sangat yakin dia yang melakukan semua ini, mungkin juga dia yang membunuh satpam kampus.
Setelah itu, Blacky menghampiri ku. Aku pun menggendongnya dan membawanya pulang. Aku sempat melihat kondisi tubuh Faris yang sangat mengenaskan sedang dikerumuni orang ramai. Aku tidak tahu harus sedih atau senang melihat kejadian ini?
Bersambung...
__ADS_1