Dia Ada Disini

Dia Ada Disini
Bab 30. Dia ada di belakang ku


__ADS_3

"Eh bangun lu!" teriak seseorang.


Suara itu pun membuat ku tersadar dan membuka mataku. Aku melihat ada Faris dan teman-temannya disini..


"Bangun! Lu gak mau kuliah?" kata Faris.


"I-i-i iya..." jawab ku pelan.


Aku mencoba berdiri, namun kepalaku terasa sangat sakit sekali.. Aku memegang kepalaku dan terdapat darah disana.


"Sebenarnya lu kenapa? Kok muka lu banyak bekas cakaran?" tanya Faris.


"Cakaran?"


Aku mengambil kaca yang aku bawa lalu aku melihat wajahku berdarah-darah karena cakaran.. Aku pun teringat kejadian semalam saat aku bertemu hantu berbaju merah itu, mungkin dia yang membuat luka di wajahku ini.


"Lu depresi gara-gara gua kurung disini? Lemah amat si lu!" kata Faris.


"Enggak, bukan aku yang ngelakuin ini.." kata ku.


"Lah terus siapa? Kan yang ada disini semalem tuh cuman lu..!!"


"Enggak.. Dia juga ada disini..!!"


Aku menunjuk ke arah lukisan seorang wanita yang terpajang di dinding ruangan itu.


"Hahahaha... Udah mulai stres ya lu? Itu cuman lukisan, masa dia yang nyakar lu." kata Faris.


"Udah lupain aja..!!" kata ku.


"Yaudah, lu sekarang gua bawa ke UKS! Tapi jangan bilang sama siapa-siapa kalo gua kunciin lu disini semalem..!!"


"Iyaa.."


******


Setelah dari UKS, aku menuju kelas ku. Tapi, di jalan aku bertemu dengan Virgo..


"Hai May!" sapa Virgo.


"Hai juga!" sapa ku balik.


"Muka kamu kenapa di perban gitu?" tanya Virgo.


"Oh ini.. Gapapa kok, cuma tadi sebelum kesini ada tragedi aja.." jawab ku.


"Faris ya?"


"Hah? Maksud kamu?"


"Gara-gara Faris kan?"


"Enggak bukan kok! Ini gara-gara aku sendiri.."


"Oh yaudah kalo gitu.."


"Iya."


Virgo pun pergi meninggalkan ku. Aku melanjutkan perjalanan ku menuju kelas.


Namun, sekilas aku melihat orang yang mirip dengan Laras melintas.. Aku pun coba mengikuti nya.


Dia masuk ke kelasnya, aku pun memutuskan kembali menuju kelasku, karena tidak mungkin aku masuk ke kelas yang bukan kelasku.


"Apa benar tadi itu Laras?" batin ku.


******


"Woi!" teriak Virgo.


"Kenapa?" tanya Faris.


Tanpa basa-basi, Virgo langsung memukul wajah Faris tanpa ampun.


"Itu balasan karena lu udah bikin wajah Maya diperban begitu!"

__ADS_1


Lalu, Virgo pergi meninggalkan Faris yang masih tergeletak di lantai..


******


"Begitu ceritanya, pasti lu kan yang udah bilang ke dia kalo gua lukain muka lu..??!!" kata Faris.


"Enggak kok.. Aku sama sekali gak pernah bilang begitu ke Virgo..!!" jawab ku.


"Terus kenapa dia datengin gua terus langsung tonjok muka gua?"


"Ya gak tau.. Mungkin dia pikir kamu kan udah bully aku kemarin, jadinya dia sangka kamu yang bikin wajah aku begini.."


"Pokoknya lu harus tanggung jawab atas perbuatan Virgo..!!"


"Ih kenapa aku?"


"Ya karena ini semua gara-gara lu!"


"Enggak! Aku gak mau tau tentang itu! Aku gak mau lagi punya urusan sama kamu..!!"


"Eh enak aja lu ngomong gitu,,!! Lu ikut gua sekarang..!!"


"Dih apaansi,,!! Aku gak mau ikut kamu..!!"


"Udah ayo..!!"


Faris menarik tanganku.


"Ih lepasin! Aku ada kelas sekarang.."


"Bodoamat..!!"


Faris membawaku ke pos satpam di depan kampus..


"Pak, saya pinjam borgol dong.." kata Faris.


"Borgol? Buat apa?" tanya satpam.


"Udah bapak gak usah banyak tanya! Mana borgolnya?"


"Iya iya.. Ini borgolnya."


"Ih kamu apa-apaan sih? Kok tangan aku diborgol?" tanya ku.


"Biar lu gabisa masuk kelas hari ini..!!" jawab Faris.


Faris pun pergi kembali ke kampus, dia juga membawa kunci borgol itu.


"Pak, lepasin saya dong..!!" pinta ku.


"Duh maaf neng, kuncinya kan dibawa sama mas Faris.." kata satpam.


"Gak ada kunci cadangan gitu pak?"


"Gak ada neng.."


"Duh gimana dong,,?? Aku kan ada 3 kelas hari ini.." batin ku.


"Jangan khawatir Maya..!!"


Tiba-tiba Marina muncul dan langsung melepaskan borgol itu dari tangan ku.


"Sekarang kamu udah lepas, jadinya bisa lanjut kuliah deh.." kata Marina.


"Marina, makasih ya kamu selalu nolong aku.." kata ku.


"Sama-sama May, aku pergi dulu yaa.."


Marina pun pergi dari sini.. Aku berlari menuju kelas karena 5 menit lagi kelas dimulai..


"Wah aneh tuh orang, kok bisa ya dia bobol borgol ini? Terus ngomong sendiri lagi, jangan-jangan dia ditolongin makhluk halus lagi.. Hiii..!!" kata satpam.


******


Setelah selesai kuliah, aku pun keluar dari kampus dan ingin pulang.

__ADS_1


"Pasti papah khawatir banget sama aku karena aku semalam gak pulang.." batin ku.


Ekspektasi ku


"Kemana ya Maya,,?? Kok belum pulang-pulang juga..?? Duh aku jadi khawatir sama dia.. Jangan-jangan dia kenapa-napa lagi.." kata papah.


Realitanya


"Pak, kok Maya belum pulang ya jam segini..??" tanya papah.


"Ah palingan dia nginep dirumah temannya, udah tenang aja! Yuk minum lagi!" jawab kakek.


Papah dan kakek pun asik minum-minum lalu tertidur tanpa memikirkan aku..


******


Aku pulang naik angkot dan turun sampai depan komplek. Lalu aku meneruskan nya dengan jalan kaki.. Lumayan irit duit..


Saat sedang berjalan, aku merasa seperti ada yang mengikuti ku dari belakang. Karena penasaran, aku coba menengok kebelakang.. Namun tidak ada orang sama sekali disana..


Aku pun mempercepat langkahku, maklum di komplek ku ini suasananya sangat sepi, padahal baru jam 5 sore. Karena itu, aku jadi merasa takut jalan sendirian.


Lagi-lagi, aku merasa seseorang mengikuti ku dari belakang. Aku mencoba memastikan nya dengan menoleh kebelakang, tapi lagi-lagi juga tidak ada siapa-siapa disana.. Karena kesal, aku berteriak.


"Woi, siapa si kamu? Kenapa kamu ngikutin aku terus?"


Namun yang membalas malah kucing dengan eongan nya..


Kucing itu berwarna hitam, dia menghampiriku dan mengelus-elus kepalanya di kaki ku..


Aku merasa gemas dengan kucing itu, aku pun mengelus rambut kucing itu.


Lalu dia menatapku, matanya tiba-tiba berwarna merah menyala dan dia langsung menggigit tanganku.


"Awww..!!"


Kucing itu pergi kearah semak-semak. Aku penasaran dan mengikuti nya.. Aku membuka semak-semak itu, ternyata kucing itu sedang makan tulang ayam yang diberikan seseorang berbaju merah.


Orang itu melihat ku dan berdiri menghampiri ku.


"Hai, maaf ya aku ganggu.." kata ku.


Dia hanya diam sambil menatap wajahku, kulihat bibirnya begitu kering dan wajahnya juga sangat pucat.


"Kamu haus ya?" tanya ku.


Aku pun mengambil minuman di tasku lalu kuberikan kepada dia.


"Nih, kamu minum dulu biar bibir kamu gak kering..!!" kata ku.


Dia mengambil minuman itu dan meminumnya, tapi air yang dia minum justru menembus badannya dan jatuh ke tanah.


Setelah habis, dia memberikan lagi botol itu kepadaku lalu mengelap bibirnya dengan baju merahnya itu..


"Aku pergi dulu yaa.."


Aku memutuskan untuk pergi dari sini, karena dia sangat-sangat aneh dan menyeramkan. Begitu aku ingin melangkahkan kakiku, dia memegangi pundak ku.


Dia memutar tubuhku lalu melepas tangannya dari pundak ku. Aku pun mengerti dia menginginkan ku tetap disini..


"Tapi aku harus pulang.."


Dia menunjuk kucing hitam itu, lalu menunjuk kearah ku. Sepertinya dia ingin aku membawa kucing itu bersamaku..


"Baik, kebetulan aku juga suka kucing.."


Aku mengambil kucing itu dan membawanya kerumah ku..


Sosok itu terus berdiri memperhatikan ku, namun saat aku menoleh dia justru sudah tidak ada disana..


Aku mengelus-elus kucing itu dan dia pun mengeong, aku merasa senang sekali memiliki seekor kucing.


Tiba-tiba saja ada suara tawa yang muncul.


"HIHIHIHI.. HIHIHIHIHI..."

__ADS_1


Aku merinding lalu berlari cepat dari tempat itu.


BERSAMBUNG...


__ADS_2