Dia Masa Depanku

Dia Masa Depanku
Pertemuan


__ADS_3

Sebuah bus berhenti di depan gerbang Universitas XX, seorang gadis tinggi semampai dengan rambut dikucir satu turun sambil menarik koper serta mengendong sebuah tas berukuran sedang di pundaknya.


Gadis itu adalah Eunha, Oh Eunha adalah mahasiswi baru di Universitas XX, usianya saat ini sudah 18 tahun. Usia yang sudah legal. Eunha adalah gadis yang cantik, ceria dan cerdas. Walaupun bergaya santai, kecantikan Eunha tak bisa ditutupi.


Ini adalah kali pertamanya pergi jauh dalam waktu lama tanpa ibunya. Maklum selama ini Eunha hanya tinggal berdua dengan ibunya karena ayahnya pergi entah kemana ketika Eunha masih kecil. Masa kecil Eunha lebih banyak dihabiskan di toko kue ibunya.


Eunha si gadis polos, melangkah dengan pasti menuju asrama Universitas XX dengan menggiring koper berisi perlengkapan pribadinya. Sambil berlari kecil menuju asrama, drrrt ada panggilan masuk di handphone yang sedang di pegang Eunha. Siapa lagi kalau bukan sang ibu yang menelfon.


“Halo, ibu aku sudah sampai di kampus. Saat ini aku sedang menuju asrama, maafkan aku lupa mengabari ketika turun bus” cerca Eunha tanpa memgambil jeda untuk ibunya berbicara.


“Syukurlah” jawab sang ibu dari seberang telfon.


“Ibu, aku sedikit kerepotan sekarang. Nanti setelah selesai registrasi aku akan mengabari mu kembali”


“Baiklah, putriku sayang berhati-hatilah di sana. Semoga kamu segera betah dan beradaptasi di lingkungan baru mu. Ibu menyayangi mu” kata ibu dengan lembut.


“Aku juga menyayangi mu ibu, aku tutup telfonnya ya” kata Eunha sambil mematikan telfon dari ibunya.


Sambil masih menarik koper Eunha kembali menuju gedung asrama untuk registrasi kedatangan.


Bugh, benturan yang tidak terlalu keras namun Eunha lebih merasa terkejut. Ternyata Eunha menabrak seorang pria. Dan sialnya pria itu sedang membawa kopi dan tumpah mengenai pria itu sendiri. Ekspresi wajah sang pria langsung berubah menakutkan. Membuat Eunha merasa sedikit terintimidasi.


“Maaf, aku tidak sengaja” Kata Eunha spontan sambil membungkuk berulang kali sebagai tanda permintaan maaf.


“Kau pasti mahasiswi baru, jangan terus membungkuk. Aku ingin melihat wajah orang yang sudah menumpahkan kopiku” jawabnya tegas dengan nada agak berat.


Eunha yang sedikit merasa takut memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya.


“Waahhh, wajah nya tampan sekali” gumam Eunha dalam benak dan hatinya. Eunha seketika mematung melihat sosok yang ada di depannya.


“Kenapa? Kau terpesona. Pasti begitu” Jawab sang pria dengan percaya diri. Tentu, siapapun yang memiliki fitur wajah seperti itu akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Fitur wajah yang rasanya akan menarik siapapun yang melihatnya. Tinggi semampai, dengan kaki jenjang, badan yang atletis, wajah yang menawan serta sorot mata yang tajam yang mampu membius siapapun yang beradu pandang dengannya.


Ya, dialah Choi Mingyu. Pria terpopuler di Universitas XX tahun ke 3 Jurusan Teknik yang dikenal sebagai Play Boy seantaro kampus. Tetapi walaupun begitu, wanita-wanita akan sangat merasa senang jika bisa dekat dengannya.


“Aaaa bu.. bukan begitu” jawab Eunha agak tergugu.


“Sekali lagi maafkan aku. Aku minta maaf karenamenumpahkan kopimu dan membuat bajumu kotor”.

__ADS_1


“Bagaimana kau akan bertanggung jawab atas kopi dan bajuku? Tanya Mingyu dengan dengan nada datar.


“Aku akan bertanggung jawab, aku akan mengganti harga atas kopi dan biaya loundry bajumu”. Jawab Eunha sangat tegang.


Mingyu diam sejenak sambil melirik Eunha dari ujung kaki hingga kepala, semuanya diperhatiakn dengan seksama oleh Mingyu.


Cantik dan polos itulah kesimpulan Mingyu setelah mengamati Eunha. Seperti mendapat mainan baru, Mingyu pun dengan ringan menjawab.


“Okey, aku terima tanggung jawabmu. Tapi aku ingin kau sendiri yang mencuci bajuku dan nanti traktir aku kopi baru lagi” Kata Mingyu sambil melirik Eunha.


Eunha yang sedang buru-buru agar tidak terlambat registrasi pun, merasa itu adalah jalan tengah yang adil tanpa tahu maksud dari perkataan Mingyu barusan.


“Baiklah, aku setuju” jawab Eunha.


“Aku minta nomor telfon mu agar memudahkan kau menambil baju ini dan memberi tahu mu kaan aku ingin di traktir kopi” kata Mingyu tanpa merasa canggung. Maklumlah itu adalah salah satu trik agar dapat bertemu kembali dengan Eunha yang akan menjadi mangsa Mingyu selanjutnya.


“Ohhh iya, baik” jawab Eunha singkat.


Mingyu memberikan handphone nya pada Eunha. Eunha menerimanya dan lalu mengetikkan nomor telfonnya lalu memberikan kembali handphone tersebut pada Mingyu.


“Siapa namamu? tanya Mingyu santai


“Baiklah, sekarang kau boleh pergi. Nanti aku akan mengabari lagi, dan kau harus siap siaga kapanpun aku mau menuntut ganti atas ini” sambil menunjuk pada bajunya yang kotor dan gelas cup kopinya yang sudah ada di tanah.


Tanpa pikir panjang Eunha menangguk.


“Aku pergi” kata Mingyu singkat.


Mingyu berlalu pergi begitu saja, meninggalkan Eunha yang tanpa sadar mengikuti bayang Mingyu yang berlalu. Ada rasa aneh yang tak asing yang dirasakan Eunha. Serasa perginya Mingyu melalui dirinya terasa tidak asing baginya. Eunha tertegun sebentar, namun segera tersadar dari pengumuman melalui pengeras suara oleh staff asrama yang mengatakan registrasi akan ditutup dalam waktu 30 menit lagi.


Tersadar dari lamunannya Eunha kembali bergerak menarik kopernya pergi menuju asrama.


Setelah registrasi, Eunha menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Nomor kamarnya 211, dan sekarang Eunha berada di depan pintu kamarnya. Sambil mengambil nafas karena harus menarik kopernya menuju lantai 2, Eunha bergumam pada dirinya sendiri sambil mengatupkan tangan ke dada.


“Ini adalah tempat pulangku untuk 4 tahun ke depan, semoga aku dibersamai dengan teman kamar yang bersahabat”.


Dengan percaya diri Eunha menarik gagang pintu dan mendorongnya, orang-orang sudah berada di dalam kamar sontak kaget dan terdiam. Ternyata di dalam kamar sudah ada 2 orang lainnya yang kemungkinan akan menjadi teman kamar Eunha kedepannya.

__ADS_1


“Salam kenal, aku Oh Eunha mahasiswi baru jurusan tata boga, mohon bantuannya” sembari membungkuk Eunha memberi salam. Orang yang ada dikamar sontak kaget dan membalas membungkuk memberi salam.


Salah satu diantara mereka langsung menjawab “Salam kenal, namaku Kim Yuna mahasiswi baru jurusan tata rias. Mohon bantuannya juga”. Yuna, perempuan manis, ceria berambut pendek sedikit blonde, tipe-tipe gadis manis yang disukai para lelaki. Perempuan yang satunya lagi juga memperkenalkan diri


Sambil membungkuk “Halo, salam kenal. Aku Jung Hemi, mahasiwa baru jurusan teknik” Hyuna memberi salam santai. Hyuna adalah gadis tinggi, atletis, memiliki rambut sedikit keriting, tipe-tipe cewek santai dan sedikit tomboy.


“Eunha, aku mengambil ranjang di bawah, ranjang di atas ditempati oleh Hemi. Apa kamu keberatan?” tanya Yuna sambil menunjuk ranjang susun yang berada di sisi kiri.


“Aku tidak masalah, aku bisa mengambil ranjang disisi kanan. Bagaimana dengan teman kamar kita yang satu lagi? balas Eunha dengan pertanyaan.


“Dia adalah teman satu sekolahku dulu, dia tidak akan mempermasalahkan dimana dia akan ditemaptkan” jawab Hemi.


“Dia adalah Lee Haru, gadis cantik dari jurusan Sastra Jerman pasti sekarang dia sedang tebar pesona ke pada lelaki pecundang yang ditemuinya di jalan” Lanjut Hemi.


Eunha dan Yuna saling lirik dengan kening yang berkenyut, tanda tak mengerti arti ucapan Hemi.


“Dia adalah gadis hits di sekolahku dulu, cantik dan modis tipe impian para lelaki, namun dia sedikit bodoh. Dia berkata tanpa berpikir namun dia adalah sahabat yang loyal, kalian akan menyukainya” tutur Hemi menjelaskan.


Saat itu juga bunyi pintu terbuka, ada 2 orang pria masuk sambil membawa masing-masing 1 koper dan dibelakangnya ada gadis dengan pakaian sedikit terbuka masuk dengan santai.


“Haiii teman, namaku Lee Haru. Maaf mengagetkan kalian” katanya santai.


“Terimakasih banyak oppa, nanti akan kuhubungi lagi” kata Haru pada kedua pria yang entah siapa itu. Mereka pergi sambil tersenyum nampak begitu bahagia bisa membantu bidadari impiannya.


“Nahh, betulkan dugaanku” kata Hemi lalu berpaling kembali membereskan barang-barangnya.


Lalu Yuna menjabat tangan Haru sambil berkata “Ada suhu dikamar kita, perkenalkan namaku Kim Yuna dari jurusan tata rias. Mohon bantuannya Unnie, aku mengagumi mu”.


Haru yang senang akan pujian itupun balas tersenyum ramah.


“Halo, namamku Oh Eunha jurusan Tata boga. Mohon juga bantuannya” kata Eunha sambil tersenyum. ‘Aku berencana mengambil tempat tidur bagian bawah, apakah kamu keberatan Haru?


“Aku tak masalah sama sekali, mohon bantuannya juga” jawab Haru santai sembari membuka koper dan mulai mengatur barang bawaannya.


Eunha lega, tak ada masalah pada teman-teman kamarnya. Sambil berbincang mereka mengatur barang bawaan masing-masing. Sesekali tawa terdengar dari perbincangan mereka. Itu adalah awal dari pertemuan 4 sekawan yang nantinya akan menjadi sahabat seumur hidup.


Namun di tempat lain ada seorang pria yang sedang menyusun taktik untuk mendekati Eunha, berkeinginan menjadikan Eunha target pesonanya berikutnya.

__ADS_1


~


__ADS_2