Diandra Cassandra

Diandra Cassandra
Perpisahan


__ADS_3

" Diandra...Diandra...tolong jangan tinggalkan aku, aku juga sangat mencintaimu, aku tak bisa berpisah dari kamu.


" Bas, sudahlah, sekarang sudah waktunya untuk kamu memilih antara aku atau Diandra,


" Chloe, aku tidak akan memilih diantara kalian berdua, aku akan memiliki kedua duanya.


" Bas, cukup! kamu pikir aku dan Diandra, cewek apaan, seenak kamu mau memiliki kami berdua, Dimana mana seorang cowok pasti punya pasangan seorang cewek, b UU kannya dua orang cewek, kamu memaksakan kemauan kau kepada kamu, kau pikir kami nggak punya hati, ?


" Aku tak akan berpisah dengan Diandra, tak akan pernah.


" Kalau kamu tak mau berpisah dari Diandra, maka tinggalkan aku dan anakku,karena, aku tak mau hidup bersama suami orang.Dan akan ku jelaskan kepada Diandra, bahwa aku dan Bas, bukanlah siapa- siapa, kami tidak saling mengenal.


" Chloe, aku pikir kamu paham dengan keadaanku sekarang, nyatanya kamu rela menyudutkan ku dengan membuat pilihan gila seperti ini, aku tak akan berpisah darimu.


" pilihan gila, katamu? Bas, bas, kamu pikir aku sama Diandra mau aja di madu? biar gimana pun kamu harus menentukan pilihan kamu, dan aku harap pilihan kamu, benar benar dari hati kamu, aku nggak mau, kalau kamu memilih karena kamu kasihan.

__ADS_1


" ok, ok, Chloe, aku akan memilih. Tapi tolong beri aku waktu. akan aku jelaskan semuanya kepada Diandra, dan aku akan memilih, kamu atau Diandra.


" ok, aku ingin menjemput Brian, terserah kamu mau ikut atau tidak.


" Aku ikut, biar gimanapun Brian adalah anakku.


" Tidak kamu kejar, Diandra, salam perutnya dia juga ada anakmu.


" Diandra, belum melahirkan, yang sekarang menjadi prioritas ku adalah Brian. Ayo kita jalan.


" Ia sayang, Ayah akan selalu menjemput kamu, kamu adalah kesayangan ayah.


"makasi ayah, aku sangat sayang pada ayah dan ibu, tetaplah bersamaku


" Diandra POV "

__ADS_1


" Bas, teganya kamu, mempermainkan aku, dan ketika aku berlari, kamu tak pernah mengejar ku, apa kamu lebih memilih Chloe?


" Kurasa kamu sudah mengetahui jawabannya, Diandra. percuma kamu mengharapkan laki- laki seperti dia, Dia brengsek, dan tak bertanggung jawab.


" Riko, ko, aku menyesal, sakit hati ini, kenapa Tuhan, sebelum aku menikah, tidak ku cari tahu semuanya, tapi malah aku langsung menyetujui untuk menikah dengannya.


" sudahlah Diandra, untuk pa kamu mengeluarkan air mata untuk pria yang tak berguna itu, pria seperti dia, tak pantas untuk di tangisi, sudahlah, sudah cukup penderitaan mu, berbenah lah untuk anak mu kelak.


" Ko, apa salahku, Hingga mendapat kutukan seperti yang ni? dosaku begitu banyak, aku tak sanggup, gimana aku merawat anakku kelak? dan apa yang akan aku pertanggung jawabkan, kalau suatu saat dia menanyakan tentang ayahnya?


" Sudahlah Diandra, tak usah di tangisi, dan jangan salahkan dirimu, Tuhan punya rencana yang terindah, buat kamu dan anakmu kelak, persiapkan dirimu untuk bisa menghadapi kelahiran nanti, jangan kamu berpikiran tentang hal hal yang hanya akan menghancurkan mu dan anakmu kelak.


" Riko, aku tak habis pikir, selama ini, bas tega hancurkan perasaanku, apa salahku padanya, apa aku segitu rendahnya di mata dia, sampai sampai dia lakukan itu padaku? Apa besok kita bisa kembali ke Jakarta?


" Ia, Diandra, besok kit kembali ke Jakarta, karena meeting kita telah ditandatangani, jadi kita dapat kembali ke Jakarta.

__ADS_1


" Makasi ya... Ko, kamu sangat baik, kamu maukan berteman, dengan aku kembali?


__ADS_2