
"Seminggu sudah persahabatan kami berlanjut, tiada hari tanpa bertanya ataupun memberi kabar, dan kami selalu terlihat bersama, saling melengkapi, dan saling memahami. Hingga hari itu pun tiba, hari dimana aku, merasa sangat bahagia, hari dimana aku mulai belajar membagi waktu, dan hari di mana aku merasa sedang diawasi, nah hari itu, waktu itu, Bass secara sadar dan penuh percaya diri, menyatakan cintanya kepadaku.
"Aku suka dan sayang sama kamu Diandra, mau nggak jadi pacar aku"?
"Kristin, mulai meneriaki, terima...terima ... terima",dan aku merasa bahwa Bastian cowok baik dan pengertian, aku menerimanya. " Kita pacaran ya sekarang?.
aku hanya bisa mengangguk dan senyum senyum kecil yang bisa ku lontarkan. Waktu itu kami berada di taman Nostalgia, taman dimana Bastian ungkapin perasaannya, taman dimana aku dan Bastian menjadi sepasang kekasih. aku sangat bahagia, malam ini, karena memang Bass lah cowok yang kusukai selama ini, cowok yang ku mimpikan menjadi pendampingku.
Diandra *
Bastian
Kristin
**kira kira inilah kami,
__ADS_1
"Hubungan aku dan Bas, berjalan seperti irama pacaran pada umumnya, saling telfon, sms-an, ketemuan, makan bareng,semua rutinitas itu kami lakukan sebagaimana biasanya, layaknya cara pacaran anak muda zaman ini. Di kantor aku selalu diperhatikan,oleh Bass, karena ia juga salah satu atasan dari aku dan Kristin. Persahabatan aku dan Kristin pun semakin akrab dikarenakan aku sekarang adalah calon iparnya, yang mana Bass adalah saudara sepupunya. Kristin bahkan kadang berlebihan kalau di suruh Bass untuk menjaga aku. dan karena rasa over yang berlebihan aku jadi semakin senang dan bahagia, yah... hidupku memang sangat bahagia, sehingga aku merasa tidak lupa bersyukur kepada Tuhan karena kesempurnaan ini.
"Ma... pa..,"Ade mau bilang, kalau Ade punya teman cowok ma, namanya Bass.
"mama sama papa setuju aja, "intinya yang terbaiklah untuk Ade, dan mama yakin pilih
an Ade pasti yang terbaik menurut Ade, tapi ingat ya de, kenalin juga sama papa mama ya"?
"ok ma"pasti Ade kenalin.
Selesai telfon sama kedua orang tuaku, aku berbaring dan tiba tiba hp ku bergetar, aku melihat Bastian memanggilku,
"hallo... jawabku
"duduk aja, habis telfon sama mama,papa, kamu sendiri lagi apa?
"aku juga,lagi duduk, dan habis telfon sama orang tuaku.
"oh...ia sayang, tadi aku kabarin mama kalau aku udah punya calon istri, orangnya cantik, baik lagi,
"kamu,berlebihan, gimana kalau nggak sesuai, ntar aku ditendang jauh jauh, sama orang tua mu.
__ADS_1
"yah...nggak mungkinlah sayang, mama sama papaku itu orang nya baik banget, makanya punya anak yang baik pula.
" aku juga sampaikan kepada orang tua ku kalau aku jga udah punya cowok, dan mama mau, supaya aku kenalin kamu sama mereka.
" ok ! gimana kalau kita ketemu ma orang tuamu,?
"ia kalau liburan, Kitakan kerja, lagian orangtuaku di Flores....
"ok, sayang kita ke Flores Minggu depan, kenalan sama orang tuamu.
"terus kerjaan"?
"lupa kamu yah ... kalau pacarmu ini manager.... jadi izin mu dikabulkan.... hehehehe".
Dan hari itu pun tiba, aku diberi izin oleh atasanku untuk kembali ke kampung halamanku**.
"kami pun melakukan perjalanan yang cukup jauh, dan melelahkan, penerbangan dari Jakarta, labuan bajo, baru ke kota kecilku di Ende. aku bahagia, dan sangat bahagia.
" aku bersyukur karna aku diberi calon pendamping yang baik dan sangat sempurna menurut pandangan para gadis yang lainnya.
"Rumahku pun tidaklah sebesar rumah Bastian, ibuku hanya seorang guru PNS, sedangkan ayahku seorang wirausaha dan juga merupakan turunan Tionghoa, sehingga kecantikan ku sangatlah sempurna di mata orang, banyak yang bilang aku sangat mirip sama ayahku. dan itu pun benar adanya, dari cara kami berjalan, duduk, serta makan pun kami dibilang kembar. Ayah dan ibuku sangatlah memanjakan aku, dari aku kecil hingga besar, aku tetap no 1 di hati mereka.
__ADS_1
Menurutku, Aku dan Bas memang, pasangan yang serasi, tak ada satupun kekurangan diantara kami, sama - sama cantik, dan juga sama - sama anak tunggal, menjadi kebanggaan keluarga masing - masing, selalu diprioritaskan, itulah kami.