
"Kita mau ke mana, Ko?"
"Menenangkan pikiranmu. Kamu kelelahan bekerja, jadinya terlihat seperti orang yang stressed."
"Ko, terima kasih banyak. Aku harus bilang apa padamu? Kamu sangat pengertian dengan aku, dari awal hingga hari ini."
"Diandra, aku akan tetap begini, apa pun yang terjadi. Aku ingin menjadi sandaranmu dan, kalau kamu mengizinkan, aku ingin menjadi penghapus air matamu."
"Terima kasih, Ko. Tapi aku tidak pantas untukmu. Aku takut mengecewakanmu lagi."
"Diandra, itu kesalahan Bastian, yang meninggalkan istri yang seindah dan pengertian seperti kamu. Dia tidak bisa melihat semua kualitas dirimu. Jadi berhentilah menyalahkan dirimu. Yang pantas mendapatkan hukuman itu adalah Bastian, bukan kamu."
"Ko, ini kan pantai waktu itu, tempat kita bertemu pertama kali. Aku ingin kamu melupakan semua bebanmu di sini."
"Terima kasih, Diandra."
"Kamu bisa mengeluarkan semua bebanmu, menceritakan semuanya kepada laut, dan dia akan membawa ceritamu bersama dengan ombaknya."
"Sekali lagi, terima kasih, Ko. Aku sangat beruntung masih punya seseorang yang pengertian seperti kamu."
"Aku menikmati tawamu yang indah, Diandra. Aku bersyukur selalu diberi kesempatan untuk melihat tawa itu. Gimana perasaanmu, apa kamu merasa lebih baik?"
__ADS_1
"Ko, aku sangat senang dan bahagia. Terima kasih. Tapi aku harus kuat karena aku masih memiliki seseorang yang harus aku jaga. Apapun keputusannya, aku harus menerimanya dan menghadapinya."
"Aku akan selalu di sisimu dan menjagamu. Dan tentu saja, aku tidak akan pernah meninggalkanmu."
"Makasih, Ko. Oh ya, kenapa tante mengundangku ke rumah?"
"Oh iya, aku lupa. Ini hampir waktunya. Kita sebaiknya pulang, karena mungkin mama menunggu kita."
"Oke, Ko. Tapi aku belum siap. Aku tidak bisa datang ke rumahmu dengan keringat seperti ini."
"Oke, kita bisa ke salon dulu sebelum pulang."
"Syukuran di panti asuhan yang dikelola mama. Jadi mama menginginkan kamu untuk datang bersama kami."
"Oke, aku siap."
"Halo, Ma. Aku dan Diandra dalam perjalanan. Kita akan tiba dalam 15 menit."
"Baik, sayang. Kamu harus menjaga mantu mama dengan baik."
"Ma... Diandra masih milik Bastian. Tapi jangan khawatir, Ma. Aku akan menjaganya dengan sangat baik, seperti pangerannya."
__ADS_1
"Kamu dan Diandra belum balikan, ya Ko?"
"Belum, Ma. Tidak semudah itu. Aku ingin membuatnya menjadi milikku, tetapi aku takut melukainya atau membuatnya kecewa. Aku takut dia membenciku atau meninggalkanku."
"Sweet banget, anak mama. Wanita seperti Diandra membutuhkan perlindungan khusus. Jadi kamu harus menjaganya dengan baik."
"Baik, Ma, doain Riko ya ma ... biar Diandra mau Nerima Riko lagi jadi kekasihnya.
" Ko,,, kamu masih mau yah ... sama aku,? janda loh Ko...
" Emang kalau Janda kenapa? aku kalaupun bujang, aku tetap mau Diandra sama kamu, aku nggak pernah kecewa mendapatkan kamu, karena aku sudah sangat mencintai dan menyayangi kamu, dan aku berharap semoga kamu tidak pernah menolak aku lagi, dan aku akan menerima kamu dan anakmu. Aku akan bertanggung jawab sama kamu berdua, aku mohon kamu nggak boleh tolak aku lagi.
" Ko,, aku belum bisa memutuskannya, karena aku belum mendapatkan penjelasan dari mas Bas,
" Penjelas apa lagi Diandra, Bastian sedah menentukan pilihannya, sampai sekarang pun dia belum menghubungi kamu.
" Walaupun dia belum menghubungi saya, saya masih istrinya Ko, seperti apapun keputusannya saya akan menunggu sampai mas Bas yang mengatakannya sendiri.
" Ia, Diandra. Dan kamu ingat kamu nggak sendiri, masih ada aku di sampingmu.
" Iya Riko.
__ADS_1