
" Hari ini, aku membawa Bass untuk bertemu dengan orang tuaku. Ketika kami tiba di rumah, kami disambut hangat oleh keluargaku, semua nampak bahagia, karena kami bisa berkumpul kembali.
Bas, menyalami semua anggota keluarga ku satu persatu, dan kemudian kami duduk bercerita ria di ruangan keluarga.
Bas, pun mulai mengenalkan dirinya,dan tujuan dia datang ke rumahku, " om dan tanta, hari ini aku datang dan memohon ijin untuk melamar anak om dan Tanta, ungkap Bas.
Aku kaget," ha...! lamar???, dalam pikir ku, hanya untuk perkenalan, ternyata Bas langsung meminta ijin melamar ku.
Nak Bas," om dan Tante, terima kasih atas niatan baik dari nak Bas,untuk hidupnya Diandra, om dan Tante serahkan semuanya sama Diandra, karena yang menjalaninya itu Diandra, jadi dialah yang lebih berhak untuk itu. " Bagaimana, Ade? tanya ayahku,
aku hanya senyum, tanda bahwa aku setuju, karna selama ini, baru Bas yang menjadi pasangan hidupku dan punya niatan serius denganku.
Malam itu, keputusan pun langsung diambil, Bas menginginkan langsung menikahi aku, setelah kembali dari Ende, ayah dan ibuku pun menyetujuinya, dan kami akan menikah di Jakarta.
Keesokan harinya, aku mengajak Bas untuk berjalan jalan mengelilingi kota kelahiran aku, emang sih, Ende kota kecil, tapi menyimpan sejuta warna dalam hidupku, Ende tempat dimana aku, bisa belajar, berjalan, bernyanyi, dan menjadi pribadiku seperti sekarang ini. Aku dan Bas pergi ke pantai, berpacaran menikmati keindahan pantai Ende.
****aku sangat bahagia, karena hari ini aku ditemani sang pujaan hatiku, menghirup udara pantai di kota kelahiran aku.
Seminggu sudah kami di Ende, dan saatnya kami untuk kembali. Ayah dan ibuku mengantarkan kami ke bandara, dan prosesi pelepasan pun dimulai, aku berurai air mata, karena harus meninggalkan ayah dan ibuku, dan sebentar lagi aku punya gelar baru, NY. Atmaja, lebih tepatnya NY. Bastian Atmaja.
Ketika tiba di Jakarta, Bas mengantarkan aku pulang, ke kontrakan ku.
aku, "tak mau pulang,aku ingin disini bersama," ucap Bas.
__ADS_1
" emang kamu mau tidur di mana"?
"sama kamulah, kan entar lagi kita suami istri
,jadi nggak apalah kalau aku tidur sama kamu".
"hemmmm, nggak bisa gitu bas, mana ada, apalagi kita belum sah menurut agama dan gereja, jadi nggak bisalah!"
Bas, langsung menarik aku dan memelukku dalan diam, aku mengikuti permainan bas****
"sudahlah, Bas! sudah terlalu malam,dan juga malu kalau dilihat sama orang".
"baiklah, aku pulang ucap Bas, sambil mencium lembut bibirku
" Hallo, kenapa"?
" cepat bersiap siap karena hari ini akan
ada pemotretan untuk pernikahan kita, 10 menit lagi aku jemput."
Dan benar adanya, 10 menit kemudian Bas datang menjemputmu. Dan kamipun berangkat ke tempat pemotretan.
__ADS_1
Dan akhirnya photo prewedding nya pun selesai.
" Sayang, semua hasil pemotretannya, bisa aku lihat"? aku ingin mengoleksinya, dan menyimpannya di dalam laptopku.
" Boleh dong, sayang, lagian inikan gambarnya kira berdua, entar aku kopi kan filenya baru aku serahkan ke kamu ya"?
" it's ok sayang, intinya yang terbaik lah.
" Ok sayang, " aku pun mau pamit, soalnya masih banyak lagi yang harus ku atur, untuk pernikahan kita, nantinya.
" ok, sayang, aku minta maaf kalau tidak dapat membantumu.
" Tak, apalah sayang, lagian aku tidak mau terlalu merepotkan kamu, aku takut kamu nantinya kecapaian", jadilah rawatlah dirimu sayang, jaga bodi mu biar nggak kurusan nanti di hari pernikahan kita.
" Ok, sayang".
" Aku pamit, selamat malam.
" Malam juga sayang.
__ADS_1