
" Sayang, semuanya udah di pastikan aman"?
" sudah sayang," semuanya aman, dari gedungnya hingga undangannya, semuanya telah aman.
"Ok," Kemarin ibu mengabari kalau mereka akan datang Senin nanti."
" ok,sayang. Ingin rasanya hari itu segera, karena aku sudah tak bisa menahan hasrat ku, aku ingin sepenuhnya si cantik ini menjadi milik ku".
" Tunggu saja waktunya, sayang". Jika sudah waktunya, hati ini tidak mungkin menolak, pasti akan ku serahkan semuanya untukmu.
" Bersedia kah saudara, menerima Diandra Cassandra sebagai pendamping hidup saudara, dalam suka maupun duka?
" ya, saya bersedia.
"Bersedia kah saudari, menerima Bastian Atmaja sebagai pendamping hidup saudari, dalam suka maupun duka?
" Ya, saya bersedia".
Air mata dari kedua orang tua kami, nampak terlihat, hati orang tua mana yang tak bahagia melihat anaknya bahagia, kebahagian hari itu, tampak terlihat jelas pada, setiap sudut gereja, burung berkicau, menyambut bahagia, kedatangan keluarga baru, keluarga yang masih sangat membutuhkan anak anak tangga, untuk menuju bahtera rumah tangga
ya.
" Sayang, sekarang kalian sudah resmi menjadi Sepasang suami dan istri, segala kebutuhan suami diatur oleh istri, begitu pula sebaliknya, segala keperluan istri diatur oleh suami. Kami orang tua, hanyalah orang ke tiga yang akan melengkapi perjalanan cinta kalian berdua. Susah dan senang harus dirasakan bersama, dan cobalah untuk saling melengkapi segala kekurangan dalam rumah tanggamu, biar tak ada orang ketiga pun yang mencampuri hubungan kalian, "
" Dan selalu bersyukur atas Rahmat dan cinta dari pasangan, dengan begitu semuanya akan indah pada waktunya.
pesan dari orang tua kami, yang akan mendewasakan aku dan mas bas.
__ADS_1
" Mas Bas, yang itulah sapaan baru untuk suamiku, penjaga hatiku".
" Malam ini, kamu terlihat begitu cantik, bak bidadari dari kayangan, aku sudah tak sabar menunggu saatnya tiba, saat dimana kamu dan aku menjadi satu tubuh dan satu daging".
" Mas, sebentar lagi kan waktunya, tidak lama sayang".
Para tamu undangan mulai berpamitan, gedung resepsi mulai terlihat sepi.
" Bapak sama Ibu, aku dan Diandra ,mohon izin, soalnya Diandra kelihatan capek."
" Ia sayang, ntar Diandra nggak bisa layanin kamu nanti, kan kasihan perjaka nya gantung, hehehe, goda mama Tahlia.(mama Tahlia dan bapak Bram adalah orang tuanya mas Bas, sedangkan orang tuaku Adalah Papa Michael dan Mama Lia.
Bapak ( Bram Atmadja)
Bapa Michael
"
" Sayang, aku mau mandi, soalnya badanku terasa berkeringat,"
Okelah sayang, kita mandinya barengan. biar nggak terasa dingin".
__ADS_1
" Mas, nanti mandinya Berjam jam, aku nggak mau.
" Selamat pagi sayang,?
" Pagi juga, mas
" Sayang, sekarang kita siap - siap yah, karena orang tua kita, pada nungguin kita untuk sarapan.
" ok, mas".
"Selamat pagi anak-anakku, gimana tidurnya nyenyak?
" Nyenyak, ma.
"Hmmmmm, berarti , belum pecah
ya durennya, mas? goda mama Tahlia.
"Maksud, mama"?
" Hahaha... mereka masih pada malu tuh,Bu? timpal mama Lia.
" Papa Bram dan Papa Michel, hanya tersenyum melihat kedua anaknya digoda istri mereka.
" Bas dan Diandra, sebentar lagi, kami akan kembali, papa dan mama harapkan, bina lah keluarga baru yang bahagia, segala permasalahan bisa diselesaikan dengan kepala dingin, tanpa adanya konflik dalam rumah tangga kalian.
" Bapa sama mama, nggak usah kahwatir, aku bakal jagain Diandra, sepenuh cinta bas. Diandra nggak bakal kekurangan kasih sayang dari Bas.Bas janji itu, papa dan mama.
" Baiklah, nak? papa sama Mama percaya sama kamu, berikanlah kami cucu sebanyak mungkin.
__ADS_1