
Siang hari itu di sebuah kafe yang tak jauh dari gedung perkantoran Asing yang bergerak di bidang properti. Dua orang manusia masih menikmati hidangan makan siang bersama. Suara dering ponsel mengalihkan pandangan Gita. ia melihat nama di penelpon dari layar yang berkedip-kedip.
"Mesya! cetus wanita manis berambut sebahu itu, Yoga menoleh layar ponsel yang berada di samping Anggita.
"Angkatlah, siapa tahu penting! perintah Yoga, yang melihat Anggita mengacuhkan nya. Dengan malas wanita jutek itu menggeser tombol hijau.
"Iya Sya!
"Git! Kau masih di kantor? aku ingin datang ke apartemen mu dan mengantarkan kebaya untuk akad besok."
"Ohya? wah sahabat ku memang keren. Kau bisa tempati janji mu. Mesya memang paling the best, tidak sombong dan baik hati." mulai keluar pujian-pujian dari mulut Anggita yang tentu saja ada maunya.
"Jangan berlebihan begitu, aku lakukan demi sahabat ku."
"Begini saja Sya, aku sendiri yang akan ambil ke rumah mu, kau nggak perlu antar ke Apartemen, pasti kau lelah setelah mengerjakan banyak pesanan."
"Okeh lah Git, aku tunggu di rumah ya."
"Oke siap!
Sambungan terputus setelah Mesya mengucapkan salam. Terdengar helaan nafas lega dari bibir Anggita "Akhirnya kita akan melewati semua ini Mas, tinggal selangkah lagi kita akan menjadi pasangan suami istri."
"Mas!
Anggita memanggil Pria di sampingnya yang tak bergeming. Yoga seakan menarik paksa lamunannya dan menoleh pada wanita selingkuhannya.
"Hmm..."
"Kenapa kau hanya diam saja, sepertinya tidak senang kalau besok kita akan menikah! Yoga tetap diam tanpa menyahut "Baiklah kalau kau tetap diam dan ingin membatalkan pernikahan kita, aku juga akan gugurkan kandungan tak berdosa ini! cetus membuang muka kesamping.
"Sayang! kau ini bicara apa sih! kau tidak usah takut, pernikahan kita akan tetap berjalan lusa. Aku hanya sedang berpikir."
"Berpikir apa?
Yoga menatap lekat wajah Anggita yang terlihat tegang "Penghianatan ku pada Mesya, sepertinya aku nggak adil padanya dan telah melukai hatinya bertubi-tubi."
Anggita mencabik "Jadi kau menyesal atas perbuatan yang telah kita lakukan selama ini? lagian salah sendri, kenapa Mesya jadi wanita mandul! tukas Anggita tanpa perasaan.
__ADS_1
"Ya sudah kita masuk ke kantor, ada meeting di ruangan Direktur, sepertinya aku terlambat 10 menit." Yoga berdiri dan mengeluarkan uang merah, lalu diberikan pada pelayan yang ia panggil.
"Nanti aku bareng kamu saja ke rumah mu, ambil gaun dari Mesya."
Yoga mengangguk "Iya bareng aku, tapi tolong jaga sikap mu di depan Mesya, jangan sampai ia curiga dan kita gagal menikah."
"Aku pastikan tidak akan membiarkan pernikahan kita gagal! Anggita menatap tajam wajah selingkuhannya dan berjalan pergi mendahului.
Tepat pukul lima sore, Yoga sudah berada dalam mobil bersama Anggita yang menunggu di depan lobby. Mobil sedan hitam itu meluncur meninggalkan perkantoran besar milik perusahaan asing. jalanan raya tampak macet merayap, Yoga harus sabar menunggu hingga sampai rumah. Entah kenapa ia merasa bersalah pada istrinya dan sangat merindukan wanita yang sudah ia nikahi selama tiga tahun. Rasa takut akan kehilangan sosok wanita yang lembut dan penyabar terus menghantui perasaan Yoga.
"Tidak aku tidak akan melepaskan Mesya, seandainya ia mengetahui pernikahan ku bersama sahabatnya kelak. Pastinya Mesya akan menerima kehadiran Anggita dan mengurus anak ku bersama." Yoga membatin, seulas senyuman terbit di bibirnya yang bervolume.
Satu jam lebih setelah melewati jalanan macet, mobil Yoga memasuki kompleks perumahan elite. Rumah mewah berlantai dua itu terlihat sepi. Yoga turun dari mobil dan membuka gerbang pintu besi yang tertutup, lalu memarkirkan mobilnya di teras rumah.
Yoga membuka handle pintu dan masuk bersama Anggita. Wanita itu mendahului yoga dan memasuki dapur, membuka kulkas untuk mengambil buah-buahan yang biasa Mesya taruh.
"Wow, isi kulkas sangat penuh sayuran dan buah-buahan."
"Ambil lah sesukamu, anak kita perlu asupan gizi yang banyak." Yoga mengusap perut datar Anggita "Mesya sangat rajin mengisi kulkas jadi tidak perlu kekurangan." tangan Yoga mengambil botol dan menuangkan air nya kedalam gelas.
"Mesya belum pulang? seperti nya dia masih sibuk." tukas Anggita sambil mengigit buah apel di tangannya.
"Hah! yoga membuang nafas kasar "Mesya terlalu sibuk dengan dunia nya hingga melupakan kodratnya sebagai seorang istri, kadang aku sangat kesepian." keluh Yoga pada sahabat istrinya yang kini sudah menjadi selingkuhan nya.
Anggita tersenyum, ia selalu bisa mengambil kesempatan dan hati Yoga yang sedang galau. Anggita berdiri didepan Yoga dan memeluk tubuh atletis pria tampan beralis tebal itu. "Kau tidak usah khawatir sayang, ada aku di sampingmu dan akan menemani hari-hari mu." rayu Anggita seraya mencium bibir Yoga, Pria itu terlihat suka dengan sikap Anggita yang manja dan selalu bisa menyenangkan hatinya.
Yoga membalas lum*tan Anggita, hingga terciptalah desah*n nikmat dari keduanya. Pria yang berstatus suami Mesya itu, mengangkat tubuh Anggita dan membawanya kedalam kamar tamu. Mereka memulai aksinya dengan percintaan panas, Anggita sangat pintar membuat Yoga keplek-keplek hingga tidak bisa berpaling dari Goyangan erotis nya. Bahkan dengan tidak tahu malu nya, Anggita mampu membuat sahabatnya tersingkir dari kehidupan Yoga.
Yoga lupa, Kalau telah melakukan hubungan terlarang di rumahnya sendiri. Mereka saling berpelukan tanpa sehelai benangpun setelah melakukan aktivitas panas. Suara pintu besi terdengar di dorong, Yoga terlihat panik dan loncat dari ranjang.
"Cepat kau masuk kedalam kamar mandi dan berpura-pura sedang sakit perut. Aku tidak mau Mesya melihat hubungan kita."
Anggita mengangguk dan memunguti pakaiannya, gegas ia masuk kedalam kamar mandi. Sementara Yoga sudah memakai pakaian nya kembali.
Jeglek!
"Mas! kau sudah pulang?" suara Mesya terdengar di ruangan tamu. Dengan berpura-pura haus yoga berada di depan kulkas. "Iya sayang, Mas di dapur!"
__ADS_1
Mesya berjalan kearah dapur dan di lihat suaminya sedang meneguk air dingin dalam botol. Mesya tersenyum dan berjalan mendekat "Sepertinya Mas sangat haus? lihat badan Mas berkeringat, padahal rumah kita ber-AC loh!
"Iya sayang, tadi mas berada di taman belakang sambil menunggu kamu pulang makanya berkeringat." di tarik nya pinggang ramping sang istri dan di kecup keningnya. Dahi Mesya berkerut "Mas ngapain di taman belakang? kurang kerjaan."
"Mas kangen kamu sayang." di tariknya Mesya kedalam pelukannya, hal yang biasa Yoga lakukan bila ada kesalahan pada istrinya.
Melihat sepasang suami-istri itu berpelukan, membuat hati Anggita di bakar cemburu saat ia baru keluar dari kamar tamu.
"Ehemm!
Mereka berdua melepas pelukannya saat suara deheman berada di belakang mereka. Mata Yoga bersitatap dengan Anggita yang menatapnya tajam. Mesya memutar tubuhnya dan di lihatnya sang sahabat sudah berdiri di depannya.
"Gita? kau sudah disini?
"Ahh, sorry aku nggak kasih kabar dulu kalau menumpang di mobil suamimu. Nggak sengaja aku berdiri di depan halte, tiba-tiba mobil suamimu berhenti tepat di depanku. Yoga bertanya, Aku bilang mau kerumah Mesya untuk mengambil gaun kebaya, dan Yoga mengajak ku pulang bersama."
Mesya mengangguk tanpa curiga "Tadi saat aku datang kau dimana?"
"Perutku mules-mules karena makan seblak mercon di kantin. sorry tadi aku pinjam kamar mandi mu" dusta nya sambil melirik kearah yoga.
"Bukan nya kau sedang hamil? kenapa meski makan yang pedas-pedas." Mesya yang terlihat khawatir menarik tangan sahabatnya untuk duduk.
"Tidak apa-apa kok, lagian sekarang udah gak mules lagi."
"Oiya bagaimna dengan gaun ku?
"Sudah beres semuanya, kau bisa coba sekarang." Mesya mengambil paper bag yang berada diatas sofa, lalu memberikannya pada Anggita.
"Sayang, Mas mau mandi dulu ya. Gerah banget nih."
"Iya Mas!
Yoga berjalan kearah tangga menuju kamar yang berada di lantai dua. Sementara Mesya dan Anggita berada di kamar tamu sedang mencoba gaun kebaya untuk akad nikah.
💜💜💜
@Bersambung
__ADS_1