Dicampakkan Suami Dinikahi CEO

Dicampakkan Suami Dinikahi CEO
Kekecewaan Mesya


__ADS_3

Aku masuk ke dalam sebuah ruangan bercat pink. bisa dibilang warna kesukaanku. ku edarkan pandanganku keseluruhan ruangan, terdapat lampu LED berwarna-warni, tempatnya sangat luas dan mewah terlihat nyaman dan romantis. Terdapat satu bundar meja besar dan enam kursi yang sudah di hias. Bunga tulip putih berada diatas meja berwarna taplak putih. Kutarik satu kursi untuk ku duduk.


"Apa nggak salah Mas yoga memesan tempat seluas ini? bukankah kita hanya dinner berdua? gumam ku dalam hati.


Pelayan memberikan menu padaku. Ku membuka katalog yang berisi berbagai menu, akhirnya aku memilih makanan Eropa yang memang sudah tersedia disana.


"Beef Bourguignon, Seafood Paella,


Pastel de Nata dan dessert Roast & Yorkshire Pudding." kata ku sambil menyerahkan katalog pada pelayan itu.


"Itu saja bu? tanya pramuniaga wanita sambil mencatat makanan yang aku sebut.


"Es cappucino nya untuk ku dulu ya Mbak, suamiku nanti saja kalau sudah datang."


"Baik Bu, saya permisi dulu."


Ku anggukan kepala dan pelayan itu berlalu dari hadapanku. ku ambil ponsel dalam tas dan mencari kontak Mas yoga. Gawai ku terus berdering berkali-kali tetapi belum juga diangkat oleh Mas yoga. Entahlah sudah berapa banyak aku menelponnya.


"Mas aku sudah sampai restoran, cepetlah kesini." ku kirim pesan pada Mas yoga.


Waktu terus bergulir, detik demi detik jarum jam mulai bergerak dan menunjukkan pukul 08.20 menit, namun tidak ada tanda-tanda Mas yoga akan datang, ku ambil gawai ku kembali untuk hubungi suamiku. Nada sambungan telpon masih berdering, Namun si pemiliknya tak kunjung mengangkat.

__ADS_1


Aku begitu kesal dan cemas memikirkan Mas Yoga yang tidak kunjung datang, bahkan ia abaikan panggilan telpon ku. ku hembuskan nafas kasar berkali-kali "Mas di mana kau sekarang? kenapa kau ingkar janji lagi. Padahal ini adalah momen penting untuk kita berdua, Hari ini genap tiga tahun hari pernikahan kita." setitik airmata bergulir dari sudut mataku, hatiku terasa nyeri dan berdenyut-denyut. "Sikapmu sudah banyak berubah Mas, tidak sepeduli dulu, kau yang berjanji kau pula yang mengingkari." aku terus berkata-kata sendiri untuk menghibur hatiku yang sedang lara.


Semua hidangan yang aku pesan sudah berada di atas meja, namun aku tidak berniat menyentuh sedikitpun. Perasaanku saat ini sedang tidak menentu bahkan cappucino kesukaanku belum habis aku minum.


"Ya Tuhan, kenapa Kau mengingkarinya Mas! sampai kapan aku harus menunggu?! berkali-kali aku mengirim pesan padanya, namun tidak satupun balasan yang dikirim oleh suamiku.


Sepertinya Mas yoga tidak akan pernah datang, bahkan Jam sudah menunjukkan pukul 09.00 lewat. aku ya sudah lapar sejak tadi mendadak kenyang. padahal cacing-cacing dalam perutku sudah demo. ku paksakan memakan pudding untuk mengisi perut ku lalu berniat pulang.


Dari arah pintu seperti sedang dibuka. Terdengar suara sepatu pantofel berjalan mendekat dengan langkah cepat, aku tidak berniat menoleh atau mengangkat wajah ku yang sedang asik memakan pudding dan es krim rasa staubery. ku nikmati dunia ku sendiri tanpa peduli orang yang berjalan semakin mendekat.


"Maaf bu.." seorang pramuniaga tiba-tiba menegur ku dan sudah berdiri di samping ku. ku dongak kan wajah ku sambil menatapnya yang terlihat bingung.


"Iya ada apa mbak?" tanya ku dengan cepat, apalagi ada sosok pria berjas hitam di belakangnya sedang bertelponan.


"Jadi dimana ruangan private suami saya pesan? tanyaku sedikit terkejut.


"Ada di ruangan sebelah, di ujung koridor, ruangannya juga tak sebesar ini, cuma ada dua kursi sesuai yang di pesan pak Yoga."


kutarik nafas dalam-dalam lalu dihembuskannya perlahan, ada sesak dalam dadaku. Sudah salah tempat suamiku tidak kunjung datang-datang.


ku lirik jam di pergelangan tangan ku, jam sudah menunjukkan pulul sepuluh kurang lima menit. "Begini saja Mbak, saya sudah tidak minat meneruskan dinner malam ini. Tetapi semua hidangan yang ada di atas meja akan saya bayar semua."

__ADS_1


"Ibu boleh membawa semua makanan ini kalau sudah dibayar."


"Tidak apa-apa Mbak ini kesalahan kami."


"Jadi ruangan private yang Pak yoga pesan dibatalkan ya Bu?


"Iya! ku langsung berdiri dan mengeluarkan kartu ATM dari dompet ku.


"Semua hidangan ini aku yang bayar! tiba-tiba Pria berjas hitam yang sejak tadi sibuk menelpon, akhirnya bersuara.


"Tidak usah Pak, saya bayar sendiri saja!" tolakku sambil menyerahkan kartu ATM pada pramuniaga itu.


pria itu menggeleng pada wanita di depannya. Seakan terhipnotis dengan pria tersebut, pramuniaga itu langsung pergi meninggalkan kami berdua.


"Bapak tidak usah repot-repot membayar makanan yang saya pesan ini."


"Tidak apa-apa, suatu saat aku bertemu dengan mu lagi, akan ku tagih untuk membayar makananku! kata pria itu tersenyum samar.


"Ya sudah terima kasih kalau begitu, saya permisi dulu." kulangkahkan kakiku menuju pintu tanpa menghiraukan pria itu lagi. Namun, belum sempat aku membuka pintu, tiba-tiba beberapa orang masuk ke dalam ruangan.


"Bagas, ini kah wanita pilihan mu? woww sangat cantik." seru seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik, dan membuat ku mendelik. ku paling kan wajahku kearah Pria itu berdiri untuk meminta penjelasan, ia juga tampak terlihat terkejut dan tegang.

__ADS_1


💜💜💜


__ADS_2