Dicampakkan Suami Dinikahi CEO

Dicampakkan Suami Dinikahi CEO
Ibu Mertua julid


__ADS_3

"Ada apa sebenarnya dengan mu Mas? kenapa perasaanku nggak enak ya? Mesya membuang nafas kasar untuk menghilangkan sesak di dadanya, lalu ia menutup pintu dan berjalan ke kamar untuk mengganti pakaian.


Mesya sudah selesai dengan pakaian kerja dan polesan natural di wajahnya. Ia harus secepatnya sampai butik, karena pekerjaan yang menumpuk sudah menantinya.


Suara bel di depan Pintu memaksa Mesya untuk cepat turun dari lantai dua.


"Ceklek!


"Hallo sayang..."


"Mama..?


"Kok kaya orang terkejut gitu? tanya wanita paruh baya dengan pakaian nyentrik di depannya


"Ehh, nggak kok mah, ayo masuk."


Mesya mencium punggung tangan Marni dan mempersilahkan ibu mertua nya untuk masuk. Wanita paruh baya itu berjalan keruangan makan, kebiasaan Marni yang selalu mencari sesuatu di meja makan.


"Kamu masak apa Sya." wanita paruh baya itu membuka tudung saji, matanya membulat sempurna saat melihat hidangan enak di atas meja. "Wah, ada daging panggang dan ayam kecap. kamu beli makanan enak hari ini Sya? pasti Yoga kasih kamu gajih besar ya." tanpa di suruh makan oleh tuan rumah, wanita berpakaian nyentrik itu langsung mengambil piring yang tersedia diatas meja, lalu mulai menyendok nasi dan lauk nya.


Mesya menuangkan air putih kedalam gelas, dan memberikan pada ibu mertuanya yang sedang menyantap daging dengan penuh di mulutnya.


"Pelan-pelan makannya mah, nggak bakal ada yang minta kok! sindir Mesya melihat kelakuan Marni yang seakan baru nemu makanan enak.

__ADS_1


Marni melirik kearah mantu nya "Wah ini enak banget Sya. Pasti kamu beli di restoran ya."


"Nggak kok mah. Mey masak sendiri."


"Bener ini masakan kamu? sejak kapan kamu pintar masak?" setahu mama kamu cuma bisa masak mie rebus sama telor ceplok! sindir Marni sambil memasukkan daging terakhir kedalam mulut.


Mesya hanya menghela nafas dalam dan menoleh pada jam di pergelangan tangannya. "Aku sudah telat, bagaimana ini? mana kerjaan ku banyak. Nggak mungkin aku ngusir mama mertua ku." gumamnya dalam hati.


Tidak ingin menimpali ocehan mertuanya, Mesya memilih mengalihkan pembicaraan. "Oh iya tumben Mama pagi-pagi kemari?


"Loh, emang nya ada larangan Mama datang pagi-pagi? ini rumah yoga kan, jadi Mama bisa kapan saja datang kesini dong! cetus Marni mencabik.


"Ya nggak ada yang larang mama datang kesini. Masalahnya Mey mau berangkat ke butik, banyak kerjaan mah."


"Duh! Mama jangan salah paham gitu dong! sekarang mama bilang ajah apa tujuan Mama kesini? kata Mesya to the poin. "Pasti datang kemari urusan duit! Mesya membatin.


Seketika wajah Marni yang memerah karena kesal, berubah datar. ia memasang wajah memelas. "Sya, Mama mau minta tolong, hari Sabtu mama ada arisan di puncak dari rombongan ibu-ibu PKK, Mama harus ikut karena sebagai bendahara PKK. Hemm...." Marni menjedah ucapannya dan menatap mantu yang duduk sambil melipat tangan didada.


"Apa mah! katakan saja!"


"Mama mau minta uang 5 juta, untuk bayar arisan ibu-ibu pkk, juga buat si Gesha, motor nya masuk bengkel karena sering mogok. kasihan kan Geisha kuliah kalau motor nya mogok terus."


Mesya menggaruk alisnya yang tidak gatal "Mah, bukannya dua minggu yang lalu mama udah minta uang buat bayar arisan sama Mas Yoga? Emang nya berapa banyak sih arisan mama? terus, kok bisa motor Gesha mogok lagi, baru empat bulan lalu aku tukar motor Gesha dengan yang baru."

__ADS_1


"Loh, namanya motor dipakai setiap hari ya pasti rusak lah. kalau nggak mau rusak ya taruh ajah di musium! lagian kamu itu kenapa sih sibuk sama urusan mama, apa nggak ada kerjaan?! cetus Marni membuang muka.


Nesya menarik nafas dalam-dalam dan di hembuskan ke udara. Percuma berdebat dengan ibu mertuanya yang hanya mau menang sendiri. Ia tidak ingin dibilang mantu kurang ajar dan lebih baik mengalah supaya wanita tua itu cepat pulang.


Mesya mengambil ponsel dari dalam tasnya, tangannya mengutak-atik angka di atas layar. "Sudah Mey transfer mah! tapi maaf aku hanya bisa kirim 4 juta. Kan mama tahu sendiri berapa Mas yoga kasih aku setiap bulannya."


Wanita paruh baya dengan dandanan menor itu merogoh ponsel dalam tasnya dan mulai melihat angka nominal yang mantunya kirim. "Cuma 4 juta? ya sudah deh, nanti kekurangan nya mama minta sama Yoga."


Wanita itu beranjak dari duduknya, tetapi matanya terus melihat makanan di atas meja. "Sya, Mama minta daging panggang sama Ayam nya ya. kebetulan mama belum masak, papa pasti seneng di bawain masakan buatan mantunya." tanpa minta persetujuan dari si empunya rumah, Marni mencari tupperware di dalam lemari, setelah ketemu memasukkan semua masakan Mesya kedalam kotak besar itu.


"Mah, jangan di bawa semuanya. Nanti Mas Yoga pulang kerja makan apa?."


"Kalian itu jangan perhitungan sama orang tua, kamu kan banyak duit Sya, bisa masak atau beli lagi. Teman mama yang sering belanja di butik kamu bilang, kalau Butik mu itu ramai pembeli. Seharusnya kamu bersyukur butik mu bisa lancar, ya berkat doa mama juga toh! sungut Marni jumawa, sambil terus memasukkan olahan masakan Mesya kedalam Tupperware.


"Ya sudah Mama pulang dulu, soalnya banyak urusan untuk keberangkatan mama ke puncak." ujarnya sambil menutup semua makanan dalam kotak dan memasukkan nya kedalam paper bag.


Mesya hanya mengangguk pasrah tanpa bisa mencegah. Gegas ia bersiap-siap untuk berangkat ke butik. Mesya menutup pintu rumah dan melihat Marni sudah masuk kedalam mobil dan meninggalkan kediamannya. Ia hanya gelengkan kepala melihat kelakuan ibu mertuanya yang tidak pernah berubah.


Mobil sedan merah melaju dengan cepat membelah jalanan ibu kota yang masih regang.


💜💜💜


@Tolong bersabar ya All.. pasti ada saatnya Semua kebusukan kelurga tonik Yoga akan terbongkar. Sekarang nikmati saja alur nya.

__ADS_1


@Happy readeng 🥰


__ADS_2