Dicampakkan Suami Dinikahi CEO

Dicampakkan Suami Dinikahi CEO
Perdebatan


__ADS_3

Yoga tersenyum lebar ia menarik Mesya kedalam pelukannya, lalu mengangkat tubuh sang istri dan membawanya keatas ranjang. Sekali tarik, handuk yang membungkus tubuh indah isterinya terekspos jelas. Wanita berparas cantik itu terlihat pasrah saat yoga memulai aksinya dan menyentuh tubuhnya tanpa sehelai benangpun.


Malam yang begitu panjang mereka lalui, hanya dua kali mereka melakukan hubungan suami-istri dan akhirnya mereka berdua tertidur pulas dalam dekapan hangat keduanya. Suara Alarm membangunkan Mesya pada pukul empat subuh, ia sudah terbiasa bangun lebih awal dan menjalankan kewajiban nya sebagai seorang muslim. Dengan perlahan Mesya melepas pelukan Yoga dan beranjak dari ranjang untuk membersihkan tubuhnya bekas percintaan mereka semalam.


Selesai mandi junub, Mesya memulai aktivitasnya dengan menjalankan sholat subuh sendiri. lalu ia membangun kan yoga untuk mandi dan sholat.


"Mas, Ayo bangun donk." Mesya mengusap punggung suaminya yang sedang tertidur menyamping. "Ini sudah jam lima loh!"


"Bentar lagi sayang, aku masih mengantuk." tutur Yoga masih memejamkan mata.


"Ya sudah aku kebawah dulu, mau buat sarapan. kalau sudah bangun jangan lupa mandi dan sholat subuh."


Yoga hanya mengangguk tanpa mau membuka matanya. Mesya hanya menghela nafas panjang dan beranjak pergi dari kamar tidur mereka berdua.


Didapur, Mesya mulai membuka kulkas dan mengambil bahan makanan yang akan ia olah. kebetulan bi inah sedang pulang kampung karena anaknya sedang sakit. Jadi selama bi Inah tidak ada, Mesya lah yang memasak sarapan untuk mereka berdua. Dalam waktu setengah jam, olahan masakan sudah tersedia diatas meja makan. Ayam kecap kesukaan Yoga, daging panggang yang sudah ia keluarkan dari microwave serta sop ayam yang sudah tersedia diatas meja.


"Sayang..." panggil Yoga sambil berjalan menuruni anak tangga.


Yoga menatap meja makan yang penuh akan hidangan "Wah, mantap nih. Mimpi apa aku semalam ya Sya? isteri cantik ku sudah menghidangkan berbagai macam makanan diatas meja."


Mesya tersenyum tipis dan menaruh satu piring didepan Yoga "Silakan di makan Mas, kemaren aku membeli benang jahit yang kurang di pasar tradisional, jadi sekalian saja aku belanja."


"Loh, bukannya benang dan semacamnya sudah di kirim dari pabrik? kenapa harus beli di pasar?


"Kalau nunggu dari pabrik lama Mas, aku butuhnya tidak terlalu banyak dan sedang memburu waktu untuk menyelesaikan gaun Anggita."


Yoga menelan salivanya saat Mesya menyebutkan nama selingkuhan nya dan mengangguk-anggukan kepala seakan mengerti. Yoga mulai mengambil ayam kesukaannya juga daging panggang yang sudah Mesya potong-potong.


"Kalau setiap hari makan bergizi seperti ini, pasti Mas tambah banyak makannya."


Mesya duduk di samping Yoga dan mulai mengambil potongan daging panggang "Boleh saja Mas, asalkan Mas tambahin uang belanja untuk ku."


Yoga menoleh "Loh, masa 3 juta sebulan kurang sih, yank.., padahal kita cuma makan berdua loh. paling masakan kaya gini nggak sampai habis 3 juta kan?


"Kalau begitu Mas saja yang belanja." Mesya mencabik sambil memasukkan nasi kedalam mulutnya.


"Kok aku yang kamu suruh belanja Sya, kan mas sudah kasih kamu uangnya dan itu tugas kamu sebagai seorang istri."

__ADS_1


"Aku tahu itu tugas ku sebagai seorang istri Mas, tapi kalau setiap hari harus makan daging dan Ayam mana cukup? uang 3 juta itu bukan hanya untuk belanja mas, tapi untuk bayar listrik, uang sampah dan bayar satpam kompleks. Padahal aku juga sudah bantu untuk bayar bi Inah setiap bulannya, kadang ibu dan adikmu selalu saja datang dan minta uang padaku. Yang alasannya untuk arisan lah, ulang tahun teman lah. Uang segitu mana cukup sih Mas! yang ada aku juga keluarkan dari uang pribadi ku! tukas Mesya menjelaskan semuanya.


"Jadi kamu nggak ikhlas kasih ibu dan adikku uang? kok kamu jadi itung-itungan gitu Sya! padahal kamu juga punya usaha, seharusnya kamu saling berbagi biar usaha butik mu lancar."


Mesya langsung menghentikan makannya, rasanya sudah tak berselera lagi menikmati hidangan yang ia buat. Ia malas bila harus berdebat masalah uang dengan suaminya, yang merasa sudah mencukupi semua kewajibannya, padahal Yoga juga sudah tahu kelakuan ibunya yang sering minta uang pada Mesya


"Sudahlah Mas, aku malas berdebat dengan mu! Mesya beranjak dari duduknya dan membawa piring kedapur, masih ada separuh nasi dan lauk yang sudah tidak ingin dia makan.


Melihat istrinya merajuk. Yoga mulai khawatir, apalagi ia harus merayu Mesya untuk meminta izin pergi keluar kota.


"Mesya sayang..." Yoga sudah berada didalam dapur dan memeluk tubuh wangi istrinya dari belakang.


"Lepaskan Mas!


"Ma'afkan Mas sayang, ya sudah mulai besok kita nggak usah makan ayam dan daging setiap hari. Mas nggak apa-apa kok makan apa ajah yang penting sehat dan bergizi."


Mesya hanya terdiam, ia sengaja sibuk dengan aktivitasnya mencuci piring.


"Sayang.. kamu mau kan ma'afkan Mas?


"Sudah donk ngambek nya, aku ingin bicara penting sebentar." dikecup nya pipi Mesya.


"Ya sudah nanti aku nyusul, aku selesaikan dulu cuci piring bekas masak!"


Yoga mengangguk dan berjalan keruangan makan. Tak berapa lama Mesya datang dan duduk di samping Yoga.


"Apa yang mau mas bicarakan, aku harus siap-siap pergi ke butik."


"Begini Sya! di genggam nya jemari sang istri. "Hari Sabtu aku ditugaskan untuk keluar kota oleh perusahaan, ada pertemuan dengan para investor disana."


Mesya mengeryitkan keningnya "Kok mendadak Mas! bukannya bulan lalu Mas sudah pergi keluar kota ya? sebenarnya yang bekerja di perusahaan asing itu hanya mas doang?! tukas Mesya sangat kesal


"Ya nggak begitu Sya, namanya juga tugas dari kantor mana bisa aku tolak, nanti kalau aku di pecat karena melanggar perintah atasan bagaimana? Yang repot kan kamu juga." rayu Yoga berbicara lembut.


Mesya membuang nafas kasar seraya melipat tangannya di dada. "Ya sudah Mas, kalau harus seperti itu! tapi aku heran, kenapa gajih Mas nggak naik-naik ya. Padahal kan mas sering lembur dan tugas keluar kota."


"Ya Mas harus bagaimana? sudah peraturan kantor seperti itu, kan kamu lihat sendiri slip gajih mas yang hanya mendapat 10 juta." Yoga tersenyum samar "Semoga kau tidak pernah tahu Sya kalau gajih ku 30 juta itupun belum termasuk bonus-bonus. Aku sengaja mengedit slip gajih ku agar Mesya percaya." batin Yoga lirih.

__ADS_1


"Kalau gitu tolong siapkan kemeja, jas dan celana bahan warna putih. Dua hari lagi mas harus berangkat."


Tunggu! memang nya ada meeting apa Mas? kenapa normal sekali harus semua berwarna putih?" tanya Mesya sedikit curiga.


"Memang sudah peraturan kantor seperti itu, untuk menghormati klien yang datang dari Jepang."


"Mas akan perjalanan bisnis kemana?


"Surabaya! jawab nya spontan


"Surabaya? kok hari dan kotanya sama dengan Anggita."


"Deg! seketika jantung Yoga berdebar kencang. Bodohnya ia telah salah bicara.


"Sialan aku keceplosan! rutuk nya dalam hati "Gawat kalau Mesya sampai curiga. Aku harus meyakinkannya."


"Surabaya itu luas kan sayang, dan aku nggak tahu kalau Anggita mau pulang ke Surabaya juga." ucap Yoga setenang mungkin dan merubah ekspresi tegangnya menjadi santai. "Mungkin saja itu suatu kebetulan, jangan suka suuzon sama suami donk, tujuan ku bekerja kan untuk mencari nafkah istriku."


"Bukan begitu Mas. Aku hanya teringat kota kelahiran Anggita di Surabaya dan lusa ia akan menikah disana."


"Ohh.. jadi Anggita ingin nikah di Surabaya? kok aku nggak tahu ya? dustanya masih dengan ekspresi kalem


"Emang Anggita nggak cerita Mas? kalau ia ambil cuti seminggu untuk menikah."


"Nggak tuh, Mas ajah jarang bertemu Anggita di kantor, kan kita beda divisi." ucapnya terus berbohong.


Mesya hanya mengangguk dan menepis kecurigaan nya, Namun filing seorang isteri terkadang benar. Mesya merasakan ada sesuatu yang di sembunyikan oleh suaminya.


"Ya sudah kalau begitu Mas berangkat kerja dulu, kalau terlambat pasti kena SP."


Yoga menyerahkan punggung tangannya untuk Mesya cium. setelah itu ia mencium kening sang istri dan berjalan menuju mobilnya yang terparkir.


"Ada apa sebenarnya dengan mu Mas? kenapa perasaanku nggak enak ya? Mesya membuang nafas kasar untuk menghilangkan sesak di dadanya, lalu ia menutup pintu dan berjalan ke kamar untuk mengganti pakaian.


💜💜💜💜


Jangan lupa terus dukung karya Bunda dengan cara LIKE, VOTE/GIFT, RATE BINTANG 5 DAN komentar kalian 😍

__ADS_1


__ADS_2