
Selesai mandi aku mematut diri di depan cermin dengan memilih pakaian yang cocok untuk dinner bersama Mas yoga sore nanti, selepas pulang kerja. Selesai dengan riasan natural, aku keluar dari kamar menuruni anak tangga.
"Wah non Mesya cantik sekali." Goda bi Inah melihat ku takjub.
"Jangan berlebihan bik, aku biasa saja kok." ku sunggingkan senyuman pada wanita berusia 40 tahun, yang sudah bekerja lama pada keluargaku, semasa ibuku masih hidup.
"Ya sudah bi, aku berangkat ke butik dulu ya. nanti nggak usah masak, aku akan makan malam diluar bersama Mas yoga. Masak untuk bibi ajah."
"Iya Non!
Aku melangkah keluar teras lalu masuk ke dalam mobil kesayanganku. kulajukan mobil menuju butik. kurang dari 1 jam Aku sudah sampai di depan butik. Setelah mobil ku parkirkan dengan sempurna, aku masuk ke dalam gedung berlantai tiga itu yang terlihat kokoh dan berkelas. Senyuman ku mengembang saat menatap ruko yang sudah ku ubah menjadi sebuah gedung belanjaan khusus butik milikku. Susah payah aku membangun semua impian ku tanpa campur tangan mas yoga. Ya, aku membeli lahan kosong yang ku bangun menjadi sebuah ruko, hasil menjual kebon warisan ku yang ibu dan Ayah ku berikan. karena posisi butik ku yang strategis dan hasil desain tangan ku mampu menjual berbagai macam model, hingga mereka tertarik membeli produk berkualitas di butik ku dengan harga terjangkau.
kulangkahkan kakiku masuk ke dalam butik. beberapa karyawan yang melihat kehadiranku menoleh dan membungkuk hormat.
"Pagi bu?"
Aku mengangguk seraya tersenyum pada mereka, sambil mengagumi setiap desain tangan ku yang sudah menjadi sebuah pakaian indah.
"Kak Mesya!"
Seketika aku di kejutkan oleh suara yang tidak asing lagi, aku menoleh kebelakang dan benar saja, adik ipar ku berjalan mendekat bersama dua orang temannya.
"Geisha? tumben pagi-pagi sudah kesini? memangnya kamu nggak ke kampus?"
"Dosen nya nggak masuk kak, sering bolos terus kak! ujarnya sambil melirik kesebuah patung menakin yang terdapat koleksi pakaian terbaru.
"Tapi biasanya kan di ganti mata pelajaran lainnya."
__ADS_1
"Nggak apa-apa kan kak, sesekali ajah kita bolosnya!"
Ku gelengkan kepala tanda tak setuju dengan sikap adik ipar ku yang seenaknya. Dia pikir kuliah gratis dan nggak butuh biaya. "Ya sudah kakak keatas dulu."
"kak! panggil nya saat aku sudah menginjak kan kakiku keanak tangga. Aku menoleh "Ada apa lagi?"
"Geisha suka sama baju yang di patung itu, boleh buat aku ya kak!
Aku melihat patung yang sejak tadi jadi incaran nya, model pakaian remaja yang terbuat dari bahan rajutan yang aku pesan dari Korea, aku membuatnya khusus untuk anak gadis pejabat, kebetulan ada sisa bahan dan bisa kubuat jadi pakaian kekinian. Aku mendesah pelan, kebiasaan adik ipar ku dari dulu yang selalu meminta barang-barang branded. Tiba-tiba saja aku teringat akan unggahan foto yang Geisha fosting tiga hari yang lalu.
Aku mengangguk "Boleh! tapi ada sesuatu yang ingin kakak tanyakan."
"Tanyakan apa ya kak! terlihat wajah Geisha yang berubah pucat, entah apakah dia sudah tahu apa yang akan aku tanyakan.
"Ayo ikut kerungan kakak!
Geisha meremas kedua tangannya dan membeku di tempatnya, sedangkan dua orang temannya ikut terdiam.
"Aduh kak, perut ku sakit. Nanti ajah aku menyusul ya." ku lihat Geisha memegang perutnya dan berpura-pura sakit perut, lalu ia melangkah pergi bersama kedua orang temannya.
"Kita lihat saja Geisha, kau tidak akan bisa lari dari pertanyaan ku nanti, juga Mama mertua ku. kebohongan kalian pasti akan terbongkar."
***
Jam sudah menunjukkan pukul 05.00 sore aku mulai menghubungi Mas yoga, seperti janjinya tadi yang akan dinner malam ini.
"Assalamualaikum Mas!
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam, sayang."
"Aku sudah selesai dengan pekerjaan ku, Mas jemput aku kan?"
"kita masing-masing saja ke restorannya sayang, Mas masih ada pekerjaan mendadak. nggak sampai jam enam Mas sudah berada di tempat yang sudah Mas pesan."
"Mas nggak bohong kan? tanya ku seakan meragukan suami ku sendiri.
"Nggak dong sayang, kan sudah mas boking. kamu tanti tanya pada kasir dan bilang saja atas nama Prayoga Damarwangsa."
"Okelah Mas aku langsung kesana ya."
"Iya sayang, hati-hati di jalan ya."
Sambungan telpon terputus, aku mulai beres-beres dan merapikan riasan ku. Ku langkahkan kakiku menuju parkiran dan masuk kedalam mobil kebanggaan ku, hasil dari kerja keras ku sendiri. Timbul perasaan cemas dan khawatir dalam diriku sambil ku lajukan mobil ku ketempat yang sudah Mas yoga pesan. setengah jam kemudian aku sudah sampai di restoran bergaya Eropa yang mengusung makanan internasional.
"Sore Nyonya ada yang bisa kami bantu?" tanya seorang kasir ramah, aku sudah berdiri di depan meja kasir.
"Apa Pak Yoga Damarwangsa sudah boking tempat ini?"
"Dengan Nyonya Mesya? tanya wanita berhijab di depan ku. ku anggukan kepala ku "Iya Mbak."
"Sudah di boking bu, di room private. Mari kami antar."
Aku mengekor wanita itu di belakangnya menuju tempat yang sudah mas yoga pesan.
"BUUG!
__ADS_1
Tiba-tiba aku bertabrakan dengan seseorang. "Maaf Mbak." ujar Pria berjas hitam itu, tubuh nya membungkuk dan mengambil tas ku yang terjatuh lalu memberikannya padaku tanpa melihat kearah ku. Pria itu sepertinya sedang terburu-buru, ia melangkah cepat sambil berbicara dengan seseorang di telpon.
💜💜💜