
Malam ini aku berusaha memejamkan mata ku untuk bisa tidur ke alam mimpi yang indah. Namun, sepertinya mata ini tidak mau terpejam juga. Padahal mataku sudah mengantuk sejak tadi, aku berbaring sambil muter ke kanan dan ke kiri di ranjang besar ku bersama mas yoga, berukuran size king.
ku hembuskan nafas kasar berulang kali agar kantuk ku kembali menyerang. Saat otak ku sedang memikirkan Mas yoga, tiba-tiba ponselku berdering nyaring. Suara dering ponsel terus menjerit-jerit, aku yang mulai ingin tertidur akhirnya terbangun. Jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari. aku mengambil benda pipih itu diatas meja dan tertera nama Mas yoga di layar ponselku.
"Hallo Mas!
"Sayang kau belum tidur? ma'af kalau Mas mengganggu dan baru bisa menghubungi mu." ucapnya terdengar bersalah
"Kenapa sudah tiga hari ponsel mas tidak aktif? kemana saja Mas selama di Surabaya?! tanya ku yang sudah mulai curiga pada suamiku Mas yoga.
"Kenapa pertanyaan mu seperti itu sih sayang, kan sudah tahu aku dinas ke surabaya dari kantor? jawabnya terdengar tak suka aku bertanya seperti itu.
"Nggak biasanya mas, ponselmu sampai tiga hari tidak aktif dan baru sekarang Mas mengabari ku, padahal aku sangat cemas di sini." balas ku semakin kesal.
"Iya, chasan Mas hilang dek, terpaksa Mas beli yang baru di Mall tadi."
"Mas kapan pulang?
"Empat hari lagi Dek, kan satu minggu perjalanan bisnisnya. Ya sudah ya mas mau mandi dulu, ini habis pulang dari pertemuan dengan Cliant."
"Tunggu Mas, boleh aku bertanya?
Mas yoga yang hampir mematikan ponselnya segera aku tahan, aku ingin bertanya tentang mamanya yang membuat aku semakin penasaran.
"Apalagi Dek?!
"Mas ke mana Mama dan Giesel pergi? Tadi sore Aku berkunjung ke rumah mama untuk mengajak mama dan Gisel makan di luar, tetapi rumah mama tertutup rapat bahkan pagarnya di gembok." kataku mencoba mencari kejujuran dari mas yoga.
"Itu__ Mas nggak tahu Dek? Mungkin mama dan Gisel sedang berada di luar dan belum pulang." ucap Mas yoga seperti menutupi sesuatu.
__ADS_1
"Aku bertanya pada tetangga sebelah rumah Mama, katanya mama dan Gisel pergi__
"Mas!
"Ya sudah Mas tutup dulu ya, sepertinya sekertaris bos Mas memanggil!
klik!
"Mas! hallo__"
"Deg, deg, deg..."
"Siapa suara wanita itu? apa ada sekertaris bos malam-malam begini masuk kedalam kamar suamiku? ku remas sepray berwarna pink ini, ada rasa sesak yang menyeruak di dalam dadaku. "Awas saja kau Mas bila bermain curang di belakangku!" ku hempaskan kembali tubuh ku diatas kasur, tak terasa airmata ku mulai berjatuhan keatas bantal sambil ku tatap langit-langit plafon.
***
Satu minggu telah berlalu, itu artinya Mas Yoga sudah selesai dari dinasnya di Surabaya. Sebagai seorang istri yang baik aku tidak ingin di cap sebagai istri pembangkang atau tidak mau mengurus suami. kebetulan bi inah sudah pulang dari kampung dua hari yang lalu, kini ia sedang memasak di dapur untuk menyambut kepulangan suamiku.
"Non, apa mau di hidangkan sekarang? bibi sudah selesai masak."
"Nanti saja bi, kalau mas yoga sudah pulang. sekarang bibi istirahat dulu saja."
"Nanti ajah istirahatnya, bibi mau jemur pakaian yang ada didalam pengering."
"Jangan gitu bi, sini duduk disini kita nikmati kopi beserta sandwich." kutarik kursi di samping ku untuk ART yang sudah seperti keluarga ku itu untuk duduk, dan kami menikmati cemilan pagi itu sambil mengobrol.
Terdengar suara klakson mobil di depan gerbang, gegas bi Inah langsung bangkit "Bibi yang bukakan gerbang pintunya ya non. kaya nya itu mobil den Yoga." aku mengangguk, entahlah aku tidak begitu antusias menyambut kedatangan suamiku setelah aku melihat jam tangan limited edition yang aku berikan ada di foto sebuah pernikahan yang di unggah oleh Geisha.
Suara langkah pantofel semakin mendekat, dan aku pura-pura tidak mendengar sambil tangan ku mengutak-atik ponsel.
__ADS_1
"Sayang..."
Dengan terpaksa aku mendongak dan memberikan senyuman palsu di depan suamiku. "Mas sudah pulang? kataku pura-pura terkejut.
Mas yoga berjalan mendekat dan mendaratkan ciuman di kening ku. "Kok nggak seperti biasanya?"
Seperti biasa nya gimana Mas? kata ku sambil mengambil tangan kanannya untuk ku cium takzim.
"Penyambutan Mas pulang tidak seperti biasanya loh yank. kok kamu cuek ajah."
"Itu perasaan Mas ajah kali." ku berikan senyum terbaik ku agar dia tidak curiga kalau sebenarnya aku sedang mencurigai nya. ku lihat bi Inah berjalan kearah kamar sambil mendorong koper milik mas yoga.
"Mas pasti lapar, aku siapkan makan dulu ya." Mas yoga mengangguk sambil menarik kursi di samping ku. aku yang sudah berdiri berjalan kearah dapur dan membawa hidangan buatan bi inah.
"Gimana mas apa masakan bi Inah enak?" tanyaku yang melihat suamiku makan dengan lahap.
"Masakannya sama persis dengan buatan mu yank." Mas yoga mengambil air putih didepannya dan meneguk nya hingga tandas "Dari kapan bi Inah kembali?"
"Dua hari yang lalu."
Setelah menikmati sarapan pagi bersama, tiba-tiba aku mencium aroma parfum wanita menguar di penciuman ku. "Mas! apa parfum mu sudah ganti?"
"Nggak sayang, mana pernah Mas ganti parfum. Dari dulu aku selalu pakai merek Italiano buatan Paris."
"ku dekati hidung ku dan mulai mengendusnya "Tapi parfum ini seperti milik Anggita, Mas! kataku spontan, yang tiba-tiba saja mengejutkan Mas yoga. ia yang sedang meminum air putih langsung menyembur kedepan, lalu menoleh kearah ku. "Kau ini apa-apa sih yank! kalau bercanda jangan keterlaluan! tudingnya yang terlihat mulai sewot.
"Aku tidak mengada-ada mas! tapi__
"Sudahlah aku cape, baru saja pulang dari dinas kau malah ngajak berdebat! mas Yoga langsung berdiri dan pergi meninggalkan ku di ruangan makan.
__ADS_1
kuhempaskan nafas kasar dan menatap punggung lebar Mas Yoga yang semakin menjauh
💜💜💜💜