Dicampakkan Suami Dinikahi CEO

Dicampakkan Suami Dinikahi CEO
Kecurigaan Mesya


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 05.00 sore, aku mulai membereskan pekerjaanku karena setelah ini aku akan datang berkunjung ke rumah mertuaku untuk memastikan kebenarannya. Apakah ia sedang berbohong atau tidak? Tentu saja aku penasaran setelah bertemu dengan Bu RT yang menyatakan kalau tidak ada arisan PKK di puncak.


Mobil ku lajukan dengan kecepatan sedang membelah jalanan beraspal meninggalkan toko butik berlantai tiga yang sudah ku bangun dua tahun silam, tepatnya satu tahun setelah pernikahan ku dengan Mas Yoga. satu jam kemudian mobilku berhenti tepat di depan gerbang rumah mertuaku Marni. Tidak ada tanda-tanda kehidupan di dalam rumah tersebut, rumah berlantai dua itu terlihat sepi dan lampu depan belum juga di nyalakan. Terpaksa aku turun untuk mencari tahu kemana kepergian mertua ku, kebetulan dua rumah dari tempat tinggal ibu mertuaku ada sebuah warung Aku berjalan ke arah warung untuk mencari informasi dengan berpura-pura membeli minuman.


"Minuman kaleng ini berapa ya bu?"


"Yang itu 7000 rb."


"Saya minta tiga di bungkus ya."


"Baik Mbak!


"Ohya saya mau tanya? rumah Bu Marni kok gelap ya apa tidak ada orangnya? tanya ku memastikan sekalian mencari info pada wanita paruh baya yang ku tahu pemilik toko kelontong. Tangan ku menyerahkan uang 50 ribuan padanya.

__ADS_1


"Oh Bu Marni? Iya dia sudah tiga hari belum pulang." kata ibu si pemilik toko seraya menyerahkan satu kantong kresek berisi tiga buah minuman kaleng.


"Kira-kira pergi kemana ya bu?"


Wanita itu menyerahkan kembaliannya kepadaku sambil menatap lekat wajahku "Mbak ini siapa nya Bu Marni?"


"Saya ini keponakan Bu Marni, ada perlu sebenarnya datang kesini." ucap ku berbohong, aku tidak ingin wanita itu curiga dan tidak memberikan tahu keberadaan mertuaku, sepertinya aku juga tidak mengenal ibu pemilik warung tersebut, nyatanya dia tidak mengenali ku sebagai mantu bu Marni.


"Ohhh keponakan nya?


"Kalau ibu dengar sih, katanya mau pergi ke rumah saudaranya yang di Surabaya.'


"Surabaya?! aku terkejut, setahu ku ibu mertua ku nggak punya saudara di Surabaya, kenapa semua serba kebetulan. Mas yoga dinas di Surabaya, Anggita pulang ke Surabaya dan ibu mertuaku pun pergi ke Surabaya.

__ADS_1


"Maaf bu, apa ibu melihat Bibi Marni pergi dengan siapa?"


"Sama anak laki-lakinya di jemput pakai mobil, berangkatnya juga malam-malam pas saya lagi tutup warung."


Deg! seketika jantungku berdenyut-denyut merasakan sakit di hulu hatiku. Kenapa mereka semua pergi ke Surabaya? apa ibu mertuaku di ajak dinas keluar kota oleh Mas yoga. Tiba-tiba kepala ku terasa pusing, akhirnya aku berpamitan pada ibu warung dan memberikan uang sebagai informasi, awalnya ia bingung dan menolak tetapi menerima juga dua lembar uang merah yang aku kepal ke tangannya.


Gegas aku masuk ke dalam mobil dan melajukan kuda besi kesayangan ku menuju tempat tinggal ku. Setengah jam kemudian aku sudah sampai di depan rumah. Rasa lelah dan pikiran yang terus bercampur aduk membuatku semakin stres. Ku langkahkan kakiku menuju anak tangga dan berakhir di kamar.


Setelah bersih-bersih dan berendam di dalam bathtub, ku baringkan tubuh lelah ku diatas pembaringan setelah memakai kimono. Rasa penasaran yang menggebu dan ingin mengetahui tujuan ibu mertua ku pergi ke Surabaya, membuat aku berpikir keras. Ku ambil benda pipih diatas nakas samping ranjang dan aku mulai membuka kontak pesan untuk melihat balasan dari suamiku, Namun sayang, Mas yoga belum juga membuka isi pesan yang ku kirim, terlihat masih ceklis satu. Aku begitu penasaran kenapa Mas yoga belum juga mengaktifkan teleponnya, Apakah ia memiliki ponsel yang lain hingga Aku tidak tahu. Lelah memikirkan terus tentang mas Yoga, aku membuka status wasshpp dan tak sengaja menemui status wa adik ipar ku Gesha. Aku tekan gambar yang membuat ku penasaran. sebuah gambar tangan sepasang laki-laki dan perempuan dimana melingkar cincin mas putih di jari manis mereka masing-masing, namun yang membuatku terkejut si pria itu memakai jam tangan limited edition dari Swiss persis yang pernah aku berikan kepada suamiku Mas Yoga pada hari ulang tahunnya yang ke 30 tahun, setahun yang lalu.


"Tidak mungkin ini tangan Mas yoga! aku menggeleng cepat namun perasaanku tidak enak. "Tetapi jam tangan itu sangat mirip dengan jam yang ada ku belikan di lalu pernikahan siapakah yang diunggah oleh Geisha?!


"Tunggu! Geisha menulis pesan di bawah foto. ["Selamat atas pernikahan kalian, semoga secepatnya di kasih keponakan yang lucu."] jelas saja alis ku saling bertautan karena heran. Utuk siapa Geisha menulis kalimat ini bersama emot wajah tertawa. Buru-buru aku screenshot untuk menjadi bukti Nanti, saat suamiku Mas yoga pulang kerumah, aku akan tanyakan perihal foto ini. Bila nanti ku tahu suamiku telah bermain curang di belakangku, takkan kubiarkan ia hidup tenang, sumpah ku sambil ku remas kuat seprai yang ku tiduri. kuletakkan kembali benda pipi itu di atas nakas, lelahku sudah semakin meningkat, mata ku sudah meredup sebab memikirkan suami ku yang akhir-akhir ini semakin berubah.

__ADS_1


💜💜💜💜


@Maaf update nya telat 🙏 karena ada kesibukan di real, sebisa mungkin Bunda akan update terus 🥰😍


__ADS_2