Dicampakkan Suami Dinikahi CEO

Dicampakkan Suami Dinikahi CEO
Rencana Dinner


__ADS_3

Malam semakin larut, aku masuk kedalam kamar setelah makan malam bersama Mas yoga.Tidak ada perbincangan apapun, aku lebih banyak diam dan tidak banyak bertanya. Suara dentingan sendok terdengar lirih, sesekali Mas yoga menatap kearah ku sambil membuang nafas kasar. Aku memang sengaja mendiaminya, sebab masih kesal dengan sikap nya yang tidak pernah merasa bersalah. Jam masih menunjukkan pukul delapan malam, aku mulai mengerjakan rancangan desain yang tertunda tadi sore di butik.


Aku masih berkutat di atas meja kerja yang berada di dalam kamar, kebetulan kamar ku masih luas untuk menaruh lemari, meja rias dan satu meja kerja. Aku menggambar pakaian tradisional pesanan ibu pejabat di kota ku yang beberapa kali menjadi langganan ku. Aku tidak peduli kemana Mas yoga pergi setelah makan malam bersama.


Suara derit pintu kamar dibuka, aku tetap fokus menggambar tanpa mengalihkan pandangan ku, aku sudah tahu siapa yang masuk kedalam kamar, Aroma parfum maskulin menguar bebas di dalam kamar. Derap langkahnya terdengar semakin mendekat, aku yang duduk sambil membelakangi dirinya hanya diam saja saat sebuah tangan kekar memeluk ku dari belakang.


"Sayang, maafin mas ya? ucapnya sambil terus merangkul pundak ku, aku menggeliat dan masih diam tanpa membalas nya.


"Mas tahu, kamu pasti sangat kecewa. Mas bukan sengaja tidak mau menghubungi mu, tapi pekerjaan Mas yang menyita waktu! please, jangan diam saja." Mas Yoga semakin kencang mengerat ku dari belakang, membuat ku sesak dan tidak bisa fokus menggambar.


"Lepaskan Mas! seru ku pada akhirnya.


"Kenapa sayang...? Sudah dua hari sikap mu seperti ini. Berulang kali mas meminta maaf padamu, apakah Mas harus bersujud agar mendapat ma'af darimu?"


Aku menarik nafas dalam-dalam dan dihembuskannya perlahan. tanpa aku sadari tiba-tiba Mas yoga berlutut di depanku dan membenamkan wajahnya di antara kedua paha ku. "Mas jangan seperti ini!"


"Mas tidak akan beranjak sebelum kau memaafkan." di genggaman nya tangan kedua tangan ku, lalu diciuminya berkali-kali. "Mas sangat mencintaimu sayang."


Melihat kesungguhan Mas yoga akhirnya aku luluh dan mengangguk "Aku sudah memaafkan mu Mas, tapi aku mohon jangan pernah mengabaikan keberadaan ku, aku bisa saja pergi dari hidupmu Mas." ancam ku seraya menatap netra nya dengan raut wajah yang entahlah.


***


"Sayang, Mas berangkat kerja dulu. jaga dirimu baik-baik di rumah." Mas yoga mengusap mulutnya dengan tissue, lalu mencium kening ku setelah selesai sarapan pagi. Aku mengantarkan nya sampai depan teras.

__ADS_1


"Mas jangan lupa janjimu semalam. Akan dinner bersama ku." kataku saat ia membuka pintu mobil.


"Tentu saja sayang, Mas nggak akan lupa. Mas sudah atur tempat private untuk kita berdua. Nanti janjian di tempat yang biasa kita kunjungi."


"Okeh Mas! kataku tersenyum sumringah. sungguh aku sangat menanti momen berdua bersama suamiku. Dulu saat kami pacaran, Mas yoga Pria romantis dan selalu meratukan aku. Seringkali dia memberikan aku kejutan yang membuat ku menangis bahagia. Satu hal yang membuat ku merasa bersalah, belum bisa memberikan Mas yoga keturunan, Apalagi bila Mama menyindir ku tentang seorang anak, kadang membuat hatiku teriris. wanita mana yang tidak ingin memiliki seorang anak, semua usaha sudah aku lakukan Namun Tuhan belum percayakan nya padaku."


Aku menatap kepergian sedan hitam milik mas yoga, hingga menghilang dari pandangan ku. Aku menutup pintu dan berjalan kearah anak tangga. Tiba-tiba ponsel ku berdering. Aku mencari sumber suara ponselku Yang kuingat berada di atas meja makan, gegas aku berjalan ke arah meja makan dan meraih benda pipih itu, tertera nama Anggita bestie ku di layar ponsel.


"Hallo Git!


"Sya! aku kangen banget sama loe! terdengar suara cempreng sahabat ku, sudah seminggu lebih aku belum bertemu.


"Sama, aku juga kangen banget. kapan kau kembali?


"Baru kemaren aku sampainya."


"Iya dong, dari hari pernikahan sampai aku balik ke Jakarta, suamiku begitu romantis dan menjadikan aku ratu dihatinya."


"Senang mendengarnya. kirimin aku foto-foto pernikahan mu ya Git, jadi penasaran lihat wajah suamimu, pasti tampan ya?" tanya ku yang begitu penasaran dengan sosok suami sahabat ku itu. Maklum suami Anggita warga negara Australia dan ia sudah satu tahun menjalan hubungan, pada akhirnya mereka menikah juga. Tetapi bodohnya aku tidak pernah tahu wajah kekasih Anggita.


"Tapi sayangnya suamiku sudah kembali ke Australia, pekerjaan nya tidak bisa di tinggalin." terdengar suara Anggita yang sedih.


"Ya ampun, kalian kan baru saja menikah kok sudah jarak jauh sih, kenapa kau tidak ikut suamimu ajah ke Australia. kasihan dia pasti butuh sosok istri di samping nya."

__ADS_1


"Rencananya seperti itu, aku belum bisa resign dari perusahaan ku. Tapi suamiku nggak masalah kok, dia bisa pulang sebulan sekali."


"Okeh lah kalau dia tidak masalah baginya. Oh iya bagaimana kabar ibu Harun?


"Ibu baik-baik saja, ini ada oleh-oleh dari ibuku katanya untuk mu. ibu buatkan dodol duren kesukaan mu."


"Ya ampun ibumu perhatian banget sih, aku kangen buatan dodol ibu mu Git." aku begitu senang saat ibunya Gita membuatkan aku dodol durian. Bila aku nginep di rumah Gita, ibunya selalu membuatkan aku dodol durian.


"Ya sudah nanti sore kita ketemu ya?


"Kaya nya sore ini nggak bisa deh Git! aku dan Mas Yoga mau dinner, maklumlah sudah lama kita jarang dinner bersama. Baru dua hari yang lalu Mas yoga pulang dari Surabaya dan sikapnya berubah jadi lebih romantis."


"Uhuk.. uhuk.. uhuk.."


Tiba-tiba saja Gita terbatuk-batuk, membuat aku khawatir "Gita kamu nggak apa-apa kan?


"Nggak apa-apa kok, aku hanya tersedak saat lagi minum. Ya sudah kalau nggak bisa bertemu sore ini, kau kabarin aku saja kalau lagi nggak sibuk."


"Gini ajah, kalau aku tidak sampai malam dinner nya, pulangnya aku mampir ke apartemen mu ya."


"Okeh, kabarin aku sebelum nya ya." ucap Gita dan mengakhiri percakapan kami. Aku menaiki anak tangga kembali untuk bersiap-siap pergi ke butik.


Selesai mandi aku mematut diri di depan cermin dengan memilih pakaian yang cocok untuk dinner bersama Mas yoga sore nanti, selepas pulang kerja.

__ADS_1


💜💜💜


@Untk para readers bunda, tolong jangan terbawa emosi bacanya ya, ini hanya sebuah cerita dan karangan bunda semata, bukan untuk di buat galau atau sedih, tetapi untuk menghibur di kala waktu senggang 😁


__ADS_2