Dijodohkan Dengan Dosen

Dijodohkan Dengan Dosen
Part 14


__ADS_3

"Saya masih muda kali, jangan panggil Om lah," ucap pak Varo.


"Udah tua juga. Iya 'kan Dek."


"Kalau saya Om, berarti kamu Tante-Tante," ledek balik pak Varo tanpa ekspresi.


"Mana ada, saya bukan Tante-tante berdaster kalik."


"Ada, karena kamu istri saya jadi kalau saya Omnya berarti kamu Tantenya!" ucap pak Varo menekan kata istri, om, dan tante.


"Beda Pak, kalau Bapak udah tua sedangkan saya masih muda!" ucap balik Alta juga menekan kata 'tua dan muda.


"Kakak sama Om kenapa bertengkar?" tanya Davin polos.


Alya hampir saja tertawa saat Davin memanggil pak Varo dengan panggilan 'om.


"Kenapa manggilnya om?" tanya pak Danu.


"Kakak Alya tadi manggilnya 'om, jadi Davin juga manggil om," ucapnya polos.


"Hpfft ..."


"Jangan ketawa!" Pak Varo membungkam mulut Alya, sebelum gadis itu tertawa.


"E mmm."


"Jangan ketawa dulu." Alya cuma bisa mengangguk, mau bicara tidak bisa.


"Bapak mau buat saya sesak nafas?" Karena yang tertutup bukan cuma mulut Alya, tapi juga hidungnya.


"Tidak." Alya hanya mampu mendumel dalam hati.


Sibayi sedikit menggeliat, Alya ingin menyimpannya kembali ke box bayi. Tapi ditahan, saat pak Varo berjongkok didepannya dengan ponsel yang sudah memasuki aplikasi camera.


"Mau ngapain?"


"Shutt, diam dulu." Pak Varo memposisikan kamera hpnya ....


Cekrek.


Cekrek.


Cekrek.


Tiga gambar di ambil oleh pak Varo, salah satunya hanya mengambil gambar sibayi dengan tangan dan sedikit badan Alya. Dan yang kedua gambar lainnya, berisi full gambar wajah dan badan Alya dengan sibayi.


"Udah?" tanya Alya, pak Varo mengangguk. Alya berdiri dan meletak 'kan bayi di box.


Alya sedang sibuk berceloteh dengan Davin, anak itu menceritakan tentang kesehariannya di sekolah juga temannya.


Sedangkan pak Varo terlihat sibuk mengotak-atik ponselnya, kalau bu Zahra dia sedang tertidur. Pak Danu juga sedang sibuk dengan laptop, si bayi sedang tertidur pulas juga.


"Davin mau kasih tau sesuatu sama Kakak," ucap Davin dengan nada kecil.


"Mau kasih tau apa?"


"Tapi Kakak jangan kasih tau 'dedi."


"Tidak akan, mau kasih tau apa sih Davin ganteng. Kakak penasaran tau," ucap Alya dengan muka dibuat penasaran.


"Davin suka sama perempuan di sekolah Davin, Kak," ucap Davin dengan polosnya.


"Oya? Siapa?" tanya Alya dengan menahan tawanya.


"Namanya Fara, tapi Fara ndak suka sama Davin," ujar Davin dengan cemberut.


"Tau dari mana kalau Fara tidak suka sama Davin?" tanya Alya terkekeh.

__ADS_1


"Dari Fara sendiri. Kan Davin bilang kalau Davin suka sama Fara tapi Fara bilang kalau Fara tidak suka sama Davin karna Davin suka gangguin dia terus," cerocos Davin tanpa berhenti.


Alya sudah tertawa, untung saja dia ketawa tidak kencang.


"Kakak kenapa ketawa?"


"Nggak apa-apa sayang. Kakak mau lihat dong, Fara itu kayak gimana sih, sampai-sampai Davin suka sama dia."


"Nanti Davin kenalin, tapi Kakak Alya bantu 'in Davin untuk buat Fara suka sama Davin, oke?"


"Oke. Tapi Davin masih kecil, harus belajar dulu Sekolah sampai bisa buat 'dedi sama momi bangga sama Davin. Gimana?"


"Kalau Davin sudah besar, baru ya Davin boleh pacaran seperti Kakak?" tanya Davin, membuat Alya mengerutkan keningnya bingung.


"Kayak Kakak gimana?"


"Kakak Alya sama om Varo pacarankan?" Karna tidak mau memperpanjang pikiran Davin, Alya hanya mengangguk.


.


"Yasudah Pak, kita pamit pulang dulu. Nanti kapan-kapan kita datang lagi," pamit pak Varo.


"Iya, terima kasih sudah datang sama hadiahnya juga," ujar pak Danu.


"Ganteng, Kakak pulang dulu. Kapan-kapan kita ketemu lagi," ucap Alya sambil mengacak-acak rambut Davin.


"Oke, Kak."


"Pak, Bu, saya pamit ya."


"Hati-hati di jalan, semoga cepat-celat nyusul punya bayi," ujar Zahra.


"Doakan saja Bu," ucap pak Varo.


_________


❤ 💬 ✔.


Alkavaro_Mhr031 ✒ For you who are currently accompanying my life. Never get bored to continue to be beside me. I hope we will always be with the ways of Allah.❤


Lihat semua 4 .210 komentar


Darren_SnJ12, Anak siapa yang kalian curi?😱


_Argadinata091, Ponakan aku tuh ...🤣


Danuars_012, Aamiin, semoga cepat menyusul.


Sarah_M21, Aamiin, Mama tunggu kabar baiknya @Alkavaro_Mhr031👍


Elsa_SnJ43, Aamiin. @Alkavaro_Mhr031 Sama besan @Sarah_M21😄


Wahyu_125, Aamiin, semoga selalu bersama selamanya.


Wulan_dr51, Siapa? @Alkavaro_Mhr031


Nana_GIRELA011, Aamiin. Anak siapa tuh Pak? gemes saya lihatnya.


Nindy_N.p888, Salfok saya sama cincinnya.🤣


Aldi_Ss 711, Patah hati sedunia nih ciwi-ciwi.🤣🤣


Tata_Ang182, Semua perempuan yang mengidolakan siBapak dosen, jadi patah hati keknya. 😂😂


Anita_ptr233, Saya sakit hati Pak.😥


Ayu_Gs220, Hati saya retak Pak💔😭

__ADS_1


Alkavaro_Mhr031 @Darren_SnJ12 Anak orang. @_Argadinata091 Ponakan orang wy. @Danuars_012 Aamiin. @Sarah_M21 @Elsa_Snj43 Sabar aja Ma. . @Wahyu_125 Aamiin, terima kasih Pak. @Wulan_dr51 Belum saatnya publish. @Nana_GIRELA011 Anak @Nindy_N.p888 Jangan ribut.


Komentar di nonaktifkan.


Alya keluar dari aplikasi Ig -nya, setelah selesai membaca beberapa komentar di akun Ig suaminya. Ya Alya memang memfollow Instagram pak Varo, tapi bukan kemauan dia, itu karna paksaan kedua sahabat somplaknya.


Dari awal pak Varo mengajar, mereka bertiga memang sudah menfollow akun pak Varo. Tidak banyak unggahan foto atau vidio didalamnya, hanya ada lima foto dan satu Vidio.


Amazing memang, hanya sedikit postingan tapi pengikit bajibun, sangat banyak. Lalu selama itu mereka mengikuti akun pak Varo, selama itu juga pak Varo tidak mengikuti balik. Hanya akun-akun keluarganya atau teman seperjuangannya yang dia ikuti balik.


Sampai lupa, sekarang mereka memang sudah tiba dirumah sekitar sepuluh menit yang lalu. Pak Varo sedang mandi, badannya sudah lengket katanya.


"Alya, pakaian saya mana?"


"Ataga! Ish, Bapak itu sebenarnya manusia bukan sih? Perasaan datangnya selalu tiba-tiba!" omel Alya sambil berjalan ke arah lemari, untuk mengambilkan pakaian untuk suaminya.


"Menurut kamu saya apa memangnya?"


"Manusia jadi-jadian, maybe!" ucap Alya sekenanya.


"Nih." Alya menyerahkan baju santai warna putih.


"Saya keluar dulu ya Pak," pamit Alya, mana mau dia tinggal dikamar melihat sang suami memakai baju.


"Buatin saya kopi."


"Tapi ada syaratnya," ucap Alya, pak Varo berbalik mengangkat satu alisnya.


"Ikuti balik akun Ig saya, ya?"


"Sama suami sendiri pake syarat-syaratan, ck!" pak Varo berdecak.


"Yaudah kalau nggak mau," ucap Alya.


"Apa pentingnya sih, follow-followan itu?"


"Ya penting lah Pak, biar saya bisa pamer gitu kalau akun saya di ikuti oleh dosen idola kampus," ucap Alya sambil membayangkan muka-muka mahasiswi yang mengidolakan suaminya jika tau kalau akunnya di ikuti balik.


"Ck, tidak ada untungnya."


"Tidak untung bagi Bapak, tapi bagi para 'varsyad sangat super duper untung dan sangat menyenangkan!" ucap Alya menggebu-gebu.


"Varsyad? Itu siapa?"


"Nama fans club Bapak lah. Jadi gimana? Ikuti balik ya!" mohon Alya.


"Bikinin saya kopi dulu, terus bawa keruang kerja saya."


"Oke." Dengan semangat empat lima, Alya berlari menuruni tangga sampai kedapur untuk membuatkan kopi.


.


"Nih Pak." Alya meletak 'kan kopi dengan hati-hati, karna dimeja itu berserakan kertas-kertas.


"Hmm ... Pak itu —." Perkataan Alya terhenti, lantaran pak Varo menyodorkan hpnya dengan pandangan tetap fokus pada angka-angka di depannya.


"Pin?"


"Tanggal pernikahan kita." Alya mangut-mangut.


Alya memasuki aplikasi Instagram, tanpa membuang waktu, dia langsung menulusuri akunnya dan memencet tombol 'Ikuti.


"Sudah 'kan?"


"Sudah," ucap Alya. Saat hendak menyimpan ponsel pak Varo kemeja, ada pesan Whatsaap yang masuk.


08149*******

__ADS_1


[Aku Kangen tau Var!]


Deg!


__ADS_2