
~Varo pov~
"Pa, papa kenapa jodohin aku sih."ujar Varo.
"Kamu itu udah dewasa, udah cukup buat nikah."sahut pak Aryo.
"Tapi pa, nggak udah dijodohin segala aku bisa cari pacar sendiri."ujar Varo.
"Papa nggak mau tau pokoknya kamu harus terima perjodohan ini,dan kalian akan menikah 1 minggu lagi."kelas pak Aryo.
"Apa!1 minggu lagi."ujar Varo.
"Iya, kamu nggak perlu khawatir tentang persiapannya itu semua udah papa urus kamu tinggal tunggu hari H nya."ujar pak Aryo.
"Terserah papa."sahut Varo berjalan menuju kamarnya.
****
~Alya pov~
'Gue masih belum percaya secepat ini gue bakal nikah,di mana seharusnya gue masih seneng-seneng bareng sahabat gue,malah harus menikah' batin ku.
"Alya, coba kamu pakai baju ini kayak nya cocok buat kamu,"ujar mama, ya aku,Mama dan pak Varo sedang berada di butik untuk milih baju pernikahan.
__ADS_1
"Nggak usah yang terlalu besar Ma,kan acaranya nggak gede-gede amat,"ujar ku,dan di angguki oleh Mama.
"Kalo yang ini gimana,nggak terlalu besar juga,"ucap Mama menyodorkan baju putih dengan sedikit panjang tapi nggak seperti yang tadi.
"Yaudah yang itu aja, bentar aku coba dulu baju nya," ucap ku.
***
"Gimana udah siap baju nya?"tanya Papa, ya sekarang kita sedang berada di ruang keluarga, pak Varo ? Dia sudah pulang tadi.
"Sayang"panggil Mama
"Kenapa Ma?"tanya ku
"Nanti kalo kamu sudah jadi istri,jangan ngelawan apa kata Varo ya nurut sama dia,mulai besok kamu sudah jadi tanggung jawab Varo,rumah tangga kalian harus kalian bangun,kalo ada masalah jangan egois lagi selesaikan bareng-bareng,ingat kata Mama ya,dalam membina rumah tangga pasti akan ada cobaan mulai dari kecil hingga besar jadi jangan mengambil kesimpulan secara singkat ketika ada masalah,"jelas Mama dan ku amati setiap katanya.
"Ahh..Mama aku belum siap buat nikah,"rengek ku
"Nga papa, nanti masih bisa kuliah juga kok,"ucap Mama.
__ADS_1
Aku sudah minta izin buat nggak hadir ke kampus 4 hari,1 hari buat beresin rumah,hari ke2 ke butik cari baju,hari ke 3 nikah dan hari keempat nya istirahat,biar nggak terlalu lelah.
***
"Saya terima nikah dan kawinnya Alya Putri Sanjaya binti Radit Sanjaya dengan maskawin seperangkat alat sholat TUNAI," kata itu keluar dari lidah Varo dengan sekali nafas.
"Bagaimana para saksi,"tanya penghulu
"Sah.." ucap semua orang serempak.
"Alhamdulillah,"ucap semua orang, setelah melakukan doa Varo dan Alya pun sudah jadi suami istri.
Kini di jari keempat ku sudah ada cincin yang di pasangkan 1 menit yang lalu oleh pria yang sekarang berstatus sebagai suami ku,ku ambil tangan nya dan ku Salami tangan nya dengan lembut,dan sangat sulit di percaya jika sekarang aku Alya Putri Sanjaya sudah menjadi istri dari Alkavaro Mahendra Dosenku sendiri.
Pesta kecil-kecilan pun di lakukan hingga malam dan yang datang hanya keluarga kecil saja seperti kakak nya Mama beserta keluarga dan begitu juga dengan keluarga nya Varo.
"Selamat ya, atas pernikahan kalian," ucap pak Sandi, dosen fakultas Ekonomi Akuntansi.
"Terima kasih 'Pak," ucap pak Varo Alya, Alya agak kikuk, bagaimanapun pak Sandi juga jajaran dosen killer.
"Semoga pernikahan kalian Samawa sampai maut memisah 'kan," ucap pak Edi. Dan semua orang-orang telah memberi selamat, giliran keluarga dan teman Alya dan pak Varo saja yang belum.
__ADS_1
"Selamat dek , tahan-tahan ya sama sikapnya dia. Jangan lupa, bikinin gue ponakan." Sama halnya dengan pak Varo, Alya langsung menatap tajam pak Arga. Sedangkan yang ditatap hanya terkekeh.