Disandera Mafia Cinta

Disandera Mafia Cinta
#17 Melepas rindu


__ADS_3

Lucia masih saja memukul-mukul dada morres dengan perasaan yang tak karuan antara kesal sekaligus senang..


mendapatkan perlakuan dari lucia yang seperti itu morres lantas memojokkannya ke dinding kaca apartemen..


seketika itu pula lucia berhenti memukuli morres yang saat itu langsung mencium bibirnya dengan sedikit kasar.


sesaat kemudian lucia juga membalas ciuman dari morres..


mereka berciuman dengan penuh emosi meluapkan semua kerinduan mereka...


tak cukup sampai disitu saja, morres membalikkan tubuh lucia menciumi lehernya dari belakang,,..


lucia hanya beberapa kali mendesis dan pasrah menikmati perlakuan dari morres..


melihat Lucia yang sudah mulai tenang karena terbawa suasana,,morres pun melanjutkan aksinya tersebut..


.


.dan akhirnya mereka melakukannya ditempat itu...



setelah puas dengan posisi berdiri...morres menggendong lucia menuju sofa...


dan melakukannya lagi...


entah sudah berapa kali mereka melakukannya dalam semalam..


disofa,,,di kamar mandi ataupun di kamar..


waktu berjalan begitu cepat..hingga tak disadari jam sudah menunjukkan pukul empat pagi..


lucia yang masih dipelukan morrea meraba dada morres,, disaat bersamaan raut wajah lucia berubah total dan menghentikan jarinya..

__ADS_1


"apa ini" ucap lucia setelah melihat bekas luka di dada sebelah kanan morres..bekas luka itu cukup besar hingga lucia yakin kalau itu adalah bekas luka tembakan..


"tak apa lucia,,aku sudah membereskannya,,tak apa" morres menenangkan lucia dan meyakinkannya bahwa semua terkendali dan baik-baik saja..


"aku tak membutuhkan waktu enam bulan" ucap lucia sambil mengusap-usap bekas luka morres


"karena??"


"karena aku mencintaimu"


mendengar lucia berkata demikian morres tersenyum


"ucapkan lagi" pinta morres masih tak percaya


"aku mencintaimu" lucia tersenyum malu-malu dan wajahnya memerah seketika..


morres tertawa lirih...dan mencium Lucia puas...


lalu mereka melanjutkan kegiatan mereka semalam penuh...


keesokan harinya


lucia dan morres tertidur dikamar,,masih dalam keadaan telanjang lucia memeluk tubuh morres dan morres membelai rambut lucia sambil memandangi langit yang mulai terang dari balik dinding kaca..


tak lama kemudian lucia membuka matanya dengan tersenyum melihat wajah orang ia cintai masih di depannya


"good morning beb" ucap lucia mengecup lembut bibir morres...


"maukah kau menikah denganku???" ucap morres tiba-tiba...


lucia sedikit terperangah dan akhirnya tersenyum puas...


lalu lucia dikejutkan lagi dengan sebuah cincin yang entah kapan cincin itu sudah melingkar di jarinya...

__ADS_1


"ahhh cincin ini sangat cantik"ucapnya kagum...


"apa itu artinya ya" tanya morres lagi...


"ya..." mereka berciuman kembali pagi itu...


lucia sangat bahagia dan terus memandangi jarinya yang dihiaskan cincin berlian pemberian morres...


mukanya semakin memerah tatkala morres memluknya dari belakang saat lucia sedang menyiapkan sandwich untuk mereka sarapan...


"apa kau begitu senang,,mendapatkan cincin itu..lihat mukamu merah merona"goda morres mencubit pipi lucia..


"kalau aku tau semudah itu,,aku akan membelikanmu sepuluh cincin berlian dari awal" godanya lagi...


"awwww..."morres memekik menahan tawa, tiba-tiba lucia mencubit perutnya..


"tidak semudah itu boy,,aku sudah melihatmu berjuang selama ini,, dan seperti katamu..kau berhasil membuatku jatuh ke pelukanmu.."jelas lucia sambil membawa dua piring sandwich menuju meja makan...


..


..


..⭐⭐..


hay readers..


maaf ya ini bolak balik aku revisi..karna gak di tolak terus..


jangan lupa like komentarnya ya..


jangan lupa vote+ rate...


biar makin semangat upnya

__ADS_1


😘😘


..selamat membaca..


__ADS_2