
"aku harus cari jalan keluar agar aku bisa lepas dari sini"
lucia terus berjalan menjauh dari morres,,lucia terus berjalan....
.
.tapi yang dia temukan hanya hotel, restaurant, dan jalan buntu....
"tempat apa ini,,apa aku tak bisa keluar dari sini"..gerutunya sambil terus berjalan...
.tak lama iya melihat dua orang petugas keamanan yang sedang berkeliling,,
lucia merasa lega karena akhirnya dia akan mendapat pertolongan..
lucia berlari ke arah petugas itu
"help me,,help me please!!!,,aku diculik oleh seseorang,,tolong aku..."ucap lucia...
tapi petugas itu sedikit bingung karena mereka kutang mengerti bahasa inggris...lalu para petugas melihat kearah orang yang ada dibelakang gadis itu dengan tatapan segan...
"permisi tuan"
bukannya menolong,,para petugas itu malah pergi..
.
merasa heran dengan semua itu,,lucia berbalik badan dan mendapati morres sudah ada di hadapannya..
"apa kau tersesat sayang?"...
"harusnya kau memakai sepatu yang nyaman jika ingin lari dariku" tambah morres mengejek..
"kau sangat menyebalkan" lucia sangat kesal dan pergi meninggalkanninggalkan morres..
morres mengikuti lucia dan menarik tangan lucia kasar
"ikut denganku"perintah nya
"lepaskan aku,,!!kau mau bawa aku kemana??"
.morres tak menanggapi lucia dan terus menarik tangan lucia
setelah sampai di depan sebuah restoran, morres melepaskan tangan lucia.
"masuklah,,,!! kau harus makan sesuatu"perintah morres
lucia pun masuk kedalam restoran itu dengan perasaan kesal.
.
__ADS_1
.
"kau mau makan apa?"tanya morres
"terserah padamu,,memangnya siapa aku bisa memilih"ucapnya masih kesal
morres hanya tersenyum puas karna berhasil membuat lucia kesal..
"pelayan ??,,aku memesan dua porsi steak,,dan bawakan aku wine yang paling mahal"...ucapnya pada pelayan
"baik tuan"pelayan itupun pergi
"kau harus menyiapkan energimu,,karna nanti malam kau akan sangat bersemanagat"ucap morres menggoda lucia
lucia hanya diam menatap tajam kearah morres
"apa yang akan dia rencanakan?.
apa dia akan.......
ahhh tidak tidak,tidak mungkin, dia sudah berjanji padaku"
pikiran lucia terus bertanya-tanya
"apa yang kau pikirkan?"tanya morres
tak lama pelayan datang membawa sebotol wine dan menuangkan minuman untuk mereka...
morres tersenyum ramah,,dan pelayan iyu pergi...
"apa kau mengharapkan sesuatu dariku malam ini"goda morres sambil meneguk segelas wine ditangannya
lucia hanya diam menatap tajam kearah morres...
.
.
malam harinya
lucia masih beridiri mondar mandir di kamarnya memikirkan apa yang direncanakan oleh morres..
dan saat bersamaan morres datang membawa sebuah kotak
morres tak mengucapkan apapun hanya meletakkan kotak itu di ranjang dan pergi...
setelah morres pergi lucia langsung membuka kotak itu
lucia tersenyum senang karna morres mengembalikan handphone dan laptopnya kepadanya
__ADS_1
lucia memeriksa handphone nya dan benar itu adalah handphone dan laptopnya
lucia menghidupkan ponselnya
"halo paula???" ucapnya senang akhirnya ia bisa bicara dengan sahabatnya
tapi dikamar lain morres ternyata telah menyadap ponsel lucia dia mendengarkan semua yang lucia katakan pada sahabatnya
tak ada yang perlu dikhawatirkan,, lucia hanya menjelaskan kepergiannya pada paula dan luciapun tak menyebut nama morres...
lucia juga menelfon orang tuanya untuk memberi kabar...
memang benar lucia sangat bersemangat ia terus bicara pada sahabatnya itu hingga larut malam...
morrespun tetap setia mendengarkan lucia dari kamar lain
keesokkan harinya
lucia terbangun dari tidurnya,,dan dia mendapati morres juga tidur disebelahnya..
lucia melihat pakaiannya
"dia tak menyentuhku"gumamnya dalam hati
lucia berdiri melepas pakaiannya dan menuju kamar mandi...
mendengar suara percikan air morres terbangun..
morres melihat lucia sedang berdiri dibawah shower dari balik kaca kamar mandi..
.
.
lucia sedikit terkejut,,karna morres ikut masuk dalam kamar mandi..tapi lucia tak berkata apapun dan terus menatap tubuh morres yang basah dibawah shower...
"apa yang kau lihat" ucap morres tanpa menolehnya..
"apa kau menginginkannya?,kenapa kau tak mencoba menyentuhnya jika kau menginginkannya" ucapnya lagi
lucia masih menatap morres dengan tatapan menggoda
"teruslah bermimpi"ucap lucia dengan sinis
saat lucia hendak pergi meninggalkan morres, morres langsung meraih tengkuk lucia dan menariknya kembali..
"jangan terus memancingku!!,aku mungkin tak akan bisa menahannya" bisiknya geram
__ADS_1
mendengar itu lucia hanya diam dan pergi dari hadapan morres.
selamat membaca