Dokter Cinta Membuatku Jatuh Cinta

Dokter Cinta Membuatku Jatuh Cinta
Dokter Cinta


__ADS_3

Pagi ini Shilka sudah berada di Kampusnya. Dia berjalan menuju kelasnya, Di sepanjang jalan ia tak henti tersenyum menyapa semua orang yang ia lewati.


"Hai Shil," sapa salah satu temanya.


'"Hai juga." jawab Shilka.


 


Sapaan seperti itu sudah biasa ia terima. Ya karena Shilka memang pribadi yang ramah dan baik pada semua orang.


"Shilkaaa ..." teriak Icha sahabatnya, lalu menghampirinya.


"Hai kamu baru dateng?" tanya Shilka.


"Ia nih aku baru dateng " jawab Icha.


"Ya udah, ayo kita masuk kelas" ajak Shilka.


Mereka pun tiba di kelas. Seperti biasa sekumpulan pria tampan sedang berkumpul di kursi pojok. Mereka ialah Alkan,Syam,Ari dan Yudi.


"Aduh masih pagi itu cowok cowok udah pada rumpi" ucap Icha.


"Biarin aja sih" jawab Shilka duduk di kursinya.


Alkan,Syam,Ari dan yudi memang sahabat dekat, mereka selalu kemana-mana barengan dan saling membantu dalam segala hal.


Tak lama seorang wanita cantik masuk kedalam kelas.


"Hai sayang kamu lagi apa?" tanya Nadia dengan sedikit berteriak. Dia pacar Alkan salah satu pria tampan yang ada di kelas itu, hubungan mereka terjalin sudah beberapa bulan.


"Sayang kamu kesini? aku lagi ngobrol aja bareng mereka," jawab Alkan sembari menghampiri Nadia.


"Sayang nanti temenin aku belanja yah?" ucap Nadia menggelayutkan tangannya di lengan Alkan.


"Iya nanti aku temenin" jawab Alkan.


Di kursi tengah terlihat tiga wanita sedang berbisik menatap dua sejoli di depan.


"Liat deh si Nadia so manja gitu sama Alkan  jijik gue lihatnya" Ucap Della.


"Iya liat aja gue bakal rebut Alkan dari dia" sahut Amel .


"Gemes banget gue" kata Dea .


Ketiga wanita itu memang terkenal pembuat onar di kampus apalagi mereka sangat menggilai Alkan the gengs, mereka selalu cari masalah agar menarik perhatian Alkan dan temennya.


Shilka tidak peduli dengan apa yang terjadi di depannya, dia hanya sibuk memainkan ponselnya.


Tak lama Niko menghampiri Shilka. Dia salah satu temen cowok yang deket dengan Shilka. Mereka sama sama pintar dan sering shareing masalah materi pembelajaran.


"Eh Shil kemarin Bu Desy nyuruh aku buat data semua murid, katanya buat rencana Baksos ke desa terpencil gitu," ucap Niko.


"Oh ya, kapan itu akan di laksanakan?" tanya Shilka.


"Kayanya 2 minggu lagi deh," jawab Niko .


"emm ... kita harus segera membahasnya dengan Bu Desy," ucap Shilka


"Iya aku setuju nanti kita bicarakan dengan Bu Desy," ucap Niko.


"Oke, nanti pulangnya kita ke Ruangan Bu Desy." ucap Shilka .


Setelah jam pelajaran habis Shilka dan Niko memutuskan untuk pergi ke ruangan Bu Desy untuk membicarakan Bakti sosial itu .


"Asalamualaikum Bu" ucap Shilka dan Niko bersamaan.


"Waalikumsalam, silahkan masuk" jawab Bu Desy.

__ADS_1


"Bu gimana persiapan masalah Baksos itu" tanya Niko


"Semuanya sudah beres. kita tinggal membagi kelompok saja" jawab Bu Desy


"Syukurlah kalau begitu" ucap Shilka.


"Oh iya, ibu serahkan tugas ini kepada kalian sebegai penanggung jawab, kalian juga bisa ajak temn yang lain untuk membantu." ucap Bu Desy.


"baik bu" ucap Shilka dan Niko bersamaan


"besok ibu akan membagi kelompoknya" ucap Bu Desy.


"Ya sudah bu kalau begitu kami pamit" ucap Niko .


Di tempat lain Alkan sudah berada di mobilnya sesuai permintaan Nadia mereka akan pergi ke mall untuk berbelanja .


"Sayang hari ini kamu beliin aku tas, baju sama sepatu yah??" Ucap Nadia dengan manja .


"Satu satu dong sayang kemarin kan baru beli baju masa sekarang beli lagi??" Jawab Alkan.


"Kamu gak sayang sama aku?? Kamu kan kaya masa beliin yang kaya gitu gak bisa" ucap Nadia .


"Bukan gitu kan aku belum kerja. Aku beliin kamu itu pake uang tabungan, kalau abis gimana??" jawab Alkan.


"Sekali lagi aja yang pleasee" ucap Nadia memohon .


"Yaudah iya iya" jawab Alkan.


Nadia memang anak yang manja dan gila harta. iya selalu meminta Alkan untuk membeli semua yang dia mau. Ketiga sahabat Alkan pun kurang menyukai Nadia karena semenjak bersama Nadia, Alkan selalu sibuk dengan Nadia jarang ikut kumpul seperti biasanya.


Setelah membeli semua yang Nadia inginkan, mereka memutuskan untuk pulang, tak lupa Alkan mengantarkan Nadia pulang sampe kedepan rumah kekasihnya itu.


*****


Keesokan harinya Alkan The gengs sedang berkumpul di pojokan kelas, mereka terlihat sedang ngobrol seperti biasa.


"Eh Ri loe kenapa gak biasanya loe diem gini dari tadi?" tanya Yudi yang melihat perubahan sahabatnya itu.


"Yaelah cewek mah banyak putusin aja" ucap Yudi.


"Iya, loe bisa depetin cewek lebih baik dari dia" sahut Alkan.


"Iya tapi Gue sayang banget sama dia, gue gak mau kehilangan dia" jawab Ari .


"Mending Loe pergi deh ke Dokter Cinta, loe minta solusi sana" Ucap Syam.


"Dokter Cinta??? Siapa emang?" Ucap Alkan bertanya tanya.


"Masa loe gak tau, hampir satu kampus ini juga tau kali. Loe sih sibuk pacaran mulu sampe ada Dokter Cinta d kelas pun loe gak ngeuhh" ucap Syam.


"Ceh ... dasar" sahut Alkan.


"Gue malu ah" ucap Ari .


"Gak papa lah. Ayo kita kesana, gue juga penasaran sehebat apa sih dia dalam memecahkan masalah orang lain" ucap Syam.


Keempat laki laki itu pun langsung berjalan menuju kursi Shilka lalu mereka duduk melingkar.


"Jadi Shilka Dokter Cintanya" Batin Alkan


"Ada apa ini, tumben banget kalian  pada kesini??" Ucap Icha.


"Brisik loe gue gak ada urusan sama loe? Kita cuma mau ngobrol sama Shilka " jawab Syam.


"Memangnya ada apa?" tanya Shilka dengan santainya.


"Cepet loe cerita," sahut Yudi pada Ari .

__ADS_1


"Tapi loe janji yah ini rahasia, loe jangan bilang sama siapa pun termasuk Loe juga sama" ucap Ari menunjuk Icha.


"Selama orang percaya sama aku, aku tidak akan pernah menghianati kepercayaan itu" ucap Shilka.


"Okeh, jadi gini gue itu punya cewek namanya Maya, hubungan gue sama dia udah berjalan 5 bulan, selama ini kita baik baik aja malah kita terbilang jarang banget berantem. tapi sekitar 2 minggu yang lalu emang kita jarang ketemu. Karena Gue emang bener bner sibuk urusan Kampus, nah kemarin gue gak sengaja liat dia bareng cowok di Mall gue kecewa banget sama dia, tapi dia terus minta maaf dan bilang bahwa ini semua salah paham tapi gue ngerasa di khianati karena emang dari awal hubungan kita sepekat gak ada pihak ketiga kalaupun hanya temen,kecuali jalannya banyakan. Nah yang jadi masalah gue itu masih sayang banget sama dia, gue juga gak mau kehilangan dia, menurut loe gimana?" ucap Ari menjelaskan semua permasalahan dalam hubunganya.


"Apa kamu yakin dia selingkuh??" tanya Shilka.


"Nggak sih, dia bilang itu cuma lagi nyari tugas bareng. Tapi gue liat si cowoknya kaya yang suka sama Maya" ucap Ari


"Itu cowoknya, api Maya mah enggakkan?" tanya Shilka.


"Kamu itu cuma di penuhi rasa emosi, coba kamu tanya dulu apa yang sebenarnya terjadi jangan asal ngejugde aja. Hubugan kamu itu udah baik, hanya kamu harus turunin egomu aja, pasangan itu bukan hanya sebelah pihak tapi harus seimbang" ujar Shilka .


"Tapi dia itu gak peka apa yang gue mau??" Ucap Ari .


"Gak peka gimana maksudnya??" Ucap Shilka


"Ya gitu, gue maunya dia itu ngelakuin apa yang gue mau" ucap Ari


"Bukan dia yang gak peka tapi kamu yang terlalu berharap," ucap Shilka


"Maksud loe??" tanya Ari.


"Iya kamu selalu berharap pasangan kamu harus gini harus gitu di saat dia tidak sesuai harapan kamu di situlah kamu kecewa. Apa kamu yakin udah jadi pacar yang baik buat dia??" Ucap Shilka membalikan pertanyaan pada Ari.


"Ya menurut gue mah udah, gue setia, terus apa yang dia mau gue kasih, cuma gue jarang ada waktu aja buat dia" Ucap Ari


"Ya menurut kamu tapi menurut dia??? Cinta itu bukan hanya soal setia dan materi. tapi perhatian sama waktu itu juga sangat penting, kamu harus lebih perhatian dan pluangin waktu buat dia, mungkin bukanya dia gak berani ngomong sama kamu tapi ia mencoba berusaha memahami kamu, justru kamu yang gak peka d sini" ucap Shilka.


Ari pun terdiam sejenak memikirkan apa yang Shilka sampaikan .


"Gila ni cewek bener bener dewasa banget, seumur hidup gue baru ketemu cewek sebijak dia" batin Alkan


"Kenapa semua ucapan dia bener yah, emang selama ini dia gak pernah ngeluh sama gue malahan gue yang banyak nungtut sama dia " batin Ari .


Prokkkk...prokkk...prokkk...


"benar benar hebat kamu Shil pantas kamu dapet gelar Dokter Cinta" ucap Syam sambil bertepuk tangan


"Tapi bener banget loh semua yang dia ucapin itu emang bener kejadian" Ucap Ari keheranan .


"Makanya itu, Shilka selalu membatu orang memecahkan masalah mereka " Ucap Icha dengan bangga .


"Seumur umur gue curhat sama orang gak pernah ada yang berani nyalahin gue tapi di sini loe bener bener udah buka pikiran gue, Gue harus cepet telpon Maya buat minta maaf sama dia, sebelum semuanya terlambat" Ucap Ari.


"Makasi banget yah Shil, loe udah bantu gue dan  udah buat gue sadar. gue janji akan traktir loe makan, gue  akan kenalin loe ke Maya dan mulai sekarang Loe Dokter Cinta gue" sambungnya sembari tersenyu menatap Shilka


"Gak usah berlebihan kali. Iya sama sama semoga hubungan kalian lebih baik lagi kedepannya" jawab Shilka .


"Keren loe Shil" ucap Yudi .


"Dan gue juga akui itu" celetuk Alkan. tiba tiba ketiga sahabatnya langsung menatap Alkan bersamaan


"Tumben loe respect sama Cewek, biasanya juga gak pernah peduli" ledek Syam.


"Apaan sih lo" Ucap Alkan lalu beranjak dari duduknya .


"Makasi Shilka loe udah bantuin masalah temen gue" ucap Syam lalu meninggalkan kursi Shilka .


"Iya sama sama" ucap Shilka.


"Gila tuh cewek bener bener luar biasa" ucap Syam yang udah di posisi duduknya .


"Bener gue akui itu Shilka memang hebat, untung aja loe ajak gue ke dia kalau enggak mungkin gue udah mutusin Maya dan bakal menyesal nantinya" Ucap Ari.


Bersambung....

__ADS_1


jangan lupa like,vote,rate and coment yah


terimakasih ☺☺


__ADS_2