Dokter Cinta Membuatku Jatuh Cinta

Dokter Cinta Membuatku Jatuh Cinta
Pagi yang Indah


__ADS_3

Hari pun menunjukan pukul 03.30 pagi. hari masih gelap tetapi Bi Marni dan Lilis sudah berada di dapur.


Shilka pun terbangun karena mendengar suara kegaduhan di dapur.


"Hoaaapph ... jam berapa ini?ada apa di luar?" gumam Shilka meraih ponselnya.


"Ternyata masih pagi sekali," ucap Shilka dan beranjak keluar kamarnya.


"Selamat pagi" ucap Shilka.


"Eh Neng Shilka kenapa sudah bangun, apa kami mengganggu?" Ucap Bi Marni.


"Engga ko Bi. kalian sedang apa?" tanya Shilka duduk di samping Lilis yang sedang menyiapkan masakan.


"Kami sedang memasak Air untuk minum Neng, dan lagi menyiapkan sayuran untuk di masak" jawab Bi Marni.


"Tapi kan ini masih pagi," ucap Shilka.


"Kami memang sudah terbiasa bangun jam segini Teh" jawab Lilis.


"Teh?apa itu?" Tanya Shilka.


"Teteh itu panggilan kakak perempuan dalam bahasa Sunda dan Aa untuk kakak laki laki" jawab Lilis menjelaskan.


"Oh gitu yah, hehe ... maaf aku gak tau Lis" jawab Shilka sedikit tertawa.


"Gak papa teh namanya juga baru di sini" jawab Lilis .


"Ada yang bisa aku bantu gak Bi. aku juga pengen belajar masak" ucap Shilka.


"Boleh, Neng shilka cuci beras yah" pinta Bi Marni.


"Siapp boss" jawab Shilka dengan tegas.


Shilka pun membersihkan Beras dengan sangat hati hati sampai bersih.


"Ini Bi sudah beres" ucap Shilka menyodorkan beras yang sudah ia cuci.


"Nah ini airnya bisa kita ukur pakai jari Neng. Sekilo beras airnya cukup satu garis aja, kalau lebih dari sekilo kita lebihinn aja setengah garis atau lebih" ucap Bi Marni.


"Oh gitu yah bi. Kenapa bibi gak pake Magicom aja kan lebih cepet daripada di masak kaya gini kan ribet" ucap Shilka.


"Iya sih Neng cuma rasanya lebih pulen kalau di masak begini" ucap Bi Marni .


"Oh gitu yah, Shilka seneng bi jadi dapet ilmu baru" ucap Shilka sembari tersenyum.


"Iya Neng, sekarang Neng bisa bantu Lilis memotong sayuran dan menggoreng semua pasakan" ucap Bi Marni.


"Okeh" ucap Shilka dan langsung menggoreng apa yang Dia bisa. Sesekali ia ketakutan terkena cipratan minyak panas, tapi Ia terus berusaha dan menutup wajahnya dengan sebelah tangannya.


Tanpa mereka sadari ada orang di dekat pintu dapur yang sejak tadi memperhatikan.


"Dia lucu juga" gumam Alkan tersenyum menatap Shilka.


"Ehemm lagi apa Shil?" tanha Alkan berjalan menghampiri Shilka.


"Eh kamu Al aku lagi bantuin masak Bi marni sama Lilis" jawab Shilka.


"Oh,, ada yang bisa gue bantu??" tanya Alkan.


"Gak usah Al kamu duduk aja" ucap Shilka beralih memotong sayuran di depannya.

__ADS_1


"Udah gak papa biar cepet ia kan Bi" ucap Alkan.


"Iya, terserah Den Alkan aja" jawab Bi Marni .


Alkan pun membantu memotong motong sayuran sesekali ia tersenyum melihat Shilka.


"Aku gak nyangka orang kaya Alkan mau ikut bantu masak kaya gini" batin Shilka dan terus menatap Alkan denga lekat.


"Aaaww..." teriak Shilka jari sedikit terkena pisau karena iya fokus menatap Alkan hingga tak menyadari jarinya hampir terpotong.


"Kamu gak papa?" Tanya Alkan meraih tangan Shilka dan langsung menghisap darah di tangan Shilka.


"Cuma kesayat sedikit ko" jawab Shilka.


"Makanya loe harus hati hati" ucap Alkan langsung menarik tangan Shilka berjalan menuju ruang tv.


"Mereka cocok banget yah bu??" ucap Lilis,


"Iya Lis mereka cantik dan tampan" jawab bi Marni.


"Loe tunggu sebentar" ucap Alkan mengambil tas mini P3K miliknya.


"Aku gak papa Al" ucap Shilka.


"diem jangan bantah" ucap Alkan langsung mengobati luka Shilka dan membalutnya dengan plester.


"Huhhh ... huhhhhh ..." Alkan meniup luka di jari Shilka.


"Udah Al, makasi yah kamu selalu menolongku" ucap Shilka .


"Iya sama sama Shil, makanya loe harus hati hati Shil" jawab Alkan.


"iya Al." ucap Shilka.


"Al kenapa loe manis banget kalau bareng Shilka" gumam Syam uang melihatnya dari dalam Kamar.


Mereka pun kembali ke dapur dan masakanpun selesai di masak. tak lama adzan subuh pun berkumandang.


"Udah adzan bu, aku siap siap duluan" ucap Lilis.


"Kalian mau kemana?" Tanya Shilka.


"Kita mau sholat berjamaah di mesjid Teh, apa Teh Shilka mau ikut??" Ajak Lilis.


"Mau banget tunggu aku yah" ucap Shilka dengan semangatt


"Aku gak di ajak nih?" Ucap Alkan sedikit memelas.


"Kamu mau ikut??" Tanya Shilka.


"Iya aku mau ikut" jawab Alkan.


"Ayo A'Alkan juga bisa ikut" ucap Lilis.


"Ya udah aku siap siap dulu" ucap Alkan.


Mereka pun siap siap untuk pergi ke mesjid.


"Loe mau kemana Al??" tanya Syam.


"Gue mau shalat ke mesjid, loe mau ikut?" ucap Alkan

__ADS_1


"Nggak dulu ah gue sholat di rumah aja" ucap Syam.


"Ya udah gue pergi dulu" ucap Alkan melangkah keluar kamarnya.


Di luar sudah ada Bi Marni, Mang ujang, dan juga Lilis yang sedang menunggu.


"Aduh si Aden mani kasep pisan," ucap Mang Ujang.


"Apaan tuh Mang?" tanya Alkan.


" kata bapa A'Alkan ganteng Banget" jawab Lilis .


"Oh, itu mah udah ganteng dari lahir" ucap Alkan sedikit tertawa dengan candaannya.


Tak lama Shilka keluar dengan sudah menggunakan Mukena


"Subhanallahh Cantik banget dia pake mukena" batin Alkan dan terus menatap Shilka tanpa berkedip.


"Ayo kita berangkat" ucap Shilka.


"A' itu loh air liurnya di lap dulu" ucap Lilis menyadarkan lamunan Alkan.


"Eh apaan sihh ayo berangkat" ucap Alkan gelagapan.


Merekapun sudah sampai di mesjid melaksanakan Sholat berjamaah.setelah sholat subuh mereka pun keluar mesjid hendak pulang.


"Lis ibu sama Bapa pulang duluan kamu bisa ajak Teh Shilka sama a'Alkan jalan jalan sebentar menghirup udara segar di kampung kita" ucap Bi Marni.


"Iya bu" jawab Lilis.


Merekapun berjalan berkeliling kampung melihat hamparan kebun teh, sawah yang luas dan gunung yang sangat indah.


"Aahhhh aku senang sekali berada di sini," ucap Shilka merentangkan tangannya.


"Iya udaranya seger banget" ucap Alkan.


"kalau di Kota pasti suasananya gak kaya gini ya Teh?? ucap Lilis.


"iya di kota kalau jam segini udah pada sibuk siap siap buat pergi kerja, kesekolah,kekampus. Jalanan udah macet juga dan udaranya juga pasti tercemar terkena polusi kendaraan.


"oh gitu ya Teh. selama Teh Shilka sama A'Alkan di sini kalian bisa menghirup udara segar dengan bebas" ucap Lilis.


"iya lis" ucap Shilka.


"Eh ngomong ngomong di sini susah banget sinyal yah??" tanya Alkan sambil memainkan ponselnya.


"iya A' di sini memang susah banget sinyal apalagi sedang human kadang untuk dapet sinyal kita harus berjalan ke dataran yang lebih tinggi" ucap Lilis.


"oh gitu yah" jawab Alkan.


"oh iya di sini katanya ada tempat tempat yang indah buat di kunjungi yah?" tanya shilka


"iya Teh kapan kapan Lilis ajak kalian main deh ke gunung atau liat curug di daerah sini" ucap Lilis.


"siap nanti kita ajak temen lain biar seru" ucap shilka.


mereka bertiga pun menikmati udara yang sejuk di pagi hari dengan sangatt tenang.


Bersambungg ....


jangan lupa vote,like rate and coment .

__ADS_1


terimakasih 😊😊


__ADS_2