Dokter Cinta Membuatku Jatuh Cinta

Dokter Cinta Membuatku Jatuh Cinta
Truth Or Dare


__ADS_3

Seletah di perjalanan yang penuh drama, akhirnya mereka sampai di sungai. Terlihat sungai yang sangat jernih airnya dan masih bersih, tidak tercemar sampah ataupun limbah, tidak seperti sungai yang ada di kota, sudah di penuhi sampah dan tercemar limbah.


"Akhirnya sampe juga," ucap Syam menghela nafasnya.


"Terus di mana kita bisa mandi?badan gue udah lengket nih," Tanya Alkan.


"Di sana a' " ucap Lilis menunjuk toilet sederhana terbuat dari susunan bambu.


"Hah ... yang bener aja, masa kita mandi di tempat kaya gitu," jawab Alkan.


"Iya memang di sana a', a' Alkan coba dulu aja, airnya seger banget, aa pasti ketagihan," ucap Lilis.


"Ceh ... masa sih," ucap Alkan melangkah menuju toilet tersebut.


Shilka icha dan Lilis langsung menyuci baju mereka. Sementara Syam Ari dan Yudi sedang menikmati pemandangan sambil duduk di batu besar di pinggir sungai.


"Di sini sangat nyaman yah Lis, kita bisa nyuci sambil bercengkrama gini," ucap Shilka.


"Iya Teh, di kampung memang gini kalau kita nyuci biasanya di manfaatin sambil curhat sama ngegosip hehe ...." ucap Lilis sambil tertawa.


"Iya Lis, gimana sekarang hubungan kamu sama Rio?" Tanya Shilka.


"Siapa Rio?" tanya balik Icha.


"Dia pacarnya Lilis Cha," jawab Shilka.


"Hmm ... sedih, kamu aja masih SMA udah punya pacar Lis, apa kabar aku jadi jomblo mulu" ucap Icha mengerutkan bibirnya.


"Aku juga jomblo kali Cha, tenang kamu ada temennya" ucap Shilka tertawa kecil.


"Ceh ... bangga kamu Shil jadi jomblo," sahut Icha.


"Hehe ... iya teh, alhamdulilah sekarang hubungan kami baik, itu berkat saran dari teteh, makasi ya teh" ucap Lilis.


"Sama-sama Lis, Syukurlah aku seneng dengernya," jawab Shilka.


"Hmm ... kebiasaan Shil kamu selalu bisa beresin masalah orang, sementara kamu sendiri masih jomblo bahkan belum pernah pacaran," ucap Icha sambil menggelengkan kepalanya.


"Yeh ... apa urusannya bantu orang sama jomblo, gak nyambung kali Cha," ucap Shilka. Merekapun tertawa lepas bersama-sama.


"Cha sekalian cuciin bajuku dong," ucap Syam yang mengagetkan ketiga wanita di depannya.


"Kamu Syam kaya jelangkung aja, bikin orang kaget tau," ucap Icha.


"Mana ada jelangkung ganteng kaya gue" Syam dengan sangat percaya diri.


"Terserah deh, sini biar sekalian aku cuciin" Icha mengambil baju di tangan Syam.


"Nah gitu dong, kamu harus belajar jadi calon pacar  yang baik," ucap Syam sambil tersenyum.


"Cie ... calon pacar," Ledek Shilka dengan tertawa kecil.


"Apaan sih Shil," Icha menundukan kepalanya, wajahnya berubah menjadi merah karena menahan rasa malunya.


"Syam apaan sih, bikin orang baper aja," gumam Icha dalam hatinya.


"Wah ... loe benar Lis airnya seger banget" teriak Alkan keluar dari toilet.


"Loe mandi atau semedi Al, lama banget," ucap Ari.


"Sorry, abisnya keenakan gue, hehe...." jawab Al.


"Eh Syam loe lagi liatin apa?" ucap Al menghampiri sahabatnya itu.


"Ini gue lagi liatin calon pacar, lagi nyuciin baju gue" jawab Syam tanpa melihat Al.


"Loe udah move on dari Novi Syam?" tanya Alkan.

__ADS_1


"Siapa tuh Novi? Sorry gue gak kenal," ucap Syam.


"Syukur deh kalau loe udah move on, gue seneng dengernya." ucap Alkan.


"Novi? Siapa dia? Apa itu mantan pacarnya Syam?" gumam Icha bertanya tanya.


"Eh sekalian dong sama baju gue, tolong cuciin, gue males nyuci lagian gue udah mandi males basah basahan lagi," ucap Alkan menyerahkan bajunya kepada Icha.


"Eits ... enak aja loe suruh Icha, kasian dia, loe suruh Shilka aja sana buat nyuci baju loe" ucap Syam.


"Udah gak papa Syam biar sekalian," ujar Icha.


"Gak usah biar dia suruh Shilka aja," jawab Syam.


"Yeh ... bilang aja loe cemburu," sahut Alkan.


"Shil bisa tolong cuciin gak baju aku?" pinta Alkan.


"Ceh ... aku biasanya juga loe gue mendadak lembut loe," ledek Syam.


"Aku udah denger Al dari tadi, sini biar sekalian, tapi maaf yah kalau kurang bersih" ucap Shilka.


"Hehe ... iya Shil aku basa basi aja," ucap Alkan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Shilka pun hanya menggelengkan kepalanya.


"Eh tapi makasi ya Shil," ucap Alkan.


"Iya Al sama-sama," jawab Shilka.


Setelah selesai mandi dan mencuci pakaian, sejenak mereka duduk di batu besar dan menatap keindahan alam sekitar.


"Wah di sini sinyalnya lumayan bagus," ucap Ari sambil berdiri memainkan ponselnya


"Memang a' di sini lumayan bagus sinyalnya," jawab Lilis.


"Ah ... kesempatan banget gue telpon Maya, gue kangen banget sama dia," ucap Ari.


"Syirik aja loe jomblo," sahut Ari.


"Loe gak hubungin Nadia Al?" tanya Syam.


"Engga, gue lagi males," jawan Alkan.


"Tumben banget biasanya loe paling semangat kalau udah bahas Nadia," ucap Syam.


"Gue bete sama dia, dari kemarin dia ngeselin gak ada pengertiannya, udah tau di sini susah sinyal, dia terus aja minta telpon sama video call," jawan Alkan.


"Ya udah, gak usah bahas dia lagi," ucap Syam.


"Gimana kalau kita main game aja," ajak Yudi.


"Game apa?" Tanya Syam.


"Truth or dare," jawab Yudi sambil tersenyum. "Jadi gini kalau kalian milih truth kalian harus jawab pertanyaan, sedangkan kalau pilih dare kalian harus rela menerima hukuman, gimana?" Sambung Yudi.


"Oke gue setuju," jawab Syam.


"Gue ngikut aja deh," ucap Alkan.


"Iya kita juga," ucap Shilka mengganggukan kepalanya melihat Lilis dan Icha.


"Oke deal ...." ucap Yudi.


"Eh bucin, loe ikutan gak?" teriak Yudi kepada Ari.


"Iya gue ikutan" sahut Ari dan langsung mengakhiri panggilannya.


"Dasar main game aja loe langsung ikut," Ledek Yudi.

__ADS_1


"Gue suka nih game kaya gini," ucap Ari tersenyum licik.


"Tunggu gue cari dulu barang buat alat permainannya," ucap Syam berjalan mencari barang yang di maksudnya.


Tak lama Syam pun menemukan ranting pohon. Ia langsung menghampiri teman-temannya.


"Kita pakai ini aja," ucap Syam menyerahkan ranting pohon tersebut. merekapun duduk melingkar.


"Oke, gue duluan yang main," ucap Yudi mengambil ranting di tangan Syam lalu memutarnya, tak lama ranting itu pun berhenti di depan Shilka.


"Ah ... kenapa mesti aku duluan," ucap Shilka.


"Loe milih truth apa dare," tanya Yudi.


"Turth deh," Shilka.


"Kapan loe terakhir pacaran?" Yudi.


Seketika suasana pun hening, semua pandangan tertuju pada Shilka begitupun Alkan menatap Shilka dengan lekat, mereka menunggu jawaban Shilka ....


"Emm ... aku gak pernah pacaran," jawab Shilka dengan polosnya.


"Apaaa ...." teriak mereka bersama-sama.


"Serius Shil loe belum pernah pacaran?" Tanya Ari.


"Iya emang aku belum pernah pacaran, emangnya kenapa," jawab Shilka dengan sedikit malu malu.


"Emang Shilka belum pernah pacaran kalian gak percaya," sahut Icha.


"Terus loe bisa ngasih solusi buat orang lain gimana caranya?" tanya Syam.


"Biasanya aku baca dari buku, nonton drakor, dan dari cerita orang juga, kadang aku cuma asal ngomong aja berdasarkan apa yang aku rasain juga," ucap Shilka  sedikit tertawa.


"Bener-bener kamu Shil," ucap Syam menggelengkan kepalanya.


"Udah next," ucap Yudi.


Shilka pun memutarkan ranting pohonnya, lalu berhenti di depan Syam.


"Yah ... gue," ucap Syam.


"Hmm ... apa kamu suka sama Icha?" tanya Shilka. Seketika pandangan tertuju kepada Syam. Icha pun menetap menuh harapan terhadap Syam.


"Dare deh," jawab Syam.


"Yah padahal aku pengen denger apa jawabanmu Syam" batin Icha, sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Yah loe gak ada nyali Syam, emang loe belum move on apa dari Novi," ledek Ari.


"Novi lagi, siapa sih dia mengapa mereka selalu menyebutkan nama itu," batin Icha.


"Ya udah loe push up 20x deh," pinta Yudi. Lalu Syam pun melakukannya.


"Sekarang giliran gue," ucap Syam sembari memutarkan ranting di depannya, lalu berhenti di depan Ari.


"Haha ... mamam loe bucin," ledek Yudi tertawa lepas.


"Gue gak takut, silahkan kalian tanyain apa aja, gue siap jawab," ucap Ari dengan percaya diri.


"Kapan ciuman terakhir loe sama Maya?" tanya Syam sambil tertawa dengan liciknya.


suasana pun menjadi riuh karena pertanyaan dari Syam, sesekali mereka saling pandang dan tertawa sambil menunggu jawaban dari Ari.


Bersambung ....


jangan lupa vote,rate,like and coment .

__ADS_1


terimakasih ☺☺☺


__ADS_2