Dokter Cinta Membuatku Jatuh Cinta

Dokter Cinta Membuatku Jatuh Cinta
Lilis dan Rio


__ADS_3

Ketika Alkan,Shilka dan Lilis sedang menikmati udara pagi hari, tak lama ada Seorang pria menghampiri Lilis.


"Lilis," ucap pria itu.


"A'Rio ngapain Aa kesini??" ucap Lilis kebingungan.


"Kamu kenapa sih Lis akhir akhir ini berubah" ucap Rio.


"Udah jangan di sini ngomongnya" jawab Lilis.


"Aku mau bicara sama kamu Lis" ucap Rio memohon.


"Teh Shilka sama A'Alkan tunggu di sini yah, Lilis ada yang ingin di omongin dulu" Ucap Lilis melangkah menarik baju Rio.


"Iya Lis kamu santai aja" jawab Shilka.


Shilka pun duduk di bangku kecil dekat perkebunan teh, lalu Alkan duduk di sampingnya. mereka sangat menikmati udara segar pagi ini.


Sementra Lilis dan Rio berjalan agak menjauh dari Alkan dan Shilka.


"Lis kamu kenapa akhir akhir ini berubah?" tanya Rio.


"Aku gak papa A' aku  cuma pengen sendiri aja dulu." jawab Lilis.


"Tapi Lis aku itu butuh penjelasan dari kamu" ucap Rio.


"Iya A' pokonya untuk saat ini Lilis mohon Aa sabar dulu, Lilis butuh waktu" jawab Lilis.mencoba menghindar dari Rio


"terserah kamu deh Lis aku bener bener gak ngerti lagi sama kamu" ucap Rio lalu pergi meninggalkan Lilis.


Lilis pun terlihat sangat sedih melihat kepergian Rio. tapi ia tak bisa berbuat apa apa hanya bisa memandang Rio dari belakang.


Hiksss ... hikss ... hiksss ...


Tangis Lilis pun pecah ia sudah tak bisa menahan air matanya, ia langsung jongkong dan  tertunduk menangis.


"Lilis kenapa?" ucap Shilka dari jauh melihat kearah Lilis.


"Ayo kita ke sana aja Shil" ajak Alkan.


Mereka pun berjalan menghampiri Lilis yang sedang tertunduk menangis.


"Kamu kenapa Lis??" tanya Shilka.


"Hmm Teh Shilka," ucap Lilis langsung memeluk Shilka.


"Kamu bisa cerita apa yang sebenernya terjadi, siapa pria tadi itu?" tanya Shilka.


Lilis hanya menangis tanpa menjawab, ia terus menangis dan tertunduk


"Kamu gak perlu sungkan Lis, Shilka adalah Dokter Cinta dia selalu membantu masalah percintaan orang lain, yah walawpun dia Jomblo" ucap Alkan sedikit bercanda mencairkan suasana.


"Jomblonya gak usah di sebut kali" jawab Shilka.


Lilis pun sedikit terlihat lebih tenang karena candaan Alkan dan Shilka.


"Sekarang kamu udah bisa cerita kan??" tanya Shilka.


"Lilis mau Teteh sama Aa aja yang tau" ucap Lilis.


"Iya ... kami janji gak akan ngasih tau siapa pun" Ucap Shilka.

__ADS_1


"jadi pria tadi itu namanya Rio, dia itu pacar Lilis teh. hubungan Lilis sama dia udah satu tahun lebih. tapi akhir akhir ini Lilis sedikit menjauh dari dia, karena memang masyarakat di sini tau kalau dia itu suka mabuk mabukan dan sedikit terbawa pergaulan bebas di kota. Karena memang dia sekarang kerja di Kota teh , banyak banget masyarakat di sini yang bilang Lilis harus putusin dia karena katanya Dia pria gak bener, termasuk temen temen Lilis juga bilang begitu sampe sampe Lilis di jauhin sama semua temen Lilis. Lilis bingung banget Lilis cinta dan sayang sama dia, tapi semua orang gak ada yang setuju apalagi sekarang bapa sama ibu udah tau. Lilis harus gimana Teh??" ucap Lilis sembari menangis tersedu sedu.


"tapi hubungan sama kamu gimana??apa dia pernah ngelakuin hal yang gk pantas sama kamu?atau pernah ngecewain gitu??" tanya Shilka bertubi tubi.


"justru itu yang membuat Lilis sakit. dia itu baik banget sama Lilis dia perhatian setiap sebulan sekali kalau dia pulang kerja dari kota selalu membawakan oleh oleh tapi di sisi lain Lilis gak kuat dengan omongan orang lain Teh" ucap Lilis.


"kasian yah," ucap Shilka.


"maksud Teh Shilka apa??" tanya Lilis.


"gini yah Lis yang bermasalah adalah dia dengan pergaulannya. tapi kan dalam hubungan kalian dia itu lelaki yang baik. justru kamu itu salah buat jauhin dia. harusnya kamu itu bisa merubah dia menjadi lebih baik lagi dan kamu harus buktiin sama semua orang kalau dia benar benar lelaki yang pantas untuk di pertahankan. selagi dia tidak bermain perempuan dan tidak main tangan itu bisa kamu pertahankan. justru kamu harus lebih deketin dia lagi, supaya dia gak ada celah buat bergaul dengan sembarang orang. kalau kamu jauhin dia, takutnya malah tambah terjerumus dong karena dia  bakal meresa gak ada yang peduli sama dia" ucap Shilka.


Lilis pun terdiam memikirkan ucapan Shilka.


"Ucapan Teh Shilka bener juga. Kenapa Lilis hanya perduli dengan omongan orang lain?sedangkan hati dan perasaan A'Rio gak Lilis pikirin, harusnya Lilis bisa merubahnya bukan malah menjauh darinya." Ucap Lilis sembari menghapus air matanya.


"Iya itu yang harus kamu pikirkan. Bagaimana cara kamu bisa merubahnya, Aku yakin kekuatan Cinta kalian bisa merubahnya, asal kamu harus sabar menghadapinya. Jangan dengarkan kata orang lain, yang menjalani hubungan itu kalian, anggap ini hanya krikil dalam hubungan kalian" ucap Shilka .


"Iya Teh sekarang Lilis merasa lebih lega, dan Lilis akan berusaha untuk kedepannya. Sekarang Lilis mau samperin dia buat jelasin semuanya dan minta maaf sama A'Rio. Teh Shilka sama A'Alkan gak papa kan pulang  berdua?" Ucap Lilis.


"Iya gak papa Lis, aku masih inget jalan pulang. Kamu beresin dulu aja masalah kamu" jawab Shilka.


"Iya teh, makasi banget teh Shilka udah bantuan dan kasih solusi terbaik buat hubungan kita" ucap Lilis.


"Iya sama sama. Ya udah sana kamu pergi" ucap Shilka.


"Iya Teh. A' Nitip Teh Shilka yah?" Ucap Lilis pada Alkan dengan sedikit tersenyum.


"Iya gue pasti jagain dia ko" jawab Alkan.


Lilis pun pergi meninggalkan Shilka dan Alkan. Sementara Alkan dan Shilka berjalan untuk pulang ke rumah Mang Ujang.


"Eh itu kan Alkan, ngapain dia bareng Shilka?" Ucap Della menunjuk kearah Shilka dan Alkan.


"Huhh Nadia gak ada sekarang Si Shilka," ucap Amel dengan kesal.


"Eh Alkan, Kalian dari mana??kenapa berdua aja?" Tanya Amel.


"Eh Mel kita tadi abis sholat subuh berjamaah di mesjid terus jalan jalan sebentar." jawab Shilka.


"Hmm ... Al kenapa loe gak ajak gue, kan gue juga mau bareng loe" ucap Amel.


"Mana gue tau" ucap Alkan sedikit jutek.


"Besok aku rencanain Mel, biar kita semua bisa sholat berjamaah" ucap Shilka.


"Eh Shil loe harus jaga sikap dong, inget Alkan itu punya Nadia loe jangan deket deket dia deh." ucap Dea.


"terus apa yang Amel lakuin ke gue, bukanya itu lebih parah. dasar cewek cewek gatel" batin Alkan


"Aku tau De tapi kita gak berdua ko, tadi bareng Lilis anaknya Mang Ujang." jawab Shilka.


"Shil ayo kita pulang, gue gak betah di sini." Ucap Alkan.


"Ya udah, kita pulang dulu" ucap Shilka lalu meninggalkan mereka bertiga.


Mereka pun tiba di rumah Mang Ujang.


"Ehem ... kalian dari mana??berduaan mulu," ucap Yudi mengejek.


"Eh Shil kamu dari mana pagi pagi udah ngilang," ucap Icha.

__ADS_1


"Kita abis sholat subuh di mesjid Cha, kita juga bareng Mang Ujang tapi mereka pulang duluan" ucap Shilka menjelaskan.


"Kenapa kamu gak bangunin kita?" Tanya Icha.


"Yah maaf tadi kita itu buru buru takut telat, mulai besok kita semua bisa pergi bareng, aku akan mulai rencanain jadwal kita di sini sama Niko" jawab Shilka.


"Hmm ... iya deh" ucap Icha.


"Ayo kita makan Den Neng, Bibi udah siapin di belakang" ajak Bi Marni.


Merekapun mengikuti langkang Bi Marni.


"Wah indah banget kita makan kaya di tempat makan Sunda gitu" ucap Icha.


"Iya Neng, Mamang sengaja bikin Bale bale di belakang, supaya kalau makan itu sambil menghirup udara segar Neng"ucap Mang ujang.


Di belakang Rumah, memang  Mang Ujang bikin Saung sederhana dan di bawahnya ada Empang. Jadi kalau makan bisa sambil ngasih makan ikan juga.


Mereka pun duduk lesehan melingkar.


"Wah makanannya terlihat enak Bi??" Ucap Ari melihat semua makanan.


"Tapi kita biasanya sarapan cuma sama roti atau gak nasi goreng, ini makan berat semua" ucap Yudi.


"Kalau di sini mah gini Den, pagi pagi makanannya udah langsung kaya gini" jawab Mang Ujang.


"Iya gak papa Mang, lagian aku juga udah laper banget hehe ...." ucap Yudi.


"Ya udah silahkan kalian cicipi, semoga kalian suka" ucap Bi Marni.


Mereka pun melahap makanan dengan lahap. Sesekali bercanda tawa bersama.


Di tempat lain Lilis menemui Rio yang sedang berada di Warung Pa Komar.


"A'Rio?" Teriak Lilis.


"Ngapain kamu kesini bukanya kamu butuh waktu," ucap Rio.


"Sini dulu A' Lilis mau bicara," ajak Lilis. Rio pun mengikuti langkah Lili dari belakang.


"mata kamu kenapa?? Sembab gitu?" Tanya Rio.


"Lilis gak papa A'." Jawab Lilis.


"Lilis mau minta maaf sama Aa karena selama ini Lilis kurang ngertiin Aa, dan Lilis memang egois hanya memikirkan perasaan Lilis" ucap Lilis dan matanya berkaca kaca.


"Aku ngerti ko Lis apa yang kamu rasain, aku udah denger semuanya. Tapi Lis aku gak seperti yang mereka bicarakan. memang aku suka mabuk, tapi cuma sekedar menghargai temen gak lebih aku juga suka kontrol itu. Mungkin ada orang yang gak suka sama aku, jadi ceritanya di lebih lebihin gitu" ucap Rio


"Iya A' Lilis percaya sama Aa, maaf Lilis sempet lebih percaya omongan orang lain A'. Aa harus berubah jangan ikut ikutan kaya gitu. Walapun hanya menghargai temen tapi itu juga gak baik buat kesehatan Aa" ucap Lilis.


"Iya Lis Aa janji akan menghindar perlahan lahan. Kamu suport aku terus ya" ucap Rio.


"Iya A' mulai sekarang Lilis janji akan selalu ada buat Aa" ucap Lilis.


Merekapun sudah terlihat lebih baik. Dan Rio pun mengantar Lilis pulang.


bersambung..


jangan lupa like,comen,vote and rate yah biar aku semangat nulisnya.


terimakasihhhh ☺☺😘😘

__ADS_1


__ADS_2