Dokter Cinta Membuatku Jatuh Cinta

Dokter Cinta Membuatku Jatuh Cinta
Kepulangan Yang Mengejutkan


__ADS_3

1 Bulan kemudian ....


Serangkaian acara telah terlaksana dengan baik. Saatnya mereka pulang, meninggalkan Desa yang mempunyai banyak kenangan dan pelajaran. Merekapun berpamitan, semua warga Desa sudah berada di lapangan untuk melepaskan kepulangan mereka.


"Saya sebagai perwakilan Mahasiswa, mengucapkan banyak terima kasih kepada bapa Kepala Desa beserta semua warga yang telah terlibat memeriahkan acara, dan meminta maaf sudah merepotkan warga disini" ucap Niko memberikan ucapan terakhirnya.


"Tidak apa-apa nak Niko, kami senang bisa membantu kalian semua." ucap Kepala Desa.


Merekapun berpamitan dengan bersalaman dan langsung memasuki bus, sementara terlihat Shilka dan Icha sedang berpamitan kepada Lilis. kebersamaan mereka sebulan ini membuat mereka begitu dekat, hingga begitu berat untuk mereka berpisah.


"Ahh ... ko aku jadi cengeng sih," ucap Icha menghapus air matanya.


"Hmm sedih, Lilis kalau kamu ada libur sekolah jangan lupa untuk ke kota A yah, kamu telpon aja kita," ucap Shilka yang memeluk Lilis dengan erat.


"Iya teh, Lilis juga pengen banget liburan ke kota, kita pasti bertemu lagi" ucap Lilis membalas pelukan Shilka. Icha pun memeluk kedua temannya tersebut.


Tak lama merekapun sudah memasuki Bus dan sudah duduk di tempatnya masing-masing. 1 bulan bersama membuat Alkan the gengs,Shilka dan Icha menjadi lebih dekat, mereka sudah layaknya seorang sahabat, sudah tidak canggung lagi walawpun Shilka masih menjadi anak yang pendiam dan tidak banyak bicara.


"Syam loe anteng bener di depan, Cie yang lagi pedekate pepet terus," ejek Ari di kursi belakang.


"Udahlah de biarkan abang mu ini tenang bersama mba mu di depan, janganlah mengganggu" sahut Syam dengan cekikikan. Icha pun hanya diam dan sedikit menundukan kepalanya karena malu mendengar jawaban Syam di sampingnya.


"Aku jadi nyamuk di sini" celetuk Shilka tersenyum.


"Oh iya Shil, loe mending bareng kita deh di belakang sini aa temenin" ajak Yudi sambil bercanda.


"Aa apaan loe, gombal banget" ucap Alkan spontan.


"Cie aa Alkan cemburu, sewot bener ngomongnya" ledek Ari.


Selama perjalanan mereka hanya menghabiskan waktu dengan bercanda, ngobrol, nyanyi-nyanyi, joget dan kehebohan lainya. Tak terasa merekapun tiba di Kota A mereka bergegas membawa barang bawaanya dan menunggu jemputan masing-masing.


"Al ko tumben jemputan loe belum dateng?" Tanya Ari.

__ADS_1


"Gue juga gak tau, mungkin pak Amir masih di jalan kali" jawab Alkan sembari memainkan ponsel miliknya.


"ya udah gue duluan yah," ucap Ari sambil memasuki mobil miliknya. Tersisa hanya Alkan dan Syam di sana.


"Syam loe coba telpon pak Amir, gue udah coba hubungin ayah tapi gk nyambung-nyambung dari tadi.


"Oke gue coba telpon pak Amir" ucap Syam yang langsung meraih ponselnya dari saku celananya.


Syam memang sudah seperti kakak buat Alkan. Ia sudah di anggap anak sendiri oleh Mahesa dan Rika. Ia pun sering menginap di rumah Alkan. bahkan semua biaya hidup Syam dan ibu beserta adiknya di tanggung oleh Mahesa.


Tak lama terlihat sebuah mobil sederhana menghampiri Alkan dan Syam. Dia ternyata pak Amir. Alkan terlihat sangat bingung, karena pak Amir bukan membawa mobil miliknya.


"Loh pak ini mobil siapa?" tanya Alkan yang sudah masuk kedalam mobil tersebut.


"Bapa jelaskan nanti yah tuan muda," jawab pak Amir yang terus fokus di balik kemudinya.


"Yaudah jalan pa," ucap Syam di kursi belakang.


Di sepanjang jalan Alkan hanya terdiam, hatinya terus bertanya-tanya apa yang sedang terjadi, mengapa ada rasa tak biasa dengan pak Amir.


"Nanti tuan muda pasti tau kalau sudah bertemu dengan Tuan besar dan Nyonya," jawab pa Amir dengan pandangannya terus kedepan tanpa menoleh Alkan di sampingnya.


Syam pun hanya terdiam tidak banyak berbicara, seperti dia mengetahui apa yang sedang terjadi. Tak lama mereka berhenti di sebuah rumah yang tidak terlalu besar, jauh jika di bandingkan dengan rumah utama Alkan. Alkan dan Syam pun turun dari mobil mereka bergegas masuk kedalam rumah. Ketika sudah di dalam rumah Alkan sangat terkejut ketika melihat kedua orang tuanya, mereka sedang duduk di sofa sambil berpegangan tangan, terlihat sangat sedih di raut wajahnya.


"Ayah bunda ada apa ini?kalian kenapa ada disini?" ucap Alkan menghampiri kedua orang tuanya.


"Alkan ayah ingin bicara sama kamu dan Syam, ini sangat serius ayah berharap kamu bisa menerimanya" ucap Mahesa


"Maksud ayah apa?jangan membuatku penasaran," jawab Alkan dengan rasa penasarannya.


"Perusahaan Ayah sedang bermasalah Al, ada investor yang menipu perusahaan kita, dan saat ini Dio sedang menyedilikinya" ucap Mahesa yang megepalkan tangannya.


"Apa!" teriak Alkan terkejut, "kenapa bisa begitu yah, terus kita harus gimana sekarang" sambungnya.

__ADS_1


"Loe sabar Al, kita pecahkan sama-sama permasalahan ini" ucap Syam mencoba meredakan situasi di sana.


" Untuk sementara kita harus bersembunyi dari dunia bisnis, kita tinggal disini sebagai masyarakat biasa, sementara itu kamu harus menghemat uang, kalau bisa kamu cari pekerjaan untuk menyambung hidup kita. Maafkan ayah untuk saat ini tidak bisa melakukan apapun untuk kalian" ucap Mahesa dengan lirih.


"Al gak bisa yah, mengapa ayah seceroboh ini Om dio juga kenapa tidak teliti memilih investor,?" Teriak Alkan dengan penuh amarag. "Arghh ...!" Alkan membanting pas bungan yang ada di depannya dengan sangat keras lalu meninggalkan rumah.


"sayang... " ucap Rika memelas melihat putranya pergi.


"Udah bun biar Syam yang jagain Al. Bunda sama Ayah istirahat aja jangan banyak pikiran" ucap Syam yang menggenggam tangan Rika dengan erat.


"Iya Syam bunda titip Al, dia pasti syok dengan semua ini" ucap Rika memeluk Syam.


"Iya bunda tenang aja" jawab Syam melepaskan pelukan Rika dan bergegas menyusul Alkan keluar.


Di depan rumah terlihat Alkan sedang berdebat dengan pa Amir.


"Berikan kunci mobilnya pa Amir, aku mau pergi dari sini" bentak Alkan.


"Maaf tidak bisa tuan muda, ini kendaraan satu-satunya yang sekarang tuan Mahesa punya," ucap pa Amir yang menundukan kepalanya.


"arghhhh sial ...!" teriak Alkan sambil mengacak-acak rambutnya.


Syam pun menghampiri Alkan.


"Udah pak berikan saja kuncinya, saya akan temenin Al," ucap Syam.


"Baik tuan Syam" jawab pak Amir yang langsung memberikan kunci mobil tersebut.


Alkan pun langsung masuk kedalam mobil di ikuti Syam. Mereka pun langsung meninggalkan rumah, tentunya ketempat yang akan membuat Alkan melupakan masalahnya.


Bersambung ....


guys jangan lupa vote,like,rate and coment dukungan kalian membuat author semangat untuk berkarya ...

__ADS_1


terimakasih enjoyy ....


__ADS_2