
Di kursi Icha berbisik kepada Shilka .
"Eh Shil kamu tau gak, tadi waktu kamu ngomong Alkan gak berhenti natap kamu loh, sesekali dia juga senyum senyum gitu," ucap Icha sedikit tertawa .
"Shuutt ... kamu jangan ngomong gitu, kalau Nadia denger baru tau rasa kamu." Ucap Shilka .
"abisnya aku aneh aja baru kali ini liat dia senyum kaya gitu sama cewek lain." ucap Icha.
Shilka hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Icha. Tak lama kemudian Bu Desy masuk ke dalam kelas .
"Selamat pagi" ucap Bu Desy.
"Selamat pagi Bu" jawab semua murid.
"pagi ini ada pengumuman untuk kalian semua, Kampus kita akan mengadakan kegiatan Baksos ke desa desa yang jauh dari Kota. Di sana kalian bisa membantu kegiatan masyarakat sekitar. Itu juga untuk melatih sikap toleransi dan kemandirian kalian. Dan sebagai penanggung jawab Ibu putuskan Niko dan Shilka. Di sana mereka akan mengarahkan setiap kegiatan yang akan kalian lakukan. sekarang Ibu akan membagi kalian dalam beberapa kelompok dengan mengocok nama kalian.
* Kelompok 1 (Niko,Dea,Shilka,Syam,Ari dan Yudi).
* Kelompok 2 (Icha,Amel,Della,Alkan,Andre dan Clara).
* Kelompok 3 ........" Ucap Bu Desy membagikan kelompok sampai akhir. Keriuah pun terjadi di dalam kelas.
"Yes gue satu kelompok sama Alkan. Waktu yang tepat buat gue cari perhatian dia." Ucap Amel dengan senyum liciknya.
"Aku ko gak sekelompok sama kamu Shil?" ucap Icha.
"Ya gak papa dong Cha" jawab Shilka dengan singkat.
"Kita pisah Al " ucap Ari.
"Sudah sudah kalian bisa berkumpul dengan kelompok yang sudah Ibu tentukan." ucap Bu Desy mengetuk meja.
"Hai Al kita satu kelompok. Loe bisa minta tolong apapun ke gue, gue siap lakuin apa aja buat loe" ucap Amel.
"Cehhh ... ganjen banget" ucap Icha yang sudah berkumpul dengan kelompoknya .
Alkan tidak perduli dan hanya mengacuhkan ucapan Amel karena kesalnya.
"Kalian bisa berdiskusi dengan kelompok kalian dan berbagi tugas nantinya." ucap Bu Desi.
Setelah jam istirahat tiba Shilka terburu buru meninggalkan Kelas untuk pergi ke toilet. Alkan yang melihatnya langsung terbangun dari duduknya lalu pergi mengikuti Shilka.
"Loe mau kemana Al? tanya Yudi.
"Gue ada urusan sebentar," jawab Alkan sembari berjalan keluar kelas.
"Loe gak perlu kita temenin?" Sahut Syam .
"Gak usah." teriak Alkan.
"Tumben banget dia," ucap Syam.
"Mungkin dia buru buru nanti juga dia ngomong." jawab Yudi.
Ari pun sibuk dengan ponselnya. Dia meminta Maya untuk bertemu setelah jam Kuliahnya selesai .
Di depan toilet Alkan hanya menunggu Shilka keluar.
"Eh di dalem masih ada orang gak??" Tanya Alkan ke salah satu siswi yang baru keluar dari toilet .
"Enggak, cuma ada Shilka aja" jawab siswi tersebut dengan senyuman karena merasa senang, dia ditanya sama pria tampan di Kampusnya.
"Oh ya udah makasi." ucap Alkan.
Tak lama Shilka pun keluar. Shilka terkejut melihat Alkan di depan pintu.
"Al kamu ngapain di sini?" Tanya Shilka .
Alkan pun tak menjawabnya melainkan menarik tangan Shilka masuk kedalam toilet dan langsung menutup pintu lalu menghadang dengan tubuhnya.
"Kamu mau ngapain Al??" Tanya Shilka sedikit ketakutan .
__ADS_1
"Gue gak mau sekelompok sama Amel, gue mau sekelompok sama loe?" Ucap Alkan dengan gugup .
"Itu udah ditentuin sama Bu Desy Al." jawab Shilka
"Pokonya gue gak mau sekelompok sama cewek ganjen kaya Amel, gue maunya satu kelompok sama loe," ucap Alkan yang terus memaksa Shilka.
Alkan memang sangat tidak menyukai Amel karena Amel selalu cari perhatian dan sering menggodanya.
"ya kamu harus tukeran, itu juga kalau ada yang mau terus kamu harus izin juga sama Bu Desy," Ucap Shilka .
Alkan pun langsung meraih tangan Shilka dengan spontan.
"Yah loe kan penanggung jawab, loe bantuin gue ngomong sama Bu Desy, please gue mohon loe bantuin gue yah," ucap Alkan memohon sembari memegang kedua tangan Shilka.
"Aduh Al lepasin dulu tangan aku, nanti orang bisa salah paham. Kalau Nadia tau habis aku," ucap Shilka mencoba melepaskan tangannya karena ia terkejut dengan perlakuan Alkan.
"Loe janji dulu bantuin gue,"ucap Alkan mengeratkan tangannya.
"Iya iya nanti pas pulang kita keruangan Bu Desy."ucap Shilka.
"beneran Shil, makasi yah" Ucap Alkan melepaskan tangannya sembari tersenyum dengan manisnya.
"Iya sama sama, aku kaget kirain ada apa" ucap Shilka mengusap kedua tangannya.
"Aduhh gimana kita keluar dari sini, aku takut ada orang yang liat" sambung Shilka .
"Gak papa ayo" ucap Alkan.
Mereka pun keluar dari toilet sesekali Shilka melirik sana sini takut ada yang melihatnya. mereka masuk kelas berbarengan semua pandangan pun melihat kearahnya .
"Kenapa Alkan bareng sama Shilka? mereka dari mana?" Ucap Amel. yang keheranan melihat kedekatan Alkan dan Shilka.
"Mungkin hanya kebetulan" ucap Dea .
"Loe abis dari mana Al??" tanya Syam.
"Ada deh" ucap Alkan
"Shil aku mau sekelompok sama kamu, masa aku sekelompok sama Amell Cs kan gak oke" rengek Icha di kursinya.
"Iya gak papa nanti juga akrab Cha" jawab Shilka.
"Pokonya aku mau protes ah sama Bu Desy" ucap Icha.
"Ya udah terserah kamu aja" Jawab Shilka.
Tak lama jam pulang pun tiba, sesuai dengan obrolan tadi Shilka akan pergi nemenin Alkan ke Ruangan Bu Desy.
" duluan yah Shil, aku mau ke ruangan Bu Desy dulu" ucap Icha.
"Iya Cha" jawab Shilka .
"Aduhh gawat, gimana ini kalau nanti Icha tau kan gak enak, masalahnya aku terlanjur janji sama Alkan buat bantuin dia. Alkan aja belum tentu bisa apalagi kalau aku minta sama Icha pasti Bu Desy gak ngizinin" batin Shilka.
"Al loe gak pulang?loe nungguin apa?" tanya Syam.
"Gue ada perlu, kebetulan Nadia juga udah pulang duluan," jawab Alkan .
"Kenapa loe jadi aneh gini Al?dari tadi ada perlu mulu, perlu apa?? Tanya Yudi .
"Nanti juga kalian tau," ucap Alkan sembari tersenyum.
"Terserah loe deh, gue buru buru nih mau ketemu Maya gue duluan yah bro," Ucap Ari langsung pergi.
"Sukses bro" teriak Syam.
"Gue juga pulang duluan yah, soalnya gue harus jemput adik gue" ucap Yudi .
"Sebenernya gue mau temenin loe, tapi gue juga janji nemenin nyokap gue belanja" ucap Syam .
"Ya udah gak papa gue sendiri aja" ucap Alkan.
__ADS_1
"Ya udah gue balik duluan Al " ucap Syam
"Iya hati hati loe" sahut Alkan .
Setelah semua orang keluar Alkan langsung menghampiri Shilka.
"Ayo Shil, kita keruangan bu Desy takut keburu pulang," ajak Alkan .
"iya ayo, ini juga udah selesai" jawab Shilka yang sedang membereskan barang barangnya.
Mereka pun berjalan berdampingan menuju Ruangan Bu Desy. Tak lama langkah Shilka terhenti .
"Tunggu di sana pasti masih ada Icha, kita tunggu di sini sebentar nanti kalau Icha udah keluar baru kita masuk," ucap Shilka yang terus menatap ruangan Bu Desy dari jauh.
"Emangnya kenapa??" Tanya Alkan.
"Yah aku gak enak sama Icha. dia juga tadi minta tuker masuk kelompok aku tapi aku udah terlanjur janji sama kamu. Aku gak berani ngomong bu Desy untuk langsung tuker 2 orang, kamu aja belum tentu Bu Desy izinin apalagi kalau bawa Icha juga takutnya anak anak lain tau dan salah paham kan gak enak" ujar Shilka.
"Oh gitu, maaf yah gue udah ngerepotin loe" ucap Alkan.
"iya gak papa ko" jawab Shilka.
Tak lama Icha pun keluar dari ruangan Bu Desy, dan langsung menuju tempat parkir untuk pulang.
"Tuh Icha udah keluar ayo kita masuk" ucap Alkan.mereka pun masuk ke dalam ruangan Bu Desy
"Asalamualaikum bu," ucap Shilka .
"Waalaikumsalam, Shilka Alkan tumben kalian barengan ada apa??" tanya Bu Desy .
"Ini Bu Alkan mau bicara" jawab Shilka .
"Jadi gini bu Saya kesini mau bilang sama ibu untuk tuker saya masuk kelompok Shilka, soalnya Saya gak mau satu kelompok sama Amel, dia itu rese Bu ganjen pula Saya gak mau bu?" Ucap Alkan .
"Ada apa dengan Amel barusan Icha juga kesini untuk ditukar masuk kelompok kamu Shil?" tanya Bu Desy .
"Iya bu, tadi Icha juga bilang sama Saya" ucap Shilka.
"Iya, ibu baru saja menukarnya dengan Dea, karena kebetulan Dea yang dekat dengat Amel. Dan sekarang kamu Al, Tunggu sebentar ibu liat dulu daftar namanya" ucap Bu Desy yang melihat daftar nama yang di maksudnya.
"Oh iya kamu bisa ditukar kebetulan Niko ada di kelompok Shilka, alangkah lebih baik kalian di pisah agar Niko bisa membimbing kelompok lain" ucap Bu Desy.
"Bener Bu saya bisa ditukar sama Niko??" Tanya Alkan
"Iya bisa, untung aja ada Niko jadi memang harus di tukar coba kalau nggak Ibu gak bisa tuker kamu" ujar Bu Desy .
"Iya terimakasihh banyak Bu" ucap Alkan tersenyum kegirangan.
"Iya sama sama ibu akan umumkan besok perubahan kelompok kalian" ucap Bu Desy .
"Iya bu kalau begitu kami pamit " ucap Shilka .
Mereka pun meninggalkan ruangan Bu Desy. Mereka berjalan beriringan menuju tempat parkir.
"Makasi yah Shil, loe udah temenin dan bantuin gue" ucap Alkan.
"Iya sama sama Al " jawab Shilka.
"ya udah aku duluan ya Al " ucap Shilka melangkah meninggalkan Alkan.
"iya Shil loe hati hati dan makasi yah" ucap Alkan sedikit berteriak .
Shilka hanya mengangkat jempolnya keatas sembari terus berjalan meninggalkan Alkan.
Merekapun pergi meninggalkan Kampus, dan kembali kerumahnya masing masing.
Bersambung ....
* jangan lupa like,vote,rate,and coment yah *
terimakasih ☺☺☺
__ADS_1
Ig:Biqy_fitris