Dokter Cinta Membuatku Jatuh Cinta

Dokter Cinta Membuatku Jatuh Cinta
Alkan?


__ADS_3

Club


Setelah pergi meninggalkan rumah, Alkan dan Syam sudah berada di sebuah Club terkenal yang sudah jadi langganan mereka. Ketika sampai di sana Alkan langsung menghubungi Nadia untuk menemaninya malam ini. sekarang Al sudah dalam keadaan mabuk. Tak lama Nadia tiba dan langsung menghampiri Al di meja sudut ruangan.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Nadia yang heran melihat kekasihnya sudah mabuk.


"Dia lagi ada masalah, gue harap loe bisa hibur dia," ucap Syam yang pergi meninggalkan meja tersebut.


Nadia dan Alkan pun larut dalam suasana malam itu, mereka sudah menghabiskan beberapa botol minuman.


malam pun semakin larut, Alkan pun sudah sangat mabuk dan tak sadarkan diri. ketika melihat situasi makin kacau Syam pun memutuskan untuk membawa Al pulang ke rumahnya. karena tidak memungkinkan untuk dia membawa Al pulang kerumah Mahesa. Syam pun meninggalkan Nadia, tak lupa ia memesan supir online untuk mengantarkan Nadia pulang.


Rumah Syam


Keesokan harinya ....


Alkan terlihat membuka matanya, kepalanya sangat berat ketika ia memaksakan tubuhnya berdiri, seketika ia ambruk kembali karena tidak bisa menahan sakitnya.


"Arghh.... sial gue di mana?kenapa kepala gue sakit, " ucap Al pandangannya menyusuri setiap sudut ruangan.


Ceklek ... suara pintu membuyarkan pikirannya.


"Loe udah bangun Al, loe pasti kelaparan dari kemarin belum makan, sini kita sarapan," ajak Syam yang menaruh sebuah nampan berisikan 2 buah sandwich dan dua gelas susu di meja.


Alkan pun berjalan sempoyongan menuju sofa dan duduk di samping Syam.


"Thanks loe udah nemenin gue," ucap Al sambil menyuapkan sandwich ke dalam mulutnya.


"Santuy bro, gue akan selalu temenin loe," ucap Syam.


"Kayanya gue harus sewa apartemen untuk gue tinggal sementara, gue masih ada tabungan untuk hidup gue," ucap Alkan.


"Kenapa loe gak pulang Al, bokap nyokap loe pasti nunggu loe, atau loe bisa tinggal disini sementara waktu," ucap Syam.


"Gue lagi gak mau bertemu mereka, dan gue juga gak enak kalau harus tinggal di sini," jawab Alkan.


"Ya udah terserah loe yang penting gue akan selalu temenin loe titik!" ucap Syam dengan menekan. Syam tidak bisa memaksa Al karena memang dia tau watak Al yang selalu keukeuh dengan pendiriannya.


Apartemen


Alkan pun memutuskan untuk menyewa apartemen di dekat kampusnya. Syam pun


ikut membereskan barang-barang Al, karena memang Syam meminta pak Amir untuk mengirinkan barang-barang Al.


Ting ... tong ...

__ADS_1


Suara bel memecahkan keheningan di ruangan tersebut.


"Biar gue yang buka pintunya," ucap Syam yang berjalan keluar kamar.


Ceklek Syam membuka pintu, dan ternyata dia adalah Nadia kekasih yang selalu ada buat Al, yah yang ada buat ngabisin uang Al. Syam terlihat tidak suka dengan kedatangan Nadia, dia hanya diam tanpa kata. Sementara Nadia yang menerobos masuk menghiraukan keberadaan Syam.


"Sayang, kamu pindah kesini kenapa?" ucap Nadia yang memeluk Al dengan manja.


"Gak papa sayang, aku sengaja biar deket aja ke Kampus" ucap Alkan. Dia sengaja belum berani cerita ke Nadia tentang masalah keluarganya.


"Asyik dong jadi aku bisa sering mampir kesini." ucap Nadia dengan senang. "Nanti sore temenin aku belanja yah," sambungnya.


Syam hanya menggelengkan kepalanya. Ia sangat tidak suka dengan kedatangan nadia. karena Syam tau ujung-ujungnya pasti Nadia minta belanja.


Seminggu berlalu, hampir setiap malam Alkan menghabiskan waktunya di club. dan Nadia selalu menemaninya, tak lupa ia selalu meminta Alkan untuk membelikannya macam-macam barang dari mulai pakaian,sepatu tas dan lain-lain.


Kampus


Syam sudah berada di dalam kelas di temani Ari dan Yudi. namun suasana pun terasa berbeda karena Alkan tak berada di sana.


"Syam Alkan kemana? kenapa dia akhir-akhir ini gak Ngampus?" tanya Ari.


"Iya gue ngerasa ada yang kalian sembunyiin dari kita, loe kebanyakan diem gak kaya biasanya Syam," ucap Yudi melihat Syam yang hanya terdiam


"Gue mau ngomong sama kalian, sorry gue baru bisa cerita sekarang," ucap Syam.


"Jadi gini sekarang Perusahaan milik ayah Mahesa sedang dalam masalah, dan untuk sementara waktu mereka harus bersembunyi di salah satu pinggiran kota yang tidak di ketahui, karena situasi ini Al


sangat down dan dia memilih sewa apartemen dengan sisa tabungannya." ucap Syam dan terus menceritakan semua yang terjadi.


"Kenapa loe baru cerita Syam coba dari awal mungkin perusahaan bokap gue bisa bantu," ucap Ari.


"Sorry karena kermarin kondisinya belum memungkinkan, dan sekarang mungkin waktu yang tepat," jawab Syam.


"Terus sekarang gimana kondisi Al?" Tanya Yudi.


"Sekarang Al ada di apartemen, dekat Kampus, sehari-hari hanya main ke Club di temenin cewek matre kesayangannya, dan dia jadi berubah, mudah marah dan lebih sering mendengarkan ucapan Nadia di banding gue, gue juga yakin uang tabungannya sudah terkuras," jawab Syam menundukan kepalanya.


"Sial ... memang benar dari awal gue gak suka dengan cewek matre itu," umpat Yudi dengan kesal.


"Gimana kalau pulang kuliah nanti kita kesana? " ajak Ari.


"Emang rencana gue juga gitu, kalian duluan aja gue mau mampir ke supermarket beli makanan buat Al, " ucap Syam.


"Okeh!" jawab Ari dan Yudi dengan kompak.

__ADS_1


Jam pulang pun tiba, Yudi dan Ari sudah lebih dulu ke apartemen Al, Syam pun menyusulnya, Di tengah perjalanan terlihat Icha dan Shilka sedang kebingungan di pinggir jalan, Syam yang melihatnya langsung menghampiri dan memarkirkan mobilnya.


"Icha, Shilka kalian kenapa kaya kebingungan gitu," ucap Syam.


"Syam ...." teriak Icha kegirangan Syam datang.


"Untung loe dateng, ini mobil gue tiba-tiba bannya pecah Syam," ucap Icha menjelaskan.


"Oh ya udah kalian bisa ikut mobil gue, loe bisa telpon supir rumah loe buat bawa mobilnya kebengkel," jawab Syam.


"Tapi beneran Syam kita gak ngerepotin kamu," ucap Shilka.


"Gak papa Shil loe santai aja, kaya yang baru kenal aja," jawab Syam.


Akhirnya merekapun masuk kedalam mobil Syam, dan duduk di kursi belakang.


"Apa-apan kalian emang gue supir kalian duduk di belakang, Cha loe kedepan temenin gue," ucap Syam.


"Hehehe ... maaf, iya oke gue kedepan," Icha pun langsung pindah ke kursi depan.


"Eh Syam akhir-akhir ini Al kemana dia udah jarang ke Kampus," tanya Shilka.


"Cie ehemz, ada yang nanyain Al nih," ejek Icha.


"Apaan sih Cha cuma nanya aja kali," ucap Shilka dengan malunya.


"Gak papa Shil, karena kita udah deket juga gue mau cerita tentang Al, tapi kalian janji cuma kalian yang tau," ucap Syam. Syam langsung mencertitakan semua tentang masalah Al dengan terbuka.


"Kasian banget Al pasti dia syok banget," ucap Icha memelas. Sementara Shilka di kursi belakang hanya diam tanpa kata.


"Kalau kalian mau ikut ayo, sekarang gue mau ke apartemen Al," ajak Syam.


"Tapi emang gak papa kalau kita ikut," ucap Shilka.


"Yah gak papa Shil, justru gue berharap loe bisa merubah Al, loe juga bakal liat nanti Al sekarang kaya gimana," ucap Syam menghentikan mobilnya di depan supermarket. "Kalian tunggu dulu gue mau beli makanan buat Al," sambungnya.


"Ikut ... aku mau beli minum haus soalnya," ucap Icha tersenyum. "kamu mau ikut Shil?" sambungnya.


"Gak aku nitip, samain aja sama kamu" ucap Shilka.


"Bilang aja Cha kamu gak mau jauh dari aku kan," Ejek Syam kepada Icha. Icha pun hanya terdiam, merekapun berjalan memasuki supermarket tersebut.


Bersambung ....


Kuy guyss jangan lupa di like, coment, fav, vote and rate yah terimakasihh 🤗🤗🤗

__ADS_1


enjoyyyy 😘😘😘


__ADS_2