
Di tempat lain Ari sudah berada di cafe, ia sedang menunggu kekasihnya. Tak lama Maya pun tiba.
"Aduh dia pasti marah karena aku sedikit terlambat" batin Maya lalu menghampiri Ari.
"Say ...." ucapan Maya terpotong kerana dengan tiba tiba Ari memeluknya dengan erat.
"Maafin Aku sayang selama ini aku kurang ngertiin kamu" ucap Ari dengan lirih.
"Maksud kamu apa??" tanya Maya keherannan karena biasanya Ari selalu marah kalau Maya terlambat.
"Iya aku sadar selama ini Aku terlalu banyak nungtut sama kamu dan aku juga kurang perhatian sama kamu ay" ucap Ari melepas pelukannya dan menatap Maya dengan lekat.
"Iya sayang gak papa, aku juga minta maaf kalau aku belum bisa jadi pacar yang baik buat kamu" ucap Maya.
"Kamu jangan ngomong kaya gitu, mulai sekarang kita mulai lembaran baru lagi ya ay, aku janji akan berubah jadi lebih baik lagi, aku sayang banget sama kamu ay" ucap Ari kembali memeluk Maya.
"Iya kita sama sama perbaiki kesalahan kita, aku juga sayang banget sama kamu" ucap Maya membalas pelukan Ari dengan erat.
"Tapi kenapa kamu bisa berubah kaya gini?" tanya Maya.
"Nanti aku ceritain semuanya dan kenalin kamu sama dia" jawab Ari.
"Dia...???" Ucap Maya bertanya tanya
"Udah jangan mikir yang macem macem sekarang aku laper, kamu suapin aku yah" ucap Ari dengan manjanya.
"Emm ... mulai deh manjanya" ucap Maya.
Mereka pun mulai menikmati makanannya. Ari pun menceritakan semuanya tentang Shilka.
****
Keesokan harinya ...
"Eh Shil tau gak aku di izinin Bu Desy loh masuk kelompok kamu," ucap Icha dengan senangnya.
"Oh ya, asyikk dong Kita satu kelompok Cha" ucap Shilka pura pura tidak tahu.
"Iya Shil kemarin Bu Desy bilang aku tukeran sama Dea" ucap Icha.
"Bagus deh, lagian Dea temen deketnya Amel jadi pasti dia juga seneng" ucap Shilka.
"Iya Shil pasti dia juga bakal seneng banget bisa satu kelompok sama Cs nya" jawab Icha.
Tiba tiba dari luar Ari berjalan menuju tempat duduk Shilka dan membawa sekotak kue.
"Shilkaaa ... ini buat loe" Ucap Ari menyerahkan kue tersebut.
"Ini maksudnya apa?" tanya Shilka.
"Ini buat loe dari gue dan Maya sebagai ucapan terima kasih Kita ke loe, berkat loe kita udah baikan," ucap Ari .
"padahal gak usah repot repot kali, gue seneng ko udah bantuin kalian. Tapi makasi buat kuenya" ucap Shilka.
"Iya sama sama Shil" ucap Ari lalu pergi menuju kursinya.
"Ehemmm ... yang udah punya konsultan Cinta lupa deh sama kita," teriak Syam nyindir.
"Apaan sih loe, gue lagi bahagia nih jangan rusak mood gue" ucap Ari berjalan menuju kursinya.
"Iya iya kita ikut seneng deh kalau loe udah baikan" ucap Syam .
"Iya thank's bro" ucap Ari sembari duduk di kursinya.
__ADS_1
"Eh si Al mana?" tanya Ari .
"Biasalah dia lagi sama nyonya" jawab Yudi.
Drrrttttt ... drrrrttttt ...
Ponsel Syam berdering tanda ada telpon masuk. tertulis "Ayah Al" di layar telponnya Tanpa berpikir panjang Syam langsung mengangat panggilan tersebut.
Syam ;"Halo asalamualaikum"
Mahesa ;"waalikumsalam,kamu di mana Syam?"
Syam ;"Syam di Kampus yah, ada apa?"
Mahesa ;"Ada yang ingin Ayah tanyakan sama kamu, apa kamu bisa menemui Ayah nanti sore?"
Syam ;"tentu bisa Yah, nanti sore Syam ke Kantor Ayah"
Mahesa ;"iya Ayah tunggu"
Syam pun mengakhiri panggilan tersebut. Yah memang ketiga teman Al memanggil Mahesa dengan sebutan Ayah dan memanggil Rika (Bunda Al) dengan sebutan Bunda karena memang mereka yang memintanya. Apalagi Syam, dia sudah tidak mempunyai Ayah jadi dia mengaganggap Mahesa sebagai pengganti Ayahnya, Mahesa pun menganggap Syam seperti putra keduanya.
"Ayah Al syam?" tanya Ari.
"Iya, seperti biasa mungkin ada yang ingin Ayah tanyakan tentang Al" jawab Syam.
Ketiga temannya pun selalu merahasiakannya dari Al, jika Mahesa memanggil salah satu di antara mereka karena Mahesa lah yang memintanya.
Tak lama jam pelajaran di mulai Bu Desy sudah berada di dalam kelas.
"Anak anak ibu mau menyampaikan info penting untuk kalian, yang pertama ibu mengubah sedikit daftar kelompok kalian, Niko dan Dea Ibu tukar dengan Alkan dan Icha, karena memang supaya Niko bisa membimbing kelompok Amel dan Ibu lihat Dea juga dekat dengan Amel jadi kalian akan mudah nantinya"
"Jadi ini Al yang loe maksud kemarin" tanya Syam.
"Hemm ..." ucap Al menganggukan kelapanya sembari tersenyum.
"Ko Alkan jadi pindah sih?gue kan maunya bareng sama dia," gumam Amel di kursinya dengan kesal.
"Yes gue sekelompok sama kalian" ucap Dea dengan senang.
"Yang kedua ini kalian baca, apa aja yang harus kalian bawa dan kalian diskusikan dengan masing masing kelompok" ucap Bu Desy membagikan kertas.
"Kalian harus mempersiapkan semuanya dari sekarang, masing masing ketua kelompok harus memeriksa semua persiapan tiap anggotanya" sambung Bu Desy.
"Bu kenapa Alkan pindah dari kelmpok saya??" Tanya Amel.
"Ibu sengaja karena supaya Niko bisa membimbing kelompok kalian" jawab Bu Desy
"Hemm..." Amel menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Jam pelajaran pun selesai.
"Eh gue duluan yah Nadia udah nunggu gue" ucap Al.
"Heemm iya hati hati" ucap Syam.
"Loe jadi Syam ke kantor Ayah Al?" tanya Yudi.
"Jadi dong, ini juga mau Otw." Jawab Syam beranjak dari duduknya.
"Gue juga duluan yah, mau ketemu Maya" ucap Ari.
"Cehh ... kaya pengantin baru aja loe nempel banget" ledek Yudi.
__ADS_1
"Huhhh syirik banget loe jomblo, makanya punya pacar loe biar ngerasain gimana rasanya jatuh Cinta" sahut Ari sembari jalan meninggalkan kelasnya.
"Sayang mulai minggu depan kita bakal LDR soalnya aku ada acara Baksos ke desa terpencil gitu," Ucap Alkan yang sudah berada di mobilnya bersama Nadia.
"Hem iya aku udah denger, andai aja kita satu Jurusan pasti bisa barengan" ucap Nadia sedikit cemberut.
"Iya kan kita masih bisa telponan sama Video call, aku akan selalu ngabarin kamu" ucap Alkan.
"Iya, awas kamu jangan kegatelan sama perempuan di sana" ucap Nadia.
"Enggaklah sayang, kamu tuh selama aku gak ada jangan tebar pesona di sini" jawab Alkan.
"Hemm ... iya" jawab Nadia dengan singkat.
Di tempat lain Syam sudah berada di Kantor Mahesa. dia sudah masuk menuju ruangan Mahesha yang berada di lantai 5
Tok...tokkk...tokk
Syam mengetuk pintu ruangan Mahesa.
"Masuk" jawab Maseha dari dalam.
"Syam kamu sudah datang? Duduklah," pinta Mahesa.
"Iya Ayah" jawab Syam sembari duduk di Sofa.
"Dio tolong ambilkan minum untuk Syam" pinta Mahesa kepada asisten pribadinya yang sudah sejak tadi berada di ruangan tersebut.
"Baik tuan" jawab Dio lalu bergegas keluar ruangan.
"Syam maaf Ayah mengganggu kamu, ada yang ingin Ayah tanyakan sama kamu??" Ucap Mahesa.
"Iya yah gak papa, Memangnya ayah mau nanya apa??" Tanya Syam.
"Apa Alkan mempunyai pacar??" Ucap Mahesa.
"Iya Ayah namanya Nadia, memangnya kenapa??" Tanya Syam.
Ceklek Dio pun masuk dengan membawa air minum dan menaruhnya di meja.
"Jadi gini, Ayah melihat tiga bulan terakhir ini Alkan sangat sering menarik uang dengan cukup besar dari tabungannya, ayah hanya ingin tau Al gunakan untuk apa uang tersebut dan kebetulan orang suruhan Dio sering melihat Al bersama wanita," ucap Mahesa.
"Memang Al hampir setiap hari bersama Nadia yah, hubungan mereka terbilang cukup baik, mereka saling mencintai. tapi Nadia memang sedikit gila harta, dia sering meminta Al untuk membelikan apa yang dia mau " jawab Syam menjelaskan.
"Baik kalau begitu Ayah akan terus pantau hubungan mereka, ayah berharap kamu tidak bicara soal ini kepada Al." ucap Mahesa.
"Baik ayah, Syam juga kurang suka sama Nadia karena memang terkadang Al selalu nurutin keinginan dia yang kurang masuk akal. Syam juga ingin yang terbaik untuk Alkan kedepannya" jawab Syam.
"iya Syam terima kasih sudah datang, sekarang kamu bisa pulang". ucap Mahesa.
"baik Ayah, Syam pamit pulang" ucap Syam.
setelah Syam pulang Mahesha langsung memberi perintah terhadap asistenya.
"Dio tolong kamu cari tahu semua tentang Nadia dan latar belakang keluarganya" ucap Mahesa.
"baik tuan" jawab Dio menganggukan kepalanya.
"suruh juga orangmu untuk selalu mengikuti dia" sambung Mahesa.
"siap tuan". jwab Dio.
Bersambung...
__ADS_1
jangan lupa like,vote,rate,and coment yah
terimakasih ..