Dokter Cinta Membuatku Jatuh Cinta

Dokter Cinta Membuatku Jatuh Cinta
Di perjalanan


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


Hari yang di tunggu tunggu pun tiba terlihat semua mahasiswa ricuh mempersiapkan dan memeriksa barang bawaan mereka.


Niko mengintruksikan untuk tempat duduk di dalam Bus harus sesuai kelompoknya supaya lebih mudah melakukan pengabsenan.


Mereka pun sudah memasuki Bus dengan tempat duduk yang sudah di tentukan.


"Terus yang duduk sama kita siapa?" tanya Icha. Karena mereka duduk di 2 kursi memanjang tiga di depan dan tiga di belakangnya.


"Ya udah siapa aja Cha, kan tujuannya sama" ucap Shilka tertawa kecil.


Merekepun duduk di kursi masing masing setelah perdebatan panjang Syam lah yang duduk bersama Shilka dan Icha.sementara Alkan,Ari dan Yudi duduk di belakangnya.


"Aduh deg degan banget aku gak nyangka cowok seganteng Syam bisa duduk di sebelahku" batin Icha.


"Kenapa loe liatin gue kaya gitu??gue udah tau ko kalau gue ganteng, sampe segitunya loe liatin gue" ucap Syam memecahkan lamunan Icha.


"E ... nggak ko geer banget sih kamu" ucap Icha sedikit gugup.


Setelah semua persiapan dan pengabsenan selesai Bus pun melaju. di dalam Bus semua tampak begitu senang menikmati perjalanan.


"Andai Al satu kelompok sama gue pasti gue udah duduk bareng dia" gumam Amel yang terus menatap Alkan.


"Eh ayo kita nyanyi bareng biar gak gabut nih" Ucap Ari langsung berjalan kedepan membawa mikrophone.


"Siap bro.." jawab Syam yang ikut berdiri .


Anak anak lain pun ikut menikmati alunan lagu yang di nyanyikan secara bergantian. Termasuk Amel Cs merekapun ikut bernyanyi dan berjoget bersama.


"Ayo kita joget" ucap Syam menarik tangan Icha. Icha pun langsung berdiri mengikuti Syam dengan senang hati.


dari dulu Icha memang menyukai Syam, tapi ia hanya menyimpannya dalam hati karena tidak berani mengungkapkannya.


Di kursi belakang Shilka hanya terdiam di kursinya, ia hanya melihat kehebohan yang ada. Sementara Alkan hanya sibuk dengan ponselnya yang dari tadi chating dengan Nadia.


Ketika melihat Alkan sendiri Amel langsung menghampirinya dan tidak melewatkan kesempatan itu.


"Hai Al loe sendiri aja?kenapa gak ikut gabung??" tanya Amel yang langsung duduk di samping Alkan.


"Apaan sih loe" ucap Alkan yang risih dengan kedatangan Amel.


"Kamu jutek banget Al, mendingan kita joget bareng aja yuk??" Ucap Amel yang spontan menarik tangan Alkan.


"Singkirin tangan loe, gue jijik kalau di sentuh cewek gatel kaya loe" ucap Alkan. dan dengan cepat menepis tangan Amel lalu berdiri meninggalkan kursinya.


"Al loe mau kemana huuh" ucap Amel dengan kesal dan langsung menghampiri Della dan Dea yang sedang heboh berjoget di depan.


Karena merasa sudah aman Alkan pun kembali kebelakang namun tidak duduk di kursinya melainkan duduk di sebelah Shilka.


"Gue ikut duduk di sini yah, soalnya di belakang sepi kalau sendiri" ucap Alkan.


"Iya silahkan" jawab Shilka dengan singkat ia hanya fokus memandang jendela di sampingnya.


Selama perjalanan Shilka terlihat sedikit murung dan hanya terdiam. Alkan yang menyadari keanehan Shilka langsung menatap kearah Shilka.


"Loe kenapa dari tadi diem aja??" tanya Alkan.

__ADS_1


"Aku gak papa Al," jawab Shilka dengan suara sedikit serak.


"Shil loe bener gak papa, ko muka loe pucet banget??" tanya Alkan sedikit terlihat panik.


"Al kamu bawa minyak aromaterapi gak?" tanya Shilka.


"Bawa kebetulan nyokap gue siapin, tunggu gue bawa dulu" ucap Alkan yang bergegas mengambilnya di tas miliknya.


"Ini Shil, loe tadi sarapan gak sih?" tanya Alkan sambil memberikan minyak aroma terapinya.


"Aku tadi buru buru banget jadi gak sempet sarapan Al" jawab Shilka.


"Pantesan aja, loe pasti masuk angin. Mending loe makan dulu nih, terus loe minum obat kebetulan nyokap gue juga bawain obat" ucap Alkan memeberikan roti dan obat buat Shilka.


"Makasi banget yah Al kamu udah baik sama aku" ucap Shilka mengambil roti dan obat dari tangan Alkan.


"Iya sama sama Shil" ucap Alkan.


Shilka pun langsung memakan roti dan obat tersebut, tak lama dia tertidur mungkin karena pengaruh obat yang di minumnya.


Karena begitu terlelap dengan tidak sengaja kepala Shilka bersandar di bahu Alkan. Alkan pun terkejut saat merasakan kepala Shilka di bahunya.


"Kasian sekali dia. Pasti dia begitu lelah mempersiapakan semuanya badannya terasa hangat" gumam Alkan yang merasakan hawa panas di bahunya.


Tak seperti biasanya Alkan hanya membiarkan kepala Shilka bersandar di tubuhnya. Karena biasanya dia sangat risih kalau ada orang asing menyentuhnya. Bahkan sesekali dia memeriksa kening Shilka. Tak lama Alkan pun tertidur dengan posisi kepalanya saling bersandar dengan kepala Shilka.


Syam pun melihat momen tersebut dia hanya tersenyum manis menatap keduanya, tak lupa ia mengabadikan momen langka tersebut.


"kenapa loe aneh Al? gak biasanya dia kaya gini" gumam Syam sembari menatap kedua temannya itu.


"Apa apan dia kegatelan banget sama Al??" Ucap Amel terkejut melihat Alkan dan Shilka.


"Udahlah Mel gue cape nih ayo kita duduk" ucap Dela mendorong Amel menuju tempat duduknya.


"Shilka ... ngapain Mereka?" Ucap Icha terkejut melihat posisi sahabatnya bersama Alkan


"Shuuttt ... loe jangan berisik, sini loe duduk aja sama gue di belakang" ucap Syam menarik tangan Icha.


deg ... deg ... deg


"kenapa kamu suka banget pegang tangan aku, pikiran ku jadi melayang kemana mana" batin Icha dan wajahnya terlihat merah merona karena malu.


"Wihh ... kenapa dia terlihat begitu manis ketika bareng Shilka??" Ucap Ari duduk di samping Alkan.


"Iya si Al keliatan cool banget" ledek Yudi tertawa kecil.


"Udah loe jangan mikir yang engga engga mending loe tidur" ucap Syam kepada Icha. Icha hanya memejamkan matanya tanpa menjawab ucapan Syam.


Setelah perjalanan panjang tibalah mereka di suatu Desa. Desa yang begitu indah dan Asri dengan tanaman hijau di sepanjang jalan. Udaranya pun sangat sejuk dan suasana terasa begitu tenang karena sangat jauh dari keramaian Ibu kota .


"Teman teman kita sudah sampai di Desa X. Aku akan umumkan tempat tinggal untuk kalian tempati dengan kelompok kalian masing masing" ucap Niko dengan keras .


Shilka pun terbangun dari tidurnya tetapi kepalanya terasa begitu berat karena Alkan masih bersandar di atasnya.


"hah kenapa ini bisa terjadi?" batin Shilka yang terkejut menyadari posisi tidur dia dengan Alkan di sampingnya.


tak lama Alkan pun terbangun karena Shilka mencoba menghoyangkan tubuhnya.

__ADS_1


"Maaf Shil gue ketiduran, loe udah mendingan?" tanya Alkan memeriksa kening Shilka dan memutar bahunya karena terasa sedikit keram.


"Aku udah baikan ko Al, makasi yah kamu udah tolongin aku, maaf juga aku udah bikin tangan kamu pegel" ucap Shilka malu malu.


"Iya sama sama Shil. syukurlah kalau udah baikan" ucap Alkan.


Mereka pun turun dari dalam Bus Niko dan Shilka langsung mengumpulkan semua Siswa di lapangan Desa untuk menyampaikan pengumuman.


"Teman teman alhamdulilah kita sudah berada di Desa X. Saya berharap kalian semua bisa beradaptasi dengan baik dan ingat jaga sopan santun kalian. Perkenalkan ini Pak ujang,Pak Dadang,Pak Asep dan Pak Yayat nantinya mereka yang akan membantu kita di sini. Termasuk kita semua pun tinggal di rumah mereka.


*Untuk kelompok 1 kalian tinggal di rumah Pak Ujang,


*kelompok 2 di Rumah Pak Dadang


*kelompok 3 di rumah pa Asep


*dan terakhir kelompok 4 di Rumah Pak Yayat.


Ingat untuk bersikap sopan dan jaga kebersihan kalian. tetap di siplin dan jangan merepotkan, apakah kalian mengerti??" ucap Niko menjelaskan semua peraturan.


"Mengertii" ucap semua Siswa dengan serentak.


"Baiklah silahkan kalian beristirahat kalian bisa mengikuti Bapak bapak ini sesuai yang tadi saya tentukan" ucap Niko .


Mereka pun bubar dan pergi mengikuti langkah bapak bapak tersebut. Kelompok Shilka akhirnya tiba di Rumah Pak Ujang. Rumah yang tampak sangat sederhana dan terlihat sangat nyaman.


"kenalin ini Bi Marni, istri Mang Ujang dan ini anak kami namanya Lilis" ucap Mang Ujang.


"Iya pak" ucap Shilka.


"kalian panggil Mang Ujang saja biar terdengar lebih nyaman" ucap Mang Ujang.


"oh iya Mang, Perkenalkan saya Shilka ini Icha,Alkan,Syam,Ari dan Yudi mohon bantuannya Mang, mohon maaf jika kami merepotkan kalian" ucap Shilka dengan sopan.


"sudah jadi kewajiban kita untuk menjaga dan membatu Neng dan Aden semua" jawab Mang ujang.


"Mari masuk Bibi akan menunjukan kamar untuk kalian" ajak Bi Marni.


mereka pun mengikuti Bi Marni tak lupa mendorong koper dan membawa barang bawaannya.


"Ini kamar untuk Aden dan ini untuk Neng" ucap Bi Marni menunjukan kamar yang letaknya bersebelahan terlihat sederhana hanya beralaskan kasur tipis namun masih layak untuk di pakai.


"mohon maaf jika Kamarnya hanya seadanya" ucap Bi Marni.


"tidak papa Bi, segini juga kami sangat berterimakasih" Jawab Shilka.


"kalau begitu bibi pamit kebelakang, bibi akan menyiapkan makan untuk kalian. jika ada yang bisa bibi bantu atau ada yang ingin tanyakan kalian bisa manggil bibi" ucap Bi Marni .


"iya Bi makasi" ucap semuanya serentak.


merekapun pergi ke kamar mereka masing masing untuk beristirahat dan mengemas barang barang mereka.


Bersambung .....


jangan lupa like,vote,rate and komen yah .


terimakasihh☺☺☺

__ADS_1


__ADS_2