Dokter Cinta Membuatku Jatuh Cinta

Dokter Cinta Membuatku Jatuh Cinta
Rencana Syam


__ADS_3

Waktu sudah menujukan pukul 11 siang. Shilka berada di sofa ruang tamu dengan Icha, ia sedang membuat jadwal untuk kegiatan selama di Desa X.


Tok ... tokk ...


Suara ketukan pintu membuat Shilka menoleh kearah pintu.


"Siapa Cha?tolong buka pintunya Cha aku lagi nanggung," suruh Shilka.


"Tunggu sebentar" teriak Icha lalu terbangun menuju pintu dan membukanya.


Cklekk ...


"Niko, kirain siapa" ucap Icha.


"Silahkan masuk Nik" ajak Icha.


"Iya makasi Cha" jawab Niko lalu duduk di sofa.


"Eh kamu Nik, kebetulan banget ada yang ingin aku bahas sama kamu" ucap Shilka.


"Iya Shil ada banyak hal yang perlu di obrolin juga" jawab Niko.


"Mau aku duluan atau kamu dulu?" tanya Shilka.


"Kamu dulu aja Shil" jawab Niko.


"Okelah, jadi gini Nik aku punya rencana selama kita di sini, aku mau kita selalu ikut berjamaah sholat subuh di mesjid dan membantu membersihkan mesjid juga, kita bisa buat jadwal bergiliran setiap harinya," ucap Shilka.


"Ide bagus tuh Shil, melatih kita juga biar bangun pagi dan bisa melaksanakan sholah berjamaah, aku yakin pasti hal ini jarang terjadi" ucap Niko.


"Iya maka dari itu aku udah bikin jadwal untuk kegiatan kita" ucap Icha.


"Terus aku juga mau setiap seminggu 2x kita adain bersih bersih lingkungan dan kegiaan buat anak2 Desa yang masih di bawah umur untuk bikin kaya lomba atau les belajar gitu" ucap Shilka


"Iya Shil itu juga bagus kegiatan yang bermanfaat" ucap Niko.


"Iya Nik mudah mudahan terlaksana dengan baik" jawab Shilka.


"Iya aku juga mau ngomongin masalah kegiatan sunatan masal buat anak anak di sini, buat cek kesehatan lansia dan ibu hamil di puskesmas, kita harus secepatnya minta data dari RT dan RW sini Shil, biar kita tau gambarannya" ucap Niko.


"Iya Nik hari ini kan kita masih istirahat, besok kita mulai datengin rumah RT dan RW," ucap Shilka


"Oke Shil besok kita kumpul di sini aja, aku akan ajak ketua kelompok yang lainya juga" ucap Niko.


Setelah urusannya selesai Niko pun pulang.


"Lilis sama Bi Marni mau kemana??" Tanya Shilka yang melihat Lilis keluar dari kamarnya membawa seember pakaian dan peralatan mandi.


"Kita mau ke sungai Teh, kebetulan air lagi gak ada biasanya nanti sore mulai pembagian air bersih di Desa. Jadi sekarang kami mau mencuci pakaian dan mandi di sungai. Apa Teh Shilka mau ikut??" Ajak Lilis.


"Mau Lis aku mau banget ikut," ucap Shilka sangat antusias.

__ADS_1


"Ya udah Lilis tunggu Teteh di luar yah." Ucap Lilis.


"Oke Lis" ucap Shilka.


Shilka pun masuk kedalam kamarnya untuk membawa pakaian kotor, peralatan mandi dan baju ganti.


"Eh Cha, ayo kita pergi ke sungai kebetulan air habis dan lagi musim kemarau juga jadi air sumur lagi kosong. Kita bisa ikut Lilis untuk menyuci pakaian dan mandi di sana" ajak Shilka.


"Asyikk sekalian jalan jalan di sawah Shil kayanya seru sambil menghirup udara seger kita," ucap Icha sembari bergegas menyiapkan barang bawaannya yang sama dengan Shilka.


"Iya ayo cepet, kasian Lilis sama bi Marni pasti nungguin kita.


Setelah semua persiapan selesai merekapun keluar dari kamarnya.


"Kalian mau keman?" tanya Syam yang melihat Shilka dan Ich sangat riweuh dengan barang bawaannya.


"Kita mau kesungai Syam mau nyuci sama mandi, kebetulan lagi gak ada air" jawab shilka.


"Gue ikut dong, gue juga gerah pengen mandi" ucap Syam.


"Boleh, kalau gitu kita tunggu di luar yah Syam" ucap Shilka berjalan keluar rumah.


"Iya gue siap siap dulu" ucap Syam.


"Eh Bi tungguin Syam yah katanya dia mau ikut" ucap shilka yang sudah berada di luar rumah.


"Ya udah Neng, bibi duluan aja kalian bisa bareng Lilis, kebetulan bibi juga mau lihat kebun bibi sebentar" ucp Bi Marni.


"Ya udah bi hati hati" ucap Shilka.


Di dalam rumah Syam sudah siap dengan barang bawaannya.


"Ayo bro kita ke Sungai buat mandi dan nyuci baju kebetulan di sini kan lagi gak ada air" ajak Syam


"Gue ikut, gue juga gerah pengen mandi" ucap Ari.


"Iya gue juga sama, lumayan sambil cuci mata kali aja ada gadis Desa nyantol" ucap Yudi.


"Huh ... dasar jomblo, kita mau ke sungai mana ada gadis Desa, plingan ada Kebo loe mau pacaran sama kebo" ucap Alkan tertawa terbahak bahak.


"Sialan loe Al" ucap Yudi.


Setelah semuanya selesai ke empat pria itu pun keluar dari rumah lalu menghampiri Shilka, Icha dan Lilis yang sudah menunggu di luar.


"Pantesan lama, kamu bawa rombongan Syam" ucap Icha.


"Iya biar sekalian rame rame kita" jawab Syam.


"Ya udah ayo keburu Sore" ajak Lilis.


Mereka pun berjalan menuju Sungai, melewati jalan setapak dan pepohonan hijau yang indah. Tak lama mereka pun melewati hamparan sawah yang luas namun jalannya sedikit ekstrim buat mereka yang baru menginjak jalanan sawah yang licin dan kecil.

__ADS_1


"Awas biar aku di depan kamu biar bisa bantu pagangan" ucap Syam yang berjalan di depan Icha.


"Kamu itu kenapa sih, hoby banget buat aku cenat cenut" gumam Icha dalam hati yang terus memandang Syam di depannya.


"Al loe jagain Shilka, kasian dia takut jatuh" ucap Syam.


"Iya loe tenang aja" jawab Al.


Sebenernya Syam sengaja membuat Alkan dekat dengan Shilka karena Syam tidak menyukai Nadia dan berharap Alkan bisa suka sama Shilka. Sementara Ari dan Yudi sudah lebih dulu bersama Lilis karena Yudi sedikit mencari perhatin Lilis mungkin karena dia jomblo dan Ari hanya mengikutinya dari belakang.


"Aahhh ... " teriak Icha yang hampir jatuh karena jalannya sangat licin, sementara kedua tangannya sudah berada di punggung Syam dan memegang baju Syam dengan erat.


"Loe gak papa?" tanya Syam membalikan badannya.


"Gak koe cuma sedikit terpeleset" jawab Icha.


"Makanya pegangan biar gak jatuh" ucap Syam meraih tangan Icha.


"Wahai hati ada apa denganmu, mengapa kau tidak berhenti cenat cenut" gumam Icha di hatinya.


"Gantian gue di depan, biar gue bisa pegangin loe" ucap Alkan, di karenakan jalannya kecil Alkan sedikit memeluk bahu Shilka dengan kedua tanganya, lalu melangkah kedepan Shilka.


"Gak usah Al aku bisa sendiri ko" ucap Shilka malu malu.


"Udah diam aja" ucap Alkan.


"Aku takut ada yang liat, nanti salah paham sama Nadia" jawab Shilka.


"Gak akan ada yang berani lapor Nadia, lagian kita gak ngapa ngapain" jawab Alkan dengan enteng.


"Sini tangannya" sambung Alkan meraih tangan Shilka.


"Udah Al gak us ...." ucap Shilka terpotong karena Shilka terpeleset dan jatuh karena iya mencoba melepaskan tangan Alkan


Bruggh ...


"Aww ... " Ucap Shilka .


"Loe gak papa??" Tanya Alkan lalu membangunkan Shilka.


"Enggak Al, aku gak papa" jawab Shilka


"Makanya gue bilangin nurut, loe sih di bilangain malah ngeyel kejadian juga kan" ucap Alkan.


Shilka pun hanya tertunduk dan menganggukan kepalanya.


Merekapun berjalan bergandengan Shilka tidak menolak lagi karena dia pun takut jatuh lagi. Syam hanya tersenyum tipis sesekali melihat apa yang terjadi di belakangnya, ia merasa rencananya sudah berhasil.


Bersambung....


Terimakasih sudah mampir

__ADS_1


Jangan lupa vote,like,rate, and coment.


Terimakasih


__ADS_2