Dokter Cinta Membuatku Jatuh Cinta

Dokter Cinta Membuatku Jatuh Cinta
Truth Or Dare 2


__ADS_3

"Sialan loe, nanyain yang kaya gitu," ucap Ari.


"Udah jawab aja katanya loe berani jawab," sahut Yudi.


Seketika Shilka,Icha, dan Lilis saling pandang melihat kelakuan keempat pria di depannya, sembari menggelengkan kepalanya.


"Oke siapa takut, gue akan jawab di sini," ucap Ari sedikit gugup. "Terakhir gue ciuman sama Maya ... yah sebelum gue berangkat kesini-lah, gue kan butuh vitamin biar semangat," sambung Ari dengan terbata-bata.


"Hahaha ... gila loe bro bener-bener di jawab," ejek Yudi.


Semuanya pun tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban dari Ari. Melihat kelakuan semua temannya Ari pun menjadi salah tingkah.


"Ceh ... loe sih jomblo gak tau kan rasanya kaya gimana," ucap Ari kepada Yudi. "Udah ... giliran gue," sambungnya lalu memutarkan ranting di depannya dan berhenti di depan Lilis.


"Tepat banget sasaran gue," ucap ari tersenyum licik. "Apa loe udah punya pacar Lis," tanya Ari spontan.


"Ngapain loe nanya kaya gitu, kan loe udah punya Maya masa Lilis  loe embat juga," ucap Alkan.


"Diem dulu Al, loe gak tau tujuan gue, cepet Lis jawab," ucap Ari.


"Aku udah punya pacar a," jawab Lilis malu-malu.


"Yah ... kasian banget loe jomblo, pupus-lah harapamu," ejek Ari kepada Yudi dengan sangat puas.


"Emang gue cocok jadi jomblo kali yah," ucap Yudi mengerutkan bibirnya.


"Ah gue mah udah tau Lilis punya pacar, namanya Rio, iya kan Lis," ucap Alkan. Lilis hanya menganggukan kepalanya tanpa menjawab omongan Alkan.


"Loe udah tau kenapa gak kasih tau gue bambang," ucap Yudi.


"Yah gue gak tau, loe beneran suka sama Lilis," ucap Alkan.


"Udah next permainan, sabar aja deh loe Yud, " sahut Syam. Yudi hanya mengerutkan bibirnya tanpa menjawab Syam.


Lilis pun memutarkan ranting dan berhenti di depan Icha.


"Hmm ... Teh Icha suka yah sama a' Syam?" tanya Lilis.


"Kamu ko nanya itu sih Lis," ucap Icha dan pipinya seketika merah karena malunya.


"Cepet jawab aja Cha," ucap Shilka menyenggol lengan Icha.


"Iya aku suka Syam," jawab Icha dengan sedikit teriak sembari menundukan kepalanya.


Mendengar ucapan Icha Syam tersenyum dengan manis tanda ia menyukai jawaban Icha.


"Cie ... cie ... Syam lampu ijo tuh," ucap Alkan.


"Pepet terus Syam," sahut Ari.


"Icha emang udah suka kamu dari dulu kali Syam, kamu aja yang gak peka," ucap Shilka.

__ADS_1


"Shilka ...." ujar Icha menatap Shilka membesarkan matanya.


"Maaf deh Cha dulu aku kurang peka," Syam menggoda lalu menganggakat dagu Icha.


"Ceh ... sekarang panggilnya udah aku kamu nih," ledek Ari.


"Iya gak papa, itu bukan salah kamu ko," jawab Icha.


"Tembak dong Syam," ucap Ari.


"Santuy aja kali nanti juga ada saatnya," jawab Syam dengan tersenyum.


"Sekarang mending lanjut aja deh," ucap Alkan.


Icha pun meneruskan permainan dan ranting pun berhenti di depan Yudi.


"Yah ... gue lagi," Yudi.


"Sini Cha aku bisikin," ucap Syam.


"Jangan curang dong loe," ucap Yudi kepada Syam.


"Di antara Alkan,Syam, dan Ari siapa yang paling baik?" tanya Icha.


"Yah loe cari mati Cha, loe mau mutusin persahabatan kita," ucap Yudi.


"Jawab aja Yud, loe liat aja akibatnya," goda Syam tertawa licik.


"Yud, mobil gue yud," sahut Alkan.


"Arghh ... sial pertanyaan loe menjebak banget Cha, bisa ganti pertanyaan gak?apa gue dare aja yah," Ucap yudi mengacak rambutnya.


"Cepet jawab Yud, loe bukan pengecutkan," ejek Syam tersenyum.


"Ya udah gue jawab ..." ucap Yudi. "Hmm ... sebenernya semuanya baik bahkan gue gak mau kehilangan mereka tapi mereka punya plus minusnya ko," sambung Yudi.


"Terus siapa dong," ucap Icha penasaran.


"Gini aja deh, dari pada gue harus milih siapa yang baik di antara kalian, mending gue bilang baik dan buruknya loe semua gimana?" Ucap Ari.


"Setuju mending gitu aja deh, dari pada kalian berantem kan gaswat hehe ...." ucap Shilka.


"Yah ... padahal kalau loe milih gue, loe bisa minjem salah satu mobil gue seminggu Yud," ucap Alkan.


"Udah gue gak bisa milih, gue mulai dari loe Al, loe itu baik banget sering bantu gue dari mulai minjemin gue duit sampe minjemin gue mobil, loe juga setia sama kita tapi loe tuh terbodohi oleh cinta Man, loe terkadang di butakan oleh itu tapi gue selalu dukung apa yang membuat loe bahagia Al. Terus Ari, loe itu baik juga, loe pasti selalu paling depan kalau mengangkut sahabat loe tapi kadang loe egois bro, loe jarang dengerin omongan orang lain yang bisa mengubah loe jadi lebih baik, tapi selama itu wajar gak papa juga sih. Terakhir Syam loe itu paling dewasa di antara kita, loe selalu jadi penengah ketika kita ada masalah, gue udah anggap loe sebagai abang kita Syam, tapi kenapa loe susah move on, gue harap loe bisa nemuin wanita yang bisa buat loe bahagia dan bisa menerima loe apa adanya," ujar Yudi.


Seketika suasana pun hening keempat pria itu hanya saling menatap satu sama lain. Tak lama mereka pun bangkit dari duduknya dan berpelukan layaknya seperti teletubies hihihi ....


"Mudah-mudahan persahabatan kita lebih baik lagi kedepannya," ucap Syam .


"Wajib itu," sahut Alkan.

__ADS_1


"Gue gak mau jauh dari kalian," ucap Yudi.


"Gue juga akan lebih mendengar ucapan kalian," sambung Ari.


"Indahnya melihat persahabatan mereka," ucap Shilka.


"Iya Teh, Lilis baru pertama kali lihat persahabatan di antara pria seperti ini," jawab Lilis.


"Hiks ... aku terharu," sahut Icha.


Menyadari tatapan ketiga wanita di hadapannya membuat Ari melepas pelukannya.


"Udah kalian gak malu apa di liatin ketiga wanita itu," ucap Ari menunjuk.


"Bisa bisa ketampanan kita runtuh Man," ucap Syam.


"Ya udah di karenakan di sini tinggal Al yang belum dapet bagian, sekarang loe jawab deh pertanyaan dari gue," ucap Yudi.


"Okelah, apa emangnya?" tanya Alkan.


"Di antara Shilka, Icha, dan Lilis. Siapa yang paling cantik?" tanya Yudi.


"Sial loe ngapain nanya begituan," ucap Alkan.


Kegita wanita itu pun hanya tertunduk malu.


"Udah tinggal jawab aja ribet amat loe Al," sahut Syam.


"Cantik sih relatif tapi gue lebih suka wanita kaya Shilka," ucap Alkan.


Shilka pun terkejut mendengar ucapan Alkan, ia hanya menatap Al dan menahan rasa malunya.


"Cie ... Shil kode tuh," ejek Icha.


"Apaan sih Cha, kamu gak takut Nadia tau, bisa bahaya itu," ucap Shilka.


"Ehem ... gue dukung Al," ucap Syam mengejek.


"Sudahlah ayo kita pulang, lagian ini sudah sore keburu gelap juga". ucap Alkan mengalihkan perhatian dan tersipu malu.


"Iya bener juga, ayo kita pulang," ucap Syam.


setelah semua urusannya selesai merekapun kembali kerumah, lalu beristirahat karena mulai besok mereka akan di sibukan dengan berbagai kegiatan.


Bersambung....


makasi sudah mampir


jangan lupa yah like,coment,rate and vote


terimaksihhh 😊😊

__ADS_1


__ADS_2