Dosen Tapi Suami

Dosen Tapi Suami
10. YAKIN?


__ADS_3

Lo pasti bisa mel jangan sampe rencana lo kali ini gagal


Amel menatap revan yang ada dihadapannya, saat ini mereka berdua berada diruangan revan sesuai dengan ucapan revan kemarin


Keduanya hanya saling menatap tanpa mengucap kata, seakan akan suara mereka adalah emas yang berharga hingga begitu sulit untuk mengucapkan sepatah katapun


Ekhem


Amel menatap revan yang seperti ingin berbicara namun setelah menunggu sekitar 3 menit dia malah diam saja


Ekhem, ekhem


Amel mengerutkan alisnya sembari menatap tajam dosen didepannya sedangkan yang ditatap malah acuh tak mengindahkan namun malah balik menatap dengan tatapan teduh yang sempat membuat amel sedikit salah tingkah


"Kalo mau ngomong ya ngomong aja pak, bukan dehem deheman"


"Apa kamu sudah memutuskan permintaan saya kemarin?"


Nanya gitu doang lama huh.. ayo amel lo harus tahan diri jangan sampe emosi lo membludak disini


"Udah, bapak bisa baca dulu"


Revan menerima dokumen yang diserahkan amel, dia membacanya dengan fokus


...Perjanjian Nikah Kontrak...


1. Pihak satu dan pihak dua tidak boleh mengumbar atau membocorkan perjanjian ini kepada orang lain terkhusus dikampus satu mahasiswapun tidak boleh mengetahui hubungan ini


2. Pihak dua harus membantu pihak satu setiap ada tugas dari salah satu dosen dan tidak boleh menolak


3. Setiap satu minggu sekali pihak satu shopping semuanya dibayar oleh pihak dua tanpa terkecuali


4. Pihak dua tidak melakukan HUBUNGAN INTIM dengan pihak satu, tidak boleh menyentuh tanpa ijin apalagi berbuat mesum


5. Pihak satu dan dua bekerja sama membuat hubungan mereka terlihat mesra dan harmonis didepan kedua orangtua mereka, selain itu tidak boleh melakukan hal yang sama


6. Setelah keduanya menikah dan tinggal disebuah rumah pihak satu dan dua tidur dikamar terpisah serta tidak melakukan kewajiban sebagai pasangan suami istri apapun itu


7. Pihak dua tidak boleh melarang pihak satu berpacaran dengan siapapun dan jangan mencampuri urusan pribadi masing masing


8. Pihak dua berusaha membuat pihak satu jatuh cinta dalam kurun waktu 2 bulan lamanya tanpa melanggar perjanjian yang lainnya


PERJANJIAN INI BERLANGSUNG SELAMA 3 TAHUN DAN BERAKHIR KETIKA PIHAK SATU LULUS WISUDA

__ADS_1


Revan menutup dokumen itu dan menatap amel lekat dan tatapannya memancarkan kebingungan


"Bukankah saya meminta selama 1 tahun tapi kenapa hanya 2 bulan dan lagi gimana saya bisa membuat kamu jatuh cinta jikalau didalam perjanjian tidak boleh menyentuh tanpa seijinmu"


"Udah untung saya kasih waktu 2 bulan daripada gak sama sekali kan, untuk masalah itu ya terserah bapak yang terpenting poin poin didalam perjanjian tidak boleh dilanggar"


"dan oh setelah 2 bulan itu bapak tidak berhasil maka 2 tahun 10 bulan sisanya bapak harus melakukan perjanjian tanpa menginginkan perasaan itu lagi" amel tersenyum senang


"Tapi..."


"Gausah tapi-tapi deh bapak mau setuju dengan syarat yang dikasih waktu dua bulan atau mau yang gak dikasih waktu sama sekali, tinggal pilih aja"


"Huh... oke oke saya setuju dengan semua poin didalam perjanjian ini"


Setelah mengucapkan itu revan mengambil pulpen untuk menandatangani perjanjiannya lalu mengembalikan dokumen itu pada amel.


"Untuk acara pernikahannya gak usah undang undang orang luar cukup keluarga aja"


"Mau ngadain acara tunangan dulu gak?" tanya revan


"Gausah langsung acara pernikahan saja" jawab amel enteng


"Baiklah nanti saya atur, tenang saja"


Ternyata semudah itu untuk ngebujuk revan si dosen gila itu hahaha ko gue gak ngelakuin ini dari kemarin sih kan gue gabakalan dicium sama dia kalo gini caranya arghhh dasar begoo


Mengoceh ini itu selama diperjalanan menuju parkiran mobil dengan ekspresi yang berubah rubah itulah yang dilakukan amel sekarang, jika saja ada yang melihat ekspresinya dia terlihat sangat menggemaskan


...****************...


"..... sekian pemaparan analisis yang kami lakukan terhadap materi akuntansi manajemen" ucap fadly mengakhiri presentasi kami


Prok prok prok


Suara tepuk tangan menutup presentasi kelompok amel dan terlihat wajah pak revan yang tersenyum menyatakan bahwa ia senang melihat presentasi yang dilakukan kelompok amel.


setelah selesai amel dan teman kelompoknya kembali duduk untuk melihat kelompok yang lain presentasi.


"stt mel mel" yuni berbisik ketika sudah duduk ditempatnya semula


"apaan"


"Gatau ini penglihatan gue yang salah atau emang beneran kek gitu"

__ADS_1


"kalo ngomong yang jelas dong yun, gak paham gue sama ucapan lo ck ck" amel berdecak sebal, dia tidak suka dengan yuni yang sering bertele-tele dalam bercerita


"aishh , itu tuh pak revan dia kek ngeliatin lo terus selama kita presentasi"


"HAH" teriak amel


Sontak semua mahasiswa yang ada di kelas melihat padanya, amel yang ditatap merasa malu karena sudah berteriak disaat kelompok lain sedang presentasi


Kenapa gue malah teriak bego, jadi malu kan


"Ada apa amelia, kenapa kamu berteriak. Apakah ada yang ingin kamu tanyakan?" tanya pak revan


"Maaf pak tadi saya kaget karena ada yang tiba-tiba teringat, tidak ada pak" jawabnya dengan senyum malu-malu


"anjir lu kenapa deh mel" yuni menahan tawa melihat kelakuan absurd dari sahabatnya itu


"lu sih yuni, jadi gue malu kan" amel menatap sebal


Setelah kelas Pak Revan selesai semuanya pergi meninggalkan ruangan menyisakan Amel dan Pak Revan. Awalnya yuni ingin menunggu amel yang sedang sibuk mengerjakan sesuatu di laptop nya tetapi amel menyuruhnya untuk pulang duluan karena dia merasa akan cukup lama untuk mengerjakan hal itu, dengan berat hati yuni meninggalkan amel sendirian. Namun ternyata tidak lama dari itu Pak Revan kembali ke kelas dan melihat amel yg sedang sibuk tanpa memperhatikan sekitar apalagi kedatangan dirinya.


"Masih banyak?" tanya revan


Amel yang sedang serius itu terkejut dan hampir saja dia terjatuh dari duduknya tapi ditahan oleh revan


"PAK REVANN" amel teriak setelah dia sudah duduk dengan benar


"iya kenapa?" tanya revan dengan wajah polosnya


"Kenapa bapak belum apa-apa udah ngelanggar peraturan sih?" tanya amel dengan nada yang meninggi


"apa yang sudah saya langgar?"


"Tadi bapa berani-beraninya nyentuh saya tanpa seijin saya lho"


"ah itu kalo misalnya saya gak nyentuh kamu nanti kamu jatuh mel" ucapnya sebagai pembelaan diri


"Gausah alasan deh pak, bapak sengaja kan ngagetin saya biar saya jatuh dan bapak beralibi nyelametin saya biar gak jatuh" cerca amel


"bukan seperti itu maksud saya amel, tadi saya ngelihat kamu begitu fokus dengan yang kamu kerjakan sampai-sampai saya masuk keruangan inipun kamu tidak menyadarinya" jelas revan


"Gausah nyari pembelaan deh"


Setelah mengucapkan itu amel membereskan semua buku-bukunya dan pergi meninggalkan revan yang berusaha memanggil-manggil namanya

__ADS_1


...Jangan lupa Vote, like, coment and share🥰...


__ADS_2