
Amel pamit pergi setelah mengiyakan ajakan ayahnya untuk bertemu dengan keluarga om rendy. Dia pergi menggunakan mobil toyota calya warna silver menuju cafe xx untuk bertemu yunita terlebih dahulu sebelum pergi ke kampus
setibanya di depan cafe amel melihat bahwa nita sudah sampai disana terlebih dahulu
"Tumben lu cepet datengnya" ucap amel mengagetkan yunita yang sedang fokus dengan handphone nya
"dih, lu aja yang telat kali" sinis yunita pada amel
"cuma telat 15 menit doang elah" amel membela diri karena kedatangannya yang terlambat itu
"yaudahlah gausah dibahas lagi, lu mau pesan apa?" tanya yuni ketika amel sudah duduk ditempatnya
"pesan jus apel aja deh gue" jawab amel
nita mengangkat tangannya memanggil waitress untuk memesan
"mau pesan apa kak?" tanya waitress itu ketika ia tiba ti meja mereka
"jus apel aja satu" ucap amel
"baik kak, ditunggu ya"
setelah waitress itu pergi nita langsung menatap tajam ke arah amel dan yang ditatap pun merasa bahwa aura disekitarnya itu sangat mencekam seperti ingin membunuhnya saja, ia bertanya pada yuni lewat isyarat mata
"katanya lo ngajak gue kesini karena ada yang mau lo ceritain sama gue" ungkap yuni
"sabar dong gue baru nyampe ini, tungguin minuman gue dateng udah gitu gue cerita"
10 menit kemudian minuman yang dipesan tadi datang
"cepetan" desak yuni
amel menghela nafasnya terlebih dahulu
"iya iya, nah jadi ceritanya itu....
"gue mau nikah" amel menutup kuping karena dia tau apa yang bakal terjadi selanjutnya
"APAA NIKAH?!" teriakan yuni membuat pengunjung cafe yang lain melihat padanya
"hush mulutmu" amel memperingatkan yuni
"maaf maaf" yuni membungkukkan badannya dan juga tersenyum pada pengunjung yang merasa terganggu karena dirinya berteriak
"ko bisa anjir, emang lo mau nikah sama siapa? nama cowo itu siapa? keluarga nya kaya gak? orangbya ganteng gak? orangnya baik gak?" amel dihujam banyak pertanyaan membuatnya menggelengkan kepala berkali kali
"selama ini lo kan jomblo gak punya doi ko tiba tiba nikah sih wah parah lu gak cerita apa apa sama gue" sambung yuni
"dengerin dulu gue, gue belom selesai nyeritanya" amel sedikit geram karena sahabatnya ini main menghakimi dirinya tanpa tau segalanya
"ah oke ayok lanjut" tanpa malu dia berkata seperti itu
"gini ceritanya......." amel menceritakan semua kejadian yang terjadi kemarin malam ketika ia makan malam dengan ayah dan bundanya itu
__ADS_1
"ouh...... gitu"
"lah kok ouh gitu doang sih nit, kasih saran gue kek apa kek" amel mendengus kesal karena respon yang diberikan yunita
"menurut gue sih mel, mending lo setuju aja sama keputusan ayah lo itu...itung itung lo bantu perusahaan ayah lo buat lebih kuat lagi" amel memberi saran
"tapi gue gak kenal sama tu cowo, gue gak tau dia orangnya baik apa engga, gue gak tau dia orangnya suka kasar sama cewe apa engga atau hal yang lainnya nita" amel tetap tidak setuju dengan saran yuni yang sama saja dengan ayahnya itu
"kan nanti malam katanya bakal ketemu, liat aja dulu mungkin nanti bakal cocok sama lo dan lo nyetujui tuh keinginan ayah lo" bujuk yuni
" kalo engga cocok gimana?" tanya amel
"lo tetep harus nikah sama tu orang" jawab yuni santai
"kok malah lo yang terkesan maksa gue sih nit" amel kesal dengan jawaban dari yuni
"gue bukan maksa tapi gue ngasih saran sama lo" tegasnya
"ya tapi kok saran nya gitu sih" amel murung karena mendengar saran dari sahabatnya itu sama sekali gak ngebantu apapun
"dengerin gue dulu mel......."
...****...
Amel dan yuni pergi ke kampus menggunakan mobil amel setelah perbincangan mereka tadi di cafe xx.
mereka tiba di kampus dan langsung pergi ke kelas mereka karena sebentar lagi kelas nya Pak Doni akan dimulai
Sandy menghampiri amel dan duduk didepan kursi amel
"ayang amel cantik banget sih hari ini" sandy terus saja menggoda amel
"kalo hari ini cantik berarti kemarin kemarin dia jelek dong?" celetuk yuni sambil tertawa
"ish bukan gitu, tiap hari amel cantik kok dan hari ini cantiknya itu pake banget" jawab sandy
"berisik lo!" amel menatap tajam pada sandy
"jangan marah marah mel nanti cantik nya nambah" sahut sandy sambil cengengesan
"udah sana lo pergi, ganggu penglihatan sama pendengaran gue aja" yuni mengusir sandy untuk pindah tempat
"hush hush"
"iya iya gue pindah" akhirnya ia mengalah dan pergi dari sana
3 jam berlalu mereka berdua pergi dari kampus setelah menyelesaikan kuliah
amel mengajak yuni untuk menemani nya ke salon dan juga memilih gaun yang bagus untuk acara nanti malam
"mel gue ikutan nyalon ya" ujar yuni ketika mereka tiba ditempat salon yang biasa dipakai oleh keluarga lubis
"iya"
__ADS_1
"bayarin juga sama lo ya" yuni cengengesan mengatakannya
"iya"
"makasih amel cantik" pujinya
mereka menyelesaikan perawatannya dan pergi mencoba pakaian yang pas untuk amel
"Astagaa lu perfect banget mel" yuni berdecak kagum melihat penampilan amel yaang terlihat begitu cantik malam ini
"lelaki itu pasti bakalan klepek- klepek liat kecantikan lo ini amel" sambung yuni
"hem" amel menekukkan wajahnya malas mendengar ocehan sahabatnya
"Apa lo yakin nit?" amel memastikan kembali apakah pilihannya ini tepat atau tidak
"inget ucapan gue tadi oke" yuni meyakinkan amel pada pilihannya dengan senyum indah yang tercetak dibibirnya
dengan anggukan amel menjawab seraya helaan nafas keluar dari mulutnya
...*****...
Disisi lain direstoran xx keluarga Lubis sedang menyambut kedatangan Rendy dan juga keluarganya
"Apa kabar Ren" Sapa purnama sembari menjabat tangan rendy dan juga istrinya salma
"Alhamdulillah kabar baik, kamu sendiri gimana purnama?" ujar rendy
"Akupun baik... ini siapa rendy?" purnama penasaran melihat seorang lelaki tampan disamping rendy
"Ini Revano anakku" jawabnya
"Revano om tante" ia memperkenalkan diri dan menyalami tangan purnama dan juga sonya
"udah ganteng, sopan lagi, kamu mirip sekali dengan ayahmu nak" ujar purnama melihat perilaku revan yang sopan untuk pertemuan pertama mereka
"ayo silahkan duduk" purnama mempersilahkan mereka untuk duduk saling berhadapan dengannya
"dimana putrimu purnama?" Rendy melihat sekeliling dan dia tidak melihat keberadaan seorang gadis selain pasangan suami istri itu
"Lagi dijalan sebentar lagi dia sampai" purnama bahagia karena putri sulungnya itu menyetujui dengan pertemuan ini
Purnama dan rendy kembali berbincang soal bisnis mereka, sonya dan salam berbincang hal hal ringan sedangkan revan hanya fokus pada handphone dan terlihat seperti sedang membalas pesan seseorang
"maaf saya terlambat"
ucap seorang wanita yang membuat tatapan mereka langsung tertuju padanya
...💕VOTE LIKE AND KOMENT💕...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1