Dosen Tapi Suami

Dosen Tapi Suami
6. AKU MOHON


__ADS_3

amel membalikan badannya dan menatap revan tak percaya, dia berjalan melambat menghampiri revan untuk berdiri dihadapannya


"Bapak bilang apa tadi?"


"saya tidak akan membatalkannya" revan menjawab dengan santai tanpa memperdulikan amel yang sedang menatapnya begitu tajam


"Bapak cuma bercanda kan?" amel bertanya dengan senyum getir tercetak dibibir mungil nya


"Apakah saya terlihat seperti sedang bercanda ?"


"Tidak, tapi pak kenapa bapak gak mau ngebatalin perjodohan kita. kita kan baru bertemu sekali waktu bapak pertama kali ngajar dan kita gak deket dan akupun gak mau deket- deket sama bapa dan juga mungkin bapa udah punya pacar diluar sana entar kasian sama pacarnya lho"


"saya tidak punya pacar" sarkas revan


"masa? yakali orang kek bapa gak punya pacar duh mustahil banget" amel mempertanyakan dengan nada mengejek


Revan berjalan kedepan membuat amel mau tak mau mundur perlahan dan tidak sadar dia sudah menabrak tembok, perlahan revan menundukan wajahnya ke wajah amel hingga jarak diantara keduanya hanya beberapa centi saja


"Bagaimana saya harus membuktikan kalo saya tidak pernah pacaran hem?" nafasnya menyapu wajah amel membuat amel salah tingkah dan langsung mengalihkan pandangannya


Cup


amel dan revan terdiam keduanya sama sama melotot kan mata mereka lebar lebar, kejadian barusan sungguh diluar dugaan.


setelah mereka kembali pada kesadarannya amel langsung mendorong revan untuk menjauh


"ihhh apa apaan sih pak, mengambil kesempatan dalam kesempitan" amel menatap sinis pada revan sembari mengosok-gosok pipinya yang tadi 'tak disengaja' dicium oleh revan


"maaf- maaf saya tidak bermaksud begitu"


"Alah alasan, bapak gak mau membatalkan perjodohan dengan saya karena bapak mau mesum ya dasar cowok" amel marah dia mengepalkan tangannya kuat kuat untuk menahan diri tidak menampar wajah pak revan


"bukan karena itu"


"gausah banyak alasan, saya gak suka sama cowok mesum kek bapak"


setelah mengucapkan itu amel berlari meninggalkan revan yang berdiri mematung. Amel masuk keruangan dan kembali duduk berpura-pura bahwa tidak terjadi sesuatu padanya tadi walaupun rasanya ingin sekali meninggalkan ruangan dan pulang terus ke kamar untuk menyendiri, tapi amel tidak melakukannya karena menghormati ayah dan bunda agar tidak mempermalukan keluarganya dengan bersikap kekanak kanakan seperti itu


"Kenapa kamu lama sekali sayang?" tanya bunda ketika amel baru kembali dan sudah duduk ditempat nya


"tadi amel kebelet bunda jadi lama hehhe"


"ouh cuma kebelet ternyata bunda kira kamu ada apa"


"enggak kok bunda gak ada apa-apa"

__ADS_1


aku gak boleh nunjukkin sama bunda kalo aku gak suka sama pak revan disini ucapku dalam hati


tidak lama setelah amel masuk revan menyusul masuk juga, mereka berdua tak sengaja beradu pandang namun dengan cepat amel memutuskan kontak mata itu


"maaf saya terlalu lama diluar, urusannya cukup penting tadi" ucap revan sembari matanya yang menatap amel penuh makna


...*****...


Semuanya berada di lobby dan bersiap untuk pulang. Amel awalnya akan pulang bersama dengan keluarga nya karena ayahnya membawa mobil namun ayahnya malah menyuruh revan untuk mengantar dengan mobilnya, awalnya amel bersikeras untuk menolak namun bunda dan tante salma memaksanya jadi mau tak mau amel setuju untuk pulang bersama revan


Ayah, bunda, tante dan paman sudah pulang terlebih dahulu sedangkan amel dan revan masih berada dikawasan reastoran


setelah amel masuk kedalam mobil revan tidak langsung menjalankannya namun diam dan terus memandang amel tanpa mengalihkan pandangannya


awalnya amel tidak menghiraukan perilaku revan yang aneh itu namun kelamaan dia merasa risih dan menoleh menatap revan tajam


"Bapak kenapa sih mandangin saya terus bukannya nyalain mesin dan nganterin saya pulang"


"Kamu cantik" tanpa sadar revan mengeluarkan ucapan yang sedari awal dia tahan-tahan untuk tidak mengatakannya


Deg


ucapan yang dia lontarkan membuat tatapan amel perlahan kembali seperti semula dan tanpa sadar pipinya memanas karena malu


"Pak revan gak usah ngalihin pembicaraan ya" amel berusaha mengontrol ekspresinya agar terlihat tenang dan biasa saja


Amel sering mendapat pujian bahwa dirinya itu cantik namun saat revan mengucapkannya perasaannya berbeda tidak seperti biasanya. Aneh pikirnya


"udah stop gausah ngegombal terus pak, sekarang bapak jawab kenapa mandangin saya terus kalo gini gimna caranya kita bisa sampe rumah ?"


"Saya mau bicara sama kamu" sepertinya jiwa dalam diri revan sudah kembali sekarang buktinya dia mengalihkan pandangannya menatap lurus kedepan


"dari tadi bapak kan ngomong sama saya, gimana sih" amel tertawa pelan


"Perihal pembicaraan kita didepan toilet tadi...."


"bisa gak kita ngomongnya sambil jalan aja mobilnya? saya dari tadi udah sabar nunggu lho ini"


ucapan revan terpotong oleh protes dari amel, mau tak mau revan akhirnya menjalankan mobilnya pergi meninggalkan restoran


"jadi..."


"Bapak tuli apa gimana?" amel bertanya tanpa mengalihkan pandangannya kedepan


"Apalagi amel, saya udah ngelakuin yang tadi kamu suruh buat jalanin mobilnya"

__ADS_1


"bukan itu" amel menggelengkan kepalanya


"terus apalagi?"


"Saya udah bilang dengan jelas sama bapak kalo saya gak suka sama bapak dan otomatis kalo saya tidak mau melanjutkan perjodohan ini" amel mengatakannya dengan begitu tegas dan menekankan setiap kata dari ucapannya itu


"Tapi saya tidak mau membatalkannya"


"Bapak kok dibilangin susah banget, saya bilang gak mau ya gak mau" ucap amel dengan suara yang lebih tinggi satu oktaf


Mendengar ucapan itu revan langsung menghentikan mobilnya dan menepi dipinggir jalan. Dia menghela nafas kasar dia tidak ingin perjodohan dengan amel batal begitu saja dia harus bisa membujuk amel untuk melanjutkan rencana yang orangtua mereka rencanakan sedari dulu


"Kenapa mobilnya berhenti disini rumah saya masih jauh pak" amel terkejut karena revan berhenti ditempat yang sangat sepi dan lagi rumahnya yang masih jauh


revan membalikan badannya kesamping menghadap amel, kemudian dia mencoba meraih tangan amel untuk dia genggam


"Amel saya mohon sama kamu jangan hancurin kebahagiaan orangtua kita dengan kamu yang ingin mengakhiri rencana perjodohan ini"


"Bisa lepaskan tangan saya" alih alih menjawab permohonan revan amel malah memperdulikan tangannya yang digengam erat oleh revan membuat dia tak nyaman


"Saya tidak akan melepaskan tangan kamu sebelum kamu menjawab permohonan saya sama kamu"


"Saya udah bilang tadi jadi mengapa harus mengatakannya berulang kali" amel terus berusaha untuk melepas tangannya dari genggaman revan namun nihil kekuatan revan terlalu besar untuknya


"Lepasin dong tangan saya"


"jawab dulu baru saya lepasin"


"saya gak mau ngelanjutin pak jadi saya mohon lepasin tangan saya"


"Bukan itu yang mau saya dengar amel"


gue harus gimana ini, kenapa malah jadi gini sih urusannya apa gue coba cara terakhir aja gitu ucap amel dalam hati


"Saya akan melanjutkan perjodohan ini"


"Apa kamu bilang ucapin sekali lagi"


"saya akan melanjutkan perjodohan ini"


mendengar itu spontan revan langsung memeluk amel dengan erat membuat amel terdiam sesaat atas perlakuannya itu


"Tapi......"


...Jangan Lupa LIKE, VOTE AND COMENT🥰...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2