
1 minggu kemudian..
Amel baru saja keluar dari dalam Ruang ganti dia sudah memakai pakaian yang terlihat sederhana namun elegan ditubuhnya itu
Memoleskan sedikit make up diwajah agar terlihat lebih fresh setelah itu amel bersiap untuk pergi ke kampus
Hari ini amel ada kuliah siang, dia pergi ke kampus menggunakan mobilnya Suzuki Baleno yang berwarna merah bersama yunita
setibanya di kampus amel dan yuni langsung pergi ke kelas berbincang dulu dengan yang lain sebelum kelas dimulai
...----------...
"Yuni kayaknya gue gak bisa nganterin lo pulang deh"
"Emangnya lo mau kemana?"
saat ini keduanya berada di depan kelas hanya mereka berdua yang masih tinggal dikelas yang lainnya sudah pergi ke kesibukan masing masing
"Gue udah ada janji sekarang"
"Anjir lo mau ketemuan sama siapa?wah parah sih gak ajak ajak gue ya"
"Bukan gitu aelah, gue mau ketemu sama Pak Revan mau ngebahas soal perjanjian kita waktu itu.. lo mau ikut?"
yuni yang ditanya seperti itu malah menunjukkan sederet giginya
"Ahh gak mau lo aja sendiri"
setelah mengucapkan itu yuni langsung pergi berlari meninggalkan amel sendirian
"SEMOGA BERHASIL GUE BALIK DULU" disela berlari yuni meneriakn itu pada amel membuat amel berdecak sebal
"ck dasar yuni ada aja kelakuannya"
Amel mengeluarkan ponsel yang ada disakunya, membuka aplikasi chat dan mencari nama seseorang yang akan dia temui hari ini
...DOSEN GILA👿...
^^^Diruangan bapak ada orang gak?^^^
Gak ada siapa siapa selain saya
^^^Saya kesitu sekarang^^^
amel menutup kembali ponselnya lalu bergegas pergi keruangan revan
amel sudah berdiri didepan pintu ruangan tetapi dia diam bukannya mengetuk pintu dan masuk
Kenapa gue jadi ragu gini ya ouh ayolah gue harus yakin, gue mau ngelakuin semua ini demi ayah sama bunda
sebelum mengetuk pintu amel menarik nafas dalam-dalam dia mencoba mengambil kekuatan didalam diri dengan cara seperti itu
Tok tok tok
"Masuk" sahut revan dari dalam ruangan
amel perlahan membuka pintu melihat kedalam ruangan ternyata memang benar hanya revan seorang saja didalamnya
Revan beranjak dari kursinya menuju kursi tamu mempersilahkan amel untuk duduk disampingnya. Amel mengeluarkan sebuah map dan menyerahkanya pada Revan
"Apa ini?"
"Lihat saja sendiri"
__ADS_1
Revan mengambilnya dan membaca pernyataan yang tertulis didalamnya
...PERJANJIAN NIKAH KONTRAK...
Pihak satu dan pihak dua tidak boleh mengumbar atau membocorkan perjanjian ini kepada orang lain
Pihak dua tidak diijinkan untuk mengumbar pernikahan dikampus dan tidak boleh memberi tahu hubungan dengan pihak satu
Pihak dua harus menganggap pihak satu hanya sebagai salah satu mahasiswinya dikampus, tidak boleh menganggap sebagai seorang istri
Pihak dua tidak diijinkan menyentuh pihak satu tanpa seijin pihak satu
Pihak dua tidak melakukan HUBUNGAN INTIM dengan pihak satu
Setelah keduanya menikah dan tinggal disebuah rumah pihak satu dan dua tidur dikamar terpisah
Selama masa pernikahan kedua belah pihak tidak boleh jatuh cinta
Kedua pihak tidak boleh ikut campur masalah pribadi masing-masing
PERJANJIAN INI BERLAKU SELAMA MASA PERNIKAHAN YAITU SAMPAI PIHAK SATU LULUS KULIAH
"Bagaimana?" amel bertanya ketika melihat revan menutup map nya kembali
__ADS_1
Revan sudah membaca semua isi perjanjian itu akan tetapi dia tidak langsung menjawab pertanyaan amel dia malah diam dan menyandarkan tubuhnya kekursi sambil menutup mata
Dosen gila ini ngapain sih kok malah tidur kan gue lagi nanya sama dia ngeselin banget sihh , jangan mentang mentang lo dosen jadi seenaknya gini ihhh
amel mendumel dalam hati sambil tangannya seperti ingin mencakar wajah revan namun ternyata revan malah tersenyum membuat amel langsung menurunkan tangannya sepertinya dia terciduk
"Kalau mau cakar cakar aja gausah malu malu gitu"
revan berbicara dengan mata yang masih tertutup
"Siapa juga yang mau nyakar, Pak revan cepetan bangun kita kan belum selesai ngobrol nya" muka amel memanas karena malu tapi dia berusaha untuk mengontrolnya
Revan langsung membuka mata dan membenarkan duduknya, dia menatap amel lekat lekat
"Gausah natap saya lama lama, iya saya tau saya cantik" amel berusaha menutupi kegugupannya dengan bersikap acuh
"iya kamu cantik"
Duh dasar dosen gila ngapain sih gak mempan mau bikin gue baper mon maap banget
amel menahan tawa karena kelakuan revan yang aneh menurutnya bukannya membahas tentang perjanjian yang dia tulis tetapi malah menggombal
"Saya setuju dengan semua isinya"
"Baguss, kalo gitu silahkan tanda tangan" amel menyerahkan pulpen yang dia bawa
"Tapi..."
"Apaan tapi?"
"Saya ingin menambahkan satu syarat untuk perjanjian ini, saya ingin berusaha untuk membuat kamu jatuh cinta sama saya selama 1 tahun dan jika saya tidak bisa membuat kamu jatuh cinta sama saya, saya akan melakukan semua kemauan kamu itu"
"WHATT.... SATU TAHUN?" amel terkejut buat main dia sampai menutup mulutnya dengan tangan saking terkejutnya dengan ucapan yang revan lontarkan
"Bapak udah gila? saya udah nulis disurat perjanjian bahwa kedua belah pihak tidak boleh jatuh cinta kenapa bapak malah ingin berusaha buat saya jatuh cinta, apa bapak gak ngerti sama kata-kata saya tadi hahh?!"
wajah amel memerah dia sedang dalam keadaan marah kali ini apalagi melihat wajah revan yang sepertinya hanya tersenyum melihatnya sungguh membuat amel semakin emosi dibuatnya
"Saya tidak gila amel tapi saya serius dengan perkataan saya, saya ingin berusaha membuat kamu jatuh cinta sama saya selama satu tahun itu"
Revan sungguh sungguh dengan ucapannya terlihat dari sorot matanya yang tajam dan amel melihat tidak ada kebohongan didalamnya
"Bukankah perjanjian itu harus atas persetujuan kedua belah pihak? saya hanya ingin menambahkan satu saja tidak lebih"
"Permintaan bapak ini gak sesuai sama permintaan saya tau, bapak minta untuk berusaha buat saya jatuh cinta sedangkan saya minta kita berdua untuk gak saling jatuh cinta"
"Kalau begitu coret permintaan kamu itu dan masukan permintaan saya" revan tersenyum tetapi tidak membuat amel luluh
"Saya gak setuju dengan saran bapa jadi ngapain saya mengganti permintaan saya dengan permintaan bapak"
Revan mengehela nafas panjang dia duduk menyamping menghadap amel lalu dia mengambil kedua tangan amel untuk digenggam
"Saya mohon, saya cuma ingin itu saja gak ada yang lain mel"
"Bapak ini dosen tapi bodoh ya, kalo misalnya bapak pengen permintaan bapak dimasukin kedalam perjanjian maka beberapa permintaan saya akan bapak langgar. Bapak bakalan mencoba ngedeketin saya dikampus dan itu gak boleh, bapak akan sok ikut campur urusan pribadi saya dan banyak hal lainnya semua itu sama saja bapak merubah hampir semua dari isi perjanjian"
Setelah mendengar semua ucapan itu revan terdiam dia membenarkan semua ucapan amel dalam hati
Amel sudah sangat jengkel dengan sikap revan, dia menghempaskan tangan revan yang menggenggamnya dengan kasar lalu beranjak pergi
"Amel tunggu saya.."
...🥰jangan lupa like, vote and coment🥰...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...