
setelah memutuskan siapa yang jadi ketua kelompoknya amel dan yuni pamit keluar untuk membeli makan karena kebetulan keduanya belum sarapan
"mel, lo mau beli apa?" tanya yuni ketika mereka berjalan menuju belakang kampus yang katanya makanan disana itu enak - enak dan jadi langganan mahasiswa mahasiswi di Universitas Branata
"gue mau gado - gado nya bu siti ah" jawab amel
"kalau lo mau apa nit?" sambungnya
"samain aja deh, tapi gue mau pedesss bangett" yuni menjawab dengan semangat
"okee"
akhirnya mereka tiba di warungnya bu siti dan langsung saja mengambil tempat duduk yang nyaman disana
"Bu saya pesen dua ya" Yuni memesan dengan berteriak dari tempat ia duduk
"pedes nya gimna neng?" tanya bu siti
"kaya biasa aja bu, satu pedesnya sedang dan satu lagi pedesss banget" jawabnya
"siap neng, ditunggu ya"
setelah menunggu kurang lebih 15 menit akhirnya gado-gado nya disajikan diatas meja mereka
"amel menurut lo Pak Revan gimna?" tanya yuni di sela-sela makannya
"ganteng tapi biasa aja" amel menjawabnya cuek
"hah maksud lo gimana sih? katanya ganteng tapi biasa aja, yang bener nya yang mana anjir" yuni kesal dengan sikap sahabatnya itu yang terkadang cuek dan juga terkadang bawel
"ya gitu maksud gue mukanya ganteng tapi biasa aja orangnya" jelas amel
"ouh gitu, makanya kalo ngomong itu yang bener deh bikin orang pusing aja" protes yuni karena selama ini dia selalu saja salah mengartikan maksud perkataan sahabatnya itu
"hem"
mereka melanjutkan makananya. setelah selesai mereka pergi ke kelas lagi karena hari ini ada satu mata kuliah yang belum selesai
1 jam berlalu matkul terakhir itu selesai, amel dan yuni bergegas pulang. setelah pamitan mereka tidak langsung pulang kerumah melainkan pergi ke mall untuk shopping
"lu yang bawa mobil nya" amel melempar kunci mobilnya pada yuni
__ADS_1
"hem"
"nit ko gue ngerasa kaya gak asing sama mukanya pak revan ya" tanya amel memulai pembicaraan ketika mobil keluar dari pekarangan kampus
"ah ngaku aja lo kalo pak revan itu bikin lo penasaran yekan?" tuding yuni
"bukan gitu anjir, tapi gue ngerasa gak asing aja sama muka nya itu loh kek pernah ketemu dimana gitu" amel menyangkal tudingan yang diberikan yuni karena sejujurnya dia memang tidak suka dengan pak revan walaupun dia memiliki paras tampan tetapi amel tidak terpesona hanya karena ketampanannya.
Apalagi banyak sekali wanita yang sepertinya suka mungkin jatuh cinta pada pandangan pertama mereka dengan pak revan memikirkan itu membuat amel merasa mual saja
"iyaa deh iyaa gue percaya" yuni tidak lagi membantah omongan amel karena dia tau kalo sahabatnya ini sangat keras kepala dan jika tidak disetujui ucapannya atau keinginannya itu maka dia akan terus membicarakannya tiada henti
"pulang ngemall kita nonton kuy" ajak yuni
"mau nonton apa?"
"ada film horor yang lagi booming itu apa ya judulnya tuh... ouh itu The Conjuring: The Devil Made Me Do It"
"boleh tuh kayaknya seru" amel menyetujui ajakan yuni untuk menonton film horor
setelah pergi sekitar 1 jam akhirnya mereka tiba di mall. Amel dan yuni langsung masuk ke dalam mencari dan memilih apa saja yang mereka inginkan.
"udahh cocok, cantik banget nitaa" amel menyetujui pilihan yuni karena gaun itu yang terlihat begitu indah dan serasi dengan tubuhnya
2 jam sudah berlalu amel dan yuni keluar dari pusat perbelanjaan dan pergi ke bioskop untuk menonton film horor yang sudah mereka diskusikan di mobil tadi.
Amel yang membelikan tiket, popcorn dan minuman masing masing dua. mereka memasuki ruangan lalu mencari keberadaan tempat duduknya yang kebetulan sekali mendapatkan nomor kursi yang sangat strategis yaitu bagian tengah dari atas maupun bawah.
"Nit kita tukeran tempat duduk ya" bisik amel pada yuni karena dia sedikit risih dengan cowo disampingnya yang memakai pakaian serba hitam serta masker dan kacamata hitam di wajahnya
sedangkan disamping tempat duduk yuni hanya seorang wanita biasa dan terkesan kalem
"gak mau ah, lagian kita cuma mau nonton bukan mau nyari cowo yakan?" Yuni menolak permintaan amel dan langsung duduk disamping wanita itu
amel dengan pasrah duduk disamping lelaki yang menurutnya itu sedikit aneh
Lampu ruangan dimatikan menandakan film nya akan segera dimulai. awalnya terasa sunyi karena mereka menikmati adegan - adegan yang terlihat santai, namun ketika jumpscare tidak sedikit yang berteriak karena terkejut salah satunya amel yang langsung melihat ke samping menutup mata dan secara tidak sadar memegang tangan lelaki itu
perlahan amel membuka matanya dan dia terkejut melihat mata teduh milik lelaki disampingnya, mata berwarna coklat itu tanpa sadar membuatnya tak berhenti untuk menatapnya
"ehh maaf maaf" amel tersadar dari lamunannya dan melepaskan tangannya dari lelaki itu
__ADS_1
"iya" sahutnya
Amel menatap kedepan dan fokus menonton kembali. 1 jam berlalu film nya selesai, Amel dan yuni bergegas pulang karena hari semakin gelap
pukul 8 malam amel tiba di mansion
"AMELIA YANG PALING CANTIK DIRUMAH INI PULANGGG" teriaknya menggema di mansion yang sangat besar itu
" jangan berisik sayang ini mansion bukan hutan" tegur bunda mendengar amel yang selalu saja berteriak ketika pulang ke mansion
"Hhehehe maaf bunda" jawabnya cengengesan dan mengangkat tangan sambil membentuk tanda maaf
"Yaudah sana mandi terus turun kebawah kita makan malam sama ayah ya"
"Iya bun, amel ke atas dulu" pamitnya keatas
30 menit kemudian amel turun ke bawah dengan pakaian tidurnya yang bermotif mickey mouse warna abu - abu
"Sayang sini" bunda memanggil amel ketika melihat nya berjalan turun
"Iya bunda" amel duduk didepan bunda nya
Semuanya diam dan fokus memakan makan malamnya hanya suara dentingan sendok dan garpu yang terdengar
"Amel sayang, ayah sama bunda mau bicara sama kamu" ucapan sang ayah memecah keheningan
"Ayah sama bunda mau ngomongin apa sama amel"
"Kamu tau kan Om Rendy temennya ayah?" Tanya ayahnya
"Iya tau emangnya ada apa sama Om Rendy yah?" Amel penasaran kenapa ayahnya tiba - tiba membahas soal teman kerja sekaligus sahabatnya sejak masa kuliah itu
"Ayah sama Om Rendy berencana menjodohkan anak kita kalo lahirnya itu sepasang dan kebetulan kalian lahir dan kami berharap kalian mengabulkan rencana kami dengan kalian yang melakukan sebuah ikatan pernikahan"
ucapan sang ayah membuat amel terdiam dan tak sadar menjatuhkan sendok yang ada ditangannya
"APA YAH, MENIKAH?"
...💕VOTE LIKE AND KOMEN💕...
...ΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1