Dosen Tapi Suami

Dosen Tapi Suami
7. PERJANJIAN


__ADS_3

sesaat revan terdiam lalu melepaskan pelukannya dan memegang kedua pundak amel kuat


"Tapi apa?"


"ada syaratnya" ucap amel dengan senyum merekah


Blushh


pipi revan langsung memerah melihat senyuman amel yang membuat hatinya berdebar


"syaratnya?"


"Kita bikin perjanjian nikah kontrak"


revan terdiam lalu melepaskan tangannya perlahan dan tampak berpikir, tanpa revan sadari amel tersenyum miring penuh arti


Gue yakin lo pasti gak mau, ayo bilang batalin aja cepetann amel gregetan menunggu tolakan dari revan


"yaudah" revan membuka suara setelah berpikir lama


"hah? yaudah apa maksudnya saya gak ngerti"


amel kebingungan dengan jawaban yang dilontarkan revan padanya, yaudah batal atau yaudah apa amel kesal memikirkan kemungkinan nya


"yaudah kita buat perjanjiannya"


"APAAA"


teriakan amel membuat revan mau tak mau menutup kedua telinganya


"gausah teriak teriak amel, saya denger kok kamu ngomong apa"

__ADS_1


"bapak setuju?" amel keheranan dengan sikap revan yang langsung menyetujui ucapannya itu, dia berpikir bahwa revan sangat menjunjung tinggi sebuah pernikahan dan tidak akan melakukan sebuah perjanjian nikah kontrak ini tapi nyatanya diluar dugaan


revan hanya menganggukan kepala sebagai tanda persetujuan dan jangan lupakan senyuman yang tercetak indah di bibirnya


amel benar benar bingung harus bagaimana sekarang dia malah masuk kedalam perangkapnya sendiri


"oke, kita bicarain lagi itu nanti sekarang anterin saya pulang" amel tidak bisa memikirkan apapun saat ini, dia harus memikirkan matang matang semuanya


"baiklah"


setelah pembicaraan itu selesai keduanya sama sama terdiam dan terhayut oleh pikiran mereka masing masing.


Mobil revan berhenti tepat di depan mansion, amel langsung keluar tanpa mengucapkan sepatah kata apapun sedangkan revan yang diperlakukan seperti itu hanya tersenyum simpul.


Amel POV


Ketika mobil pak Revan berhenti didepan mansion gue gak ngomong apapun langsung membuka pintu mobil dan masuk kedalam mansion, gue gak berteriak seperti biasanya karena malam sudah semakin larut dan sepertinya ayah dan bunda sudah tidur duluan ketika sampai rumah


gue gak bisa kaya gitu gue harus bikin perjanjian yang menguntungkan buat gue


"gue mandi dulu deh badan dah lengket banget "


gue bangkit dari tidur melepaskan semua aksesoris yang menempel ditubuh gue dan juga menghapus make up. selesai mandi gue ke meja dan buka laptop untuk ngebuat surat penjanjian. setelah berkutat dengan hati dan otak yang kadang suka gak sinkron akhirnya surat perjanjian yang gue tulis selesai juga, gue tutup laptop dan pergi tidur karena hari sudah hampir pagi


...----------------...


"Seriously, lo gak salah denger kan?" tanya yunita ketika amel sudah menceritakan semuanya


seusai sarapan amel langsung menghubungi yunita bahwa dia ingin pergi kerumahnya karena ada hal penting yang harus amel bicarakan dan itu tidak boleh sampai terdengar oleh orangtua amel


"100% gue serius nita, lo yang cuma ngedenger aja udah sekaget ini apalagi gue yang ada dihadapannya njir"

__ADS_1


"terus sekarang gimana lo udah bikin perjanjiannya belom?"


"udah dong semalem gue begadang buat bikin ni perjanjian"


amel memperlihatkan file yang ada dilaptop nya kepada yunita. Yunita terlihat serius membaca setiap kata yang ada


Brakkk


"lo ngapain anjir bikin gue kaget aja untung gue gak jantungan" amel melayangkan pukulan dan membuat yuni meringis kesakitan


"makanya jangan suka bikin orang kaget" peringat amel


"iya iya gaakan lagi deh. eh btw lo seriusan mau semua hal ini didalam perjanjiannya apa gak berlebihan ya?"


Mengapa yuni mengatakan berlebihan karena didalam perjanjian itu benar benar membuatnya geleng geleng kepala


"Gak ada yang boleh tau perjanjian ini, Gak boleh ngumbar pernikahan di kampus, Gak boleh nganggep istri dikampus, Gak boleh tidur sekamar, Gak ada namanya hubungan intim suami istri" yuni menyebutkan satu persatu isi perjanjian yang ditulis amel dengan sedikit menahan tawa membuat amel kesal dan merebut paksa laptop yang ada dipangkuan yuni


"emang nya kenapa kan gua gak salah dong bikin perjanjian kek gitu" amel mencoba membela diri karena merasa bahwa isi yang ditulisnya itu tidak aneh aneh


"salah sih engga mel cuma nanti ayah sama bunda lo gimana?"


"ya gue gak akan ngasih tau mereka lah, gue bakalan pura pura mesra didepan mereka tapi selain itu ogah"


"yaudah kalo emang itu keputusan lo, gue sebagai sahabat cuma bisa dukung apapun itu"


ucapan yang dilontarkan yuni membuat amel terharu keduanya langsung berpelukan menyalurkan perasaan sayang mereka berdua


...🥰jangan lupa VOTE, COMMENT AND LIKE🥰...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2