
Amel pergi dengan wajah yang menahan amarah dan untung saja ini diwilayah kampus jadinya Revan tidak mengikuti ataupun meneriakkan namanya.
"Dosen gila!!" teriak amel ketika sudah duduk didalam mobilnya sembari memukul stir mobil
Amel tidak langsung pergi dia diam sejenak sembari mengatur nafasnya agar kembali tenang tetapi tiba-tiba suara nada dering terdengar dari ponsel disampingnya yang mengganggu ketenangannya, amel mendengus kesal namun dia tetap mengambil ponsel itu untuk mengetahui siapa yang mengganggunya itu.
+6287.......
"Loh siapa ini, ko ada nomor yang gak gue kenal bisa tau nomor gue sih?" tanya amel dalam hati
Karena rasa penasaran akhirnya Amel mengangkat panggilan itu setelah 5 kali panggilan ditolak olehnya
"Siapa?" tanya Amel ketus
"Akhirnya kamu angkat juga mel" jawab seseorang disana
suara ini? wah gak mungkin dia kan? amel bertanya-tanya karena suara yang didengarnya seperti suara milik Pak Revan dosen gilanya itu
"Siapa?" Amel mengulangi pertanyaanya
"Saya Revan"
"Hah! Pak Revan bagaimana bapak bisa tahu nomor handphone saya?"
"Kamu tidak perlu tahu itu, sekarang saya ingin bertemu untuk menjelaskan hal tadi"
"ouh enggak-enggak tunggu dulu, saya ingin tahu siapa orang yang berani-beraninya ngasih nomor handphone saya pada orang asing"
"Itu rahasia mel, dimana kamu sekarang cepat beritahu saya"
"Bapak kasih tahu dulu saya siapa yang ngasih nomor nya dulu"
"Gak bisa amel saya udah janji gaakan ngasih tahu pada siapa-siapa"
"Yaudah kalo gitu saya gaakan kasih tahu bapak dimana posisi saya sekarang"
Tutt....
Amel mematikan telponnya sepihak tanpa menunggu persetujuan lawan bicaranya namun tak berselang lama ponselnya kembali berbunyi dan menampilkan nomor sama yang menghubunginya, amel tidak langsung menjawabnya dia membiarkan nada deringnya berhenti sendiri. Dia memilih menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan pekarangan mobil untuk menuju kesebuah taman tempat yang selalu dia datangi ketika pikirannya sedang kalut
Sesampainya ditempat itu amel duduk disebuah kursi panjang menikmati kesendiriannya sembari menatap danau yang tenang. Ponselnya kembali berdering, kali ini amel sudah bosan dengan bising itu akhirnya mematikan ponselnya.
"Cuma tempat ini yang selalu bikin gue tenang" senyum tipis terlihat diwajah manisnya itu menandakan bahwa dirinya sudah kembali tenang dan menjadi dirinya lagi.
__ADS_1
Ditemani melody dari earphone semakin membuat amel terhanyut dalam ketenangan tanpa adanya gangguan dari yang lain.
2 jam kemudian
Amel memutuskan untuk meninggalkan taman dan pulang ke mansion. Selama di perjalanan amel terlihat tenang tanpa memikirkan hal yang siang tadi mengganggu pikirannya.
Setibanya di mansion amel mengerutkan keningnya karena melihat mobil yang terlihat tidak asing dipenglihatannya, mobil itu adalah milik dosen gila yang tadi siang dengan berani memeluk dirinya.
"Gue gak berpikir bahwa dia bakalan nekat untuk dateng kesini" rutuk amel dalam hati
"Assalamu'alaikum, amel pulang" ucapku ketika memasuki mansion, kali ini dia tidak berteriak seperti biasanya karena tahu bahwa ada orang asing dirumahnya
"Wa'alaikumussalam sayang, cepetan sini ada Nak Revan yang datang" ucap bunda
Dengan langkah malas amel menghampiri bunda terlebih dahulu untuk menyalaminya lalu setelah itu duduk disamping bunda dan dengan terpaksa melempar senyumnya pada Revan.
Ada sedikit percakapan antara ketiganya sampai akhirnya sang bunda pergi meninggalkan keduanya untuk mengobrol lebih dalam. Keduanya sempat diam hening beberapa saat
"Amel" ucap Revan ketika melihat amel sibuk dengan telpon digenggamannya
"Hemm" jawab amel dingin
"Amel"
"Hemm"
"ish apaan sih pak?" tanya amel tanpa mengalihkan pandangannya dari telpon
"Amelia kiara Lubis"
"Huft ada apa sih Pak Revan?!" Amel geram dengan tingkah Revan yang terlihat kekanak-kanakan itu, dia melihat Revan dengan mata melotot dan dahi yang dikerutkan
Bukannya menjawab pertanyaan Revan malah terkekeh melihat ekspresi yang ditunjukkan amel
"Ngapain ketawa, saya nanya bapa lho" tanya amel kebingungan
"Gapapa hanya saja wajahmu terlihat imut saat marah" jawab Revan santai
Blush
Wajah amel memerah sepertinya dia malu dengan penuturan Revan
"Bapak ngapain dateng kerumah saya?" amel berusaha menutupi rasa malunya dengan melontarkan pertanyaan
__ADS_1
"Saya ingin menjelaskan kejadian dikelas tadi, saya benar-benar tidak ada niatan sama sekali untuk menyentuhmu tanpa ijin. Saya kembali ke kelas karena merasa ada yang tertinggal lalu saat ingin pergi saya melihat kamu sendirian sedang fokus berkutat dengan laptop, saya iseng untuk mendekat dan ternyata kamu tidak menyadari kedatangan saya. Ketika saya bertanya kamu kaget dan hampir terjatuh dari tempat dudukmu makanya saya langsung membantu karena takut kalau kamu terjatuh dan terluka" Revan menjelaskan dengan detail sedang amel mendengarkan dengan baik
"Walaupun bapak sudah menjelaskan alasannya tetap saja bapak itu sudah menyentuh saya tanpa seijin saya"
"Lantas saya harus bagaimana amel, apakah saya membiarkan kamu terjatuh begitu saja didepan mata?" tanya revan
"Bapak jahat banget ngebiarin saya terluka kalau gitu"
"Karena saya baik makanya saya nolong kamu biar gak terluka amel, jadi apakah kamu mau maafin saya?"
Aelah kenapa masalahnya simple sih jadi kan gue gak bisa teterusan marah lagian alesan dia logis sih sebenernya, siapapun pasti bakalan gitu. Jadi makin susah buat ngehindar nih gue batin amel menggerutu
"Hem"
"Kamu maafin saya amel?" Revan terlihat senang dan tanpa sadar malah memegang kedua tangan amel sedang amel yang langsung sadar matanya langsung memelototi Revan
"Eh maaf-maaf" Revan melepaskan genggamannya
"Iyaa" jawab amel ketus
"Sebagai ucapan terimakasih karena kamu udah mau maafin saya, gimana kalau kita pergi makan malam diluar?"
"Saya baru pulang dari luar belum mandi dan belum apa-apa, saya kalo dandan itu lama lho pak" amel memberikan alasan agar Revan tidak jadi mengajaknya pergi
"Gak apa-apa saya tungguin kok" jawab Revan santai
"Beneran mau nungguin? bisa lebih dari 2 jam lho" tanya amel memastikan, dia benar-benar malas
"Iya saya tungguin sampai kamu selesai"
Huft cape juga ngeladenin dosen rese satu ini
"Yaudah kalau begitu, silahkan menunggu" ucap amel lalu pergi meninggalkan revan sendirian di ruang tamu
Tidak lama dari kepergian amel, bunda datang membawa minum serta cemilan untuk revan. Dia keheranan tidak melihat putrinya disana
"Kenama kamu sendirian, dimana amelia?" tanya bunda
"Tadi saya mau mengajak amel untuk pergi makan malam diluar tante, amel bersedia dan dia mau bersiap-siap terlebih dahulu" jawab revan dengan senyum yang tercetak diwajahnya yang tampan itu
"Oalah begitu ternyata, kalau amel dandan dia itu suka lama ngehabisin banyak waktu banget" cerita bunda
"udah gapapa tan, udah biasa kok kalau cewe dandan pastinya lama"
__ADS_1
Bunda amel dan Revan membicarakan banyak hal tetapi terlihat bunda yang antusias menceritakan tentang amel pada revan
...jangan lupa vote, like and coment ya🥰...