Dosen Tapi Suami

Dosen Tapi Suami
9. SAYA BILANG ENGGA YA ENGGA


__ADS_3

Revan mencekal tangan amel agar tidak pergi tapi itu tidak menahan amel untuk tetap tinggal. Amel dengan mudah mengempaskannya lalu berlari keluar ruangan sampai kedepan lift nafasnya terengah engah ketika dia memasuki lift tetapi saat dia ingin menutupnya revan datang dan menahan pintu lift


"Bapak tolong lepasin tangan bapak, saya mau turun" ucap amel kesal


"Sebentar" revan dengan cepat masuk kedalam dan menutup pintu kini tinggal mereka berdua didalam lift itu


Amel diam dibelakang sedangkan revan didepannya, awalnya keduanya saling diam namun tak lama kemudian revan berbalik menghadap amel dan melangkahkan kakinya mendekat


"Bapa mau ngapain" amel yang melihat tingkah laku revan yang seperti itu langsung berjalan mundur tetapi terhenti karena dia sudah menyentuh dinding lift nya


"Bapa diem disitu jangan mendekat lagi"


Rupanya revan tak mendengarkan ucapan amel dia terus saja berjalan hingga tidak menyisakan jarak diantara keduanya mungkin hanya beberapa centi dari muka revan kemuka amel membuat keduanya merasakan hembusan nafas masing masing


"Kamu jangan pergi seperti ini, saya belum selesai bicara sama kamu" revan mengawali ucapannya


"Bapak mau ngomong apa lagi sih kan tadi udah jelas yang saya bilang"


Lagi dan lagi amel tidak mau mendengarkan ucapan revan dia sudah terlalu malas untuk berdebat amel mengalihkan pandangannya kesamping dan mencoba mendorong tubuh revan namun sialnya revan malah mengambil kedua tangan amel lalu dia simpan dibelakang tubuhnya terlihat seperti sedang memeluk sedangkan revan yang semakin mendekatkan wajahnya pada wajah amel


Cupp


Kali ini bukan sebuah ketidak sengajaan yang terjadi diantara mereka melainkan revan yang secara tiba tiba mendaratkan ciumannya dibibir mungil amel membuat amel melototkan matanya lebar lebar namun ciuman itu tidak berlangsung lama


"Itu hukuman buat kamu yang gak mau denger kata-kata saya"


setelah melakukan aksinya revan menjauhkan dirinya dari amel tetapi amel masih diam membisu mencoba mencerna apa yang barusan terjadi


"Besok kita bicarakan lagi tentang perjanjian itu dan kamu harus datang tepat waktu sesuai dengan yang saya tentukan"


"jika tidak akan terjadi hal yang lebih panas daripada tadi" revan mendekat dan membisikan tepat ditelinga amel


Tringg


Lift terbuka dan amel kembali pada kesadarannya dia tidak ingin berdiam diri di lift lebih lama dengan dosen gila itu dia buru buru keluar menuju tempat parkir mobil di basement, didalam mobil amel berteriak sembari memukul stirnya


"DOSEN GILA SIALAN BERANI BERANINYA LO NYIUM BIBIR GUE YANG MUNGIL INI"


amel mengambil tisu basah yang ada di dashbord asal dan mengucek bibirnya kasar, melakukannya berulang kali hingga dirinya merasa sudah menghapus jejak yang ditinggalkan dosen gila itu

__ADS_1


"GUE BENCI SAMA LO GUE BENCI PAK REVAN SI DOSEN MESUMM"


huh...huh..huh..


amel mengatur nafasnya dia sudah terlampau marah dengan kejadian di lift tadi, setelah nafasnya kembali teratur amel menjalankan mobilnya pergi meninggalkan pekarangan kampus


...----------------...


Amel memasuki mansion tapi kali ini dia tidak berteriak seperti biasanya membuat sang bunda menghampirinya dan bertanya


"Tumben nih telinga bunda adem ayem ada apa gerangan sayang?"


"Lagi kesel sama orang bunda" amel menjawab dengan ketus tak lupa dengan mulutnya yang dikerucutkan


"Siapa orang yang udah bikin anak kesayangan bunda kesel hem, coba kasih tau"


Duh untung gue masih bisa mikir sekarang, gue gak boleh kasih tau bunda batin amel


"Biasalah bunda temen temen kampus suka bikin rese"


Bunda malah tertawa mendengar ucapan amel sepertinya dia percaya


"iya bunda, bye" sebelum keatas amel mencium pipi bunda terlebih dahulu


Amel langsung menghempaskan tubuhnya kekasur sembari memejamkan mata niat hati untuk tidur tetapi bayangan ciuman di lift tadi kembari berkelebat dipikirannya


"Arghhh lo minggat dari pikiran gue, gue lagi cape"


Amel membuka kembali matanya mengingat hal tadi membuat dirinya terus merasa kesal dia memutuskan pergi mandi dan bersihkan make up semoga saja bisa membantu menghilangkan pikiran tentang itu


"Sial sial sial kemana lo muncul terus"


Kejadian di lift masih menguasai pikiran amel, amel harus mengendalikan dirinya untuk tidak terus menerus terbawa emosi dia harus bisa memikirkan strategi yang bisa dia lakukan untuk berhadapan dengan revan


Amel duduk dikasur dengan laptop dipangkuannya membuka goog** mencari cara atau bagaimana dia bisa melawan permintaan revan dan tidak mendapatkan masalah seperti hari ini


"Bikin kepala muter ae nih, kenapa coba pak revan punya permintaan kek gitu gak bisa yang lain apa kan gue harus mikir ulang manalagi isi perjanjian dari gue bisa dia langgar kalo gitu caranya aishh pusing"


Tringg

__ADS_1


Ada sebuah lampu yang menyala diatas kepala amel layaknya di film orang yang baru mendapatkan sebuah ide baru


"Kalo emang pak revan maunya berusaha buat gue jadi jatuh cinta sama dia gue harus bikin perjanjian yang bisa bikin dia cape sama gue"


Amel langsung memainkan tangannya diatas keyboard dengan perasaan senang yang tercetak diwajah cantiknya itu


"huhh akhirnya selesai" amel merenggangkan tangannya yang terasa pegal


Setelah menyelesaikan itu amel menyimpan laptop ditempatnya dan pergi menjemput mimpi indahnya


Ruang makan..


Keluarga yang harmonis itu kini sedang menyantap makan malamnya, terlihat ketiganya menikmati makanan dengan hidmat tanpa ada suara yang mengganggu


"Amel" saat ini semuanya sudah selesai dengan makan mereka dan ucapan itu keluar dari mulut bunda sonya


"Iya bunda?"


"Kemarin kita kan sudah bertemu dengan calonmu, bagaimana menurutmu bukankah dia cocok denganmu apalagi dia menjadi dosen dikampus mu itu akan sangat memudahkan kalian untuk bersama bukan"


Akhirnya pertanyaan ini datang juga, maafin amel ya ayah dan bunda amel terpaksa untuk menyembunyikan semua rencana ini sama kalian


"Amel seneng banget bunda bisa ketemu sama Pak Revan yang ternyata adalah lelaki yang dijodohkan dengan amel, dari dulu amel ingin sekali mempunyai suami seorang dosen" amel berusaha menampilkan diri seceria mungkin dia tidak ingin ketahuan oleh mereka berdua


"Tuhh kan apa ayah bilang, kamu harus bertemu dengannya terlebih dahulu baru memutuskan" ucap ayah menimpali percakapan amel dan ibunya


"Iya ayah" menampilkan senyum manisnya adalah hal yang membuat amel terlihat begitu bahagia


semuanya tertawa bersama dan kebahagiaan terpancar diwajah mereka semua, setelah selesai dengan obrolan mereka kembali ke kamar masing masing


Baru sekali ini aja udah bikin cape, semoga gue bisa melalui 3 tahun itu dengan mudah tanpa hambatan


Amel menghela nafas panjang besok dia akan kembali menemui revan untuk menyelesaikan perjanjian ini, dia berharap hari esok akan lebih mudah untuknya


Amel memainkan ponselnya sembari mendengarkan musik sampai akhirnya tidur untuk menyambut hari esok


...🥰jangan lupa like, comment and vote🥰...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2