
Amelia kiara Lubis wanita yang sedang ditatap semua orang diruangan itu, dia terlihat seperti model yang sedang berjalan di catwalk
Dia lantas menghampiri dua keluarga yang sepertinya sedang menikmati makanannya
"Selamat malam semuanya, maaf atas keterlambatan saya" amel sedikit membungkukkan kepalanya seraya tersenyum tipis kepada semua orang yang ada dihadapannya
"Tidak apa- apa sayang, kemarilah" intruksi purnama kepada amel untuk mendekat padanya
"Benarkah ini putrimu purnama?" tanya Rendy yang terpana melihat wajah cantik amel
"iya ini putri tunggalku Amelia kiara lubis putri paling cantik didunia" purnama menjawab dengan memberikan sedikit pujian untuk amel, sedangkan yang dipuji hanya tersenyum menahan malu dan semburat rona kemerahan terlihat jelas dipipinya yang mulus
"Memang benar putrimu ini terlihat begitu cantik dan anggun sama seperti ibunya" rendy menyetujui akan kecantikan putri sahabatnya itu
"kenapa tidak disertai dengan wajah tampan ayahnya?" tanya purnama yang membuat gelak tawa terdengar dari semua orang disana
"Amelia om tante" Amel tersenyum menyalami tangan rendy dan juga salma
ketika amel melihat lelaki disamping salma diam terdiam karena terkejut jikalau lelaki itu adalah Pak Revan dosen baru di kampusnya
"Pak Revan?" Lelaki yang sedari tadi hanya diam melihat percakapan semua orang
"Kalian sudah saling kenal?" tanya Purnama yang sama sama terkejut melihat putrinya amel itu ternyata sudah mengenal siapa lelaki yang akan dijodohkan dengannya
"Dia dosen baru amel di kampus yah" jawab amel dengan perlahan memperbaiki wajahnya dari rasa keterkejutan untuk berekspresi seperti semula.
"oalahh ternyata Revan sudah datang kekampus mu sayang" ucap salma santai, seolah tidak merasa terkejut dengan hal itu
"Dosen? Sekarang Revan jadi dosen sal?" tanya sonya pada salma
"Iya sonya, revan baru menyelesaikan kuliah S2 nya kemarin dan dia langsung dipanggil untuk menjadi dosen disini karena ada dosen yang sedang cuti" jelas salma membuat yang lain hanya ber-oh ria
"ouh begitu ternyata, kamu hebat ya nak" ucap sonya yang hanya dibalas senyuman manis oleh revan
Semuanya kembali fokus pada obrolan- obrolan santai sambil memakan makanan tadi sedangkan amel malah melamun ditengah- tengah makannya
Kenapa Pak Revan yang jadi cowo itu sih ucap amel dalam hati
Flashback on
"kok malah lo yang terkesan maksa gue sih nit" amel kesal dengan jawaban dari yuni
"gue bukan maksa tapi gue ngasih saran sama lo" tegasnya
"ya tapi kok saran nya gitu sih" amel murung karena mendengar saran dari sahabatnya itu sama sekali gak ngebantu apapun
"dengerin gue dulu mel kalo misalnya nanti malem lo ketemu tu cowo tapi dia gak sesuai sama tipe lo itu ajak dia buat bicara berdua sama lo terus yakinin dia buat mau batalin perjodohan ini dan kalo misalnya cowo itu gamau lo harus bikin dia gak suka sama lo dan batalin perjodohan itu sendiri dan lo gak ngelanggar perintah nyokap dan bokap lo" yuni menjelaskan panjang kali lebar kali tinggi dan amel hanya mendengarkan dengan sangat fokus
__ADS_1
"gimana? setuju gak lo" tanyanya
"eum.... boleh juga tuh saran lo"
Flashback off
Gimana caranya gue buat ngomongin hal itu, apalagi dia pak revan... dosen gueee batin amel sambil menggelengkan kepala nya beberapa kali
disisi lain seorang lelaki hanya menatap wanita dihadapannya tanpa mengalihkan pandangan pada yang lain siapa lagi kalo bukan Revan Alexander
"Kamu tidak berubah ya, sama seperti dulu selalu terlihat cantik dan anggun didepan oranglain" revan bermonolog dalam hati melihat sosok amel yang begitu anggun dengan memakai pakaian soft pink dengan rambut yang terurai indah
ketika amel berhenti menggelengkan kepalanya dan terkejut karena ternyata sang dosen revan dari tadi terus saja menatapnya dan revan kelabakan karena dia ketauan sedang menatap amel terang terangan
setelahnya mereka berdua kembali fokus pada makanan masing masing namun amel masih saja memikirkan bagaimana caranya dia bisa mengajak revan untuk mau berbicara berdua dengannya
Amel pamit ke kamar mandi pada semua orang disana, dia melancarkan ide yang tadi dia pikirkan selama makan yaitu mencoba menelpon revan untuk menemui nya
dia membuka aplikasi whatapps dan mencari no revan. Butuh waktu sampai 5 kali telepon amel terhubung pada revan
^^^Assalamu'alaikum pak^^^
Wa'alaikumussalam, iya ada apa mel
^^^Pak Revan bisakah kita^^^
^^^kamar mandi?^^^
Bisa amel, mau kapan?
^^^Sekarang pak^^^
Baiklah....
Tunggu sebentar
^^^iya^^^
setelah itu amel menyimpan kembali handphone nya kedalam tas yang dia bawa dan keluar dari kamar mandi 0untuk menunggunya. 5 menit kemudian revan datang dan meppppnghampiri amel yang berdiri sendirian didepan kamar mandi
"Pak re...van" dengan rasa gugup yang ada amel memberanikan diri untuk menyapa
"iya amel"
keduanya sama sama diam karena bingung ingin memulai percakapan seperti apa
Amel sedari tadi hanya memainkan tangannya dan pandangannya bolak balik menatap revan dan tangannya berulang kali sampai akhirnya deheman dari revan membuat amel reflek menatap matanya
__ADS_1
"heii... kenapa menatapku seperti itu" revan melambai lambaikan tangannya didepan wajah amel
"ehh maaf maaf, bukan apa apa"
"bukankah kamu ingin mengatakan sesuatu padaku disini?"
"saya..." semua hal yang ingin amel ucapkan seketika menghilang bagaikan uap, dia jadi bingung akan mengucapkan apa
"saya apa?"
"saya... sa..ya.. ti...dak...ingin.. per...jodohan...ini...dilanjutkan" amel berbicara dengan suara kecil dengan kepala yang tertunduk
"saya tidak mendengarmu, bicara lebih keras"
amel diam dengan kepala yang masih menunduk seperti tadi, sedangkan revam sudah geram dengan sikap amel lalu tangannya menyentuh kedua pundak amel untuk menyadarkan dia namun amel sama sekali tidak menggubris akhirnya revan menyuruh amel menatap wajahnya dengan cara mengangkat dagu amel untuk melihatnya
"jika kamu ingin berbicara tatap wajah orangnya" ucapan revan membuat amel tersipu karena jarak mereka yang tidak begitu jauh
"sayainginmembatalkanperjodohanini" dalam satu tarikan nafas amel mengucapkan perkataannya tanpa dijeda disekitpun sambil menutup mata enggan melihat wajah dosennya
"hahh? apa yang kamu ucapkan?"
"saya ingin perjodohan ini dibatalkan"
revan terkejut mendengar apa yang barusan amel ucapkan sampai sampai dia berjalan mundur beberapa langkah
"membatalkan, kenapa?" tanya revan memastikan
"saya baru bertemu dengan bapa sekali kemarin ditambah sekarang menjadi 2 kali, lagipula bukan itu yang terpenting tapi karena saya tidak menyukai bapa" ucap amel tegas
"masalah menyukai bisa terjadi ketika kita sering bersama amel"
"saya tidak mau bersama dengan pak dosen, intinya saya ingin membatalkan perjodohan ini!"
amel meninggalkan revan yang masih terdiam disana namun langkahnya terhenti karena ucapan dari revan
"saya tidak akan membatalkannya"
...jangan lupa Like, Vote, and Coment 🥰...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
  Â
  Â
  Â
__ADS_1