Dungeon Leveling

Dungeon Leveling
Ch.12-Ganerasi ke-500


__ADS_3

"Bagaimana mungkin?" Sahut Kazeki dan Keinara secara bersamaan.


Bagi mereka berdua, hal itu sangat mustahil. Mungkin jika Zaizen memiliki angka yang tidak jauh dari keduanya seperti 498 atau 499, mereka sedikit menerimanya, tapi angka 0?


"Bukankah itu mustahil?" Kazeki kembali bertanya, Ia ingin mendengar jawaban dari Zaizen yang cukup logis agar ia dapat menerimanya.


"Ya. Memang mustahil, tidak. Mungkin seperti melebihi kemustahilan itu sendiri karena aku juga tidak menyangka bahwa diriku dapat kembali ketempat ini." Zaizen menjawab pertanyaan Kazeki dengan begitu santai, terlebih lagi, Ia juga tidak ingin menceritakan pengalaman pahitnya saat dirinya mengalami penderitaan yang tidak dapat dibayangkan itu.


Jawaban Zaizen saat itu belum dapat Kazeki dan Keinara terima karena, Zaizen tidak menjelaskan secara detail seolah-olah, Zaizen masih menyembunyikan sesuatu.


"Melebihi kemustahilan? Apa maksudnya?" gumam Kazeki kemudian kembali bertanya.


"Apa yang kau lakukan ditempat ini? Apakah kau pernah pergi ke lantai atas?"


"Tidak, aku datang dari lantai bawah-"


"Lantai bawah!?" Dengan penuh keterkejutan, Kazeki memotong perkataan yang belum selesai itu.


"Apa yang ada di lantai bawah?"


"Hanya ada tanah lapang dan beberapa tumbuhan disana. Setidaknya, tempat itu lebih baik dari tempat ini." Zaizen menjelaskan sedikit yang ia tahu.


Ketika Kazeki mendengar perkataan itu, seolah-olah ia mendapatkan setitik harapan.


Bagi Kazeki dan Keinara, tinggal di Dungeon lantai satu sangatlah sulit. Setiap saat, mereka terkadang disibukkan dengan rasa lapar karena yang dapat dimakan disana hanyalah daging Monster yang berbau busuk.


Dengan penuh semangat, Kazeki berbicara. "Bawalah kami kesana!"


"Apa? Apakah kau berniat tinggal ditempat ini?" Zaizen sedikit terkejut.


"Setidaknya tempat yang kau ceritakan itu lebih baik dari tempat ini." balas Kazeki.


"Baiklah, tapi aku akan memberikan sedikit syarat." Zaizen mengijinkan, namun ia juga mengajukan syarat.


"Apa syaratnya?"


Kau akan mengerti setelah mendengar syarat itu.


***


Beberapa hari telah berlalu semenjak Zaizen bertemu dengan Kazeki dan Keinara.

__ADS_1


Di tempat lain, DarkEye kembali menampakkan wujudnya dengan begitu percaya diri.


"Cihh... para manusia generasi ke-500 sangatlah lemah, mereka semua lenyap begitu saja tanpa memberikan perlawanan apapun." sesuai DarkEye berbicara, tiba-tiba terdengar suara orang lain memotong perkataannya.


"Apa yang kau bicarakan? Kami masih disini."


Dengan membawa sebilah pedang serta armor yang menutupi bagian tubuhnya, Kazeki menantang DarkEye. Disebelahnya, Keinara juga mengeluarkan tongkat Sihir yang cukup bagus.


Mendengar perkataan itu, DarkEye menoleh kearah sumber suara.


"Kalian masih hidup?" DarkEye keheranan.


"Tentu saja." Kazeki menjawab dengan penuh percaya diri.


"Dasar... aku kira kalian sudah mati, cepat pergi ketempat Boss Monster berada dan tinggalkan tempat ini, saat ini aku sedang sibuk untuk mengurus hal lain." DarkEye berbicara dengan nada santai, walaupun Kazeki telah mengangkat pedang miliknya, DarkEye hanya menganggap bahwa aksi yang Kazeki lakukan itu tidak ada gunanya mengingat, DarkEye lebih kuat dibandingkan mereka berdua.


"DarkEye! Kembalikan kami ketempat semula!"


"Apa yang kau bicarakan? Bukankah sudah kukatakan, bahwa satu-satunya jalan keluar dari tempat ini adalah menaklukkan semua lantai-"


"Tidak, kau pasti berbohong!" Kazeki kembali memotong perkataan DarkEye.


"Berbohong? Sejak kapan Iblis sepertiku berbohong? Aku selalu bersikap jujur." tanpa sadar, DarkEye berbicara seperti itu.


"Iblis?" Zaizen yang bersembunyi di tempat lain juga mendengar percakapan itu.


"Jadi, selama ini aku dipandu oleh Iblis?" Zaizen yang menyadari hal itu seketika keluar dari tempat persembunyian.


"Hey mata terbang! Apa maksudnya itu!" sambil memasang raut muka kesal, Zaizen berjalan menghampiri DarkEye.


Kazeki dan Keinara terdiam sejenak setelah melihat Zaizen muncul secara mengejutkan.


"Zen, kenapa kau keluar sekarang! Kau merusak rencana yang kau buat sendiri!" Kazeki berbicara dengan penuh kebingungan.


"Rencana dibatalkan! Aku sudah tidak lagi memerlukan rencana itu!" balas Zaizen yang terus berjalan mendekati DarkEye.


"K-kau... kau siapa?" DarkEye menjaga jarak dengan Zaizen.


"Katakan! Siapa yang ada dibalik semua ini!?" Zaizen terus berjalan mendekati DarkEye.


DarkEye yang belum memahami perkataan Zaizen segera membalas.

__ADS_1


"Apa maksudmu manusia rendahan? Berbicaralah dengan jelas!"


"Dungeon ini dulunya diciptakan untuk mendidik mereka yang memiliki sifat jahat agar menjadi baik, namun kenyataannya, Dungeon ini telah berubah menjadi permainan kematian, dimana nyawa manusia hanyalah sebatas angka... katakan siapa yang ada dibalik semua ini!" Zaizen menatap kearah DarkEye dengan penuh kekesalan.


"A-Apa? Bagaimana kau tahu sejauh itu!?" DarkEye terkejut. Pasalnya, hal itu telah terjadi jauh ribuan tahun silam dan yang DarkEye ketahui, ras manusia baru saja terpanggil beberapa tahun yang lalu, sungguh tidak masuk akal jika manusia mengetahui hal itu kecuali ada faktor X yang membuat mereka mengetahuinya.


Zaizen terdiam, ia tidak menjawab pertanyaan yang DarkEye ajukan, terlebih lagi, ia terus berjalan mendekati DarkEye.


Ketika jarak Zaizen dengan DarkEye sudah mendekati 10 meter, Zaizen mengeluarkan pedang miliknya.


"Memangnya apa gunanya pedang itu?" DarkEye berbicara dengan nada meremehkan, tentu saja, lantaran dirinya merasa lebih unggul dari Zaizen.


"Cepat katakan siapa yang ada dibalik ini semua atau aku akan menebasmu!" Zaizen mengancam DarkEye dengan penuh kemarahan, walaupun demikian, DarkEye menganggap bahwa aksi yang Zaizen lakukan percuma.


"Baiklah... Aku akan memberimu waktu 10 detik, dan setelah itu aku akan melenyapkan kalian bertiga."


Dengan penuh percaya diri, DarkEye melipat kedua tangannya seolah, ia ingin membuktikan bahwa serangan yang Zaizen lancarkan tidak beguna.


"Terimakasih atas kebaikan mu, rasakan ini!"


Dengan sebilah pedang miliknya, Zaizen menebas kedua sayap DarkEye dengan begitu rapi.


Cringg!


Ketika tebasan itu mengenainya, DarkEye berteriak keras dengan penuh keterkejutan.


"AAAAA!!! Elemen Suci!? Bagaimana mungkin!?" DarkEye bergegas menjaga jarak dengan Zaizen.


Bagi ras Iblis, Elemen Suci merupakan kelemahan mereka.


Sesaat setelah sayapnya terpotong, DarkEye berusaha menyembuhkan sayapnya kembali akan tetapi gagal. Ya, faktor yang menyebabkan kegagalan dalam meregenerasi sayapnya adalah karena dampak dari Elemen Suci itu sendiri.


"Kenapa menghindar!? Bukankah ini baru berjalan selama 5 detik?" Zaizen berbicara dengan nada sedikit terkejut, Ia sendiri juga tidak menyangka bahwa DarkEye akan menjaga jarak dengannya.


"Padahal senjata yang diberikan oleh Angeliza ini terlihat biasa saja." gumam Zaizen dengan sedikit kebingungan.


"Bukankah Elemen Suci telah dihapuskan di Dungeon ini semenjak ribuan tahun yang lalu?" DarkEye hanya mampu bergumam, ia tidak ingin informasi itu diketahui oleh publik.


Karena ribuan tahun yang lalu semenjak sang Pencipta Dungeon meninggalkan tempatnya, Ras Iblis menjadi penguasa. Selama mereka berkuasa, para Iblis mulai membantai semua makhluk yang memiliki Element Suci dengan menggunakan cara licik seperti mengadu domba ataupun menikam dari belakang.


Ketika mereka mendominasi, Para Iblis mulai menampakan diri dan membantai semua pemilik Elemen Suci dari Dungeon lantai satu sampai lantai atas hingga 1000 tahun telah berlalu, mereka secara resmi menjadi penguasa mutlak.

__ADS_1


Sayangnya mereka tidak menyadari bahwa masih ada Dungeon lantai 0 ditempat itu.


__ADS_2